Legenda Hao Tian

Legenda Hao Tian
ch. 48 perjodohan


__ADS_3

" Siapa yang berniat membunuhku?"


Setelah pembicaraan mereka selesai di kamar Xue muzhang, ketiganya pun pergi ke kamar mereka masing-masing supaya mereka bisa beristirahat.


Namun Xue Yun yang telah tiba di kamarnya terlihat tidak bisa tenang karena memikirkan tentang orang yang ingin membunuhnya.


Xue Yun terus memikirkan hal itu selama beberapa jam sampai ia tidak sadar kalau malam telah tiba.


Selama itu ia tidak keluar untuk makan malam, akhirnya Xue muzhang menyuruh Seorang pelayan untuk mengantarkan makanan ke kamar Xue Yun. Ia juga ikut supaya bisa memastikan kalau dia akan memakan makanannya.


" Aku tahu kamu sedang banyak pikiran saat ini tapi kamu juga harus makan. Kita akan kembali ke sekte yang tentu sangat jauh dari sini jadi kamu harus makan agar punya tenaga untuk perjalanan besok."


" Baik guru."


Setelah berkata demikian Xue muzhang pergi dari kamarnya. Xue Yun juga tidak ingin membuat orang lain khawatir jadi akhirnya ia memutuskan untuk makan walaupun ia malas untuk hal itu.


Kemudian ia ingin segera tidur agar ia bisa bugar besoknya namun sebanyak apapun ia berusaha ia tetap tidak bisa tidur. Karena hal itu akhirnya ia memutuskan untuk keluar guna menghirup udara segar.


Setelah keluar dari penginapan ia kemudian berjalan di sekitar penginapan. Namun ternyata ia tidak sendiri, karena ia melihat Hao Tian yang sedang duduk di salah satu taman kota tidak jauh dari penginapan mereka.


Terlihat Hao Tian sedang memandang bulan dengan seksama. Xue Yun yang melihat Hao Tian juga memutuskan untuk menyapanya.


" Jangan menatap bulan seperti itu nanti bulannya bisa menghilang karena di tatap oleh orang seperti kamu."

__ADS_1


" Kenapa kamu bisa ada di sini?" Tanya Hao Tian tanpa merubah pandangannya.


" Melihat wajahmu yang tidak terkejut sepertinya kamu telah menyadari kehadiranku."


" Siapapun bisa sadar karena kami sendiri tidak berusaha menyembunyikan kehadiranmu." Hao Tian menatap Xue Yun dan menyuruhnya untuk duduk di sebelahnya.


Xue Yun juga tidak keberatan dengan itu dan memutuskan untuk duduk. " Jadi apa yang menganggu seorang Hao Tian yang hebat sampai ia tidak bisa tidur."


" Tidak ada spesial, aku hanya memikirkan sesuatu. Dan kamu sendiri juga sepertinya sama seperti aku yang tidak bisa tidur. Apakah karena masalah bandit waktu itu?"


" Ini tidak adil, kamu tahu kenapa aku tidak bisa tidur tapi aku tidak tahu alasan kamu tidak bisa tidur. Bukankah seharusnya kamu menceritakan masalahmu supaya ini bisa adil."


" Tidak perlu, ini bukan sesuatu yang perlu kamu ketahui."


Mereka terus berbincang mengenai sesuatu yang entah itu penting ataupun tidak penting. Mereka hanya membutuhkan seseorang untuk berbicara demi mengurangi rasa gelisah di dalam diri mereka.


Dan dari perbincangan mereka Hao Tian mengetahui kalau Xue Yun dan Xue Han sudah di jodohkan oleh keluarga mereka dan akan di nikahkan pada saat mereka dewasa yaitu berusia 25 tahun. Keduanya saat ini sama-sama berusia 14 tahun.


Dari perbincangan mereka juga Xue Yun mulai lebih mengenal Hao Tian. Dari sinilah Xue Yun mengetahui kalau usia Hao Tian sama dengannya yaitu 14 tahun. Ia mengira kalau Hao Tian berusia 17 tahun dikarenakan tubuhnya yang terlihat berusia 17 tahun di tambah ia memiliki ilmu bela diri yang lebih tinggi darinya. Hal ini membuat ia berspekulasi bahwa Hao Tian lebih tua darinya.


" Sepertinya kita harus kembali, ini sudah larut malam dan disini juga mulai dingin." Ucap Hao Tian yang mulai berdiri.


" Kau benar, ayo kita pergi." Mereka berdua akhirnya berjalan bersama menuju ke penginapan mereka tinggal.

__ADS_1


Saat mereka sudah tidak jauh dari paviliun mereka di kejutkan dengan adanya Xue Han dan Xue he yang sedang berpelukan di depan penginapan.


Hao Tian sedikit bingung dengan apa yang terjadi saat ini. Karena dari yang ia tahu Xue Han adalah orang yang akan di nikahkan dengan Xue Yun dan keduanya sudah mengetahui dan menerima perjodohan itu.


Namun saat ini Xue Han sedang berpelukan dengan Xue he dengan mesranya. Xue Yun juga sedikit terkejut selama beberapa saat namun ia mulai tenang dan malah pergi begitu saja dari sana.


Melihat itu Hao Tian mengikuti Xue Yun." Apakah kamu akan pergi begitu saja dan tidak meminta penjelasan mereka berdua?"


" Itu tidak perlu, hubungan kami bukan atas dasar cinta sehingga aku tidak menuntut Xue Han agar setia. Ia bebas mau berhubungan dengan siapapun."


" Kalau begitu kamu harus mengakhiri hubungan kalian. Kamu harus memberitahukan hal ini pada keluargamu tentang hal ini sehingga perjodohan kalian bisa di batalkan."


" Itu tidak perlu." Jawab Xue Yun dengan santai seakan tidak ada sesuatu hal perlu di khawatirkan.


" Tapi ." Hao Tian ingin berbicara lagi namun ia dihentikan oleh Xue Yun.


" Hao Tian kamu tidak perlu mengurus urusanku, seperti yang pernah kamu katakan sebelumnya, ini bukan sesuatu yang perlu kamu ketahui dan khawatirkan jadi kamu tidak perlu ikut campur."


Hao Tian ingin membalas perkataannya namun melihat mata Xue Yun yang tajam menatapnya membuat ia mengurungkan niatnya.


Demi menghindari Xue Yun dan Xue he mereka berdua berjalan ke arah belakang penginapan dan berniat menggunakan jendela kamar mereka masing-masing untuk masuk ke dalam.


Setelah mereka berdua berada di belakang penginapan Xue Yun langsung melompat ke arah jendela kamarnya di lantai enam dan berhasil ke jendela kamarnya beberapa saat kemudian. Ia pun langsung masuk ke dalam tanpa mengucapkan sepatah kata pada Hao Tian.

__ADS_1


" Apakah dia baik-baik saja? Sudahlah aku tidak perlu terlalu memikirkan masalah Xue Yun. Benar katanya hal ini bukan urusanku jadi aku tidak perlu terlibat."


Setelah itu giliran Hao Tian yang melompat ke arah jendela kamarnya di lantai enam dan berhasil setelah beberapa saat kemudian.


__ADS_2