
Pagi hari telah tiba, terlihat Hao Tian baru saja selesai melakukan latihan pagi dan kembali ke kamarnya untuk bersiap-siap untuk kembali melanjutkan perjalanan.
Setelah beberapa menit dalam mempersiapkan semua yang akan mereka butuhkan, Hao Tian menuju ke kamar Xue Yun dan mengetuk-ngetuk pintunya.
" Xue Yun, cepat keluar, kita akan segera pergi, jadi cepatlah sebelum aku meninggalkan kamu di sini sendirian."
Setelah pintu kamar Xue Yun terbuka dan memperlihatkan dirinya yang sudah bersiap pergi walaupun masih dengan nada dingin. " Kenapa kamu tidak sabaran sekali."
" Karena aku tahu kebiasaan burukmu yang selalu telat, Lagi pula aku heran sama kamu, saat urusan makanan kamu langsung senang bukan main, tapi pas kita akan pergi melakukan perjalanan, kamu malah suntuk seakan tak bertenaga."
" Itu karena makanan adalah sesuatu hal yang membawa kebahagiaan sedangkan perjalanan ini akan membawa kita ke dalam bahaya."
" Aku tidak pernah meminta kami untuk ikut, kamu sendiri ngotot untuk ikut.." ucap Hao Tian sambil menahan emosinya.
" Itu karena aku mengira kalau ini akan jadi pengalaman yang bagus untuk aku, namun sekarang ini tidak memenuhi ekspektasi." Ucap Xue Yun dengan wajah yang masih tidak semangat.
" Kalau begitu kami bisa pergi, aku sendiri yang akan pergi." Kemudian Hao Tian berjalan pergi meninggalkan Xue Yun yang masih terdiam.
" Hei, apa yang kamu lakukan? Tunggu aku" Xue Yun mulai berlari menyusul Hao Tian yang sudah jalan terlebih dahulu.
Setelah beberapa saat Xue Yun akhirnya berhasil menyusul Hao Tian dan berjalan bersamanya. Namun di depan pintu keluar, terlihat WU Shen yang memakai pakaian seakan ia akan berpergian.
Melihat itu keduanya mendekatinya dan menyapanya." WU Shen kau sedang apa? Kamu terlihat akan berpergian." Ucap Hao Tian.
" Oh, saudara Hao Tian, aku berencana akan pergi dari kota ini dan melanjutkan lagi perjalananku untuk mencari orang yang membutuhkan bantuan. Dan kalian sendiri juga terlihat akan berpergian."
" Benar, kami akan melanjutkan perjalanan kami, dan sekarang kami berencana akan menuju ke kota mutou."
" Wah kebetulan sekali, aku juga akan ke kota mutou, apakah kalian ingin pergi bersama." Ucap WU Shen dengan ramah.
__ADS_1
Sebelum Hao Tian menjawab, ia melirik Xue Yun terlebih dahulu untuk melihat apakah ia setuju atau tidak. Xue Yun yang merasakan tatapan Hao Tian langsung segera mengerti maksud tatapannya dan berkomentar." Aku tidak keberatan, lagi pula semakin banyak orang maka semakin aman perjalanan kita."
Mendengar jawaban Xue Yun, Hao Tian juga ikut berkomentar." Benar, itu bukan ide yang buruk."
Mereka akhirnya setuju dan mulai melakukan perjalanan bersama.. setelah mereka bergerak selama berjam-jam, akhir mereka berhenti di sebuah pohon besar.
" Kurasa kita harus segera mencari tempat untuk berlindung karena sepertinya hujan akan tiba." Awan gelap mulai menutupi langit di atas mereka di tambah petir yang mulai menyambar kesana-kemari dan hanya menunggu waktu untuk hujan turun.
" Sepertinya begitu." Ucap WU Shen.
" Kalau begitu tunggu apa lagi, cepat kita cari tempat untuk berlindung." Ucap Xue Yun.
Ketiganya mulai berlari dengan cepat mencari tempat untuk berlindung, namun sampai hujan turun mereka tak kunjung menemukannya dan terpaksa mereka harus berlindung di suatu pohon besar.
Pohon itu cukup besar sehingga cukup untuk menghalangi air hujan mengenai tubuh mereka.
Namun saat mereka akan bernafas lega, tiba-tiba tanah di sekitar mereka sedikit bergetar hingga membuat mereka terkejut." Apa itu gempa?" Ucap Xue Yun bertanya pada keduanya namun tidak di jawab langsung oleh keduanya.
" Entahlah, aku juga tidak tahu, namun ini sedikit memberikan perasaan tidak enak." Ucap Hao Tian dengan waspada sambil melihat kesana kemari.
Namun getaran itu semakin lama semakin terasa kuat hingga mereka mulai keringat di cuaca yang dingin. Kemudian tidak jauh dari arah kanan mereka, puluhan burng di sana berterbangan seakan menghindari sesuatu hal mengancam mereka.
Tak lama kemudian wujud dari yang membuat tanah bergetar mulai terlihat di depan mata mereka. Yang merupakan seekor siluman beruang berwarna hitam berukuran 15 meter dengan cakar yang memiliki panjang sama dengan panjang sebuah pedang dan wajah yang seakan di penuhi dengan amarah sehingga memberikan kesan yang sangat menyeramkan bagi ketiganya.
" Sial." Sesaat setelah Hao Tian mengumpat, beruang itu melihat ketiganya dan berlari ke arah mereka.
" Semuanya! Bersiap bertarung." Ucap Hao Tian.
Dengan cepat beruang itu sampai kepada ketiganya dan langsung mengarahkan tendangan ke arah mereka.
__ADS_1
Tendangan beruang sangat kuat sampai merobohkan pohon besar di belakang Hao Tian. Namun Hao Tian dan lainnya berhasil selamat karena sebelum tendangan beruang mengenai mereka, ketiganya langsung melompat ke segala arah demi menghindari tendangan beruang.
' Sial! Nasib kami benar-benar buruk, kami bertemu dengan siluman beruang iblis yang setara dengan pendekar kaisar bintang tiga, jadi lebih baik segera pergi dari sini dan menghindari pertarungan.' Ucap Hao Tian dalam hatinya.
" Kurang ajar!" WU Shen berteriak dan bergerak ke arah siluman beruang dan mengeluarkan jurusnya.
WU Shen berhasil mendaratkan jurusnya kepada kaki beruang itu namun Beruang itu tidak bereaksi sama sekali dan malah balik menyerang dengan mengayunkan kembali kakinya.
Beruntung WU Shen berhasil menghindar dengan berguling ke tanah,namun serangan siluman beruang tidak sampai di situ. Ia mengayunkan tangannya dari atas dan kebawah berniat mengincar WU Shen yang tergeletak di tanah.
Namun sesaat serangan siluman beruang mengenai WU Shen, terdengar bunyi teriakan Xue Yun." Perubahan unsur es, penjara es" seketika terbentuk semacam sangkar yang mengurung siluman beruang.
Namun hanya dengan satu tinju darinya, penjara itu kemudian pecah dan ia malah mengalihkan sasaran ke Xue Yun. Siluman beruang berlari ke arah Xue dengan cepat namun Hao Tian memanfaatkan momen itu dan menyerangnya. " Jurus pedang bulan purnama, bulan pagi berkabut."
Hao Tian melompat ke arah pinggang beruang dan mengeluarkan jurus." Aaargh" beruang itu berteriak kesakitan karena serangan Hao Tian namun itu belum cukup untuk memberikan luka pada siluman beruang.
Beruang sangat marah dan mulai menyerang Hao Tian terus menerus namun Hao Tian masih bisa menghindari semua serangan itu. ' tubuhnya sangat keras, jadi aku mencari sesuatu kelemahan sehingga aku bisa mengincar itu.
Beruang terus menerus melancarkan serangan ke Hao Tian dari menggunakan kakinya maupun tangannya, tapi Hao Tian tetap bisa menghindari semua itu.
Saat siluman beruang mengeluarkan tinjunya, Hao Tian langsung melompat menghindar, namun setelah itu ia langsung melompat lagi ke arah lengan beruang dan menjadikannya sebagai pijakan dan berlari ke arah wajah beruang.
Melihat itu beruang mengaum dan mengunakan tangan satunya guna menangkap Hao Tian, namun Hao Tian melompat ke arah mata beruang dan kembali mengeluarkan jurus." Jurus pedang bulan purnama, bulan menangis." Seketika Hao Tian menebaskan pedangnya dan mengincar mata beruang.
Pedang Hao Tian berhasil mendarat di mata beruang dan menimbulkan luka garis di matanya, hingga membuat siluman beruang teriak kesakitan." Aaarggg" sampai membuatnya berlutut kesakitan.
Melihat itu, Hao Tian langsung memanggil Xue Yun dan WU Shen.yang terdiam menatap beruang itu." Apa yang kalian lakukan? Ayo cepat pergi, kita tidak bisa mengalahkannya." Seketika mendengar teriakkan Hao Tian membuat keduanya tersadar dan langsung berlari ke arah Hao Tian.
" Ayo kesana." Hao Tian memimpin keduanya dan segera menjauh dari beruang yang masih kesakitan.
__ADS_1