
" Kalau tidak salah markas mereka ada disini"
Selepas Hao Tian mendapatkan informasi dari Shin Lun, ia langsung menuju ke tempat markas para perampok Singa Laut.
Setelah Hao Tian menempuh perjalanan selama dua jam dari pelabuhan, akhirnya ia sampai ke beberapa bangunan berbahan dasar batu. Dilihat dari kondisinya bangunan tersebut sudah mulai terlihat tua yang terletak di tengah hutan.
" Tidak aku sangka kalau penjagaannya akan ketat seperti ini, kemungkinan informasi yang Shin Lun berikan itu benar."
Hao Tian mengawasi bangunan tersebut dari salah satu pohon yang tidak jauh dari bangunan tersebut.
Menurut informasi dari shin lun ada ratusan anggota perompak di markas ini, dan memiliki ketua salah satu tiga dari pemimpin tertinggi Singa Laut yang bernama Lun Gao yang berada pada tahap pendekar raja lima bintang.
Tidak hanya itu, markas ini juga menampung ratusan orang yang telah mereka tangkap dan akan di jual pada pedagang budak.
Kekaisaran Song dulunya membolehkan menjual budak namun setelah di pimpin oleh raja Song Gong 12 tahun lalu ia membuat peraturan untuk melarang penjualan budak.
Hal ini membuat reputasi Song Gong dimata para masyarakat sangat baik, namun tidak di mata para perompak atau penjaga budak yang sering menangkap dan menjual budak.
Namun hal itu tidak menghalangi mereka untuk menjual budak, mereka mulai menjual budak secara sembunyi-sembunyi baik itu pada bangsawan, ataupun pada pedagang.
" Aku sedikit gugup saat ini, sejak keluar dari Gua aku belum pernah melawan seorang pendekar raja, belum lagi ia sudah berada pada tahap bintang lima."
Hao Tian saat ini berada pada tahap pendekar raja bintang tiga, walaupun hanya terpaut dua bintang dengan pemimpin perompak namun jelas memiliki kekuatan yang berada.
Ditambah dengan pengalaman yang telah dimiliki oleh pemimpin perompak selama bertahun-tahun yang jelas membuat perbedaan besar pada mereka berdua.
" Cepat atau lambat aku harus menghadapi pertarungan yang tidak seimbang seperti ini, sehingga ini bisa dijadikan pengalaman untukku."
Hao Tian ingin membalaskan dendam kakeknya yang terbunuh oleh sekte bunga iblis, beruang putih, dan taring serigala sehingga ia harus terbiasa bertarung melawan orang yanglebih kuat darinya.
" Menurutmu kenapa pemimpin shin lun belum datang juga? kurasa telah terjadi sesuatu yang buruk pada mereka."
__ADS_1
" Kamu jangan berpikiran buruk seperti itu, mungkin saja mereka sedang bersenang-senang dengan tangkapan mereka saat ini."
Terlihat para perompak yang menjaga pintu gerbang sedang melakukan percakapan sekedar mengisi waktu mereka.
" Tapi bukankah ketua melarang para tangkapan untuk tidak merusak barang dagangan kita."
" Kau ini seperti tidak tahu sifat bos Shin Lun, ia adalah orang yang keras kepala dan juga sangat suka wanita cantik, apalagi wanita sekelas bangsawan, dia pasti akan langsung membawa wanita itu untuk ia coba terlebih dahulu sebelum menjualnya."
" Kurasa memang seperti itu."
Selepas mengamati Hao Tian mulai menyusup untuk melihat keadaan para tahanan, hasilnya para tahanan di lakukan sangat buruk terutama laki laki, mereka terlihat kurus dan lemas beberapa bahkan dalam kondisi sakit-sakitan.
Ditambah mereka di letakkan di ruang yang cukup gelap, di bandingkan para tahanan wanita lebih di perhatikan kondisi mereka dan di beri makan cukup, hal ini mereka lakukan supaya harga para tahanan juga tinggi, karena kebaikan pedagang membeli tahanan wanita ketimbang laki laki.
Setelah itu ia kembali lagi ke tempat persembunyiannya, Hao Tian tidak ingin ketahuan oleh ketua perompak, dan supaya ia bisa beristirahat terlebih dahulu guna memulihkan tenaga dalamnya sehingga ia berada pada kondisi yang seratus persen siap bertarung.
" Aku harus memulihkan tenaga dalamku saat ini, karena besok malam akan menjadi hari yang melelahkan nantinya."
Saat Hao Tian menyusup, ia juga menyembunyikan beberapa bunga anggrek hitam ke seluruh sudut ruangan kecuali tempat para tahanan dan ruang ketua perompak karena ia tidak inginia curiga di tambah sulit untuk menyelinap ke ruang ketua perompak.
Bunga anggrek hitam memiliki fungsi untuk memberikan seseorang yang menghirup baunya akan mengantuk dan tertidur, di tambah bau dari bunga anggrek hitam mudah bercampur dengan alam sehingga sulit untuk dibedakan antara bau bunga dan bau alam sekitar.
Hal ini Hao Tian lakukan guna menambah nilai keberhasilannya dalam membasmi para perompak itu.
Inii dikarenakan karena ia tahu kalau pertempuran ini tidak akan mudah, sehingga ia harus melakukan segala sesuatu yang bisa menambah nilai keberhasilannya.
Hao Tian kemudian mulai bersemedi sambil menunggu waktu tengah malam tiba dan menunggu bau bunga anggrek hitam bekerja pada para perompak.
Ketika tengah malam tiba suasana menjadi lebih sunyi, hal ini juga ditandai sebagai waktu yang tepat untuk melakukan serangan.
" Haah"
__ADS_1
" apa? Sudah mengntuk?"
" Aku tidak tahu kenapa malam ini aku mengantuk sekali."
" Mungkin kamu sedang lelah."
" Sepertinya begitu."
Terlihat sepuluh orang yang sedang berjaga di depan pintu masuk bangunan tersebut, dan melakukan pembicaraan singkat sekali-kali untuk mengusir rasa kantuk mereka.
Saat mereka masih berbincang-bincang tiba tiba angin bertiup melewati mereka, namun anehnya dua dari mereka tiba-tiba tumbang dengan kondisi tubuh yang sudah terbelah dua.
" Apa yang terja..." Sebelum ia mengetahui apa yang telah membunuh rekannya ia tiba-tiba tidak bisa merasakan apa-apa dan jatuh ke tanah tanpa bisa membuka mata lagi.
" Seranga.." Dalam sekejap saja tubuh para penjaga gerbang jatuh satu persatu dan tidak bisa bangun lagi dan akhirnya mati tanpa mengetahui penyebab kematian mereka.
Hao Tian menyarungkan kembali pedangnya dan meninggalkan begitu saja tubuh para perompak yang terbaring di tanah dalam kondisi yang mengenaskan.
Hao Tian mulai masuk ke dalam bangunan dan membunuh para perompak yang ia temui dalam sekali tebasan saja.
Hao Tian sudah mengingat struktur bangunan membuat memudahkan ia bergerak bke tempat yang aman. satu persatu para perompak sudah ia bunuh tanpa menimbulkan suara yang mencurigakan.
Dalam waktu singkat puluhan perompak telah mati di tangannya dengan begitu mudah tanpa kesulitan.
Setelah membunuh semua penghuni bangunan itu, ia kemudian pindah ke bangunan yang lain, dan kondisi para perompak di bangunan tersebut tidak jauh berbeda dengan yang di alami perompak sebelumnya.
Namun perlahan pertarungan yang ia sebabkan semakin sengit di karenakan kekuatan para perompak yang temui berbeda dengan yang sekarang ini.
Walaupun ia berhasil mengatasinya namun akibat pertarungan itu terdengar oleh perompaklain dan mereka mulai berdatangan satu persatu.
" Seperti yang diharapkan, ini tidak akan semudah yang aku pikirkan."
__ADS_1