
" Kurasa aku harus beristirahat disini dulu, tidak lama lagi matahari akan terbenam. Tidak baik melakukan perjalanan di malam hari, apalagi di dalam hutan seperti ini."
Dalam menuju salah satu markas sekte bunga iblis di hutan bambu merah, Hao Tian sudah menghabiskan waktu tiga hari perjalanan. Dengan kecepatan Hao Tian yang sekarang bisa di perkirakan bahwa ia akan tiba di hutan bambu merah dalam dua Minggu.
Setelah berlarian seharian, Hao Tian akhirnya tiba di sebuah hutan. Dikarenakan malam akan segera tiba, ia kemudian memutuskan untuk bermalam sementara di hutan itu.
Ia mulai mengeluarkan semua alat yang di perlukan dalam beristirahat, seperti membuat api unggun, mengeluarkan beberapa makanan yang ia beli di pedagang di kota yang ia lewati, kemudian alas untuk tidur.
Setelah Beberapa waktu kemudian, Hao Tian tidak lupa dengan kebiasaannya selama ini yaitu duduk bersila demi memulihkan energi dan tenaga dalam yang ia keluarkan selama berlarian seharian. Beberapa jam kemudian, ia pun memutuskan untuk tidur.
Pagi harinya ia kembali berlatih ilmu pedang kekosongan. Dalam dua tahun ini Hao Tian lebih berfokus dalam menguasai ilmu pedang kekosongan. Walaupun dalam dua tahun ini ia hanya bisa berhasil menguasai tiga jurus baru namun itu sudah cukup meningkatkan kekuatan dan daya serang Hao Tian.
Dan setiap paginya ia akan melakukan latihan guna memperdalam ilmu pedang kekosongan. Setelah selesai ia kembali melanjutkan perjalanan.
Dalam dua tahun ini perkembangan Hao Tian juga tidak kalah mengejutkan. Hanya dua tahun tapi dia berhasil meningkatkan kekuatannya, yang dulunya ia berada di tahap pendekar raja bintang 4 namun setelah dua tahun ia berhasil menerobos ke tahap pendekar kaisar bintang satu. Sebab itu, tidak berlebihan jika mengatakan jika ia menjadi salah satu anak jenius di generasinya.
Namun setelah beberapa jam berlarian, ia di kejutkan dengan suara pertempuran tidak jauh dari arahnya.
" Suara pertempuran. Siapa yang bertempur di tempat seperti ini. Apa mereka tidak takut dengan siluman di hutan ini. Pertempuran di tempat dimana binatang buas atau siluman bisa saja mendatangkan mereka, dasar bodoh.
__ADS_1
Dalam hutan ini tidak jarang di huni oleh binatang buas atau siluman dengan kekuatan rata-rata setara dengan pendekar ahli bahkan jika tidak beruntung ada siluman yang setara dengan pendekar raja. Apalagi jika mereka datang dalam jumlah banyak maka itu akan sangat berbahaya.
Oleh karena itu Hao Tian sangat berhati-hati dalam melakukan perjalanan di hutan ini. Jadi Hao Tian menilai kalau tindakan mereka sangat berbahaya bagi mereka.
Namun walaupun begitu, Hao Tian tetap penasaran dengan pertempuran itu. Ia pun memutuskan untuk memeriksa dan melihat pertempuran itu dari jauh.
Terlihat ada sesosok gadis gemuk yang sedang bertarung melawan tiga orang dewasa. Gadis gemuk itu terlihat masih muda dan juga memiliki warna rambut yang unik serta berbeda dengan kebanyakan orang.
Rambutnya berwarna biru laut dan memiliki kulit seputih salju. Walaupun ia terlihat masih sangat muda namun terlihat dari kekuatan yang ia keluarkan, ia adalah seorang pendekar ahli.
Lebih hebatnya lagi ia bisa menandingi kekuatan tiga orang di depannya di mana mereka juga adalah pendekar ahli.
Namun itu tidak berlangsung lama, lema kelamaan juga gadis gemuk itu mulai terdesak. Bagaimanapun juga ketiga orang yang ia lawan adalah pendekar ahli yang sama dengan dirinya.dapat bertahan selama puluhan jurus melawan ketiganya saja sudah terbilang hebat.
" Benar sekali, cepat serahkan itu. Dengan begitu masalah ini akan cepat selesai." Lanjut pria lainnya.
" Kalian benar-benar gila, apa kalian tidak tahu konsekuensi melukai aku apalagi membunuhku? Kalian tidak akan hidup dengan tenang. Ayahku pasti akan mencari kalian dan akan memburu kalian kemana kalian pergi."
Gadis itu terlihat ngos-ngosan, raut wajahnya pucat dan terlihat ada beberapa luka di tubuhnya dengan sebagian bajunya sudah terkena bercak darah, tidak di tahu itu darahnya atau darah musuhnya namun yang pasti gadis itu dalam situasi hidup dan mati.
__ADS_1
" Ha ha ha, memang akan buruk bagi kami jika ayahmu sampai tahu tapi itu tidak akan terjadi, karena kamu tidak akan kembali hidup-hidup."
" Betul sekali, kamu sudah terlalu banyak membunuh anggota kami jadi anggap saja ini sebagai balas dendam kami."
" Harus kami akui bahwa kamu hebat bocah. Walaupun kami sudah mengepungmu tapi kamu tetap berhasil lolos bahkan berhasil membunuh empat rekan kami. Namun itu sudah jadi batas kamu. kamu sudah sangat kelelahan sekarang ini, tenaga dalammu sudah habis terkuras. Belum lagi kamu sedang terkena racun kami sekarang sehingga tak lama lagi tubuhmu akan roboh dan akan kehabisan nafas. Jadi sebaiknya serahkan barang itu maka kami akan membiarkan tubuhmu tetap utuh."
" Dasar brengsek!" Tiba-tiba gadis itu batuk darah hinga membuat ia berlutut di tanah dengan tubuh yang mulai gemeteran.pandangannya mulai kabur dan bisa pingsan kapan saja.
" Sepertinya waktunya tak lama lagi cepa.." tiba-tiba terdengar bunyi desingan dengan di ikuti kepala pria itu terlepas dari tubuhnya dan tumbang seketika.
" Apa yang terjadi, siapa itu berani sekali ikut campur masal.." namun nasib pria berikutnya tidak jauh berbeda dengan rekannya. Pandangannya berputar-putar dan jatuh ke tanah.
" Aarrg" pria terakhir sangat di kejutkan dengan kematian rekannya yang begitu cepat sampai ia teriak histeris dan segera pergi dengan tergesa-gesa dari tempat itu.
Namun tiba-tiba ada yang menusuk perutnya dari belakang. Akhirnya ia menyusul rekannya yang terbunuh duluan.
Walaupun penglihatannya sudah mulai kabur tapi gadis itu merasa ada orang yang membantunya. Ia ingin melihat orang yang menyelamatkannya namun karena sudah mencapai batasnya ia akhirnya jatuh tak sadarkan diri.
" Sepertinya lukanya benar-benar parah, ia harus segera di obati. Kamu cukup beruntung nona."
__ADS_1
Pria itu tidak lain adalah Hao Tian. Ia mulai mengambil pil di cincin ruang miliknya dan segera memasukkan pil itu ke dalam mulut gadis itu. Hao Tian berencana menyalurkan tenaga dalam yang ia miliki guna mempercepat proses penyembuhannya namun ia tiba-tiba merasakan kalau sudah ada beberapa siluman yang sedang menuju ke arah mereka.
" Sepertinya ada sesuatu yang menuju ke sini, kurasa itu adalah siluman. Lebih baik aku segera pergi dari sini." Hao Tian kemudian mengendong gadis itu dan segera membawanya pergi.