
Selama beberapa saat, Hao Tian masih berdiri diam dengan menatap kedua tubuh yang sudah tak bernyawa. Terlihat ia cukup puas saat membunuh keduanya karena itu sedikit akan mengobati rasa sakit yang ia alami selama ini.
Tapi walaupun begitu, Hao Tian masih kesal karena gagal dalam membunuh GUI Yao." Aaargh!" Oleh sebab itu ia mulai melampiaskan kemarahannya ke sebuah batu besar dan meninju batu itu berulangkali.
" Sial! Brengsek! Mati, mati, mati saja!"
Setelah beberapa saat batu itu hancur yang akhirnya ia pun berhenti dan perlahan mulai kembali tenang." Tenang Hao Tian, tenang, masih banyak waktu untuk menghabisi orang itu. Dan musuhmu bukan hanya dia saja, jadi tetaplah tenang." Ucap Hao Tian pada dirinya.
Setelah beberapa saat Hao Tian mulai tenang namun lukanya yang disebabkan oleh pertempuran sebelumnya mulai ia terasa perih. Oleh karena itu ia ingin duduk sebentar untuk mengobati lukanya.
Namun ia terhenti karena memikirkan sesuatu." Kurasa luka ini aku biarkan saja, Jika aku mengobati lukaku maka orang akan bertanya-tanya bagaimana bisa aku kembali dari Pertempuran yang seharusnya sulit aku menangkan tapi aku keluar denagn tubuh baik-baik saja sedangkan ada dua mayat dari pihak musuh, maka itu akan menimbulkan kecurigaan."
Yang diketahui oleh semua orang adalah bahwa Hao Tian adalah pendekar raja jadi akan aneh jika musuhnya yang pendekar raja juga mati namun ia baik-baik saja. Jadi ia memutuskan untuk tidak mengobati lukanya.
Ia kemudian memutuskan untuk berbaring seakan ia sekarat dan membiarkan darah ditubuhnya menetes ke tanah. Hao Tian berencana kalau ia akan tetap seperti itu sampai para pasukan penyelamat datang mengobatinya.
Saat Hao Tian berbaring di tanah, ia tiba-tiba menyadari sesuatu." Sial, seharusnya aku tidak membiarkan orang itu kabur, dia sudah mengetahui tentang identitasku. Jadi kemungkinan aku akan mewaspadai aku dan itu akan membuatku lebih sulit lagi bergerak dengan leluasa padahal aku harus menyelamatkan ayahku."
Hao Tian menceritakan identitasnya dikarenakan ia yakin bisa membunuh ketiganya dengan mudah, namun ia salah. Hal ini akan menyebabkan masalah baru nantinya, namun untungnya Hao Tian tidak menceritakan tentang ia yang mendirikan paviliun cahaya bulan sehingga paviliun cahaya bulan tidak akan terseret karena masalahnya.
Jika sampai hubungannya dengan paviliun cahaya bulan terungkap maka paviliun akan menjadi sasaran balas dendam dari GUI Yao ataupun dari sekte aliran hitam.
Setelah menunggu beberapa jam, tim penyelamat akhirnya datang. Para pasukan penyelamat terdiri dari jendral Guan Xing, Xue Yun, ratusan prajurit dan juga dua orang penting. yang satu pendekar raja dan yang satunya pendekar kaisar.
Tapi mereka tidak langsung mencari Hao Tian, mereka terlebih dahulu membasmi para siluman yang berkeliaran di kota kecuali Xue Yun yang langsung mencari Hao Tian setibanya di sana.
Xue Yun mencari ke tempat Hao Tian sebelumnya, namun sampai disana Hao Tian sudah tidak ada, hal ini membuat Xue Yun khawatir akan keselamatan Hao Tian.
Walaupun ia tahu kekuatan sebenarnya yang dimiliki Hao Tian yang berada di tahap pendekar kaisar bintang satu namun tetap lawannya adalah tiga pendekar raja bintang 9 yang sudah punya puluhan pengalaman dalam pertempuran sehingga ia yakin kalau Hao Tian sendiri akan tetap kesulitan mengalahkan mereka.
Setelah ia mencari beberapa saat, ia akhirnya menemukan Hao Tian yang terbaring di tanah dengan tubuh yang penuh luka.
" Hao Tian!" Xue Yun buru-buru bergerak kearah Hao Tian dan segera menolongnya. Terlihat Hao Tian masih sadarkan diri dan menoleh kearah seseorang yang memanggilnya. Sesampainya di sana, Ia mengangkat wajah Hao Tian dan yang sudah pucat dan menyanggahnya ke pahanya.
" Hao Tian, kamu tidak apa-apa?"
" Apakah aku terlihat baik-baik saja? Kau ini."
" Syukurlah, makan obat ini, ini akan membantumu lebih baik" Xue Yun mengeluh sebuah botol kecil berisikan pil, ia kemudian mengambil satu pil dan memberikannya pada Hao Tian.
" Terima kasih." Hao Tian menelan pil yang diberikan oleh Xue Yun dan perlahan rasa sakit di sekujur tubuh mulai sedikit berkurang.
Setelah memberikan obat pada Hao Tian, Xue Yun baru sadar kalau ada dua mayat tidak jauh dari mereka.
" Hao Tian, apakah mereka orang yang kamu lawan sebelumnya?"
" Tentu saja, bukankah kamu sudah tahu kalau aku sangat kuat."
" Tentu saja aku tahu, tapi aku tidak menyangka kalau kamu akan bisa membunuh mereka."
" Bukankah itu hal yang wajar, karena mereka adalah pendekar raja sedangkan aku pendekar kaisar."
__ADS_1
Xue Yun terdiam beberapa detik saat ia menatap Hao Tian dengan aneh tapi kemudian ia bersuara." Mungkin secara tertulis kamu lebih kuat namun seharusnya didalam pertempuran itu tidak bisa di ukur hanya mengunakan itu."
" Di dalam pertempuran tidak hanya kekuatan yang di butuhkan tapi juga kemampuan, intuisi, strategi, pengalaman, dan juga seberapa kuat jurus yang di kuasai. Walaupun kamu berada ditahap pendekar kaisar dan lawanmu ditahap pendekar raja tapi kamu akan kalah jika kamu ceroboh, asal-asalan dalam menyerang, dan kurang pengalaman dalam pertempuran seperti ini."
" Sedangkan kamu yang baru saja keluar dari sekte tanpa banyak memiliki pengalaman bertarung dengan tiga orang pendekar yang sudah memiliki banyak pengalaman bertarung, maka aku yakin kemungkinan besar kamu akan kalah."
" Mengetahui itu kami semua dengan cepat meminta bantuan demi mengalahkan semua siluman dan juga ketiga orang itu, namun ternyata kamu secara mengejutkan menang dan kamu berhasil membunuh mereka." Ucap Xue Yun yang menjelaskan.
" Mungkin aku sudah siap berhadapan dengan orang seperti mereka." Ucap Hao Tian dengan santai.
" Baiklah, kamu tidak perlu menjelaskan. Lagipula kamu tidak berbakat dalam menjelaskan suatu hal. Tapi bukankah seharusnya orang yang kamu hadapi ada tiga tapi kenapa yang terlihat hanya ada dua? Kemana satunya? Apakah ia melarikan diri?"
" Seperti yang telah kamu pikirkan kalau aku ia kehilangan orang itu. Dia sangat licik, jika saja dia tidak memiliki trik aku pasti sudah berhasil menebas lehernya." Ucap Hao Tian dengan yakin.
" Jadi memang seperti itu." Xue Yun sudah menduga akan hal itu.
" Oh ia, aku minta untuk tidak memberitahukan kalau aku yang membunuh mereka."
" Aku bisa untuk tutup mulut tapi bagaimana kamu akan menjelaskan tentang dua pendekar raja yang terbunuh ini.?"
" Aku akan bilang kalau ada orang yang membantuku."
" Hanya begitu, kamu pikir mereka akan percaya dengan cerita seperti itu."
" Tenang saja, aku akan mengurusnya. Kamu hanya perlu diam. Mengerti?"
" Baiklah, lakukan apa yang menurut kamu benar."
Setelah beberapa lama, akhirnya pemusnahan semua siluman berhasil di lakukan, semua orang mulai mencari korban yang mungkin masih ada sekitar mereka.
Kemudian jendral Guan menemui Hao Tian dan menanyakan keadaannya." Apakah kamu baik-baik saja Tuan Hao Tian?"
" Aku sedikit terluka, namun aku baik-baik saja. Aku hanya perlu beristirahat sejenak."
" Syukurlah, sebenarnya aku ingin menanyakan sesuatu namun kurasa aku harus segera membawamu ke tempat perawatan supaya lukamu bisa secara total di obati."
" Terima kasih jendral Guan." Ucap Hao Tian sambil tersenyum hangat.
Kemudian jendral Guan mulai memerintahkan kepada beberapa prajurit untuk membawa Hao Tian ke tempat perawatan.
Tanpa terasa malam telah tiba namun proses evakuasi masih tetap dilakukan, ada beberapa orang yang berhasil di selamatkan namun ada juga yang terluka bahkan meninggal.
Walaupun begitu jumlah korban jiwa terbilang sedikit, karena pada kasus yang seperti ini biasanya jumlah korban jiwa setidaknya akan lebih dari lima ribu orang namun berkat kerja sama semua pihak, korban tidak sampai seribu orang. Walaupun begitu kejadian ini tidak perlu di syukuri.
Keesokan harinya Hao Tian sudah terbangun di suatu ruangan yang tidak ia kenal, namun ia mengenal seseorang yang sedang duduk di sofa tidak jauh dari tempat tidurnya.
Orang itu adalah Xue Yun." Kamu sudah sadar, aku pikir kamu akan tidak akan bangun lagi."
" Aku hanya kelelahan jadi tidak perlu khawatir."
" Jadi begitu, aku pikir kamu sengaja pura-pura pingsan supaya tidak ditanyai mengenai ketiga orang yang kamu hadapi. Dan maaf saja aku tidak mengkhawatirkan keadaanmu."
__ADS_1
Saat mereka asik berbicara, tiba-tiba pintu kamar terbuka. Terlihat ada empat orang yang masuk ke dalam kamar Hao Tian.
Mereka adalah Song Hua, Guan Xing, dan dua laki-laki yang tidak ia kenal." Apakah kamu baik-baik saja Tuan Hao?" Tanya Song Hua dengan sopan.
" Aku baik-baik saja, aku hanya perlu istirahat saja."
" Syukurlah."
Kemudian jendral Guan mulai menanyakan sesuatu hal yang ia pikirkan." Begini Tuan Hao Tian, maksud kedatangan kami adalah ingin mendengarkan tentang apa yang terjadi setelah kami pergi dan bagaimana anda bisa membunuh dua orang dari ketiga orang yang anda hadapi."
" Anda salah paham jendral Guan, bukan aku yang membunuh kedua orang itu."
"; Benarkah? Lalu bagaimana kedua orang itu bisa terbunuh."
" Sebelum itu jendral Guan, aku ingin menanyakan tentang siapa kedua orang itu" ucap Hao Tian sambil melirik kedua orang di sebelah Song Hua.
Mendengar itu salah satu dari orang yang tidak Hao Tian mulai berbicara." Maaf karena tidak memperkenalkan diri, saya Jian Fang dan di sebelah kiri ini adalah Jian Lu kami adalah jendral di kekaisaran ini sekaligus kami adalah saudara kandung."
" Kami di tugaskan oleh yang mulia untuk menjemput dan mengawal tuan putri Karena ia mendapatkan informasi kalau tuan putri sedang ada yang mengincarnya jadi kami segera menuju kesini. Untung saja kami tidak terlambat, dikatakan oleh jendral Guan kalau Anda telah berkontribusi besar dalam mengulur waktu sehingga keselamatan tuan putri tidak terancam. Kami berterima kasih untuk itu."
" Itu tidak perlu, aku hanya membalas kebaikan tuan putri karena telah memperlakukan kami dengan baik selama ini."
" Baguslah, jadi apakah anda sudah bisa menceritakan tentang apa yang terjadi pada pertempuran sebelumnya."
" Tentu saja." Setelah itu ia mulai menceritakan tentang hal itu, namun ia sedikit mengubah kejadian yang sebenarnya.
Hao Tian bercerita bahwa setelah jendral Guan dan lainnya pergi, Hao Tian kembali bertarung dengan tiga orang yang tidak dikenal, namun di setelah beberapa lama mereka bertarung Hao Tian mulai terdesak.
Tak perlu waktu lama Hao Tian kemudian terkena serangan ketiganya dan terlempar dengan tubuh yang dipenuhi luka. Hao Tian ingin kembali berdiri namun tubuhnya telah mencapai batasnya dan kemudian pingsan.
Setelah Hao Tian pingsan, ia kemudian bangun dengan bantuan Xue Yun dan entah kenapa dua dari orang yang ia lawan sebelumnya sudah tewas dan satunya menghilang. Setidaknya begitulah cerita versi Hao Tian.
" Jadi begitu anda juga tidak tahu siapa yang membunuh dua orang itu." Ucap jendral Jian Lu. Mendengar itu Hao Tian mengangguk seakan tidak tahu apa-apa.
" Jendral Jian Fang, apakah anda tahu siapa mereka?" Tanya Hao Tian.
" Keduanya adalah Xiong Zhang dari sekte Beruang Putih dan Qi Liao ya dari sekte Taring Serigala. Keduanya cukup terkenal di kekaisaran ini karena sering terlibat dalam pertempuran bahkan kami pernah beradu kekuatan beberapa tahun lalu."
" Tapi kenapa kedua orang ini mencoba membunuh Tuan putri?" Ucap Hao Tian.
" Kami juga masih menyelidiki hal ini, tapi kemungkinan karena kekaisaran lebih condong mendukung sekte aliran putih sehingga sekte aliran hitam tidak suka dengan hal itu dan berniat mencelakai keluarga kekaisaran."
" Jadi begitu."
Di sisi lain, jauh dari kota Bianfu ada seorang pria yang terluka cukup parah bahkan ia tidak memiliki salah satu tangannya.
Orang itu adalah GUI Yao yang terluka sebelumnya oleh Hao Tian. Setelah berhasil melarikan diri, ia dengan cepat segera pergi sejauh mengkin dari kota Bianfu. Dan kemudian berhenti di dekat sungai untuk mengobati lukanya dan beristirahat.
Setelah beberapa saat, akhirnya ia bisa bernafas lega karena lukanya sudah tidak separah sebelumnya namun tetap saja ia harus beristirahat.
" Sial, aku tidak menyangka kalau kami akan kalah apalagi oleh seorang yang masih belasan tahun. Ini sulit di mengerti, bagaimana mungkin anak itu bisa sekuat itu dalam beberapa tahun saja."
__ADS_1
" Kurasa aku harus melaporkan kejadian ini pada ketua, anak itu harus segera dihabisi jika tidak ia akan menjadi penghalang besar bagi rencana kami dan tentu ia pasti akan mengincar kami demi membalas dendam."
Setelah itu ia mulai meminum air di sungai demi menghilangkan rasa haus karena selama beberapa jam ia bergerak tanpa henti walau dalam keadaan terluka. Setelah itu ia berbaring di rerumputan dan mulai menutup matanya karena ia sangat kelelahan baik secara fisik maupun mental.