
" Penduduk di desa ini sangat aneh, masih bingung kenapa mereka membenci orang yang berkunjung ke desa mereka." Ucap Xue Yun.
" Kemungkinan itu dikarenakan ada orang asing yang pernah berkunjung ke desa ini dan berbuat sesuatu hal yang sangat membuat para penduduk merasa marah besar sehingga mereka membenci para pendatang. Aku biasa menjumpai kasus seperti ini jadi ini menurutku biasa saja." Jawab WU Shen.
" Bagaimana denganmu?" Ucap Xue Yun pada Hao Tian yang sedang mengambil sapu di dekat pintu.
" Aku juga baru menjumpai hal seperti ini."
Mereka terus berbincang namun Hao Tian menegur keduanya. " Jika kalian masih memiliki tenaga untuk mengobrol maka sebaiknya di gunakan untuk membersihkan ruangan ini."
" Ah, kamu sangat suka merusak suasana."
" Benar kata Hao Tian, cepat kita bersihkan semua ini agar kita bisa beristirahat dan membersihkan diri."
Melihat keduanya yang mulai membersihkan membuat Xue Yun juga memutuskan untuk ikut juga walaupun raut wajahnya masih kesal.
Setelah beberapa menit, akhirnya mereka selesai membersihkan semua ruangan yang ada di rumah. " Ah sepertinya semuanya sudah bersih jadi, aku pergi mandi dulu." Tanpa menunggu jawaban Hao Tian dan WU Shen, Xue Yun langsung berjalan ke kamar mandi dan Lang menutup pintu.
" Ah kenapa dia tidak sopan sekali." Hao Tian meresa kesal dengan sikap Xue Yun sedangkan WU Shen hanya tersenyum.
Mereka bertiga kemudian bergantian untuk mandi, di dalam rumah yang mereka tinggali, terdapat dua kamar di dalamnya. Setelah mereka berbincang, mereka kemudian memutuskan satu kamar akan dipakai oleh Xue Yun sendirian dan satunya Hao Tian dan WU Shen akan berbagi kamar.
Setelah larut malam, mereka bertiga kemudian memutuskan untuk tidur karena mereka akan pergi dari desa ini pagi-pagi sekali.
Keesokan harinya sebelum matahari terbit Hao Tian dan WU Shen bangun dan memanggil Xue Yun supaya bangun dan bersiap segera pergi. Xue Yun akhirnya bangun walaupun ia masih sangat mengantuk namun ia tetap memaksakan tubuhnya untuk bersiap pergi.
Ini dikarenakan Xue Yun merasa tidak nyaman berada di desa ini dan ingin segera pergi walaupun ia masih mengantuk.
" Ayo kita pergi."
Setelah mereka bersiap-siap, mereka kemudian pergi dari desa tanpa berpamitan terlebih dahulu pada kepala desa. Hal ini dikarenakan kepala desa yang tidak berada di rumahnya sehingga mereka kemudian memutuskan untuk pergi saja.
" Apa kalian tidak merasa aneh tadi, saat kita pergi keadaan desa sangat sepi seakan mereka meninggalkan desa mereka. Dan juga kepala desa juga tidak ada dirumahnya." Xue Yun masih penasaran dengan para penduduk desa yang menghilang.
__ADS_1
Saat mereka menemui kepala desa namun ia tidak menemukannya dan juga para penduduk tidak ada yang terlihat saat mereka akan pergi seakan desa itu di tinggal begitu saja.
" Sudah tidak perlu di pikirkan, lebih baik kita cepat bergegas ke kota supaya kita bisa meminta bantuan untuk mengalahkan siluman beruang." Hao Tian masih mengingat perkataannya.
" Itu benar, ayo kita percepat langkah kita." Atas perkataan WU Shen mereka kemudian berlari menjauh dari desa. Setelah berlarian selama puluhan menit tiba-tiba terdengar suara musik tidak jauh dari mereka.
Karena suara itu ketiganya berhenti. " Kenapa ada suara musik di sini? Apakah ada acara pernikahan?" Tanya Xue Yun.
" Kamu gila, siapa yang akan menikah ditengah hutan seperti ini, belum lagi siluman yang ada di hutan ini sangat banyak jadi tidak mungkin ada acara pernikahan di sini." Ucap Hao Tian.
" Lebih baik kita pastikan saja dan mencari sumber suara itu." Setelah mengatakan itu WU Shen langsung bergerak dan mencari sumber suara itu tanpa menunggu jawaban Hao Tian dan Xue Yun.
" Wah kenapa dia pergi begitu saja, mungkin karena dia berteman denganmu sehingga sifat burukmu berpindah padanya." Xue Yun kemudian mengikuti WU Shen dari belakang.
Hao Tian hanya bisa menghela nafas dan hanya bisa mengikuti keduanya. Setelah beberapa lama, akhirnya sumber suara itu ditemukan.
Itu bersumber dari puluhan orang dan lima dari mereka sedang memainkan musik berupa gendang. Dan di belakang pemain musik ada seorang bocah yang terlihat berusia 10 tahun sedang di ikat di sebuah kayu yang diangkat oleh empat orang dan anak itu menangis histeris sambil memanggil ibunya.
";Apa yang terjadi? Apa yang dilakukan oleh orang-orang ini?" Tanya WU Shen yang sangat kesal dengan apa yang orang-orang itu lakukan pada bocah itu. Sampai ia ingin menemui orang-orang itu namun di hentikan oleh Hao Tian." Tunggu dulu, kita perhatikan saja dulu dari jauh apa yang mereka lakukan."
" Aku tahu, tapi..." Saat Hao ingin membalas perkataan WU Shen, tiba-tiba keduanya dihentikan oleh suara Xue Yun.
" Teman-teman, bukankah mereka adalah penduduk desa yang di mana kita tinggal sebelumnya, lihat itu adalah kepala desa." Xue Yun menunjuk ke arah seorang dari salah satu puluhan orang.
Terlihat itu seorang pria berusia empat puluh tahun, dan tak salah lagi, itu benar adalah kepala desa.
" Benar itu kepala desa, tapi apa yang ia lakukan disini?" Hao Tian juga melihat ke arah Xue Yun menunjuk dan ia menemukan kepala desa yang memberi mereka tempat tinggal sebelumnya.
";Ayo kita ikuti dulu, apa yang akan mereka lakukan pada bocah yang mereka ikat." Ucap Xue Yun sambil menatap WU Shen. Walaupun WU Shen tidak ingin menunggu namun setelah dibujuk oleh Hao Tian dan Xue Yun, ia akhirnya setuju dan mengikuti kemana penduduk desa akan pergi.
Setelah mereka mengikuti para penduduk desa akhirnya mereka di suatu tempat beberapa kilometer dari desa mereka. Namun Hao Tian merasa tidak asing dengan tempat yang di datangi oleh penduduk desa.
Mereka berusaha mengingat namun mereka sedikit lupa, sampai suara Xue Yun mengagetkan keduanya. " Bukankah ini tempat siluman beruang itu berada."
__ADS_1
Hao Tian dan WU Shen terkejut dan melihat-lihat sekitar dan benar saja, ini memang benar tempat mereka bertemu dengan siluman beruang. Itu dibuktikan dengan adanya bekas pertempuran mereka yaitu sebuah pohon besar yang tumbang akibat tendangan siluman beruang.
Setelah memastikan itu, WU Shen tambah lebih marah dari sebelumnya dan langsung keluar dari tempat persembunyiannya dan langsung menuju ke arah penduduk desa.
Hao Tian dan Xue Yun juga tidak menghentikan langkah WU Shen dan malah ikut turun bersama menemui para penduduk desa.
WU Shen datang terlebih dahulu dan mengagetkan penduduk desa karena kedatangannya yang tiba-tiba." Apa yang kalian lakukan?"
Dan juga Hao Tian dan Xue Yun juga mulai tiba dan berdiri di samping WU Shen." Apakah kalian akan menumbalkan anak itu?" Ucap Hao Tian.
Melihat ketiganya yang berada di sini membuat mereka terkejut beberapa saat, namun kemudian kepala desa bersuara." Ini bukan urusan kalian, cepat pergi dari sini."
" Maaf saja kami tidak akan membiarkan kalian, apakah kalian sudah gila menumbalkan apalagi seorang anak-anak sebagai makanan siluman itu." Ucap WU Shen.
" Jadi kalian sudah tahu tentang siluman itu, memang benar kami ingin menumbalkan anak ini, tapi apakah itu salah, kami hanya mengorbankan satu nyawa demi menyelamatkan orang banyak."
" Apa maksudmu?" WU Shen tidak tahu maksud dimana mereka akan menyelamatkan banyak nyawa.
" Tentu saja kalian tidak tahu karena tidak hidup di desa kami, karena desa kami selalu di serang oleh raja siluman, sehingga kami membutuhkan pelindung demi melindungi kami, jadi kami memutuskan setiap 6 bulan sekali kami akan memberikan tumbal pada raja dari siluman di hutan ini sehingga ia bisa tenang dan tidak menggangu desa kami lagi sehingga kami masih bisa hidup sampai sekarang."
" Kalian gila, dari mana kalian tahu kalau yang melindungi desa kalian adalah siluman beruang itu." Ucap Hao Tian.
" Kami tahu dari setiap kami memberikan tumbal, dia sama sekali tidak ke desa kami selama beberapa bulan kedepan."
" Jawaban kalian tidak menyakinkan."
" Terserah anda percaya atau tidak, Lagi pula bukan tugas kami untuk membuat kamu percaya."
Namun tiba-tiba WU Shen bersuara." Jika kami mengalahkan siluman itu, apakah kalian akan berhenti memberikan tumbal?"
Hao Tian dan Xue Yun terkejut dengan perkataannya dan berniat menghentikan kebodohannya. Namun kepala desa segera menjawab pertanyaan WU Shen. " Itu benar jika kalian bisa mengalahkannya dalam tiga hari maka kami akan berhenti membawa tumbal."
" Baiklah, maka aku akan membunuh siluman itu, dan kalian tetap di sini." Setelah berkata demikian WU Shen langsung berjalan menuju di mana siluman beruang berada, namun Hao Tian dan Xue Yun berusaha menghentikannya."
__ADS_1
" Bukankah kita sudah sepakat akan meminta bantuan pada orang lain demi mengalahkan siluman itu."ucap Hao Tian dan Xue Yun juga memberikan masukan. " Benar jangan terbawa perasaan."
" Itu memang benar, namun situasinya saat ini tidak memungkinkan kita untuk itu, jadi aku sudah membulatkan tekadku, jadi jika kalian tidak mau ikut bertarung maka kalian tidak perlu ikut, aku tidak akan memaksa kalian atau membenci kalian karena keputusan yang telah kalian buat." Ucap WU Shen sambil meninggalkan Hao Tian dan Xue Yun.