Legenda Hao Tian

Legenda Hao Tian
ch. 67 mutou


__ADS_3

Matahari mulai tenggelam, dan bersamaan dengan itu Hao Tian dan lainnya juga sudah sampai ke kita mutou.


Di depan kota mutou terlihat ada antrean untuk memasuki kota dan di jaga oleh puluhan prajurit sama seperti di kota bunga sebelumnya.


Tanpa menunggu lagi, mereka mulai memasuki antrean dan menunggu giliran mereka. Tak lama kemudian giliran mereka bertiga tiba, dan membayar masing-masing dua koin perunggu.


Setelah itu mereka kemudian memsuki kota" ayo kita cari penginapan, aku sudah sangat lelah dan lapar." Xue Yun mulai berjalan dengan lebih cepat dan menengok kesana-kemari mencari penginapan di sepanjang jalan.


Hao Tian mulai terbiasa dengan sikap Xue Yun yang seenaknya sendiri dan sudah tidak menghiraukannya dan hanya mengikuti Xue Yun dari belakang sedangkan WU Shen hanya tersenyum dan memaklumi sikap Xue Yun.


Tak berselang lama, akhirnya mereka menemukan sebuah penginapan yang cukup besar dan langsung menuju kesana.


Saat memasuki penginapan, ruangannya di dekorasi dengan cukup baik dan tidak jauh berbeda dengan penginapan milik putri song Hua yang pernah di tempati oleh Hao Tian dan Xue Yun.


Mereka kemudian berjalan ke meje pelayan di depan" apakah ada kamar kosong? Kami ingin memesan tiga kamar." Xue Yun berbicara kepada pelayan di depannya.


" Ya nona, masih ada kamar kosong."


Mendengar itu Xue Yun langsung menatap Hao Tian bermaksud menyuruhnya untuk ia yang membayar makanan. Melihat tatapan Xue Yun, Hao Tian juga mengerti dan lalu maju ke depan.

__ADS_1


" Berapa per kamarnya?"


" Masing-masing tiga koin perunggu per malamnya, jadi semuanya 9 koin perunggu."


Hao Tian mengeluarkan 9 koin perunggu dan mengeluarkan lagi 4 koin perunggu. " Ini 9 perunggu dan sisanya tolong bawakan makanan ke masing-masing kamar kami karena kami akan makan di sana."


" Baik tuan, kami akan segera menyiarkan." Pelayan itu kemudian memanggil pelayan lain " tolong antarkan mereka ke kamar mereka." Ucap pelayan itu dan memberikan kunci kamar kepada pelayan yang ia panggil.


" Kalau begitu silahkan tuan ikuti saya." Kunci kamar kemudian di ambil oleh pelayan yang baru di panggil dan mengantar Hao Tian dan lainnya menuju kamar mereka.


Mereka bertiga kemudian mengikuti pelayan itu dan kemudian mereka diantar satu persatu ke kamar mereka dan sebelum pelayan pergi ia memberikan masing-masing kunci kamar mereka.


Sebelumnya Hao Tian sudah meminta cabang paviliun cahaya bulan di kota sebelumnya untuk mencarikan informasi tentang GUI Yao dan ayahnya dan meminta mereka untuk memberikan informasi itu ke cabang paviliun cahaya bulan di kota mutou karena ia akan menuju kota mutou.


Kemudian ia memutuskan untuk duduk bersila dan sambil menunggu makanan yang mereka pesan datang.


Keesokan harinya Hao Tian dan WU Shen kembali berlatih, namun pada saat itu WU Shen meminta pada Hao Tian untuk berduel dengannya dengan alasan untuk membandingkan kekuatan mereka.


Mendengar itu Hao Tian juga tidak keberatan dan menerima usulan itu. Kemudian Hao Tian dan WU Shen berduel dengan tangan kosong.

__ADS_1


Saat melihat gerakan WU Shen, Hao Tian memuji gerakan WU Shen yang lincah dan kuat namun Hao Tian tidak mau memberikan WU Shen keringanan, ia akan bertarung dengan serius.


Dan hanya kurang dari satu menit saja, Hao Tian berhasil mengalahkan WU Shen. Ini dikarenakan Hao Tian yang tidak menahan diri dan menghadapi WU Shen dengan sungguh-sungguh.


Akibatnya WU Shen kalah dengan cepat dan terbaring di tanah dengan nafas yang masih ngos-ngosan.


" Anda memang sangat hebat, dengan kekuatan anda maka tidak heran anda bisa mengalahkan siluman beruang."


" Kamu juga tidak buruk, ilmu bela diri tangan kosong anda cukup hebat. Jika di latih dengan baik maka ilmu bela ini akan menjadi salah satu kekuatan terbesar anda nanti"


" Anda terlalu merendah."


Hao Tian hanya tersenyum dan kembali berbicara " aku serius, Ilmu ini pasti adalah salah satu ilmu bela diri yang hebat dan hanya di berikan pada anak yang berbakat."


" Jawaban anda memang tidak salah, ini memang ilmu bela diri yang hebat karena ini di berikan langsung oleh guruku yang sekaligus adalah pemimpin dari sekte kuil dewa suci."


" Baiklah, kita akan sudahi dulu latihannya, aku ada sesuatu yang harus aku lakukan jadi aku undur diri." Hao Tian kemudian berjalan menuju ke dalam keramaian dan menghilang dari pandangan.


" Dia memang sangat mengagumkan." Gumam WU Shen sambil melihat Hao Tian yang sudah menghilang dari pandangannya.

__ADS_1


Di sisi lain Hao Tian kemudian berjalan-jalan dan tak lama kemudian terlihat sebuah bangunan yang bertuliskan Paviliun cahaya bulan. Ia pun mulai menuju ke sana.


__ADS_2