
Hao Tian memerlukan waktu beberapa jam untuk menemukan anggota sekte bunga iblis, yang berada di sebuah rumah gubuk beberapa ratus meter dari kota Dingcun.
Terlihat mereka berjumlah 15 orang dan lima di antaranya adalah pendekar ahli dan sisa adalah pendekar tingkat menengah dan tinggi.
' Apa yang mereka lakukan disini? Melihat situasinya, mereka jelas memiliki tujuan yang tidak baik.' Kata batin Hao Tian sambil memperhatikan anggota Sekte Bunga Iblis dari atas pohon tidak jauh dari lokasi Sekte Bunga Iblis.
' Apapun alasannya aku harus membunuh mereka tidak baik jika terus berkeliaran bebas seperti ini.' Lanjut Hao Tian dari batinnya.
Hao Tian langsung keluar dari persembunyiannya dan berjalan santai kearah anggota Sekte Bunga Iblis.
Melihat ada orang asing yang berjalan kearah markas mereka membuat salah satu penjaga
langsung bersiaga. " Siapa? Beraninya memasuki markas Sekte Bunga Iblis tanpa ijin
berarti kematian." Ucap salah satu anggota Sekte Bunga Iblis yang berjaga di luar gubuk.
Tapi setelah mendengar teriakkan itu Hao Tian masih tetap berjalan santai kearah mereka. Banyak anggota lain mulai keluar saat mendengar teriakan rekannya dan memperhatikan pria asing berjalan santai tanpa ada masalah.
" Tidak perlu basa-basi lagi, habisi saja d...." Sebelum ia menyelesaikan perkataannya tiba-tiba Kepala salah satu rekanya sudah jatuh di bawah kakinya. Melihat itu ia langsung terkejut dan bersiap bertarung tetapi pandangannya sudah berputar-putar di udara dan jatuh ke tanah. Dan kemudian Hao Tian membunuh anggota Sekte Bunga Iblis satu-persatu.
Melihat kekuatan Hao Tian yang hebat di tambah dengan terbunuhnya puluhan rekan mereka dengan begitu mudah membuat raut wajah mereka berubah.
" Lari....!!!!" Teriak salah satu anggota Sekte Bunga Iblis yang terlihat panik melihat rekannya mati dengan mudahnya.
Mereka sudah tidak memperdulikan apa yang dikatakan oleh orang atau ketakutan yang di
berikan oleh ketua mereka. yang mereka inginkan adalah segera lari dari sana sejauh mungkin.
Walau mereka sudah lari sekuatnya tapi mereka tetap terkejar satu persatu dan terbunuh dengan mudahnya.
" Sayang sekali aku tidak bisa mengabulkan keinginan kalian untuk pergi, anggap saja ini
balasan dari perbuatan keji kalian." Kata Hao Tian yang sudah menghabisi nyawa anggota Sekte Bunga Iblis yang berjaga diluar gubuk.
" Oh bodohnya aku berkata pada orang yang sudah jadi mayat." Hao Tian terlihat menggaruk kepalanya.
" Apa-apaan ini.." Kelima pendekar ahli yang berdiskusi di dalam gubuk langsung keluar, tapi
betapa terkejutnya mereka semua para anggotanya sudah terbunuh dengan cara mengenaskan.
__ADS_1
" Salam senior, kami berasal dari Sekte Bunga Iblis, kami ingin bertanya apakah kami sudah
menyinggung senior sebelumnya? Jika benar maka maafkan dan kami akan memberi kompensasi yang besar pada senior."
Melihat begitu cepatnya anggota mereka terbunuh membuat mereka yakin bahwa orang
di depannya saat ini bukan orang biasa, setidaknya setingkat pendekar raja.
Pemuda di depannya terlihat berusia belasan tahun tapi mereka yakin ia tidak semuda yang
terlihat, sebab itu ia memanggilnya dengan sebutan senior.
" Oh kalau begitu bagaimana kalau kalian memberikan kompensasi berupa nyawa kalian,
maka aku akan sangat senang." Jawab Hao Tian dengan nada mengejek.
" Jangan sombong dulu, walaupun anda adalah pendekar raja tapi kami yakin bisa
membunuhmu." Salah satu pendekar ahli lain yang terlihat tidak suka dengan sikap Hao Tian.
" Benarkah, kalau begitu apalagi yang kita tunggu, mari kita bertarung sekarang." Selesai mengatakan itu ia langsung bergerak cepat mengayunkan pedangnya kearah kepala salah satu pendekar ahli.
Tebasan Hao Tian langsung ditahan oleh pendekar ahli menggunakan pedangnya. Melihat itu, pendekar yang lain juga mulai membantu dan menghujani tebasan ke arah Hao Tian.
Tapi Hao Tian tidak kesulitan menghindari serangan kelima pendekar ahli dan malah Hao Tian sendiri yang berhasil memojokkan kelima pendekar itu. Bahkan pedang yang digunakan oleh kelima pendekar patah satu persatu.
" Kurasa pedang yang dipegangnya adalah pusaka suci, sial kita tidak bisa mengalahkannya kalau tetap begini." Salah satu pendekar mulai frustasi dengan kondisi mereka sekarang. Dengan adanya senjata pusaka suci membuat tingkat kemenangan juga semakin rendah.
" Kurasa kita harus segera pergi kita tidak bisa mengalahkannya." lanjut pendekar lainnya.
" Cepat lempar bom asap secara bersama." Tambahnya sambil memberikan perintah.
Kelima pendekar tersebut langsung melemparkan bola sebesar kepalan tangan kearah Hao Tian. Bola tersebut langsung meledak mengeluarkan asap.
Disebabkan oleh pengalaman bertarung Hao Tian yang masih sedikit membuat ia tidak tahu
kegunaan bola tersebut.
Melihat situasi Hao Tian mereka langsung melarikan diri sajauh mungkin dari Hao Tian dengan bergerak secepat mereka bisa.
__ADS_1
Tapi Hao Tian tidak panik dan malah tersenyum. " Kalian sudah disini jangan berpikir untuk pulang lagi." Hao Tian mengayunkan pedangnya sambil menggunakan ilmu pedang bulan purnama. " Cahaya bulan purnama."
Seketika ayunan pedang Hao Tian melepaskan cahaya berbentuk bulan purnama kearah salah
satu kelima pendekar tersebut.
Melihat cahaya itu pendekar tersebut langsung mengalirkan tenaga dalam untuk melindungi
tubuhnya namun fakta tidak sesuai keinginannya. Cahaya tersebut langsung memotong tubuhnya layaknya seperti kue.
" Sial cepat berpencar!" Melihat rekannya terbunuh dengan mudah, ia langsung memberi perintah untuk berpencar. Ia sudah yakin kalau mereka akan terbunuh semua jika tetap bersama.
Para pendekar ahli langsung menyebar ke segala arah, dengan begitu salah satu dari mereka akan selamat.
" Sial mereka berpencar, kurasa aku tidak bisa membunuh mereka semua sekarang, tapi
setidaknya aku masih bisa melenyapkan salah satu dari mereka."
Hao Tian langsung mengejar pendekar yang kabur kearah timur, tidak perlu waktu lama Hao Tian sudah berhasil menyusul pendekar tersebut.
" Sial..!! Jika begini aku bisa terbunuh.." Melihat Hao Tian yang tidak jauh dibelakangnya
membuat ia merasa kalau ini adalah hari kematiannya. Baginya Hao Tian terlihat seperti
malaikat maut.
" Kurasa lomba larinya sudah selesai, dan pemenangnya sudah di tentukan " Hao Tian sudah berhasil menyusulnya dan menghadang
jalannya.
" Aku menyerah Tolong jangan bunuh aku, aku akan jadi budakmu jadi tolong tunjukan belas kasihannya." Pendekar tersebut langsung berlutut memohon ampun untuk nyawanya.
" Aku akan melakukan apapun, jika kamu mau uang, aku ada puluhan koin emas, dan jika kau menginginkan wanita, aku bisa memberikan, jadi tolong sebut saja apa yang kamu inginkan."
Hao Tian tersenyum tipis sebelum menggunakan ilmu pedang bulan purnama yang lain. " Jurus pedang bulan purnama, bulan pemotong kabut." Dari tebasan itu membuat kepala dari pendekar terpisah dari tubuhnya, bahkan pohon di belakangnya juga ikut terbelah.
" Saat kalian meyerang Sekte Gunung Cahaya apakah kalian memberikan belas kasihan." Hao Tian berkata dengan dingin pada tubuh yang sudah tak lagi bernyawa.
"Ah sial, aku lupa untuk menanyakan di mana tempat Ayahku di tangkap. Karena terlalu terbawa perasaan membuat aku lupa itu."
__ADS_1
" Ah biarkan saja, lain kali aku akan lebih menahan emosi, lagipula pasti masih ada kesempatan lain untuk menanyakan keberadaan Ayah."