Legenda Hao Tian

Legenda Hao Tian
ch 30 budak


__ADS_3

Pagi harinya hao tian mulai melakukan aktivitas harian, dalam beberapa bulan para anak-anak yang sedang dilatih sudah tidak perlu lagi di suruh latihan atau bangun tidur, tapi mereka mulai melakukannya sendirinya, sehingga para guru seperti long xuan dan Huo yu hanya akan memperhatikan mereka dari jarak jauh dan melihat kemandirian para anak-anak.


Hal ini juga membuat hao tian tidak perlu lagi mengawasi para anak-anak, sehingga ia lebih memfokuskan untuk pertumbuhan ilmu bela dirinya, dengan sedikit latihan pedang pada pagi hari dan mengonsumsi pil peningkat tenaga dalam.


Sehingga pertumbuhan hao tian tidak terganggu karena mengajar para anak-anak, dan di antara anak-anak, yang ternyata tertarik dengan ilmu pengobatan adalah xu kai.hao tian juga merea senang karena menurutnya juga kalau xu kai memiliki bakat untuk membuat pil. jadi hao tian selalu meluangkan waktunya untuk mengajari xu kai saat mereka sudah selesai latihan yaitu pada jam malam, di mana para anak bebas beraktivitas sehingga waktu ini cocok untuk latihan pengobatan dan tidak menganggu latihan yang telah di jalani xu kai.


Pagi harinya hao tian mulai berlatih, dan setelah selesai ia mulai sedikit jalan-jalan untuk melihat kota guna mencari suasana baru. Di sana ia mengunjungi paviliun cahaya bulan untuk melihat kondisinya, namun ia tidak melihat sesuatu yang perlu ia khawatirkan.


hao tian pun pergi dan kembali berjalan jalan sekitar pasar, disana banyak terlihat aneka macam makanan yang di jual dan banyak pedagang yang melakukan transaksi disini.


dari yang terlihat kondisi keuangan kota ini cukup stabil walaupun kota ini dibawah pengaruh walikota yang menurut hao tian tidak bertanggung jawab, namun itu tidak terlalu menggangu roda perekonomian kota ini.


Hal ini cukup wajar dimana kota ini adalah salah satu kita pelabuhan terbesar yang ada di kekaisaran song, yang membuat banyak pedagang yang melewati kota ini terlebih dahulu ketika ingin menyeberang ke kota lain.


Sehingga kota ini terlihat banyak dagangan yang berasal dari kota lain dan tidak sedikit berasal dari kekaisaran lain.


Namun tiba-tiba terlihat banyak anak-anak yang terlihat berusia belasan tahun dan kaki dan tangan mereka di borgol dan dirantai serta dengan kondisi badan yang sedikit kurus yang membuat perhatian hao tian tertuju pada mereka.


Karena penasaran hao tian bertanya ke salah satu pedagang di dekatnya. " Tuan, siapa mereka? kenapa mereka melakukan tindakan keji seperti itu pada anak-anak itu?"


" tuan, mereka adalah pedang budak, dan kurasa anak-anak itu budak mereka yang didapatkan dari Perang saudara yang terjadi di kekaisaran Fuji. dan sebaiknya tuan jangan ikut campur dengan urusan mereka jika tidak akan terkena masalah " kata pedang tersebut.


" Oh jadi begitu.."


tiba-tiba hao tian merasakan diantara anak-anak itu terdapat beberapa anak sudah berada di tahap pendekar tinggi hal ini membuat hao tian terkejut dan penasaran sehingga ia mencoba lebih memperhatikan para anak-anak itu.


Akhirnya ia berhasil menemukan anak itu, yaitu dua anak satu anak laki-laki dan satu anak perempuan. ' kemungkinan kedua anak itu adalah anak pendekar dari kubu yang kalah saat dalam perebutan kekuasaan. Sungguh miris, anak berbakat seperti mereka menjadi budak ' ucap hao tian dalam hatinya.


' namun mereka akan menjadi tambahan yang bagus guna lebih meningkatkan paviliun yang akan aku bangun, aku akan mencoba merekrut mereka jika mereka mau namun jika tidak, ya bagaimana lagi, aku hanya akan mengiklaskannya '

__ADS_1


Pelan hao tian mendekati pedagang yang terlihat seperti pemimpin pedagang budak, " tunggu sebentar tuan, apakah anda menjual anak-anak ini?"


" itu benar, tapi siapa anda?, Jika anda ingin membeli maka kami bisa mempersilahkan, namun jika anda hanya mengalangi seperti pria yang menyunjung keadilan dan berkata " lepaskan mereka " maka anda sedang dalam masalah besar sekarang " ucap pedagang budak.dengan nada sedikit ditekankan.


" itu tidak benar, aku hanya ingin membeli beberapa budak, jika anda memperbolehkan bisakah saya melihat-lihat sebentar " ucap hao tian.


" Oh jika memang seperti itu, maka anda di persilahkan, silahkan tuan lihat-lihat yang mana menurut anda sesuai dengan selera anda "


hao tian mulai berjalan ke arah para budak, dan kemudian langkah kakinya berhenti di kedua anak yang menurutnya berada di hatap pendekar tingkat tinggi.


" Apakah aku bisa berbicara sendiri dengan anak ini? " Ucap hao tian


" Tapi tuan bagaimana jika anda menipu kami dan membawa mereka lari, jujur saja kedua anak itu cukup berharga, jadi kurasa itu tidak bisa di lakukan "


" Jika begitu berapa harga kedua anak ini? "


" Anggap itu sebagai jaminan.." ucap hao tian dan langsung menebas borgol dan rantai yang mengikat kedua anak itu dan membawa mereka sedikit menjauh dari tempat mereka sebelumnya.


" Apa yang ingin kamu mau.?" ucap anak laki-laki itu


" Oh aku ingin merekrut kalian, jika kalian bersedia maka aku akan membawa kalian berdua.." ucap hao tian sambil tersenyum.


" Hmm kalian sama saja kalian hanya ingin memanfaatkan kami.."


" Woi teman tidak ada di dunia ini yang gratis, anggap saja ini seperti bisnis yang saling menguntungkan, bagaimana menurutmu? "


" Memangnya kamu tahu apa yang kami inginkan " tanya anak laki-laki


" Tentu saja, kalian pasti ingin balas dendam bukan.."

__ADS_1


kedua anak itu agak terkejut dengan tebakan pemuda yang di depannya saat ini, hanya dengan sekali tebakan ia langsung mengenai sasaran.


" Dari mana anda tahu kalau kami ingin balas dendam dan pada siapa kami balas dendam?" ucap anak perempuan.


" Aku tidak tahu kalian akan balas dendam dengan siapa, yang jelas mata kalian bisa menunjukan hal itu, dimana aku sendiri juga memiliki mata seperti kalian, mata yang ingin balas dendam "


Kedua anak itu juga melihat mata hao tian dimana hao tian memiliki mata yang sama dengan mereka yaitu mata yang di penuhi dengan kemarahan. dan aku mereka tahu kenapa hao tian langsung tahu tentang balas dendam mereka.


" Jika kalian mau bergabung denganku, maka aku berjanji akan membantu kalian untuk balas dendam, bagaimana menurut kalian? Cukup masuk akal bukan?"


kedua anak itu sedikit berdiskusi dan kemudian memutuskan, " kami setuju tapi kami ingin mengajukan syarat, anggap saja sebagai menilai ketulusan anda " ucap anak laki-laki.


" Lalu, apa itu..?"


" Aku ingin kamu juga membeli semua anak yang bersama kami jika anda menyetujuinya maka kami juga dengan senang hati bersedia jadi anak buahmu."


" Oh hanya itu, maka saya setuju..." ucap hao tian dengan senyum puas.


Respon hao tian yang acuh tak acuh membuat kedua anak itu terkejut, biasanya orang tidak akan menyia-nyiakan uangnya dengan barang yang tidak mereka sukai namun hao tian berbeda. ia langsung menyetujui syarat kedua anak itu seakan itu bukan hal perlu di permasalahkan.


Tak lama kemudian hao tian dan lainnya kembali ke tempat penjual budak, " aku juga akan membeli semua anak ini.., hitung semua harganya" ucap hao tian santai


Semua orang yang mendengar itu langsung cukup terkejut, namun berbeda dengan penjual budak yang langsung girang dan memperlakukan hao tian dengan sopan.


" Tuan jumlah anak-anak ini semuanya ada 120, jika anda ingin membeli mereka maka anda harus membayar 20 koin emas " ucap pedang budak sambil tersenyum.


" ini ambil.." hao tian mulai mengeluarkan 20 koin emas dari cincin ruang miliknya dan langsung memberikannya pada pedagang budak. " Dengan ini semuanya beres bukan?" Ucap hao tian.


" Tentu tuan.." pedagang budak langsung mengantongi koin emas itu dan menyuruh para anak buahnya melepaskan rantai pada anak-anak. dan hao tian pun membawa para anak-anak itu ke tempat yang sudah ia rencanakan.

__ADS_1


__ADS_2