Legenda Hao Tian

Legenda Hao Tian
ch. 50 siapa?


__ADS_3

Tidak lama setelah Hao Tian datang untuk membantu dia mengalahkan siluman harimau api yang hampir saja melukai putri song hua. “Izinkan aku untuk membantu,” katanya pada putri song hua.


" Eh? Anu …” Putri song hua menatap Hao Tian dengan terkejut, ia tak bisa berkata-kata. Dia tahu dia harus mengatakan sesuatu, tetapi sepertinya dia tidak bisa menemukan kata-katanya. Bangsawan yang lain juga demikian dan hanya bisa menelan ludah dari tempat dia berdiri sambil menatap wajah Hao Tian.


" Tuan putri!!" Beberapa prajurit kemudian datang ke sisi putri song hua dengan berlari. Mereka menghabisi beberapa siluman secepat mungkin agar bisa bergabung dan melindungi kelompok putri song hua.


“Kamu …” salah satu prajurit berkata ke punggung Hao Tian dengan posisi siap bertarung namun belum ia menyelesaikan perkataannya, ia terhenti karena suara Auman keras dari salah satu siluman yang berwujud serigala berkepala dua.


“aauuuuh!” siluman serigala meraung dengan keras untuk menghentikan pembicaraan mereka dan mulai berlari. Ia menggunakan momentumnya untuk melompat tinggi ke udara, mendekati langsung ke tempat Hao Tian dan yang lainnya berdiri.


“Apa—!” Karena kecepatan mereka tidak sesuai untuk tubuh besar siluman itu, putri song hua dan para bangsawan bereaksi terlambat. Tapi siluman serigala itu mengincar Hao Tian.


Serigala berlari dengan cepat menuju Hao Tian dan segera mengayunkan cakarnya ke arah kepala Hao Tian


" Iihh…?!” putri Song hua dan bangsawan lain di sekitarnya mencoba menahan diri dari berteriak, tetapi kejadian yang tiba-tiba membuat mereka secara refleks memalingkan kepala dan menutupi mata mereka, walaupun begitu mereka tidak menutupi telinga sehingga mereka bisa mendengar sesuatu daging yang tertusuk. Kemudian, setelah beberapa saat, mereka membukanya lagi dengan ketakutan.


“Tidak … mungkin …” putri Song hua dan prajurit lainnya meragukan mata mereka sendiri, semua berpikir bahwa pemandangan di depan mereka sulit untuk di pahami.


Terlihat Hao Tian masih baik-baik saja sedangkan siluman serigala terdiam. Terlihat Hao Tian dalam posisi berdiri sambil menusukkan pedangnya ke depan. Dan dalam pedang Hao Tian sebuah daging menancap di pedang tersebut yang tidak lain adalah siluman serigala itu sendiri.


Kelompok putri song hua tidak bisa mempercayai apa yang terjadi di depan mata mereka di karenakan siluman serigala itu setara dengan seorang pendekar raja sedangkan pria di depan mereka masih terlihat belasan tahun namun ia bisa membunuh siluman itu dengan begitu mudahnya.


“Tidak mungkin!” Tampilan keterampilan tempur yang mengesankan membuat putri Song Hua dan lainnya menatap dengan takjub.


Tidak berhenti di situ Hao Tian kemudian berlari ka arah siluman lainnya guna membantu prajurit kekaisaran yang sedang kewalahan menghadapi para siluman.


" Tuan putri! Apakah Anda baik-baik saja?" Setelah mengalahkan siluman ular yang setara dengan pendekar raja, Guan Xing kembali secepat ia bisa karena mengkhawatirkan keadaan putri Song Hua.


" Aku baik-baik saja saja jendral Guan, bagaimana dengan Anda sendiri?"

__ADS_1


" Aku baik-baik saja Tuan putri,, tapi siapa pemuda itu?"


" Aku juga tidak tahu, ia tiba-tiba datang membantu."


" Bekitukah? Ilmu bela dirinya sangat tinggi setidaknya ia berada di atas pendekar raja. Namun melihatnya yang terlihat belasan tahun membuat ini sulit di terima. Kecuali ia tidak semuda kelihatannya."


" Walaupun ini sedikit pengecut tapi aku berharap ia bukan musuh, karena jika itu benar maka kita akan dalam masalah besar." Ucap Guan Xing dengan wajah serius sambil menatap Hao Tian yang mulai membantai puluhan siluman dengan begitu mudahnya.


Ketiga siluman yang setara dengan pendekar raja sudah terbunuh semua dan hanya meninggalkan siluman di tahap pendekar tingkat tinggi dan ahli sehingga Hao Tian dengan mudah mengatasi puluhan siluman itu.


" Aku tidak tahu ia lawan atau kawan, yang pasti aku berutang nyawa pada pemuda itu." Ucap Song Hua. Setelah beberapa saat semua siluman berhasil di kalahkan dan suasana mulai tenang.


Tepat di belakang Song Hua berdiri beberapa prajurit. Namun, mereka semua terlihat agak malu.


“Kami ingin dengan tulus meminta maaf atas ketidakmampuan kami melindungi putri selama keadaan darurat ini. Setelah situasi ditangani, kami akan menerima hukuman apa pun yang dijatuhkan kepada kami.” Mereka semua menundukkan kepala pada saat bersamaan.


“Oh tidak, apa yang kalian katakan? Kalian melakukan yang terbaik selama situasi terburuk yang mungkin terjadi. Jika ada, aku ingin memberi kalian hadiah khusus, tetapi saat ini kita harus fokus pada penyembuhan pada yang terluka secepat mungkin. Sekarang, bubar! Oh, kecuali untuk paman Guan. Aku ingin berbicara dengan bocah itu, jadi ikutlah denganku.” putri Song Hua menghela nafas lelah.


Melihat itu putri Song Hua dan Guan Xing mendekati Hao Tian untuk berterima kasih. Mereka berhasil bertahan dalam musibah ini karena kedatangan Hao Tian yang sangat membantu mereka.


Setengah dari jumlah siluman yang ada berhasil terbunuh di tangan pedang Hao Tian. Hal ini membuat Hao Tian sangat berjasa bagi semua orang.


" Terimakasih karena telah membantu kami di situasi sulit ini, karena bantuan anda kami bisa selamat dari sini dan mengurangi jumlah korban yang meninggal." Ucap Song Hua dengan sopan.


" Itu bukan apa-apa, aku kebetulan saja berada tidak jauh dari sini dan melihat semua ini jadi itu bukan hal yang besar." Ucap Hao Tian dengan nada yang sopan.


" Bagi anda mungkin ini bukan sesuatu hal yang besar tapi bantuan ini bagi kami sangat berharga jadi ijinkan kami untuk membalas jasa anda."


" Baiklah kalau begitu."

__ADS_1


" Oh ia, perkenalkan nama saya Song Hua putri dari kekaisaran Song dan orang yang bersamaku ini adalah jendral Guan Xing."


" Aku Hao Tian." Hao Tian sudah menebak kalau mereka adalah bangsawan namun ia tidak menyangka kalau salah satu dari mereka adalah putri dari kekaisaran Song. Hal ini membuat Hao Tian menjawab Song Hua sambil sedikit membungkuk.


" Tuan Hao Tian kalau begitu..jika saya boleh tahu apa yang anda lakukan di hutan ini?"


" Saat ini aku sedang melakukan perjalanan ke suatu tempat dan aku tidak sengaja melewati hutan ini dan bertemu kalian. Namun saat ini aku ingin menuju ke kota terdekat dan beristirahat disana."


" Benarkah? Kota terdekat adalah kota Bianfu dan kebetulan kami akan menuju kesana jadi kita searah. Jika anda tidak keberatan tuan Hao bisa pergi bersama kami dan sesampainya di kota kami akan melayani anda dengan baik sebagai tanda terima kasih."


" Kalau begitu aku tidak punya alasan untuk menolak, tapi apa and tidak apa-apa, orang seperti aku naik kereta kuda bersama dengan bangsawan seperti kalian."


" Tidak masalah, Lagi pula ini sudah merupakan itikad yang wajar karena sudah menolong seorang bangsawan." Karena Song Hua tidak mempermasalahkan hal itu maka Hao Tian tidak memiliki alasan untuk menolak. Hao Tian pun mengangguk pertanda setuju bahwa ia bersedia ikut bersama dengan kelompok putri Song Hua.


" Baguslah kalau begitu kita akan segera berangkat setelah memakamkan semua prajurit yang tewas dan jika tuan Hao tertarik, anda bisa mengambil semua permata siluman itu."


" Benarkah kalau begitu aku akan mengambil dua permata siluman raja itu."


" Silahkan.."


Setelah beberapa saat berlalu tiba saatnya mereka berangkat, Song Hua kembali mendekati Hao Tian." Tuan Hao kita akan segera berangkat ayo ikut kami ke dalam kereta kuda."


" Tunggu dulu aku masih memiliki teman di luar sana."


" Benarkah? Lalu di mana dia?"


" Dia disini. Hei gendut, cepat keluar." Teriak Hao Tian ke arah belakangnya.


Bersamaan dengan itu ada, seseorang gadis yang terbang ke arah mereka. " Sudah aku bilang jangan memangil aku begitu."

__ADS_1


" Hehe. Perkenalkan putri dia adalah Xue Yun, walaupun ia terlihat dingin tapi sebenarnya ia orang baik."


" Tentu saja, teman tuan Hao juga berarti teman kami. Perkenalkan aku Song Hua. Kalau begitu ayo kita pergi."


__ADS_2