
Beberapa menit kemudian berlalu, Hao Tian dan Xue Yun sudah selesai bersiap-siap dan keluar dari ruangan mereka masing-masing.
" Ayo pergi." Hao Tian melirik Xue Yun sebentar dan kemudian memintanya untuk pergi.
" Hah" Xue Yun masih sedikit kesal karena mereka berangkat dengan terburu-buru sehingga membuat ia tidak bisa menikmati semua makanannya yang telah mereka pesan namun ia tetap menuruti dan mengikuti Hao Tian.
Saat mereka akan keluar dari penginapan, mereka bertemu dengan WU Shen yang baru dari luar. Melihat Hao Tian dan Xue Yun yang terlihat membawa beberapa barangnya membuat ia penasaran dan bertanya. " Oh, kalian akan pergi hari ini? Kenapa tiba-tiba sekal?"
" Kami harus segera pergi hari ini karena ada urusan mendesak jadi kita akan berpisah disini." Ucap Hao Tian.
" Benarkah, apakah anda butuh bantuan saya?" WU Shen menduga Hao Tian sedang terlibat masalah sehingga ia menawarkan bantuannya.
" Itu tidak perlu, ini hanyalah masalah pribadi tidak perlu melibatkan orang luar. Lagi pula masih ada yang perlu anda lakukan disini jadi anda tidak perlu pergi."
" Kalau begitu aku hanya bisa mendoakan kalian berdua baik-baik saja dalam perjalanan." Ucap WU Shen sambil menyatukan kedua tangannya.
" Terima kasih, kalau begitu kami pamit." Hao Tian kemudian berjalan meninggalkan WU Shen di belakangnya.
Setelah mereka mulai jauh dari penginapan, Xue Yun kemudian membuka mulutnya. " Kenapa kamu menolak bantuan si botak? Kurasa dia bisa berguna, dimana ilmu bela dirinya berada di tahap pendekar ahli."
" Aku tidak ingin melibatkan orang luar di masalah pribadiku."
" Lalu bagaimana dengan aku, bukankah aku juga orang luar disini?" Mendengar perkataan Xue Yun, Hao Tian tidak menjawab dan hanya tersenyum.
__ADS_1
' kenapa dia tersenyum seperti itu? Aku sama sekali tidak menyukai senyumnya, dasar aneh.' Ucap Xue Yun dalam hatinya.
Setelah beberapa lama mereka kemudian keluar dari kota dan mulai berlari ke dalam hutan.
Beberapa jam telah berlalu dan malam telah tiba, Hao Tian dan Xue Yun kemudian berhenti tidak jauh dari sebuah gua yang di jaga oleh sepuluh orang dewasa bersenjata.
" Kita berhenti dulu di sini, aku lelah." Ucap Xue Yun yang duduk bersandar di bawah pohon dengan nafas yang ngos-ngosan dan keringat yang bercucuran.
Namun Hao Tian tidak mendengarkan perkataan Xue Yun dan masih berdiri sambil memperhatikan gua di depannya.
Melihat itu Xue Yun jadi kesal dan memukul kaki Hao Tian. " Apa yang kamu lihat sampai tidak mendengar aku." Xue Yun masih belum mengetahui kalau ada gua yang di jaga oleh beberapa orang tidak jauh dari mereka, sehingga ia bingung dengan tindakan Hao Tian yang seperti sedang mengawasi sesuatu.
" Kita telah tiba di mana ayahku di tahan, jadi bersiaplah kita akan segera bertarung."
" Tenang saja aku tidak akan menyerang sekarang, kita masih lelah jadi kita beristirahat dulu dan memulihkan tenaga dalam kita. Kemudian kita akan memikirkan rencana kita dalam menyelamatkan ayahku."
" Ya, kalau begitu aku setuju, kita beristirahat dulu."
Hao Tian kemudian duduk bersila di dekat Xue Yun, melihat itu Xue Yun juga ikut bersila bermaksud memulihkan tenaga dalam mereka.
Satu jam kemudian mereka mulai membuka mata, tenaga dalam mereka mulai pulih dan rasa lelah juga sudah hilang, akhirnya mereka kembali lagi memperhatikan gua didepan mereka dan memikirkan rencana dalam menyelamatkan ayah Hao Tian.
" Baiklah aku sudah dapat ide, aku akan menyerang mereka yang bermaksud untuk mengalihkan semua perhatian mereka jadi tugas kami hanyalah masuk dan membawa ayahku keluar. Apa kamu mengerti?"
__ADS_1
" Aku mengerti rencana kamu tapi ada masalah, aku tidak pernah melihat ayahmu jadi bagaimana bisa aku mengenali ayahmu? Dan kurasa ada banyak tawanan selain ayah kamu jadi aku butuh sesuatu yang bisa membuat aku mengidentifikasi ayahmu."
Hao Tian kemudian mengeluarkan sebuah lukisan dari cincin ruang miliknya. " Ini ayahku, lihat baik-baik dan ingat."
Xue Yun kemudian mengambil lukisan itu dan memperhatikan lukisan itu seksama. " Ia, kalau ada ini maka tugas saya akan lebih mudah, jadi kamu harus melakukan tugas kamu dengan baik dan bertarung dengan serius sehingga mata semua orang tertuju pada kamu dan aku akan memanfaatkan momen itu."
" Aku tahu, tidak perlu mengkhawatirkan aku, lebih baik kamu pikirkan tugas kamu nanti."
" Tenang saja, aku akan melakukannya dengan sangat baik. Aku akan membawa ayah kamu dengan selamat." Ucap Xue Yun dengan percaya diri.
" Baguslah kalau kamu percaya diri seperti itu, aku juga tidak akan khawatir. Kalau begitu aku akan pergi tunggu aba-aba dariku sebelum kamu masuk."
" Tenang saja, aku mengerti."
Hao Tian kemudian berjalan kearah gua yang di jaga oleh beberapa orang. Tak perlu waktu lama para penjaga kemudian merasakan ada seorang yang mendekat dan melihat ke arah Hao Tian.
" Siapa itu, anda tidak boleh kesini jika anda tidak ingin mati." Ucap salah satu penjaga. Tapi Hao Tian tidak menjawab dan terus berjalan.
" Jika anda tidak mendengar perkataan kami, maka kami akan berbuat kasar." Teriak penjaga lainnya.
Namun Hao Tian masih tidak menjawab dan malah mengeluar sebuah pedang di tangannya, hingga suaranya mulai terdengar.
" Kemarilah kalian semua, aku akan memotong-motong tubuh kalian." Ucap Hao Tian sambil melepaskan hawa membunuhnya.
__ADS_1