
Besok paginya mereka berdua mulai bersiap meninggalkan Gua, di karenakan Xue Yun yang sudah mulai membaik.
" Kamu yakin akan pergi sekarang, kurasa kita harus menunggu satu hari lagi." Ucap Hao Tian.
" Itu tidak perlu, aku sudah cukup bugar sekarang. Jika hanya berlari sampai ke kota bunga kurasa aku bisa melakukannya. Lagi pula aku sudah tidak bisa memberi kabar kepada guruku dan lainnya selama berhari-hari jadi pasti mereka sangat gelisah dan mengkhawatirkan aku." Ucap Xue Yun
" Jika kamu yakin maka aku juga tidak mengatakan apa-apa lagi. Jadi berapa lama baru kita sampai ke kota bunga?"
" Kalau tidak salah kita akan sampai di sana saat siang hari, jadi hanya setengah hari."
" Sepertinya tidak jauh, kalau begitu ayo kita pergi sekarang." Hao Tian bergerak terlebih dahulu kemudian mulai berlari. Kemudian di ikuti oleh Xue Yun di belakang.
Setelah berlarian selama setengah hari akhirnya mereka sampai di depan gerbang kota bunga. Seperti yang telah dikatakan oleh Xue Yun sebelumnya mereka sudah tiba di kota tepat setengah hari.
Didepan gerbang terlihat beberapa orang sedang mengantri masuk ke kota. Xue Yun kemudian berjalan menuju antrian dan menunggu di sana." Tunggu apa lagi, ayo cepat mengganti. Atau kamu mau seharian di sini."
" Ia, aku hanya sedikit kagum dengan ini. Kota ini banyak di tumbuhi dengan bunga yang indah." Ucap Hao Tian sambil menengok ke sana kemari.
Di depan gerbang kota bunga banyak di tumbuhi dengan bunga yang indah ditambah Hao Tian belum melihat hal seperti ini sebelumnya membuat ia terdiam beberapa saat.
" Oh sepertinya kamu belum pernah kesini. Apakah kamu sama seperti aku yang bukan dari kekaisaran ini?"
" Aku dari kekaisaran ini, aku tinggal di kota Mouhan. tapi karena suatu alasan aku tidak banyak melakukan perjalanan dan hanya tetap di kota Mouhan."
" Jadi bisa di bilang kamu anak rumahan ya, pasti kamu sering di manja di rumah oleh orang tuamu." Ucap Xue Yun dengan wajah datar pada Hao Tian.
" Aku tidak seperti itu." Hao Tian dengan cepat membantah dan kembali menjelaskan." Aku tidak sering berpergian bukan berarti aku anak rumahan atau semacamnya tolong di ingat itu.
" Baiklah, aku hanya bercanda. Lalu apa yang di lakukan anak rumahan ke kota ini."
__ADS_1
" Sudah aku bilang jangan sebut aku seperti itu." Ucap Hao Tian yang mulai sedikit jengkel. " Aku sedang mencari seseorang dan kebetulan aku harus melewati kota ini."
" Oh jadi seperti itu, kalau begitu siapa orang yang sedang kamu cari sehingga membuat seorang anak ruma.. maksudku seorang Hao Tian sampai pergi dari rumahnya." Xue Yun ingin mengatakan anak rumahan namun ia berhenti dikarenakan wajah Hao Tian yang sudah merah karena marah.
" Jangan banyak tanya, sekarang giliran kita." Untuk masuk ke kota bunga mereka mereka harus membayar sehingga ada antrean seperti ini.
Saat sudah tiba giliran Xue Yun, ia kemudian mengeluarkan dua koin perak dan memberikan pada penjaga gerbang kemudian di ikuti oleh Hao Tian.
Setelah itu mereka mulai di persilahkan masuk ke dalam kota. Pas mereka berdua memasuki kota Hao Tian sangat terkejut dan kagum akan keindahan kota ini.
Di depan setiap halaman rumah di sana rata-rata memiliki halaman yang di isi dengan macam-macam bunga yang indah sehingga membuat semakin kental suasana indah disana. Dan di pusat kota ada taman kecil yang di penuhi lebih banyak jenis bunga.
" Apa semua bunga ini tumbuh sendirinya di sini atau mereka tanam sendiri.?" Ucap Hao Tian dengan masih menatap semua bunga itu.
" Aku tidak tahu, jika kamu penasaran kamu bisa pergi dan bertanya." Jawab Xue Yun dengan kettus.
" Jadi di mana kita akan pergi?" Ucap Hao Tian.
" Tidak jauh lagi, kita akan sampai."
Setelah berjalan beberapa menit, akhirnya mereka sampai ke sebuah penginapan yang terlihat elegan yang dinamakan penginapan bunga mawar. Selain elegan penginapan itu juga terlihat memiliki enam lantai. Lantai satu, dua dan tiga di sediakan untuk para tamu makan. Empat, lima dan enam untuk para tamu menginap dan beristirahat. Hal ini menjelaskan bahwa penginapan ini adalah salah satu penginapan terbaik di kota ini.
Mereka mulai masuk dan seperti yang telah Hao Tian duga tempat di dalamnya ini sangat elegan dan berkelas dan juga memiliki banyak pelanggan yang sedang makan di sana.
" Ayo kita ke lantai enam, disana seharusnya guru menungguku." Mereka mulai berjalan menaiki tangga ke tiga namun mereka di panggil oleh seorang dari barisan pelanggan di sana.
" Yun'er, akhirnya kamu datang kami sangat cemas memikirkan kamu. Kami takut kamu tidak bisa pergi dari hutan itu " itu adalah seorang pria yang terlihat masih belasan tahun dan memiliki rambut yang berwarna biru laut sama seperti Xue Yun.
Kemudian pria itu berjalan ke arah Xue Yun dan juga ada dua lainnya yang mengikuti.
__ADS_1
" Aku baik-baik saja Xue han, kamu tidak usah berlebihan seperti ini." Ucap Xue Yun dengan kettus.
" Oh syukurlah aku pikir kami tidak akan melihat kamu lagi." Ucap seorang gadis yang terlihat berusia sama seperti Xue Yun.
Namun Xue Yun tidak menanggapi gadis itu dan hanya diam saja dengan wajah datar sambil melirik gadis itu. Gadis itu bernama Xue he.
" Yun'er apakah kamu baik-baik saja? Kenapa kamu tidak menghubungi kami lewat burung pengantar pesan membuat kami sangat khawatir. Apa terjadi sesuatu padamu?"
.
" Aku baik-baik saja guru, walaupun aku terkena masalah namun untuk saja ada Hao Tian yang menolongku sehingga aku bisa sampai kesini berdiri di depan kalian."
" Syukurlah kamu baik-baik saja." Ucap pria yang dipanggil Xue Yun sebagai gurunya. Gurunya terlihat masih muda sekitar 30 tahunan dan bernama Xue muzhang.
" Jadi coba ceritakan sebenarnya apa yang terjadi?" Ucap Xue han.
Namun sebelum Xue Yun berbicara Xue muzhang menghentikannya." Sudah, jangan berbicara di sini. kita harus ke kamar kita sekarang supaya Yun'er r bisa menceritakannya di sana. Dan saudara Hao aku ucapkan terimakasih dulu kepada anda karena telah menyelamatkan Xue Hua.
" Itu bukan masalah besar." Ucap Hao Tian dengan ramah.
" jika boleh aku tahu apakah saudara Hao sudah mau pergi?"
" Tidak kurasa aku akan menginap di sini."
" Baguslah, kalau begitu sebagai tanda terima kasih aku akan memesan satu kamar untuk saudara Hao." Hao Tian sama sekali tidak keberatan dan mengangguk pertanda setuju.
Kemudian Xue muzhang berjalan ke salah satu pelayan dan memesan kamar untuk Hao Tian di lantai enam. Setelah itu ia menyuruh Xue Yun dan lainnya menunggu di kamarnya sedangkan ia mengantar Hao Tian ke kamar yang telah di pesan sebelumnya.
" Kalau begitu saudara Hao aku ijin pamit." Setelah mengantar Hao Tian ke kamarnya ia kemudian pergi menuju kamarnya di mana Xue Yun dan lainnya menunggu.
__ADS_1