
Kemudian terlihat seorang pria yang tampak berusia 30 tahun turun dan memiliki warna rambut yang berwarna biru sama seperti rambut Xue Yun. Pria itu kemudian menuju kearah Xue Yun yang sedang tidak sadarkan diri
" Berani sekali kamu ikut campur dalam urusan sekte bunga iblis, cepat pergi sebelum aku menghabisimu." Xie lu yang merasa kesenangannya terganggu membuat ia sangat kesal dan tanpa henti mengeluarkan aura membunuhnya.
Namun pria itu tidak memperdulikan perkataan Xie lu dan kembali mengecek keadaan Xue Yun. Ia mulai memberikan sebuah pil dan memasukkan ke dalam mulut Xue Yun dan membantunya duduk bersila serta mengalirkan tenaga dalamnya ke tubuh Xue Yun.
" Apa yang kamu lakukan? Apakah kamu tidak mendengarku?" Xie lu kembali berteriak dengan wajah penuh amarah namun pria itu masih tidak merespon. Pria itu masih berdiam diri dan membantu Xue Yun.
" Sial, baiklah kalau kamu sendiri sudah tidak menghargai hidup kamu lagi, maka aku akan dengan senang hati mengambilnya.." Xie lu mulai berlari dan mengarahkan pedangnya ke leher pria itu.
Pang!
Tapi pas tinggal sedikit lagi pedang Xie lu mengenai leher pria itu, tiba-tiba pedangnya berbenturan dengan sesuatu yang ia tidak ketahui dan merasa bingung apa yang terjadi barusan.
Tapi melihat itu, ia merasakan bahaya dan segera kembali mundur beberapa langkah." Si.siapa kamu?" Melihat kejadian itu membuat ia merasa heran dan waspada terhadap pria di depannya.
Pria itu kemudian membuka mulutnya, " siapa aku itu tidak penting, tapi karena kamu telah membuat nona Xue Yun dalam keadaan seperti ini maka aku akan membunuhmu." Suara pria terdengar lembut namun juga terdengar serius.
" Me..memmbunuhku? Apa maksudmu?" Xie lu terlihat gagap namun ia berhasil memperbaiki cara bicaranya.
Pria itu melirik tangan Xie lu sebentar dan kemudian membuka mulutnya. " Ah, apa kamu tidak kesakitan dengan luka seperti itu?"
" Luka? Luka apa yang kamu maksud?.." sebelum Xie lu menyelesaikan perkataannya, ia tiba-tiba merasakan sakit di tangan kanannya dimana ia biasa memegang senjatanya. Namun pas ia melihat apa yang terjadi pada tangannya, wajahnya langsung berubah jelek dan berteriak histeris.
"Aarrrgg, tanganku, arrgh, tidak, apa yang terjadi pada tanganku!" Ternyata tangan kanannya telah putus dan darah terus mengalir keluar dengan deras. Hal itu membuat Xie lu merintih kesakitan sambil berguling-guling di tanah.
__ADS_1
" Aarrrgg, aarrrgg"
Tak lama kemudian, wajah Xue Yun mulai terlihat lebih baik dari sebelumnya, sedangkan pria itu kemudian mengangkat tubuh Xue Yun dan menyandarkannya ke sebuah pohon dan meninggalkannya disana.
" Ini sebagai balasan karena telah melukai nona Xue Yun" pria itu kemudian berjalan ke arah Xie lu yang masih menahan rasa sakit yang luar biasa ditangannya.
Melihat pria itu yang berjalan ke arahnya sontak membuatnya syok. Melihat kemampuan pria itu yang sangat tinggi membuat Xie lu sangat ketakutan.
Xie lu kemudian berusaha untuk berdiri ":to.. tolong jangan bunuh aku, to.. tolong." Xie lu memohon supaya tidak dibunuh namun pria itu tidak berhenti dan terus berjalan.
Pria itu sama sekali tidak mengubah wajahnya, ia terus memperlihatkan wajah tidak peduli yang menunjukkan ia sama sekali tidak mengasihani kondisi Xie lu yang terlihat mengeluarkan banyak darah.
Melihat cara memohon belas kasihan tidak berhasil Xie lu kemudian mengubah rencananya, tiba-tiba ia menggerakkan tubuhnya dengan cepat dan melarikan diri kebelakang.
Melihat itu, pria itu tampak tidak khawatir sama sekali kalau Xie lu akan berhasil melarikan diri, ia masih berjalan santai Namun tiba-tiba tubuh pria itu menghilang dan muncul di depan Xie lu yang berusaha lari.
Xie lu kembali berteriak histeris namun kali ini ia tersandung batu dan membuatnya jatuh ke tanah.
" Sudah aku bilang, kalau aku akan membunuhmu. Lebih baik kamu tidak berusaha banyak bergerak jika kamu tidak ingin tersiksa sebelum kematianmu datang." Suara pria itu masih terdengar santai namun memberikan kesan bahaya pada Xie lu yang mendengarnya.
Walaupun demikian Xie lu menahan rasa sakit yang ia rasakan dan berusaha menggerakkan badannya dan terus merangkak walaupun kedua tangannya sudah hilang tapi perlahan tubuhnya mulai bergerak.
Melihat Xie lu yang masih tidak menyerah membuat pria itu kembali berjalan ke arah Xie lu dan menatapnya.
" Kalau begitu aku akan akhiri dengan satu tebasan ini." Pria itu mulai mengangkat pedangnya sambil menatap Xie lu yang masih berjuang tapi kemudian ia menebaskan pedangnya dengan cepat dan langsung kepala Xie lu terbang dan terlepas dari tubuhnya.
__ADS_1
Setelah itu, pria itu kemudian menatap ke arah lain dan membuka mulutnya, " sepertinya pertempuran disana masih belum selesai."
****
Disisi lain Hao Tian yang tadinya diam tak bergerak namun tiba-tiba ia mengeluarkan aura yang kuat dan membuat Jie Shi dan Yu Nuren mundur beberapa langkah.
" Sekarang, apa yang sebenarnya terjadi pada bocah ini." ungkap Jie Shi yang terlihat terkejut dan waspada.
" Aku juga ingin tahu itu" ungkap Yu Nuren, ia berhenti sesaat namun ia kembali berbicara" tapi yang aku tahu kita harus segera membunuh anak ini, anak ini sangat berbahaya."
Mendengar perkataan Yu Nuren, Jie Shi mengangguk pertanda setuju, mereka kemudian terlihat bersiap menyerang kemudian bergerak bersamaan dengan cepat kearah Hao Tian.
Tapi tiba-tiba Hao Tian juga bergerak dan bersiap menyambut kedua serangan Jie Shi dan Yu Nuren. Hao Tian kemudian bergerak dengan lebih cepat dan membuat serangan mereka bertiga bertemu kemudian tubuh mereka saling berseberangan.
Pang Pang Klang!
Hasilnya Hao Tian kembali terjatuh sedangkan Jie Shi dan Yu Nuren sama sekali tidak merasakan apa-apa.
" Apa yang terjadi? Apa kita berhasil membunuhnya?" ucap Jie Shi dengan penasaran.
" Kurasa memang begitu, Aargh" setelah membalas perkataan Jie Shi, tiba-tiba Yu Nuren merasakan panas di salah satu tangannya dan pas ia melihat tangannya itu sudah tidak ada.
Tangannya sudah terpotong dan ia mengeluarkan banyak darah membuatnya berekspresi jelek dan terlihat pucat.
" Yu Nuren, apa yang terjadi pada kamu..." Sebelum Jie Shi menyelesaikan perkataannya, ia juga merasakan perasaan yang sama dengan Yu Nuren dan ternyata tangannya juga terpotong dan mengeluarkan banyak darah.
__ADS_1
" Aarrrgg." Mereka berdua berteriak kesakitan sambil memegang tangan mereka yang terpotong hingga membuat mereka berlutut di tanah.
" Apa yang sebenarnya terjadi." Ucap Jie Shi yang masih bingung dengan hal yang mereka alami.