Legenda Hao Tian

Legenda Hao Tian
ch. 66 tiba


__ADS_3

' sial, aku terlalu ceroboh, aku salah memperhitungkan kekuatan siluman itu sehingga hampir saja kehilangan nyawaku, tapi untung saja Xue Yun membantu. Walaupun ia tidak bisa memberikan bantuan besar tapi setidaknya ia membuat siluman itu sibuk beberapa saat sehingga aku bisa mempersiapkan diri dan rencana dalam membunuh siluman itu'. Gumam Hao Tian dalam hatinya.


Tidak jauh dari Hao Tian terdengar suara langkah kaki yang mendekatinya." Heh apanya yang 50 persen, bahkan kamu hampir di buat jadi roti gulung." Terlihat Xue Yun mendekati Hao Tian dan berbicara padanya.


" Bukankah kamu seharusnya bertanya terlebih dahulu "apakah aku baik-baik saja?" Bukannya malah mengejekku."


" Lalu apakah aku harus memujimu? Siapa yang tadi bilang dengan percaya diri bahwa ia memiliki 50 persen kemenangan jika berhadapan dengan siluman itu. Nyatanya kamu hampir saja mati."


" Aku bilang 50 persen bukan 100 persen, sudahlah bantu aku duduk." Walaupun Xue Yun masih dengan wajah tak puas namun ia tetap membantu Hao Tian untuk duduk.


Setelah duduk Hao Tian langsung bersila dan mengeluarkan sebuah pil dan memasukkan ke mulutnya, dan berusaha memulihkan tenaga dalamnya.


Beberapa menit setelah itu Hao Tian mulai membuka matanya, dan melihat Xue Yun yang sedang membuat api unggun tidak jauh darinya. " Kamu masih di sini?" Ucap Hao Tian.


" Mau bagaimana lagi, aku tidak bisa meninggalkan kamu sendirian sampai kamu selesai memulihkan tenaga dalammu."


" Lalu bagaimana dengan WU Shen, bukankah dia sendirian saat ini?"


" Dia di sampingmu, aku tadi membawanya ke sini supaya aku bisa menjaga kalian berdua." Ucap Xue Yun sambil menunjuk kearah WU Shen yang masih tak sadarkan diri.


" Baguslah kalau begitu." Ucap Hao Tian namun ia kembali berbicara." Kamu sedang membuat api unggun?"

__ADS_1


" Ia, menurutku kita sebaiknya beristirahat di sini malam ini, dan menunggu si botak bangun. kita juga baru saja melalui pertarungan yang sulit, dan besok baru pergi memberi tahu penduduk desa dan setelah itu baru kita kembali berangkat."


Hao Tian yang mendengar Xue Yun mengangguk karena ia setuju dengannya, dan akan melakukan hal yang sama jika dalam posisinya.


" Tapi bukankah terlalu awal jika ingin bermalam disini karena ini masih sore?" Ucap Hao Tian.


" Lebih baik mempersiapkan semuanya lagi pula kita bisa lagi membuat api unggun untuk nanti malam. Aku sudah mengumpulkan kayu di sekitar sini untuk kita gunakan malam ini."


Mereka terus berbincang dan malam pun tiba, dan tak lama kemudian WU Shen juga mulai sadarkan diri." Ahh," gumamnya sampul melihat sekeliling guna memastikan ia ada dimana. Ia melihat Hao Tian dan Xue Yun yang tidak jauh darinya dan memperhatikannya.


" Akhirnya kamu sadar, bagaimana keadaanmu?" Ucap Hao Tian.


" Kami sudah membunuhnya, walaupun dengan susah payah."


" Terima kasih karena telah membantu aku, dan maaf karena telah melibatkan kalian berdua di situasi bahaya ini." WU Shen berusaha untuk bangun dan menundukkan kepalanya, namun dihentikan oleh Hao Tian.


" Kamu tidak perlu melakukan itu, lebih baik kamu berbaring saja karena kamu masih sepenuhnya sembuh."


" Terima kasih." Ungkap WU Shen dan kembali berbaring.


" Kita akan beristirahat di sini malam ini dan besok baru kita pergi ke desa dan memberi tahu mereka, setelah itu baru kita akan melanjutkan perjalanan jadi beristirahatlah jangan cemaskan apapun."

__ADS_1


" Terima kasih."


Besok paginya, Hao Tian, Xue Yun, dan WU Shen terlihat lebih baik dari kemarin, mereka berlarian di bawah pohon dengan tujuan menuju kota mutou.


" Bagaimana dengan penduduk desa, apakah kamu sudah memberi tahu mereka tentang siluman itu." Ucap Hao Tian yang memecah keheningan.


" Aku sudah memberi tahu mereka dan meminta mereka supaya jangan melakukan upacara mengorbankan sebuah tumbal lagi, dan mereka terlihat senang dan berjanji tidak akan berbuat demikian lagi, jadi semuanya sudah baik-baik saja." Jawab WU Shen.


WU Shen terlihat sudah terlihat baik-baik saja dari kemarin malam dan sudah siap kembali melanjutkan perjalanan.


Sebelum keberangkatan mereka, WU Shen terlebih dahulu menemui penduduk desa guna mengabarkan tentang kematian siluman beruang dan meminta mereka untuk menepati janji mereka untuk jangan menumbalkan lagi seseorang.


Para penduduk juga senang mendengar itu karena bagaimanapun tumbal yang di gunakan adalah anak-anak mereka sehingga mereka sangat sedih saat akan ada yang akan ditumbalkan.


Namun mereka tidak bisa memperotes karena bahaya yang di timbulkan oleh siluman beruang yang dapat mengancam seluruh keselamatan penduduk.


" Baguslah, sekarang kita akan menuju ke kota mutou, dan kemungkinan kita akan tiba disana, jadi apakah kamu bisa bertahan mengingat kamu baru saja pulih dari lukamu?"


" Tenang saja, aku bisa mengatasinya. Aku tidak ingin terus lagi menghambat kalian."


Hao Tian tersenyum mendengar perkataan WU Shen namun ia tidak membalasnya dan kembali menatap ke depan.

__ADS_1


__ADS_2