Legenda Hao Tian

Legenda Hao Tian
ch. 22 PENYELESAIAN


__ADS_3

' Aku harus menyelesaikannya dengan cepat ' Hao Tian melepaskan ilmu pedang bulan purnama, cahaya bulan purnama. Dalam satu tarikan nafas saja ia sudah menghabisi sepuluh orang yang mengerumuninya.


Perompak yang terlalu mengantuk akibat bau bunga anggrek hitam yang telah Hao Tian sebar sebelumnya membuat mereka tidak siap bertarung,


Hal ini memberi celah pada Hao Tian dan membuat mereka jadi santapan empuk bagi Hao Tian. Dan satu persatu nyawa mereka menjadi korban keganasan pedang Hao Tian.


" Sial dari mana datangnya dia? Kenapa tidak ada yang melaporkannya."


" Serang!! Jangan biarkan dia beristirahat."


" Sial karena rasa mengantuk ini kita tidak bisa bertarung dengan segenap kekuatan kita."


Karena kedatangan Hao Tian yang tiba-tiba membuat mereka tidak siap dan banyak dari perompak mati dengan begitu mudahnya.


Puluhan perompak bergerak secara bersamaan, dan masing-masing mereka menyerang dari jarak dekat maupun jarak jauh dengan menggunakan senjata rahasia.


Mereka sadar kalau kemampuan Hao Tian sangat tinggi sehingga menggunakan segala cara untuk mengalahkannya.


Melihat puluhan senjata rahasia yang melesat ke arahnya tidak sama sekali membuat Hao Tian bergeming, ia malah menggunakan pedangnya dengan cepat bergerak untuk menangkis semua senjata rahasia itu.


" bagaimana bisa?"


Melihat Hao Tian yang berhasil menangkis semua serangan mereka membuat raut wajah mereka berubah. Namun mereka tidak berhenti menyerang dan kembali melemparkan senjata rahasia.


" Jangan biarkan dia beristirahat!! lemparkan semua senjata rahasia yang kalian punya!"


Namun semua senjata rahasia itu sama sekali tidak berbeda dengan sebelumnya, dan mereka mulai panik dengan situasi saat ini.

__ADS_1


" Cepat panggil ketua, hanya dia yang bisa menghadapinya." Teriak salah satu perompak ke perompak lainnya.


Perompak yang mendengar itu langsung mengangguk dan pergi ke arah tempat ketua mereka berada.


Para perompak yang sadar kalau mereka bukan tandingan Hao Tian, bergegas meninggalkan tempat itu, namun semua itu sudah terlambat.


" Kalian ingin pergi, tidak akan semudah itu." Hao Tian sama sekali tidak berniat untuk melepaskan para perompak.


" Ilmu pedang bulan purnama." Hao Tian mencengkram pedangnya dengan erat dan mengalirkan tenaga dalam yang besar. " Bulan pemotong kabut."


Tidak satupun dari mereka melihat tangan Hao Tian yang bergerak karena saking cepatnya, dan tidak satupun dari mereka yang berjarak 20 meter dari Hao Tian tidak terluka karena ilmu pedang yang Hao Tian lepaskan.


Dalam beberapa tarikan nafas saja puluhan perompak terbaring tak sadarkan diri dengan luka yang serius, bahkan sebagian dari mereka telah kehilangan nyawa.


Tubuh para perompak yang tersisa bergetar ketakutan melihat rekan rekan mereka yang sudah terbaring di tanah. Mereka tidak tahu apakah rekan mereka sudah mati atau belum namun melihat luka mereka yang serius sulit untuk bertahan hidup.


" Ini bukan lagi pertempuran, tapi pembantaian." Ucap salah satu perompak dengan wajah ketakutan.


Hao Tian berkata dengan nada dingin serta melepaskan aura membunuhnya untuk mengintimidasi para perompak yang masih tersisa.


" Apakah kalian tidak akan menyerang ku duluan? Jika kalian tidak ingin menyerang maka biar aku yang menyerang duluan." Seketika Hao Tian melesat ke arah para perompak dan langsung menebas mereka satu persatu.


" Lari!!"


Melihat Hao Tian yang sudah menyerang membuat mereka tersadar dari lamunan mereka, dan segera pergi secepat mungkin mereka bisa.


Bagi mereka sosok Hao Tian lebih menakutkan dari siapapun yang mereka pernah temui. Namun seberapa keras mereka melarikan diri mereka tidak bisa lepas dari teror Hao Tian. Hao Tian pasti akan langsung menyusul dan membunuh mereka.

__ADS_1


" aargg" "argh"


Bersamaan dengan pembantaian yang dilakukan Hao Tian diikuti dengan dengan suara teriakan para perompak yang terdengar sangat menyakitkan bagi mereka.


Namun itu tidak lantas menghentikan Hao Tian, ia tetap saja melakukan pembantaian sampai ke perompak terakhir.


" Dasar monster..." Tanpa menunggu perompak itu menyelesaikan perkataannya Hao Tian langsung menebas lehernya.


" Itu benar aku adalah monster, namun kalian juga sama sepertiku. Bagiku, untuk membunuh seorang monster kita juga harus menjadi monster, karena hanya monster yang bisa membunuh monster."


Hao Tian berkata pada tubuh yang sudah terbaring tak bernyawa. Dan mulai kembali melanjutkan perburuannya.


Namun tidak lama kemudian muncul sebuah panah yang melesat cepat ke arah Hao Tian, beruntung Hao Tian segera menghindar dengan cepat sehingga ia selamat dari bahaya yang hampir saja merenggut nyawanya.


" Sepertinya orang yang sudah ditunggu telah tiba."


Hao Tian berkata sambil menatap sosok yang memegang panah dan memiliki aura pembunuh yang lebih tebal dari Hao Tian.


" Berani sekali kamu mengacau dan membunuh para bawahan ku, kamu harus membayar semua itu dengan nyawamu sendiri."


Seketika orang itu juga mengaum dengan sangat marah pada Hao Tian atas apa yang telah ia lakukan.


Terlihat orang itu bertubuh besar dan rambut yang menutupi sebelah mata miliknya. Ia terlihat Membawa pedang besar di punggungnya selain panah di tangannya.


Di tambah ia adalah pria yang terlihat berusia tiga puluh tahun. Pria tersebut juga diikuti oleh para anak buahnya di belakangnya yang berjumlah ratusan.


" Akhirnya kamu keluar juga, aku kira kamu sudah pergi dengan celana yang sudah basah." Kata Hao Tian dengan nada mengejek.

__ADS_1


" Kurang ajar! kurasa tidak cukup hanya membunuhmu, aku harus menyiksamu sampai kamu sendiri yang memohon untuk dibunuh." Balas pria itu yang bernama Lun Gao.


" Kita lihat saja siapa yang terakhir memohon untuk di bunuh."


__ADS_2