
Setelah berlari selama satu jam, akhirnya mereka berhenti di sebuah sungai, terlihat wajah mereka pucat dengan nafas yang masih tidak karuan. Walaupun hujan sudah mulai reda namun tubuh mereka masih tetap basah entah itu basah karena air hujan atau karena keringat mereka.
" Kita berhenti dulu di sini, aku sangat kelelahan saat ini." Xue Yun langsung berlutut dan berbaring terlentang di dekat sungai.
" Kenapa kita tadi pergi, jika kita memanfaatkan momen waktu siluman itu terluka maka kita pasti bisa membunuhnya. Membiarkan siluman itu tetap hidup maka akan jadi sebuah bencana bagai semua orang terutama rakyat kecil." WU Shen sedikit tidak puas dengan keputusan Hao Tian dan Xue Yun yang malah memilih kabur.
" Jangan terlalu memaksakan diri, kami tidak lihat kekuatan siluman itu, ia setidaknya setara dengan pendekar kaisar bintang tiga, menurut kamu kita bisa mengalahkannya dengan kekuatan kita sekarang." Ucap Hao Tian sambil memandang aneh WU Shen.
" Aku dan Xue Yun adalah seorang pendekar ahli sedangkan kamu adalah pendekar raja aku yakin kita pasti bisa mengalahkan siluman beruang itu." Saat Hao Tian bertarung dengan siluman beruang, ia mengeluarkan kekuatan yang setara dengan pendekar raja sehingga WU Shen menganggap Hao Tian adalah pendekar raja.
" Jangan jadi pria yang bodoh WU Shen, sekeras apapun usaha yang kita keluarkan, kita tidak akan pernah bisa mengalahkan siluman itu. Jangan pernah memaksa kami, kami bukan orang dari sekte kuil dewa suci yang menganggap bahwa siluman adalah makhluk yang harus di bunuh."
Hao Tian tahu kalau kuil dewa suci adalah sekte yang sangat membenci siluman, bahkan mereka akan membunuh semua siluman yang mereka jumpai, walaupun kekuatan mereka jauh di bawah siluman namun mereka akan terus melawan. Mereka akan menganggap kalau perbuatan mereka adalah hal baik, jadi walau mereka gugur dalam pertempuran melawan siluman mereka akan menganggap kalau mereka mati secara terhormat.
Namun menurut Hao Tian itu adalah pemikiran yang salah, melawan sesuatu yang dimana itu melebihi kekuatan diri kita sendiri adalah tindakan yang bodoh. Hao Tian tidak ingin melakukan pertarungan dimana jumlah kemungkinan kekalahannya lebih tinggi dari pada kemenangannya.
Lagi pula Hao Tian tidak memiliki masalah apapun dengan siluman, dan menurutnya siluman itu tidak akan menganggu penduduk sekitar di karenakan wilayahnya yang jauh dari penduduk di sekitar sini.
" Kalau begitu, biar aku saja pergi." Ucap WU Shen.
" Apa-apaan pria ini, apakah dia terlalu baik atau terlalu bodoh, aku sama sekali tidak mengerti jalan pikiran dari para biksu itu." Ucap Xue Yun yang masih berbaring terlentang.
" Bukankah lebih baik kita mundur terlebih dahulu dan memulihkan tenaga kita dan pergi meminta bantuan atau membayar seorang pendekar untuk membantu membunuh siluman itu, menurutku itu adalah solusi yang lebih baik." Ucap Hao Tian.
__ADS_1
Mendengar perkataan Hao Tian, WU Shen mulai berpikir terlebih dahulu dan menimbang-nimbang baik buruknya. Setelah beberapa saat ia akhirnya setuju dengan pendapat Hao Tian. " Baiklah, aku setuju. Tapi jika kita tidak menemukan seseorang yang bisa membantu dalam seminggu, maka tolong jangan larang aku untuk pergi sendiri." Ucap WU Shen dengan serius.
" Aku setuju, kalau begitu kita akan mencari tempat untuk beristirahat sementara. Walaupun hujan sudah reda namun masih ada kemungkinan akan hujan lagi. Ditambah pakaian kita masih basah sehingga kita harus mengganti pakaian dulu." Xue Yun mulai bangun dan memberikan pendapatnya.
Keduanya setuju dengan pendapat Xue Yun dan kemudian mereka kembali mencari gua atau lainnya yang bisa di gunakan untuk tempat peristirahatan sementara.
Tidak lama kemudian akhirnya mereka berhasil menemukan desa kecil tidak jauh dari tempat mereka sebelumnya.
Mereka berdua memasuki desa dan berniat bertanya apakah ada penginapan di desa ini pada penduduk sekitar. Namun anehnya suasana jadi sunyi, semua kegiatan orang di desa berhenti dan malah menatap Hao Tian dan lainnya dengan tatapan aneh.
Hal ini membuat ketiganya merasa tidak nyaman." Ada apa dengan semua orang disini? Kenapa mereka menatap kita seakan kita adalah sebuah masalah bagi mereka." Ucap Xue Yun.
" Mungkin karena kita adalah orang asing sehingga mereka agak waspada, aku biasa menemukan desa yang seperti ini sepanjang aku melakukan perjalanan." Balas WU Shen.
" Kalian siapa? Dan hendak kemana? Kenapa kalian ke desa kami." Ucap pria itu.
Mendengar perkataan orang itu yang seakan terganggu dengan kedatangan mereka membuat ketiganya bingung, tidak tahu harus menjawab seperti apa. Namun Hao Tian memberanikan diri untuk berbicara.
" Kami adalah seorang pedagang, namun kami terkena musibah, kami tidak sengaja bertemu dengan bandit di perjalanan kami dan gerobak kami berhasil di rebut oleh mereka, beruntung kami berhasil melarikan diri. Setelah itu karena turun hujan belum lama ini kami berniat untuk mencari tempat peristirahatan dan tidak sengaja menemukan desa ini. Jadi kami mau minta izin apakah kami bisa beristirahat di sini."
Hao Tian berbohong karena tidak ingin membuat penduduk desa mewaspadai mereka. Mereka hanya datang saja mereka sudah di tatap dengan tatapan tidak enak dari penduduk desa apalagi jika mereka tahu kalau Hao Tian dan lainnya adalah pendekar maka kemungkinan mereka akan diusir.
Hao Tian juga memberikan kode pada Xue Yun dan WU Shen supaya mereka menyesuaikan dengan cerita yang ia buat.
__ADS_1
" Apa benar kalian pedagang?" Ucap pria di depan mereka.
" Benar paman." Ucap mereka serentak.
Setelah beberapa saat pria itu berpikir, namun akhirnya ia setuju." Kalian boleh tinggal di desa ini namun besok kalian harus pergi karena kami sama sekali tidak suka ada orang asing di desa kami. Apakah kalian mengerti?"
" Terima kasih paman atas kebaikannya." Ucap WU Shen sambil menunduk pada pria itu.
" Itu tidak perlu, ikuti aku, aku akan membawa kalian ke tempat yang bisa kalian tempati sementara. Aku adalah kepala desa di sini jadi jika ada sesuatu hal yang kalian butuhkan atau di tanyakan kalian bisa mencari saya."
" Terima kasih kepala desa atas bantuannya."
Tak lama kemudian akhirnya mereka sampai di sebuah rumah kayu sederhana. " Rumah ini kosong, jadi kalian bisa beristirahat di sini."
" Terima kasih."
Kemudian kepala desa membuka pintu dan terlihat di dalam rumah itu sangat kotor bahkan laba-laba terlihat bersarang di langit-langit rumah.
" Rumah ini sudah enam bulan tidak ada yang tempati karena pemilik brumah ini sudah pindah ke kota sehingga tidak ada yang mengurus rumah ini sehingga jadi seperti ini."
" Tidak ini sudah cukup bagi kami, lagi pula kami bisa membersihkan tempat ini dengan cepat. Bukankah begitu Hao Tian, Xue Yun?" WU Shen menatap keduanya.
" Benar sekali, di berikan tempat tinggal saja kami sudah sangat berterima kasih." Jawan Hao Tian dan Xue Yun hanya bisa tersenyum walaupun dengan terpaksa.
__ADS_1
" Baiklah kalau begitu, saya akan pamit dan nikmati waktu kalian. Dan ingat pagi-pagi sekali kalian harus segera pergi." Kepala desa kemudian meninggalkan mereka dan keluar dari rumah itu.