
" Sial! Sial, bocah ini sangat menjengkelkan." Jie Shi tak henti-hentinya mengumpat dengan situasi yang ia alami dan menurutnya menyebalkan.
" Baiklah bocah, kamu telah membuat aku seperti ini, maka jangan salahkan aku jiga aku memperlihatkan sisi kejamku padamu." Yu Nuren terlihat pucat karena darah yang terus keluar dari tangannya yang terpotong.
Walaupun begitu Yu Nuren dengan sigap berusaha menghentikan pendarahan di tangannya. Ia membuka bajunya dan memotongnya menjadi dua dan memberikannya pada Jie Shi potongan bajunya. " Ambil ini, gunakan untuk menghentikan pendarahan di tanganmu."
Jie Shi langsung menerima itu dan mulai membalut tangannya menggunakan kain yang ia terima. " Anak ini benar-benar menyebalkan, aku benci mengakuinya namun ia memang kuat sampai membuat kita menderita seperti ini."
" Kamu benar, ditambah identitasnya masih tidak kita ketahui tapi kemungkinan dia berasal dari luar kekaisaran ini karena aku belum pernah mendengar tentang dirinya selama ini." Yu Nuren juga mulai membalut tangannya yang terluka dan kemudian mengikat kain itu dengan erat supaya darah terhenti untuk sementara.
" Siapapun dia, dia harus mengalami penderitaan dulu sama seperti yang aku alami sebelum aku membunuhnya." Jie Shi juga sudah selesai membalut lukanya dan mengikat kain yang membalut tangannya dengan erat.
" Ayo kita periksa dia, apakah dia sudah kehilangan kesadarannya atau mungkin sudah tiada." Yu Nuren mulai bangun perlahan dan jie Shi juga demikian.
" Kamu benar, ayo kita periksa, tapi aku berharap ia tidak mati karena aku ingin ia merasakan penderitaan yang menyakitkan terlebih dahulu sebelum kematiannya.."
Mereka berdua kemudian berjalan perlahan dan mengambil pedang mereka yang terjatuh kemudian berjalan ke arah Hao Tian yang tergeletak di tanah tanpa bergerak sedikitpun.
Tak perlu waktu lama mereka kemudian tiba di dekat Hao Tian, Jie Shi langsung mulai meletakkan kakinya ke tubuh Hao Tian dan menggoyangkannya. Tapi Hao Tian tidak menunjukkan sama sekali reaksi apapun. " Apakah dia mati?"
Mendengar perkataan Jie Shi, Yu Nuren langsung berlutut dan memeriksa denyut nadi Hao Tian dari tangan dan leher serta mendekatkan telinganya ke dada Hao Tian guna memeriksa apakah jantung Hao Tian masih berdetak.
" Tidak, dia masih hidup. Sepertinya dia tak sadarkan diri karena kelelahan saja." Setelah . memeriksa Hao Tian, Yu Nuren kemudian menjawab pertanyaan Jie Shi.
" Hehehe, baguslah, kalau begitu ayo kita bawa di ke dalam gua dan mengintrogasinya disana, aku sudah tidak sabar menyiksa anak ini." Mendengar perkataan Jie Shi, Yu Nuren mengangguk pertanda setuju.
__ADS_1
Namun saat mereka akan mengangkat tubuh Hao Tian tiba-tiba ada dua buah batu seukuran kepalan tangan menuju ke arah mereka dengan cepat.
Plang! Plang?
Hal ini membuat keduanya terkejut dengan serangan yang tiba-tiba itu namun mereka berhasil menahan batu itu, tapi mereka kembali di kejutkan dengan kekuatan batu itu.
Saat mereka menahan batu itu, mereka terpukul mundur enam langkah dari tempat mereka sebelumnya dan tangan mereka tak henti bergetar karena saking kuatnya batu itu.
" Sialan! Siapa lagi yang berani menganggu Sekte Bunga Iblis, cepat keluar kamu brengsek! Jangan bersembunyi layaknya tikus." Jie Shi dalam keadaan marah dan kesal saat ini, ia sudah kesal dengan Hao Tian ditambah dengan adanya lagi pengganggu sehingga emosinya dalam masa puncaknya saat ini.
Tapi Yu Nuren berbeda, ia tetap tenang walaupun sebenarnya hatinya tidak demikian. " Jie Shi berhenti, apa kamu sudah gila?"
" Ha, apa maksudnya? Apakah kita bisa tetap tenang dengan adanya pengganggu ini."
" Aku mengerti, tapi apakah kamu lupa dengan keadaan kita saat ini. Kita saat ini masih terluka akibat pertempuran dengan bocah itu dan juga kelelahan, jadi kita sebaiknya menghindari sesuatu yang bisa membuat kita bertarung lagi. Ditambah sepertinya orang itu sangat kuat kemungkinan tingkatnya di atas kita dilihat dari betapa kuatnya ia melemparkan batu itu."
Tak lama kemudian terdengar suara seorang pria dari balik pohon." Maaf saja karena telah menggangu anda sekalian." Pria itu kemudian keluar dari balik pohon, ia terlihat memiliki kulit putih dan berambut biru, ia juga memakai pakaian putih dan berbalut dengan warna biru.
Pria itu cukup tampan serta nampak berusia 30 tahunan." Maaf saja apakah kalian bisa memberikan bocah itu padaku? Karena aku memiliki urusan dengannya." Ucap pria itu sambil terus berjalan ke arah Hao Tian yang masih tak sadarkan diri.
" Ha, enak saja, kami yang telah bersusah-payah menangkapnya namun kami dengan mudahnya mengatakan itu, aku benar-benar akan menghajarmu. Bocah ini telah membuat tanganku seperti ini, ia telah berutang banyak hal dari kami dan puluhan anak buah kami yang ia bunuh dan tanganku yang ia potong, tentu ia harus mengembalikan semua utang ini." Ucap Jie Shi dengan wajah marah.
" Tenang Jie Shi, jangan bertindak impulsif, mari kita dengarkan dulu apa sebenarnya yang ia mau." Melihat Jie Shi yang masih bertindak gegabah membuat Yu Nuren mencoba menenangkannya.
' Siapa dia? Apa hubungannya dengan bocah ini? Apakah mereka berasal dari pihak yang sama? Tidak, bukan itu seharusnya yang aku pikirkan. Sekarang ini kami tidak boleh mengambil opsi bertarung karena kami masih terluka sedangkan Pria itu pasti adalah Pendekar yang lebih tinggi dari kami, jadi kami harus tidak bertindak gegabah.' ucap Yu Nuren dalam hatinya.
__ADS_1
" Ha, apakah kita perlu mendengarkan bajingan tak tahu malu ini?"
" Tenang dulu Jie Shi." Ucap Yu Nuren sambil menekankan perkataannya.
Mendengar itu, Jie Shi mulai tentang dan perlahan menarik nafas dalam-dalam dan ia hembuskan.
" Baiklah saudara bisa saya tahu ada urusan apa dengan anak ini?" Yu Nuren mulai berbicara pada pria itu dengan nada sopan. Yu Nuren bertingkah demikian karena ia tidak mau kejadian yang ia takutkan terjadi.
" Anda tidak perlu tahu, cukup saya tahu apakah anda bisa memberikannya secara baik-baik atau sebaliknya." Ucap pria itu dengan santainya.
" Begini saudara, anak ini telah menyerang sekte kami dan membuat puluhan anak buah kami terbunuh bahkan ia sampai membuat tangan kami seperti ini. Tentu kami tidak bisa memberikan anak ini begitu saja."
" Lalu apakah kalian akan mau melalui ini dengan cara kekerasan, jika ia, maka aku dengan senang hati melakukannya." Ucap pria itu sambil lebih menekankan perkataannya.
Mendengar itu Jie Shi dan Yu Nuren mengeluarkan ekspresi jelek, jika mereka bertarung saat ini maka bisa dipastikan kalau mereka berdua akan mati. Mereka bisa merasakan kalau pria itu sangat kuat, bahkan mereka tidak yakin masih bisa menang walaupun mereka berdua bertarung dalam kondisi terkuat mereka.
Setelah menimbang-nimbang baik dan buruknya, akhirnya mereka setuju untuk memberikan Hao Tian pada pria itu.
" Karena saudara sepertinya memiliki urusan penting dengan anak ini, maka anda bisa membawanya. Kami dengan senang hati jika bisa membantu saudara menyelesaikan urusan anda dengan anak ini." Ucap Yu Nuren dengan tersenyum walaupun dengan terpaksa.
" Itu keputusan yang bagus, karena jika sampai aku mengambil langkah kekerasan maka bisa dipastikan itu tidak akan berakhir dengan baik."
" Hahaha, saudara pandai sekali bercanda." Ucap Yu Nuren dengan tersenyum sedangkan Jie Shi menahan emosinya saat ini.
" Kalau begitu aku mohon undur diri dulu.": Pria itu mengangkat tubuh Hao Tian dan mengambil pedang Hao Tian di tangan Jie Shi kemudian menghilang dari pandangan mereka.
__ADS_1
" Sial, kita benar-benar dipermalukan seperti ini." Setelah pria itu pergi, Jie Shi mulai melampiaskan kekesalannya pada sebuah batu besar dan menebaskan pedangnya berulangkali.
" Aku juga sangat kesal dan marah tapi mau bagaimana lagi, kita tidak punya pilihan, jika kita tetap keras kepala maka nyawa kita bisa melayang." Jawan Yu Nuren dengan kesal.