Legenda Hao Tian

Legenda Hao Tian
Ch. 92 rumah lelang 8


__ADS_3

Juru lelang hanya menatap orang-orang yang berada di ruangan VIP, karena hanya orang-orang tersebut yang dapat bersaing satu sama lain akibat harga yang cukup besar.


"110.000..."


" 120.000..."


" 130.000..."


" 140.000..."


Persaingan antara Lang Hui dan long baigu kembali terjadi, mereka sama sekali tidak mau menyerahkan item berharga tersebut ke pihak lain.


Kedua sekte tempat mereka berdua saat ini yaitu sekte taring serigala dan taring naga putih tidak memiliki seorang seniman bela diri di tahap bumi, yang paling tinggi yang ada di sekte mereka hanya seorang seniman bela diri di tahap suci bintang sembilan.


Tinggal selangkah lagi untuk bisa maju ke tahap bumi, tapi walaupun cuma selangkah, tapi untuk melangkah ke tahap selanjutnya itu sangat susah.


Namun itu akan menjadi mudah jika mereka dapat memiliki bunga anggrek tujuh warna tersebut.


Tujuan awal sekte taring serigala adalah untuk mendapatkan pil tenaga, karena seorang guru besar terluka dan tenaga dalamnya rusak dalam perseteruan antara sekte taring serigala dan taring naga putih.


Dan untuk sekte taring naga putih tidak ingin sekte taring serigala memiliki pil tersebut apalagi sampai menyembuhkan guru besar dari sekte taring serigala.


"200.000..."


"210.000..."


Keduanya terus menaikkan harga sampai beberapa waktu kemudian harga sudah mencapai 390.000 dari Lang Hui. " Hehe sepertinya harta ini akan menjadi milik kami." Kata Lang Hui dengan percaya diri sambil melirik long baigu yang masih tanpa ekspresi.

__ADS_1


" Kurasa itu tidak akan terjadi." Long baigu tersenyum dan berkata," 400.000!"


Mendengar itu, wajah Lang Hui langsung berubah, ia mengira kalau long baigu sudah kehabisan karena saat ia saling berebut pil tenaga Lang Hui akan memenangkan item itu sebelum Hao Tian ikut dalam penawaran.


" Aku tidak mengira kalau saudara long baigu masih punya uang." Kata Lang Hui dengan menatap tajam kearah long baigu.


" Tadinya kami hanya datang kesini karena untuk menggagalkan rencana kalian mendapatkan pil tenaga untuk menyembuhkan pria tua itu, dan kenapa kami menyerah karena jumlah uang yang kami akan keluarkan sudah berada di angka di luar yang kami prediksi."


"Namun untuk bunga anggrek tujuh warna ini kurasa kami tidak akan menyerahkan ini seperti sebelumnya, karena kami juga sangat membutuhkan anggrek ini." Ucap long baigu dengan santai seakan tidak melihat tatapan tajam Lang Hui.


Mereka tahu kalau bunga anggrek tujuh warna lebih berharga dari pada pil tenaga sehingga Long Baigu sangat bersemangat, dengan bunga anggrek tujuh warna, Patriark sekte taring naga putih yang berada ditingkat suci bintang sembilan akan menerobos ke tingkat bumi.


Bersamaan dengan bertambah kuatnya Patriark sekte taring naga putih maka sekte juga akan semakin kuat. Oleh sebab itu Long Baigu tidak ingin kesempatan ini terlewat begitu saja.


" Maaf saja, kami juga tidak akan menyerahkan item itu pada anda." Lang Hui mengalihkan pandangannya ke Xiong BEI, dan Xiong BEI mengangguk saat ia melihat tatapan Lang Hui.


" 410.000.." kata Lang Hui.


Keduanya terus menaikkan harga jual, sama sekali tidak ada pertanda mereka akan berhenti.


" 540.000!!" Teriak Lang Hui dengan semangat.


Kali ini giliran wajah long baigu yang menjadi jelek harga harta didepan mereka sudah menjadi di angka yang terbilang fantastis untuk sebuah anggrek tujuh warna, padahal harga normalnya adalah dua ratus ribu tael emas tapi sekarang bunga anggrek ini sudah menjadi dua kali lipat dari harga normalnya.


Long baigu masih bingung karena sekarang ia tidak bisa menawar dengan sembarang karena 540.000 tael emas itu sudah sama dengan pemasukkan sekte taring naga putih selama dua tahun.


Long baigu melihat seorang pria tua yang di sampingnya, melihat tatapan mata long baigu, pria itu mengangguk yang menandakan ia setuju untuk long baigu kembali menaikkan harga.

__ADS_1


Pria tua itu adalah Long Fu, ia merupakan seorang tetua yang tingkatannya lebih tinggi dari long baigu di sekte taring naga putih.


" 550.000!!" Kata Long Baigu dengan suara berat.


Mendengar suara Long Baigu membuat Lang Hui terdiam, kali ini mereka sudah mencapai batasnya. Lang Hui mengernyitkan dahinya dan menatap kearah long baigu dengan tajam seperti pemburu yang menatap mangsanya.


" Ya apakah masih ada yang mau menaikkan harga? Jika tidak ada maka bunga anggrek tujuh warna yang berharga ini akan jatuh ke tangan tetua long baigu." Kata juru lelang.


" Sepertinya tidak ada lagi? Maka saya akan menghitungnya. 550.000 pertama! 550.000 kedua! 550.000 ketiga! Terjual untuk tetua Long Baigu." Kata juru lelang dengan penuh semangat.


Bersamaan dengan terjualnya bunga anggrek tujuh warna, pelelangan juga berakhir. Sebagian orang orang sudah mulai meninggalkan pelelangan, dan sebagian lagi terutama orang yang mendapat item dalam lelang akan di bawa dulu ke dalam oleh orang pelelangan untuk menukar barang yang didapatkan.


Begitu juga dengan Hao Tian, setelah pelelangan berakhir, ia di bawa oleh pelayan dan membawanya ke suatu ruangan.


Di dalam ruangan itu ada orang tua yang pernah di temui Hao Tian saat akan menjual bunga anggrek tujuh warna miliknya. Ya dia adalah orang yang bertanggung jawab atas lelang kali ini. Ia bernama Mo Lin seorang tetua dari sekte istana perapian.


Tanpa basa-basi Hao Tian langsung melambaikan tangannya dan seketika muncul ratusan ribu tael emas di ruangan itu. " Ini uang untuk pil tenaga." Ucapnya dengan santai.


Mo Lin juga mengeluarkan sebuah kotak kecil berisikan pil tenaga. " Haha senang berbisnis dengan anda."


Hao Tian mengambil kotak itu dan memasukkannya ke cincin ruang miliknya dan kemudian hendak berdiri pergi namun ia dihentikan oleh suara Mo Lin." Jika anda membutuhkan sesuatu anda bisa datang ke tempat kami menjual barang. Pintu kami akan selalu terbuka untuk anda." Kata Mo Lin sambil menyerahkan sebuah kartu berwarna ungu.


" Kartu apa ini?" Kata Hao Tian sambil melirik kartu itu.


" Dengan kartu itu, jika anda membeli suatu barang di tempat dagang kami, maka anda akan di beri diskon 10 persen."


" Kenapa kamu ingin memberikan kartu ini pada saya?" Kata Hao Tian dengan melirik Mo Lin.

__ADS_1


" Hahaha, tidak ada maksud yang buruk, kami hanya ingin hubungan baik saja." Kata Mo Lin sambil tersenyum.


" Baiklah, aku akan menerima niat baik anda." Hao Tian mengambil kartu itu dan segera pergi meninggalkan ruangan itu.


__ADS_2