
Sesosok bayangan hitam tiba-tiba muncul di belakang ketiga orang yang berniat membunuh Song Hua dan langsung menebaskan pedang ke salah satu mereka.
Melihat sesosok bayangan hitam yang dengan cepat menebaskan pedangnya kearahnya membuat ia secara refleks menangkis tebasan itu.
Walaupun tebasan sesosok bayangan hitam dapat ditangkis namun itu sudah cukup membuat ia terpukul mundur ke belakang sejauh tiga langkah.
Kemudian sesosok bayangan hitam berdiri di Sepang Song Hua seperti ingin melindunginya. Sesosok bayangan hitam itu adalah Hao Tian. Saat ia masih bertarung dengan siluman raja, ia tiba-tiba merasakan aura membunuh yang ditujukan pada Song Hua.
Hal itu membuat ia langsung memperhatikan tempat Song Hua yang berlindung di menara. Dan benar saja ia melihat ada tiga sesosok yang sedang menuju ke arah Song Hua secara diam-diam.
Hal ini membuat Hao Tian yang tadinya akan membunuh siluman raja dalam waktu yang lama, merubah rencananya dengan mempercepat membunuh siluman itu. Dikarenakan ia tidak ingin memperlihatkan kekuatan aslinya didepan banyak orang karena itu akan menyebabkan masalah baru nantinya jadi ia tidak bertarung dengan serius sejak tadi.
Hao Tian membunuh siluman kelas raja dengan sekali tebasan, ia kemudian dengan cepat mengambil tiga batu sebesar kepalan tangan dan melemparkannya satu persatu ke arah ketiga orang yang sedang berniat jahat pada Song Hua.
Setelah melihat kehebatan Hao Tian, ketiga orang itu langsung membuat mereka waspada.
" Siapa kamu? " Ucap salah satu dari ketiga orang itu.
" Bukankah kami yang seharusnya bertanya terlebih dahulu siapa kalian?"Ucap Hao Tian dengan waspada. terhadap ketiganya.
" Tuan putri, apakah anda tahu siapa ketiga orang ini? Dan sepertinya mereka berniat membunuhmu." Ucap Hao Tian dengan berbisik ke arah Song Hua di belakangnya.
" Aku juga tidak tahu siapa mereka, aku baru pertama kali melihat ketiganya." Ucap Song Hua dengan wajah serius.
" Mungkin anda tanpa sengaja sudah menyinggungnya mereka dan berniat membunuh Anda. Biasanya orang-orang dari sekte aliran hitam biasa melakukan hal seperti ini sebagai pembalasan kepada orang yang mereka anggap sebagai penghalang.
" Tapi selama perjalanan ini kami tidak pernah terlibat seseorang dari aliran hitam." Ucap putri Song Hua dengan wajah bingung.
" Mungkin saja sebelum atau jauh sebelum kalian melakukan perjalanan. Apakah anda melakukan hal yang membuat seseorang membenci anda Daan berniat menyingkirkan anda."
Mendengar perkataan Hao Tian membuat putri Song Hua terkejut, Taka lama kemudian wajahnya yang tadinya masih bingung kemudian menajamkan matanya sambil menahan amarahnya seakan baru saja mendapatkan jawaban dari penyerangan yang ia terima.
Melihat putri Song Hua yang sepertinya sudah mengetahui siapa orang yang berniat menyingkirkannya membuat Hao Tian terdiam beberapa saat namun setelah itu ia kembali berbicara.
" Kalau begitu tuan putri, anda harus segera pergi dan bersembunyi di suatu tempat karena seperti yang anda ketahui kalau mereka ingin membunuh Anda. Ditambah mereka cukup kuat dan aku tidak bisa bertarung sambil melindungi anda." Mendengar ucapan Hao Tian, Song Hua mengangguk tanpa pikir panjang dan segera turun dari menara dengan menuruni tangga yang ada di dalam menara dan mencari tempat sembunyi yang jauh dari pertarungan.
Melihat Song Hua yang melarikan diri membuat mereka bertiga ingin mengejarnya namun di halangi oleh Hao Tian
" Kamu sebaiknya tidak ikut campur dalam masalah ini jika kamu tidak ingin segera mati anak muda." Ucap salah satu dari pria didepannya.
" Mati? Aku takut kalau kalian tidak punya kemampuan untuk melakukan itu." Ucap Hao Tian sambil tersenyum tipis.
" Kau terlalu sombong bocah, kamu harus segera menghilang kesombongan itu darimu jika kau tidak ingin terkena masalah besar." Ucap pria lainnya.
" Maaf saja, itu sedikit sulit. Karena aku sejak kecil sudah seperti ini." Setelah mengatakan itu Hao Tian langsung berlari dengan cepat ke arah ketiga orang itu dan kembali mengayunkan pedangnya.
Salah satu dari ketiganya menahan tebasan kuat Hao Tian dengan pedangnya tapi ia tetap masih terpukul mundur beberapa langkah sedangkan dua lainnya mengepung Hao Tian dari dua sisi dan langsung menusukkan pedang mereka ke Hao Tian.
Namun Hao Tian menghindar dengan melompat ke atas dan bersiap mengeluarkan jurus. " Perubahan unsur api, bola api penghancur." Seketika Hao Tian menarik nafas dalam-dalam dan menyemburkan bola api sebesar tiga meter.
Melihat itu salah satu dari ketiganya juga merapalkan jurus." Perubahan unsur air, air bergelombang." Seketika keduanya bertabrakan dan hancur secara bersamaan dan berubah menjadi kabut.
Tak berhenti disitu, saat Hao Tian mendarat ia sudah di tunggu oleh salah satu dari ketiganya dan kembali melepaskan beberapa tebasan. Hao Tian tidak tinggal diam dan bersiap mengikis semua serangan itu.
" Klang Klang Klang " keduanya beradu pedang dan Hao Tian berhasil menangkis semua serangan yang mengarah padanya. Kemudian Hao Tian memanfaatkan momen itu untuk mundur kebelakang.
__ADS_1
" Ilmu bela dirimu tidak buruk bocah." Ucap pria didepan Hao Tian.
" Anda juga demikian. Melihat jurus-jurus kalian, sepertinya kalian dari sekte aliran hitam. Tapi kenapa kalian mau membunuh Tuan putri Song Hua? Apakah terjadi masalah yang di akibatkan oleh dirinya." Hao Tian mencoba berkomunikasi dengan niat mengorek informasi dari ketiganya.
Namun mendapatkan informasi dari seseorang itu tidak semudah itu." Itu bukan urusan anda, pikirkan saja bagaimana cara untuk keluar dari situasi ini hidup-hidup."
Ketiganya tidak mau memandang rendah Hao Tian dan mulai serius bertarung. Ketiganya mulai mengelilingi Hao Tian dari ketiga arah. Namun sebelum itu mereka berdiskusi terlebih dahulu guna menghadapi Hao Tian sebaik-baiknya.
" Kita harus cepat menyelesaikan ini karena aku tidak ingin ini gagal."
" Itu benar, walaupun aku sedikit terkejut karena ia terlihat muda namun ia sudah di tahap pendekar raja bintang 9 dan bisa menandingi kita bertiga yang berada di tahap yang sama dengannya. Tapi kita harus segera mengakhiri ini, jika kita gagal maka kita akan terkena masalah."
" Baiklah kita akan mengakhiri ini."
Ketiganya mulai mengalihkan tenaga dalam di pedang mereka dan aura di sekitar mereka mulai membesar.
' tekanan yang aneh, seperti mereka mulai bersiap menyerang dengan sungguh-sungguh. Kalau begitu aku juga harus mempersiapkan diri.' ucap Hao Tian dalam hatinya. Namun sebelum itu ia memutuskan untuk berbicara pada jendral Guan yang masih bertarung dengan siluman.
" Jendral Guan, cepat pergi dari sini. Putri Song Hua sedang di targetkan oleh mereka bertiga dan aku hanya bisa menahan mereka sebentar jadi kamu harus pergi."
" Tapi masih banyak siluman disini dan...." Sebelum jendral Guan menyelesaikan perkataannya Hao Tian langsung kembali berbicara.
" Cepat putuskan jendral Guan, apakah kamu akan tetap disini dan membunuh para siluman ini atau menyelamatkan tuan putri?"
Sesaat jendral Guan bingung dengan apa yang harus ia lakukan, karena ia dihadapkan dengan situasi yang tidak biasa. Di satu sisi nyawa putri Song Hua dalam bahaya dan di sisi lain para siluman yang akan membunuh para warga. Tapi kemudian ia mulai memutuskan dan membulatkan tekadnya.
" Aku akan mengandalkan anda tuan Hao Tian." Setelah mengatakan itu jendral Guan mulai berteriak dan menyuruh para prajurit yang ada di sana untuk mundur."
" Semuanya mundur...! Cepat mundur!"
Melihat itu, jendral Guan bersiap untuk mengangkat pedangnya untuk menangkis serangan itu. Namun Hao Tian tidak membiarkan itu, ia melompat ke depan jendral Guan dan menangkis serangan itu.
Saat Hao Tian menangkis serangan itu ia terlempar mundur beberapa langkah namun ia tetap masih bisa berdiri." Cepat jendral Guan!"
Mendengar itu jendral Guan mengangguk dan segera pergi dari sana dan menyusul ke tempat persembunyian putri Song Hua. Sebelumnya mereka telah berdiskusi jika terjadi sesuatu hal yang buruk maka Song Hua harus segera bersembunyi ke tempat yang telah ditentukan.
Melihat jendral Guan dan pasukannya yang ingin melarikan diri membuat kedua orang yang dari tadi hanya memperhatikan Hao Tian kemudian juga mulai mengalihkan serangannya pada jendral Guan dan mulai bergerak kearahnya.
Tapi Hao Tian tetap menghalangi mereka dan kembali menangkis serangan itu dan ketiganya kembali bertarung. Tak lama kemudian rekan dari kedua penjahat itu kemudian bergabung dengan ketiganya dan mulai menyerang Hao Tian bertubi-tubi dan bertukar puluhan jurus dari mereka berempat.
Pertarungan mereka berempat menghasilkan gelombang kejut di sekitar mereka yang mengakibatkan beberapa bangunan tidak sengaja terkena tebasan pedang dan rusak ataupun rubuh.
Di sisi lain Xue Yun yang dari tadi hanya bisa melihat dari kejauhan karena ia masih bertarung dengan salah satu siluman mulai cemas dengan situasi Hao Tian yang di serang dari segala arah dan hanya bisa bertahan. Dan kemudian ia mempercepat membunuh siluman itu dengan menggunakan jurus-jurus terkuatnya dan berhasil membunuh siluman itu dengan beberapa jurus.
Setelah ia berhasil membunuh siluman itu dengan susah payah, ia segera pergi menuju Hao Tian demi membantunya.
Namun sebelum ia sampai, Hao Tian berteriak ke Xue Yun. " Xue Yun jangan mendekat, cepat pergi ke jendral Guan. Tempat kamu bukan di sini."
" Tapi aku ingin membantu kamu, saat ini kamu sendiri tidak akan mengalahkan mereka bertiga."
" Itu bukan urusan kamu cepat pergi dari sini."
" Tapi aku..."
" Jangan keras kepala, kamu tidak akan membantu apapun disini jadi cepatlah pergi. Kau hanya akan jadi penghalang saja." Walaupun Hao Tian dalam keadaan dihujani oleh serangan namun ia sempat-sempatnya mengkhawatirkan Xue Yun.
__ADS_1
Mendengar perkataan Hao Tian, Xue Yun hanya bisa menggigit bibirnya karena kesal. Walaupun ia marah dengan perkataan Hao Tian tapi ia tidak bisa membalasnya karena memang kenyataannya seperti.
" Baiklah aku pergi, sebaiknya kamu kembali dengan selamat Hao Tian jika tidak..." Xue Yun terhenti dan tidak melanjutkan perkataannya dan hanya pergi begitu saja.
" Baiklah, mari kita bersenang-senang." Ucap Hao Tian sambil tersenyum.
Melihat senyuman Hao Tian membuat ketiganya marah dan bersiap mengeluarkan jurus lagi.
" Jurus bayangan iblis, aura raja iblis."
" Jurus ke tiga, beruang kelaparan."
" Tahap ke dua, lolongan raja serigala."
Ketiga orang itu secara bersamaan mengeluarkan jurus mereka dan mengarahkannya pada Hao Tian. Hao Tian yang terkejut dengan aura membunuh yang dilepaskan bersaman dengan ketiga jurus itu membuat ia terlambat bereaksi dan hanya bisa menahan serangan itu menggunakan pedangnya.
Saat Hao Tian menahan serangan itu, ketiga jurus itu berhasil membuat pedang Hao Tian hancur dan diikuti dengan tebasan ke tubuh Hao Tian. Beberapa tebasan berhasil mendarat di tubuh Hao Tian dan membuatnya terluka parah hingga ia terlempar ke belakang dan membentur dinding menara sebelumnya hingga dinding itu roboh dan tubuh Hao Tian masuk kedalam menara tersebut.
Melihat Hao Tian yang terlempar masuk ke dalam menara dan beberapa tebasan mereka mengenai Hao Tian membuat ketiganya tersenyum.
" Sepertinya ia sudah mati."
" Tentu ia akan mati, bocah itu menerima semua serangan kita mana mungkin ia masih tetap hidup."
" Ayo kita mengejar putri Song Hua dan membunuhnya. Kita sudah terlalu menghabiskan banyak waktu melawan anak ini."
Saat ketiganya akan berbalik pergi, terdengar pergerakan dan suara di dalam menara tersebut yang merupakan tempat Hao Tian terlempar sebelumnya.
" Awh, ini sangat menyakitkan tahu."
" Ini..ini tidak mungkin. Bagaimana ia bisa bertahan dari semua serangan kita" ucap salah satu dari ketiganya.
" Aku juga ingin tahu hal itu." Ucap pria lainnya.
Ketiganya mulai sedikit bingung dengan apa yang mereka lihat di depan mereka dan tertegun dengan kemampuan orang yang mereka lawan saat ini.
" Jangan berisik, jangan gentar terhadap orang ini. Yang perlu kita lakukan lagi adalah hanya kembali menebaskan Pedang kita pada orang ini.
Perlahan kemudian Hao Tian mulai keluar dari tempat ia jatuh sebelumnya dan berjalan ke arah ketiga orang itu.
Terlihat tubuh Hao Tian terluka namun Hao Tian berhasil selamat dari jurus ketiga orang itu. Setelah mereka melepaskan jurus-jurus mereka, Hao Tian langsung mengalirkan tenaga dalamnya ke seluruh bagian tubuhnya guna melindungi tubuh dari beberapa serangan yang ia akan terima.
Hal ini membuat Hao Tian berhasil selamat dari jurus mematikan ketiganya dengan luka seminimal mungkin.
" Aku tidak menyangka kalau aku akan bertemu kalian disini, seperti ini yang dinamakan takdir."
" Takdir apa yang kamu bicarakan, apakah kamu sudah gila."
" Sepertinya otak pria ini terkena sesuatu sehingga ia bicara dengan tidak jelas."
" Kami tidak pernah mengenalmu jadi kenapa kamu bertingkah seolah kita pernah bertemu."
" Kita tidak pernah bertemu tapi aku tahu tentang kalian. Pria di sana adalah salah satu dari pendekar yang disebut sebagai tujuh taring Serigala yang bernama Qi Liao ya dari sekte taring Serigala. Sedangkan kamu adalah Xiong Zhang si pendekar cakar beruang dari sekte beruang putih. Dan kamu adalah GUI Yao si pendekar iblis hantu dari sekte bunga iblis."
" Kami dari sekte besar di kekaisaran Song jadi tidak heran ada pendekar yang mengenal kami. Tapi apa yang akan kamu lakukan jika itu benar?"
__ADS_1
" Maka ini akan jadi tempat pemakaman kalian." Ucap Hao Tian dengan ekspresi yang menakutkan.