Legenda Hao Tian

Legenda Hao Tian
ch. 59 kenalan


__ADS_3

Keesokan harinya sebelum matahari terbit, terlihat Hao Tian sudah bangun dari tempat tidurnya dan berniat untuk latihan di luar. Ia kembali melakukan latihan yang biasa dilakukannya setelah bangun tidur yaitu berlatih pedang.


Namun setelah ia keluar dari penginapan, ia melihat pemuda botak yang ia tidak sengaja bertemu di penginapan kemarin malam sedang melakukan latihan.


Terlihat pemuda itu melakukan gerakan yang aneh namun memiliki aura yang kuat, Pemuda itu terus bergerak ke sana kemari sambil mengayunkan tangannya ke udara kosong. Seketika juga dari ayunan tangannya tercipta semacam energi yang membuat udara di sekelilingnya seakan bergerak dan dedaunan berterbangan ke sana kemari mengikuti arah yang di tunjuk oleh tengan Pemuda itu.


Melihat itu membuat Hao Tian berdecak kagum, ia kemudian berjalan mendekati pemuda itu karena ia tidak mau dianggap sedang mengintip jadi menurutnya lebih baik mengungkap keberadaannya dari pada tertengkap basah pada saat menonton pemuda itu secara diam-diam.


Pemuda itu kemudian merasakan ada yang mendekatinya dan langsung mengarahkan tangannya ke arah itu. Hal itu membuat seketika tercipta energi di telapak tangannya kemudian energi itu terdorong dengan cepat menuju ke arah orang yang mendekatinya.


Melihat itu membuat Hao Tian terkejut beberapa saat karena tindakan tiba-tiba pemuda itu yang langsung mengarahkan serangannya pada dirinya. Namun hal itu tidak membuat Hao Tian lengah dan langsung bersiap menerima serangan itu.


Hao Tian langsung menendang energi yang di keluarkan Pemuda itu sampai membuat energi itu hancur dan hilang seakan tidak pernah ada.


" Ilmu bela dirimu tidak buruk." Ucap Hao Tian sambil tersenyum dan kembali berjalan menuju ke pemuda itu.


Melihat orang yang ternyata pria yang ia kenal membuat Pemuda itu mengubah tatapan waspada diwajahnya dan berganti dengan wajah senyum lembut dan berkata dengan sopan. " Anda terlalu memuji, menurutku justru ilmu bela diri anda lebih hebat."


" Sepertinya saya telah menggangu waktu latihan anda."


" Tidak sama sekali, aku hanya sedikit terkejut dengan keberadaan anda yang tiba-tiba di dekat saya sehingga saya sedikit terkejut dan waspada."


" Kalau begitu lanjutkan saja latihan anda sedangkan saya akan ke sana untuk melakukan latihan juga."

__ADS_1


" Jadi anda juga akan latihan, kalau begitu silahkan."


Hao Tian mulai berjalan ke tempat yang sedikit jauh dari pemuda itu dan kemudian bersiap. Ia pun melakukan latihan yang biasa ia lakukan seperti biasanya. Karena terlalu bersemangat, keduanya tidak sadar kalau matahari mulai terbit. Sampai akhirnya mereka tersadar berkat suara ayam yang berkokok.


Mendengar itu membuat keduanya mulai menyudahi latihannya. Hao Tian mulai kembali berjalan ke arah pemuda sebelumnya.


" Apakah kamu dari sekte kuil dewa suci?"


" Benar, kalau anda sendiri?"


" Aku hanya pendekar yang berkelana." Hao Tian ingin merahasiakan dari sekte mana berasal demi mencegah informasi tentang dirinya bocor karena hanya akan menimbulkan masalah kedepannya Sehingga ia berbohong pada pemuda itu.


Pemuda itu mengiakan saja perkataan Hao Tian entah itu ia percaya atau tidak. Mereka berdua kemudian berbincang sambil berjalan kearah penginapan mereka.


" Saya WU Shen, kalau anda?"


" Saya Hao Tian." Saat WU Shen memperkenalkan dirinya ia tiba-tiba mengingat informasi yang telah mereka kumpulkan selama ini tentang kuil dewa suci. Karena Hao Tian tahu kalau orang yang bernama WU Shen merupakan salah satu murid berbakat dari sekte kuil dewa suci.


Pada usia yang masih 15 tahun ia sudah berada di tahap pendekar ahli sehingga ia digadang-gadang akan menjadi pemimpin dari sekte kuil dewa suci di masa depan.


" Saudara Hao, apakah anda penduduk asli dari kekaisaran ini?"


" Ia, apakah saya tidak terlihat seperti itu?"

__ADS_1


" Bukan begitu, hanya saja ilmu bela diri anda Sepertinya cukup hebat namun nama anda sangat asing dan jarang terdengar."


" Mungkin karena aku selalu berpindah tempat dan tidak terlibat dengan sekte manapun sehingga nama saya tidak terlalu didengar." Hao Tian berhenti sejenak dan kembali lagi berbicara. " Lalu aku juga ingin bertanya, apa yang dilakukan seseorang dari sekte kuil dewa suci di sini? Apakah karena misi penting?"


" Ya mungkin bisa di katakan ini sebuah misi atau tugas, karena di sekte kami, yang telah berada di tahap pendekar ahli harus keluar dari sekte dan membantu masyarakat di luar sana yang membutuhkan bantuan."


Mereka terus berbincang sampai tanpa terasa mereka mulai sampai di depan pintu penginapan dan mereka segera memasuki penginapan. Namun mereka tidak langsung ke kamar mereka masing-masing namun pergi ke ruang makan.


Saat mereka melihat-lihat meja kosong, Hao Tian melihat Xue Yun yang sedang makan. Melihat itu Hao Tian mulai berjalan menghampiri Xue Yun. " Apa yang kamu lakukan disini?"


" Apakah kamu tidak lihat aku sedang makan." Ucap Xue Yun dengan kettus.


Melihat sikap Xue Yun Hao Tian hanya bisa menghela nafas dan memanggil WU Shen." WU Shen kemarilah, ayo kita makan disini."


" Terima kasih saudara Hao Tian." WU Shen mulai duduk di salah satu kursi.


Melihat pemuda yang baru Xue Yun lihat membuat via bertanya pada Hao Tian. " Siapa pemuda ini, apakah dia temanmu."


" Dia adalah WU Shen, aku bertemu dengannya tadi malam dan juga kebetulan bertemu lagi saat aku sedang berjalan-jalan di luar jadi aku sekalian mengajaknya untuk makan bersama."


" Oh begitu." Ucap Xue Yun sambil terus memakan makanan dan hanya sekali melirik WU Shen namun kemudian ia fokus lagi ke makanannya.


Melihat sikap Xue Yun yang tidak menyembunyikan ketidakpedulian membuat Hao Tian hanya bisa membiarkannya. " Silahkan saudara WU Shen untuk memesan makanan."

__ADS_1


" Terimakasih atas kebaikannya."


__ADS_2