Legenda Hao Tian

Legenda Hao Tian
ch. 49 tak terduga


__ADS_3

" Sepertinya semuanya sudah siap."


Pagi-pagi buta Hao Tian berkemas untuk segera pergi untuk kembali melanjutkan perjalanannya yang tertunda sebelumnya.


Ia memutuskan pergi pagi-pagi sekali dan tidak berpamitan pada Xue Yun dan lainnya karena masih tidak enak dengan kejadian tadi malam. Ia tidak tahu harus berkata seperti apa atau berekspresi bagaimana saat berhadapan nanti dengan Xue Yun. Jadi dari pada merusak suasana ia kemudian memutuskan untuk segera pergi.


Namun ia menuliskan sebuah surat untuk Xue muzhang dan lainnya guna memberitahu kalau ia sudah pergi terlebih dahulu.


Sebelum ia pergi ia terlebih dahulu membeli beberapa makanan terutama daging kemudian ia simpan di cincin ruang miliknya guna di jadikan bekal di perjalanan nanti.


Setelah semuanya siap ia mulai keluar dari penginapan dan berjalan keluar dari kota. Tak berselang lama ia sudah keluar dari kota bunga kemudian ia mulai berlari seperti biasanya.


Beberapa jam kemudian hari sudah mulai siang, ia pun memutuskan untuk beristirahat sejenak dan mulai mengeluarkan sedikit makanan dan air minum guna menghilangkan rasa lapar dan haus yang ia rasakan saat ini.


Sesudah ia sarapan ia kembali melanjutkan perjalanan namun ia tiba-tiba mendengar suara pertempuran tidak jauh darinya. Tidak hanya itu, terdengar suara binatang dan manusia di sana yang membuat ia penasaran dan memutuskan untuk melihat apa yang sedang terjadi.


Terlihat ada puluhan orang yang sedang di serang oleh puluhan siluman. Dari puluhan orang itu paling lemah di antara mereka adalah di tahap pendekar tingkat menengah dan ada beberapa di tahap pendekar ahli serta ada satu orang yang berada di tahap pendekar raja sedangkan para siluman di tahap pendekar tingkat tinggi dan ahli namun ada tiga siluman yang di tahap pendekar raja.


Terlihat semua orang itu memiliki beberapa orang yang mereka lindungi. Dan semuanya memakai pakaian yang terlihat mewah dan mahal sehingga ia menduga kalau mereka adalah seorang bangsawan.


Di tambah puluhan orang yang melindungi orang itu memakai pakaian yang terlihat sebagai prajurit sehingga hal ini memperkuat dugaan Hao Tian.


Hal ini membuat orang-orang itu kewalahan bahkan mulai ada yang tewas dalam pertempuran itu. Hal ini membuat Hao Tian ingin membantu mereka namun tiba-tiba ia merasakan ada orang di belakangnya yang sedang mengawasinya.


Hao Tian dengan cepat mengeluarkan sebuah pisau dari cincin ruang miliknya dan melemparkannya ke arah yang ia duga tempat persembunyian orang itu.

__ADS_1


Pisau itu dengan cepat meluncur namun tiba-tiba terlihat sebuah pedang yang menebas pisau itu hingga membuat pisau itu terbelah dua.


" Kau?" Hao Tian terkejut dan bingung dengan apa yang ia lihat sekarang. Ia juga bertanya-tanya dalam hatinya kenapa orang ini bisa ada di sini.


" Seperti biasanya, kamu selalu ikut campur dalam masalah orang lain." Orang itu mulai keluar dari tempat persembunyiannya. Terlihat orang itu adalah seorang wanita gendut yang sedang memakan daging yang ada di tangannya. Wanita itu berambut biru laut sehingga terasa familiar bagi Hao Tian.


Wanita itu tidak lain adalah Xue Yun, setahu Hao Tian seharusnya hari ini kelompok Xue Yun pergi menuju ke sekte mereka. Jadi hal inilah yang membuat Hao Tian terkejut dan bingung seakan tidak percaya dengan apa yang ada di depannya.


" Xue Yun? Kenapa kamu bisa ada di sini?" Hao Tian sedikit bingung, namun ia tetap memutuskan untuk melihat kesana kemari dan di sekitar Xue Yun guna mencari keberadaan teman-teman Xue Yun.


Karena jika teman-temannya ada juga disini maka kemungkinan mereka tetap pergi ke sekte mereka dan tidak sengaja melewati tempat ini.


Namun setelah beberapa saat ia menoleh kesana-kemari namun tidak ada seorangpun yang terlihat.


" Kau tidak perlu mencari mereka, mereka tidak ada disini."


" Itu benar namun aku sedikit berubah pikiran. Aku memutuskan untuk pergi dan tetap di kekaisaran ini untuk menambah pengalaman. Karena sudah di sini sayang jika tidak kita manfaatkan." Ucap Xue Yun dengan wajah biasa saja seakan itu bukan hal perlu di perhatikan.


" Tunggu dulu biarkan aku dulu memproses hal ini." Ucap Hao Tian dengan menggaruk kepalanya. Namun setelah beberapa saat ia mulai tenang dan kembali berbicara.


" Jadi kenapa bisa ada di belakangku? Apakah kamu mengikutiku dari penginapan?"


" Bisa di bilang seperti itu."


" Kamu..." Hao Tian ingin kembali membalas perkataan Xue Yun namun ia berhenti karena Xue Yun berbicara kembali.

__ADS_1


" Apakah kamu akan terus mengintrogasi aku? Kamu sudah tidak peduli dengan apa yang akan terjadi dengan orang-orang itu." Ucap Xue Yun sambil menunjuk ke arah pertempuran itu.


Terlihat separuh dari prajurit itu sudah mulai tewas dan situasi mereka mulai terdesak. Hal ini membuat Hao Tian segera pergi dan menuju pertempuran itu.


****


" Lindungi tuan putri!!" Teriak seorang pria yang berbadan besar dengan pedang yang sudah berdarah. Pria itu berada di tahap pendekar raja bintang 5 yang merupakan pengawal yang paling tinggi ilmu bela dirinya di kelompok mereka. Pria itu bernama Guan Xing yang merupakan salah satu jendral dari kekaisaran song.


Kelompok yang ia kawal adalah putri dari kekaisaran song yang bernama song hua dan berbagai bangsawan lain yang tidak sengaja melewati tempat ini dan di hadang oleh beberapa siluman


Semakin lama mereka betarung semakin besar juga terlihat perbedaan mereka. Satu persatu prajurit mati dengan mengenaskan akibat terkena berbangai serangan siluman.


Saat ia lengah ternyata ada siluman yang sedang mengawasi kelompok sang putr secara diam-diami. Siluman itu adalah harimau api yang setara dengan pendekar raja.


Guan Xing yang melihat itu segera berlari ke arah sang putri dan berteriak sekencang-kencangnya.


" Putri..!! Awas di belakangmu.."


Sang putri yang mendengar itu segera berbalik ke belakang. Tapi ia di kejutkan dengan harimau api yang sudah menerjang ke arahnya. Ia tidak tahu harus bagaimana dalam beberapa detik itu.


Namun saat cakar harimau itu akan mengenai dada sang putri, tiba-tiba ada bayangan manusia yang lewat dan bersama dengan itu tubuh harimau tiba-tiba terbelah dua.


Darah dari harimau itu berceceran dimana-mana dan ada juga yang mengenai pakaian sang putri.


Melihat itu semua orang terkejut dengan apa yang baru saja terjadi terutama sang putri itu sendiri.

__ADS_1


Dari kebingungan itu ada seorang pria yang sedang memegang pedang yang sudah terkena darah tidak jauh dari tubuh siluman harimau. Hal ini membuat ia bertanya-tanya dalam hatinya.


" Siapa..?"


__ADS_2