
Matahari mulai terbit yang menandakan pagi hari telah tiba, bersamaan dengan itu Xue Yun juga telah Bagun. Ia mulai duduk bersila guna menyerap obat yang ia konsumsi sehingga ia bisa pulih lebih cepat.
Sedangkan Xue Dao keluar demi mencari makanan, dan setelah satu jam kemudian ia telah kembali dan membawa seekor rusa di bahunya. Saat ia masuk Xue Dao melihat Xue Yun masih duduk bersila, sehingga ia berusaha untuk tidak berisik sehingga ia tidak menggangu Xue Yun.
Xue Dao mulai kembali membuat api unggun dan menyiapkan rusa yang telah ia tangkap untuk mereka santap nantinya.
Namun setelah beberapa saat, akhirnya Xue Yun mulai kembali membuka matanya dan melihat pemandangan Xue Dao yang sedang berusaha menyembelih rusa didepannya. " Sepertinya paman berhasil mendapat buruan yang bagus." Ucap Xue Yun dengan lembut.
" Oh nona sudah selesai menyerap obat itu. Ia, cukup beruntung mendapat seekor rusa yang gemuk, ini bisa kita makan sampai malam nanti." Xue Dao mulai memotong-motong daging rusa itu dari mulai kepala dan dan tubuhnya.
Setelah itu, ia menyimpan sebagian daging rusa ke dalam cincin ruang miliknya dan sebagainya lagi ia mulai membakarnya.
" Sepertinya kita akan makan enak lagi." Ucap Xue Yun sambil tersenyum senang.
Namun tak lama kemudian terdengar suara dari salah satu dari dua orang yang bersama mereka saat ini. " Aah, aku ada di mana ini?"
Mendengar suara itu Xue Yun dan Xue Dao kemudian berbalik kearah suara itu. " Hao Tian, kau sudah..." Mendengar suara itu Xue Yun berpikir kalau itu adalah Hao Tian sehingga ia tanpa sadar memanggil namanya. Namun ternyata itu bukan Hao Tian melainkan ayahnya Hao Long.
" O..oh, ternyata itu paman Hao, syukurlah anda sudah siuman." Walaupun kata-katanya terdengar biasa saja namun nada bicaranya terdengar agak sedikit kecewa akan sesuatu.
" Oh nona, itu anda." Ucap Hao Long namun setelah beberapa saat ia kemudian teringat dengan Hao Tian. Ia kemudian berusaha Bagun dan melihat ke kiri dan ke kanan seakan mencari sesuatu.
Namun ia kemudian bernafas lega, ternyata Hao Tian berda di dekatnya dan ia sudah terlihat baik-baik saja. " Syukurlah."
" Bagaimana kondisi paman? Apakah Anda sudah lebih baik?" Ucap Xue Yun dan berjalan mendekati Hao Long.
" Aku sudah baik-baik saja, ini berkat perawatan nona."
" Oh itu bukan aku tapi pamanku yang telah merawat anda dan juga yang telah menyelamatkan kita waktu kita berhadapan dengan pendekar raja waktu itu." Xue Yun menunjuk ke arah Xue Dao yang dari tadi duduk diam di depan api.
__ADS_1
" Oh ternyata itu anda, terimakasih karena telah menyelamatkan kami saudara, jasa ini akan selalu aku ingat." Ucap Hao long sambil sedikit membungkuk.
" Oh itu bukan apa-apa, aku hanya menolong karena melihat sepertinya kalian adalah teman nona Xue Yun, jika tidak seperti itu maka aku tidak melakukannya." Ucap Xue Dao tanpa melihat ke arah Hao long berada seakan ia tak peduli.
" Hehe, sifat pamanku memang seperti ini paman Hao, ia sedikit pemalu jadi tolong di maklumi." Xue Yun berusaha memperbaiki suasana jelek karena perkataan Xue Dao.
" Haha, tentu saja, aku mengerti itu." Jawab Hao Long dengan ramah.
" Baguslah, oh dan ambil ini, ini bisa membantu Anda mempercepat luka anda sembuh total." Xue Yun mengeluarkan sebuah pil obat dan memberikannya pada Hao Long.
" Terimakasih nona" Hao long juga tidak sungkan lagi dan langsung mengambil dan memakan obat itu.
" Bagaimana paman Hao, apakah obatnya bekerja?"
" Ia, tubuhku sedikit lebih baik sekarang."
" Oh ia, paman pasti lapar, tunggu sebentar paman, aku akan ambilkan makanan. Kebetulan pamanku berhasil menangkap rusa dan sudah membakarnya sebentar lagi makanan itu akan segera matang."
" Tidak apa-apa paman Hao, aku senang melakukannya" ucap Xue Yun sambil tersenyum.
Tak berselang lama, akhirnya Xue Yun kembali dengan membawakan sepotong daging ke Hao long." Silahkan paman"
Hao Long dengan senang hati menerimanya dan memakannya dengan lahap. Setelah itu mereka kemudian kembali mengobrol bersama dengan berbagai topik. Namun tak berselang lama, Hao Tian akhirnya juga sadar. " Aah"
" Hao Tian, kamu telah sadar?"
" Tian'er kau sudah sadar?" Keduanya terlihat mengkhawatirkan Hao Tian namun perlahan kekhawatiran itu perlahan hilang.
" Ia ayah, akhirnya aku bertemu lagi denganmu, aku sangat merindukanmu." Ucap Hao Tian sambil tersenyum dan air mata tanpa ia sadari keluar.
__ADS_1
" Ayah juga sangat merindukanmu nak, setiap hari aku selalu mengingatmu, dan tanpa terasa kami sudah sebesar ini." Hao Long langsung memeluk Hao Tian dengan wajah penuh cemas bercampur dengan dengan senang. Suasana hatinya saat itu bercampur aduk sehingga ia tidak tahu harus berkata apa.
" Ini berkat nona Xue Yun dan pamannya sehingga kita berhasil selamat dari gua itu." Ungkap Hao long sambil menunjuk keduanya.
" Terimakasih Xue Yun dan paman karena telah membantu kami."
" Tentu saja, anggap saja itu balasan karena telah membantu aku sebelumnya." Ucap Xue Yun dengan tersenyum lebar.
" Aku hanya menolong anda karena Xue Yun tidak lebih." Ucap Xue Dao dengan nada dingin seperti biasanya.
" Apapun itu aku tetap berterima kasih."
****
Dua hari telah berlalu, Hao Tian dan Hao Long sudah mulai membaik, keduanya mulai bisa berjalan walaupun belum pulih sepenuhnya namun kondisi mereka sudah jauh lebih baik.
Dan di hari itu juga Xue Yun dan Xue Dao akan pergi seperti yang telah mereka rencanakan.
" Hao Tian, paman Hao, sampai jumpa lagi." Ucap Xue Yun sambil melambaikan tangannya ke arah mereka berdua.
" Ia hati-hati disana, jangan sampai disana di kepung lagi oleh bandit." Balas Hao Tian dengan nada bercanda.
":Itu tidak akan terjadi lagi." Ungkap Xue Yun sambil tersenyum.
" Hati-hati disana nona Xue Yun." Ucap Hao Long.
" Ia paman."
Xue Yun dan Xue Dao akhirnya berjalan ke arah seekor Griffin besar dan kemudian menaikinya. Tanpa lama-lama, akhirnya Griffin itu terbang dengan cepat dan menuju ke arah barat.
__ADS_1
Terlihat Xue Yun masih menengok ke belakang yang membuat Xue Dao bertanya." Kenapa nona? Apa ada sesuatu yang tertinggal?"
Xue Yun tidak langsung menjawabnya , ia diam beberapa saat namun setelah itu ia membalikkan wajahnya. " Tidak ada paman, aku hanya merasa sedikit sedih."