Legenda Hao Tian

Legenda Hao Tian
ch. 65 selesai


__ADS_3

" Jurus pedang bulan purnama, bulan pagi berkabut." Hao Tian bergerak sangat cepat dan langsung menebas lengan dari siluman."aaarrg" siluman beruang berteriak kesakitan, dari walaupun tebasan Hao Tian tidak menimbulkan luka parah, namun itu sudah cukup untuk sedikit menimbulkan luka di tubuh siluman.


Siluman tidak tidak diam, ia langsung menendang kearah Hao Tian, walaupun tendangan beruang itu sangat kuat hingga membuat pohon-pohon bertumbangan namun itu tidak mengenai Hao Tian.


Hao Tian menyerang sedikit demi sedikit kemudian ia kembali menjaga jarak, hal ini dikarenakan kekuatan beruang yang sangat kuat. Satu tendangan atau satu pukulan saja itu sudah cukup membuat Hao Tian tak sadarkan diri bahkan mungkin terbunuh. Jadi ia memutuskan untuk tidak terlalu mendekati siluman dan selalu menjaga jarak namun jika ada kesempatan maka ia akan meyerang balik.


Namun siluman itu juga tidak bodoh ia juga berusaha mendekati Hao Tian supaya bisa memberikan serangan padanya.


Siluman beruang memasang posisi aneh, dan kemudian berlari dengan cepat ke arah Hao Tian, setelah merasa dekat, ia langsung mengayunkan tangannya dari arah belakang menuju ke depan.


Melihat itu Hao Tian terkejut dan berusaha menghindar, tapi ternyata ayunan tangan beruang tidak mengenainya namun ia terkena sebuah batu yang terlempar disebabkan oleh tangan siluman yang tidak sengaja mengenai sebuah batu dan terlempar ke arah Hao Tian.


Batu tersebut berukuran seperti kepala dewasa dan berhasil mengenai dada Hao Tian."ugh" Hao Tian mengeluarkan suara aneh dan ia jatuh terlentang ke tanah.


Hao Tian langsung merasakan perasaan yang sakit luar biasa di bagian dadanya sampai ia tidak bisa mengeluarkan suaranya. Terlihat juga ada darah dimulut Hao Tian tanpa ia sadari.


Siluman beruang itu tidak membiarkan Hao Tian beristirahat, ia langsung mencari sesuatu di dekatnya kemudian matanya tertuju kesebuah batu besar berukuran dua meter. Siluman beruang berjalan kearah batu itu dan mengangkatnya dan langsung melemparkannya ke tempat Hao Tian.


Melihat itu Hao Tian langsung buru-buru berdiri dan langsung melompat ke depannya, ia berhasil menghindar tapi terlambat sedetik saja maka tubuh Hao Tian akan benar-benar hancur oleh batu itu.


" Perubahan unsur api, bola api penghancur" Hao Tian menarik nafas dalam-dalam dan menyemburkan bola api sebesar lima meter dan menuju ke arah siluman beruang berdiri.


Namun siluman itu bereaksi dengan cepat, ia juga menarik nafas dalam-dalam dan menghembusnya yang menghasil sebuah angin kencang yang membuat api itu padam.


Siluman beruang terlihat memberikan gestur tersenyum karena ia berhasil mematahkan serangan Hao Tian, namun saat ia kembali menatap ke arah Hao Tian, ia bingung karena Hao Tian sudah menghilang dari tempat sebelumnya.


Hal ini membuat siluman beruang bingung dan segera menoleh kesana kemari namun ia tidak menemukan Hao Tian, sampai ia mendengar suara Hao Tian yang berada di bawahnya.


" Jurus pedang bulan purnama, bulan pemotong kabut." Hao Tian langsung menebaskan ke arah salah satu kaki siluman beruang sampai ia terluka dan darah bercucuran.


" Aarrrgg" siluman beruang kembali berteriak histeris, namun Hao Tian tidak mau menyia-nyiakan saat siluman beruang lengah, ia kembali melompat ke punggung dan berlari menuju lehernya.

__ADS_1


Tapi sayangnya saat ia akan menebaskan lehernya, siluman beruang langsung mengayunkan tangannya dengan cepat dan berhasil menepuk di mana Hao Tian berada, hingga Hao Tian merasa kalau isi perutnya keluar dari tubuhnya.


Tak berhenti disitu siluman itu menggenggam Hao Tian dengan sangat keras sampai terdengar bunyi tulang Hao Tian yang patah." Aaarrhh" Hao Tian berteriak histeris dan darah kembali keluar dari mulutnya serta wajahnya sangat pucat.


Walaupun begitu, Hao Tian tidak menyerah dan menggenggam pedangnya dengan kuat dan menusukkan pedang tersebut tangan siluman beruang.


Seketika siluman beruang kesakitan dan melepaskan genggaman tangannya pada tubuh Hao Tian.


Kemudian Hao Tian terjatuh dari tangan siluman dan Hao Tian langsung berlari sebisa mungkin demi menjaga jarak dari siluman beruang. Hao Tian juga mengatur nafasnya sambil menatap beruang yang masih meronta kesakitan.


' sial, aku pikir ini akan sedikit mudah, namun aku terlalu meremehkan siluman ini." Ucap Hao Tian dalam hatinya.


Setelah ia mulai merasa baikan, Siluman beruang mengaum dengan keras, dan kemudian berjalan ke sebatang pohon dan mencabutnya dan menjadikannya sebagai senjatanya.


Melihat itu membuat ekspresi Hao Tian jadi jelek, namun ia tidak mau berdiam diri saja, ia kemudian berlari mengelilingi siluman beruang sehingga ia bisa terus menjaga jarak.


Namun siluman beruang tidak kehilangan akal, ia melemparkan batang pohon itu ke arah Hao Tian, Hao Tian yang terkejut namun ia segera melompat namun ujung dari pohon itu mengenainya dan itu sudah cukup untuk membuat tubuh Hao Tian terlempar.


Hao Tian sangat menderita namun ia tidak mengeluh ia kembali berusaha berdiri namun batang pohon lainnya juga menyusul dan mengenai tubuh Hao Tian dengan telak.


Siluman beruang terlihat senang dan mengambil kembali sebatang pohon lalu menuju Hao Tian yang sudah tak berdaya.


****


Di lain sisi lain Xue Yun yang melihat itu merasa khawatir dan bercampur dengan kesal." heh, apanya yang 50 persen, ia bahkan di pukuli sampai babak belur. Mau tidak mau aku juga harus membantu."


Xue Yun membawa WU Shen puluhan meter dari pertarungan sambil memberikan perawatan. Setelah itu Xue Yun menonton pertarungan Hao Tian dari jauh.


Saat ia melihat Hao Tian yang sudah tergeletak di tanah, membuatnya mulai merasa gelisah, dan tidak waktu lama, ia kemudian membulatkan tekadnya dan pergi ke arah pertarungan untuk membantu.


Sesampainya di sana Xue Yun melihat siluman beruang sudah di dekat Hao Tian dan bersiap mengangkat pohon di tangannya berniat untuk memukul Hao Tian dengan pohon tersebut.

__ADS_1


Namun Xue Yun tidak membiarkan hal itu." Perubahan unsur es, pembekuan." Seketika tercipta bongkahan es dari tangannya dan menjalar sampai ke siluman beruang sampai tubuhnya mengeras dan tak bisa bergerak.


Namun baru sesaat Xue Yun menghela nafas, bongkahan es yang nmenutupi siluman beruang terlihat bergetar dan kemudian pecah. Siluman beruang kemudian mengalihkan pandangannya dengan marah pada Xue Yun dan melemparkan pohon di tangannya pada Xue Yun.


Beruntung Xue Yun menunduk dan pohon itu tidak mengenainya, tapi siluman beruang mulai mengganti targetnya dan menuju ke Xue Yun.


" Sial!" Ucap Xue Yun yang mulai berlari menjauh dari siluman beruang namun siluman itu juga berlari dengan cepat ke arah Xue Yun.


Hanya menunggu waktu saja Xue Yun akan tertangkap, dan benar saja Xue Yun berhasil tertangkap dengan mudah oleh siluman.


Terlihat siluman beruang menatap Xue Yun dengan amarah dan berniat memakannya. "sial."


Namun saat Xue Yun akan di masukkan ke dalam mulut siluman, tiba-tiba siluman beruang berteriak kesakitan. Hal itu membuat genggaman tangan siluman dari tubuh Xue Yun terlepas.


Karena Xue Yun mendarat di dekat wajah siluman beruang, ia memanfaatkan momen itu untuk menancapkan pedangnya pada mata siluman. Seketika siluman berteriak kesakitan dan menggoyangkan tubuhnya sampai Xue Yun terjatuh.


Saat ia terjatuh, ia melihat sesosok yang langsung menebas perut dari siluman hingga menimbulkan luka besar di perutnya.


" Hao Tian" setelah ia melihat dengan baik ternyata sesosok yang menyerang siluman adalah Hao Tian.


Tapi Hao Tian tidak menjawab panggilan Xue Yun dan lanjut melukai kaki siluman beruang. Siluman beruang terus berteriak kesakitan sampai ia mulai berlutut di tanah.


Hao Tian tidak membiarkan kesempatan itu sia-sia, ia langsung melompat ke punggung siluman dan menancapkan pedangnya di punggung siluman itu.


Siluman itu kembali berteriak namun Hao Tian tidak berhenti, ia kembali menyerang seluruh area punggung siluman dengan membabi buta." Jurus pedang bulan purnama, pembantaian tanpa bulan." Puluhan tebasan Hao Tian membuat punggung siluman tercabik-cabik dan menumpahkan darah segar.


Hal ini membuat siluman beruang itu terbaring lemah di atas tanah, tapi Hao Tian kembali bergerak namun kali ini ia mengincar lehernya.


Dengan siluman beruang yang sudah terbaring lemah maka Hao Tian dengan bebas menyerang lehernya.


Hao Tian kemudian berhasil menancapkan pedangnya dan tak berhenti disitu, ia menggoyangkan pedangnya sampai menimbulkan luka robekan di leher siluman beruang.

__ADS_1


Siluman beruang terlihat masih bisa bergerak sesaat namun itu tidak bertahan lama, perlahan tubuhnya sudah tak bergerak lagi dan kehilangan nyawanya.


" Ha, ha akhirnya selesai juga." Setelah berkata demikian Hao Tian kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke tanah dalam posisi terlentang.


__ADS_2