Legenda Hao Tian

Legenda Hao Tian
ch. 39 tidak terduga


__ADS_3

' Tidak ada pilihan lain, aku harus menggunakan ilmu pedang kekosongan. Aku sudah dari dulu menguasai ilmu pedang ini lebih tepatnya sepuluh dari dua puluh jurus, namun tubuhku masih belum siap untuk mengeluarkannya. Setiap aku melatih ilmu pedang ini, pasti aku akan merasa sesak nafas dan tubuhku juga lemas secara perlahan. Tidak, apa yang aku pikirkan? Bukan hal itu yang harus aku perhatikan, bisa atau tidak bisa aku harus melakukannya. Itulah alasan aku berlatih selama ini, jadi aku tidak boleh kalah.' ucap Hao Tian dalam hatinya.


Hao Tian kemudian mulai bersiap-siap kembali untuk melakukan serangan.


" Jurus pedang kekosongan" Hao Tian memegang erat pedangnya dan mengeluarkan lebih banyak tenaga dalam dari biasanya. " Kilatan petir bergemuruh."


Seketika Hao Tian bergerak sangat cepat ke arah Huo Lei dan mengarahkan serangan padanya.


Huo Lei yang melihat itu terkejut sejenak dengan tekanan yang di keluarkan Hao Tian namun ia tersadar dan bersiap menerima serangan itu.


Klang!!


Saat Huo Lei menerima serangan Hao Tian, ia terpukul mundur sepuluh langkah dan ia berusaha agar ia tidak terjatuh oleh akibat serangan itu.


' Apa-apaan ini, tiba-tiba gaya berpedangnya berubah. Jauh lebih kuat dan tajam dari sebelumnya, anak ini sungguh merepotkan. Ia tidak henti-hentinya memberikan perlawanan.' Huo Lei sadar akan perubahan Hao Tian dan mulai lebih berhati-hati dalam melawannya.


' Lagi, jangan beri dia kesempatan untuk beristirahat ataupun melakukan serangan balik.' Hao Tian mulai memasang kuda-kuda untuk gerakan selanjutnya.


" Jurus pedang kekosongan, badai seribu bunga." Hao Tian memutarkan pedangnya dan dari itu mulai tercipta angin di sekitar Hao Tian. Angin itu tiba-tiba membesar dan di antara angin itu tercipta berbangai bentuk bunga yang berasal dari angin dan sekarang berubah jadi Bunga.


" Kau pikir hanya kamu yang memiliki jurus pamungkas, tapi sayangnya itu salah. rasakan ini jurus api neraka, api penghancur!"


Huo Lei juga tidak ingin kalah, dan juga ia tidak ingin mengambil resiko lagi. Huo Lei sudah merasakan satu jurus pamungkas Hao Tian yang kuat, bahkan tangan dan kakinya bergetar saat ia menahan serangan itu. Jadi ia mulai serius menghadapi Hao Tian dengan jurus pamungkasnya juga.


Klang!!


Kedua serangan itu kemudian bertemu dan menciptakan gelombang kejut yang lebih besar dari sebelumnya. Bahkan beberapa pohon hancur dan tumbang akibat gelombang itu.


' sial! Dari tadi setiap jurus yang aku keluarkan berhasil terus ia hadapi, aku harus cepat mengalahkannya. Pertarungan dalam waktu lama akan jelas merugikan aku.' Ucap Hao Tian dalam hatinya.


' Bocah ini sangat tidak biasa, ia memiliki ilmu pedang yang tidak biasa di tambah jurus-jurus yang kuat. Belum lagi semua jurus yang ia keluarkan masih sangat asing aku lihat, walaupun aku sudah tiga puluh tahun menjadi seorang pendekar tapi aku belum menemukan atau mendengar ilmu ini. Hal ini juga menjadi kerugian ku karena tidak bisa memprediksi jurus seperti apa yang akan ia keluarkan.'


Klang Klang Klang


Mereka terus kembali jual beli serangan sampai tidak terasa mereka sudah mengeluarkan puluhan jurus namun mereka belum berhasil mendaratkan serangan satu sama lain.

__ADS_1


" Jurus pedang kekosongan, naga menelan bulan." Meluncur dengan cepat ke arah Huo Lei.


Huo Lei berusaha bereaksi dengan menghindar namun kecepatan Hao Tian yang tiba-tiba membuat ia salah memperhitungkan, dan akhirnya tebasan Hao Tian mengenai dada Huo Lei dan menggali sedalam 1 cm.


Hal ini membuat Huo Lei segera mundur untuk memeriksa keadaan dadanya. ' sial! Bocah kurang ajar itu benar-benar menyebalkan.' walaupun nyawa Huo Lei tidak terlalu terancam namun hal ini sudah cukup untuk membuat ia khawatir. Dari luka itu Huo Lei merasa kesakitan dan darah tak henti menetes.


" Kamu lebih tangguh dari yang kuduga, sangat menarik." Huo Lei memulai percakapan demi berusaha bisa membuat celah namun Hao Tian tidak menggubris perkataannya, walaupun demikian ia tidak menyerah.


" Jurus-jurus yang kamu keluarkan sangat kuat dan tajam, namun itu di pakai oleh seorang bocah sombong seperti kamu membuat jurus itu sangat di sayangkan."


" Kamu memang kuat bocah, tapi kamu masih terlalu muda sepuluh tahun untuk mengalahkan aku. Di tambah terlalu ceroboh, terlalu gegabah yang hanya bisa diandalkan hanya mulutmu yang pandai saja untuk menghina orang."


Huo Lei terus memprovokasi Hao Tian namun Hao Tian tidak bergeming. Hao Tian terus fokus menyerang dan bertahan saat menghadapi Huo Lei.


Klang Klang Klang


Mereka terus beradu pedang sampai beberapa saat keduanya mulai terlihat kelelahan dan nafas mereka mulai terasa berat.


" Bocah keras kepala! Walaupun kamu bekerja keras namun itu tidak akan merubah apapun, kamu hanya membuang-buang waktu dan tenaga saja."


" Jika memang seperti itu maka seharusnya kamu bisa mengalahkan aku dengan mudah, Kenapa kamu terus memintaku untuk menyerah? Bukankah kamu mulai khawatir dengan apa yang akan terjadi jika ini terus berlanjut." Hao Tian berusaha membalas perkataan Huo Lei walaupun dengan nada yang sedikit ngos-ngosan.


" Benarkah? Jika kamu terus seperti itu, maka ini akan jadi kekalahan kamu."


Hao Tian mundur beberapa langkah dan kembali memasang kuda-kuda, bersiap melepaskan jurus.


' Sial! Nafasku mulai tidak stabil dan tubuhku mulai secara perlahan lemas dan jantungku berdetak sangat cepat ditambah rasa sakit di seluruh bagian tubuhku membuat aku bisa pingsan kapan saja. Karena terlalu lama menggunakan ilmu pedang kekosongan membuat semua urat di tubuhku terasa mau meledak semua.' Ucap Hao Tian yang walaupun di luar ia terlihat tenang namun di dalam hatinya ia sangat menderita menahan rasa sakit, tanpa ia sadari kalau tubuhnya mulai bermandikan keringat dingin.


' aku tidak boleh terus seperti ini, aku harus segera mengakhiri pertempuran ini. Seluruh tubuhku juga mulai lemas karena luka yang bersarang di dadaku di tambah aku sudah kelelahan, jika terus seperti ini aku takut jika pertempuran ini tidak akan sesuai dengan apa yang aku inginkan.' Huo Lei juga mulai cemas dengan kondisi saat ini yang mulai tidak berpihak padanya, keringat dingin juga membasahi tubuhnya.


Huo Lei yang melihat itu juga mundur beberapa langkah dan waspada akan jurus yang Hao Tian akan keluarkan.


" Karena kamu terus memaksa aku maka jangan salahkan aku karena tidak menahan diri lagi." Huo Lei juga mulai mempersiapkan jurus demi mengakhiri pertempuran ini secepatnya.


" Kalau begitu jangan sungkan untuk maju kapan saja." Ucap Hao Tian dengan senyum mengejek.

__ADS_1


" Jurus pedang api neraka, api kutukan raja iblis." Huo Lei meluncur dengan cepat ke arah Hao Tian dengan penuh nafsu membunuh. Gelombang pedang Huo Lei memunculkan hawa yang sangat panas di tubuhnya dan sekitarnya yang membuat ia seperti api itu sendiri.


" Kalau begitu aku juga tidak akan menahan diri juga."


" Jurus pedang kekosongan" Hao Tian mulai mengalirkan lebih banyak tenaga dalam pada pedang yang ia pegang." Malam terkutuk." Hao Tian tak mau kalah. Gelombang pedang yang ia keluarkan memunculkan gelombang kejut berwarna hitam pekat yang seakan bisa melahap apapun.


Pang!! Bushh!


Ketika serangan keduanya saling bertemu membuat ledakan dan menghancurkan sekitaran mereka sejauh sepuluh meter. Dari itu keduanya terhempas mundur beberapa langkah namun Huo Lei terlihat terluka dan batuk darah sedangkan Hao Tian hanya merasa lemas saja di sekitar kedua tangannya.


Melihat Huo Lei yang terluka membuat Hao Tian tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Ia langsung bersiap meluncurkan serangan selanjutnya


" Jurus pedang kekosongan, malam seribu bulan." Seketika Hao Tian meluncur ke arah Huo Lei dan menebaskan puluhan tebasan yang tak terhitung jumlahnya.


Melihat serangan Hao Tian yang membabi buta sekaligus menyeramkan membuat ia bergidik. Ia berusaha menghindar namun serangan Hao Tian sangat cepat sehingga ia tidak ada waktu untuk itu.


Huo Lei akhirnya memutuskan untuk mengangkat pedangnya guna menahan serangan Hao Tian.


Namun kejadian yang Huo Lei takuti akhirnya terjadi. Beberapa tebasan Hao Tian mendarat di pedang Huo Lei namun hal itu malah menyebabkan pedangnya patah. Sementara Hao Tian tidak menghentikan serangan lainnya.


Akhirnya puluhan tebasan mengenai Huo Lei dan membuat ia terluka sangat parah sampai membuat ia teriak kesakitan. Tubuh Huo Lei benar-benar tercabik dan membuat ia bermandikan darah. Oleh karena itu ia langsung tertunduk dan menancapkan pedangnya supaya itu bisa menyanggah tubuhnya yang sekarat.


" Aaargh!!."


Hao Tian juga tertunduk karena kelelahan serta menancapkan pedangnya guna menahan badannya agar tidak jatuh, hal ini diakibatkan terlalu memaksakan tubuhnya untuk terus menggunakan ilmu pedang kekosongan.


" Kau kalah." Ucap Hao Tian dengan nafas yang masih ngos-ngosan.


" He he he, aku benar tidak menyangka kalau hidupku akan berakhir di tangan seorang bocah." Huo Lei tertawa kecil karena kekalahannya yang memalukan.


" Anggap saja ini sebagai karma atas apa yang kamu lakukan selama ini. Jadi apakah ada kata-kata terakhir?" Ucap Hao Tian sambil berjalan pelan menuju Huo Lei yang tertunduk.


Huo Lei tidak langsung menjawabnya, ia hanya mengatur nafasnya yang sudah tak karuan, namun ia akhirnya menjawabnya sesaat kemudian.


" D.. dasar monster."

__ADS_1


Mendengar itu Hao Tian langsung menebas dengan cepat ke arah leher Huo Lei dan membuat lehernya lepas dan terbang jatuh beberapa meter dari tubuh Huo Lei.


" Terimakasih atas pujiannya." Ucap Hao Tian dengan nada dingin sambil menatap tubuh yang sudah tak bernyawa lagi.


__ADS_2