
Lun Gao menyerang duluan dengan mempersempit jarak antara dia dan Hao Tiandengan mengayunkan pedang besarnya.
Walaupun pedang yang di gunakan Lun Gao besar dan berat namun tidak menghambatnya dalam mengayunkannya, namun Hao Tian masih melihatnya dan menahannya menggunakan pedangnya.
Klang Klang Klang
Suara logam terus berbenturan dan dalam waktu singkat mereka sudah bertukar puluhan jurus namun mereka belum bisa mendaratkan serangan.
" Pendekar raja bintang tiga pada usia yang terlihat belasan tahun, kamu hebat juga bocah." Lun Gao cukup kagum dengan kehebatan Hao Tian.
Walaupun ia unggul dalam segi kekuatan namun ia tetap kesulitan menghadapi Hao Tian yang hanya berbeda 2 bintang darinya.
" Itu bukan urusan mu, lagipula Sekarang bukan waktunya untuk acara perkenalan."
Mereka kembali bertukar puluhan jurus, namun perlahan Hao Tian mulai terdesak. Saat Lun Gao akan mendaratkan serangan, Hao Tian langsung melompat mundur beberapa meter.
" Hmm, kemampuan tidak buruk, namun jika terus seperti ini maka tinggal menunggu waktu aku mencabut nyawa mu." Lun Gao tidak menutupi keterkejutannya.
Menurutnya jurus-jurus yang Hao Tian keluarkan sangat kuat dan juga rumit, walaupun ia sudah melintang di dunia persilatan namun ia belum pernah menghadapi atau melihat jurus-jurus milik Hao Tian.
" Tenang saja aku pasti tidak akan mengecewakanmu mata satu." Walaupun ia dalam kesulitan sekarang Hao Tian tidak lupa mengejek penampilan Lun Gao.
__ADS_1
" Jurus pedang bulan purnama.." Hao Tian mulai mengalirkan tenaga dalam yang besar pada pedangnya. " Bulan pagi berkabut."
Seketika Hao Tian melesat dengan cepat bersama pedang yang ia ayunkan kearah Lun Gao. Lun Gao yang melihat itu terkejut dengan aura yang Hao Tian keluarkan, namun hal itu tidak membuat ia takut.
Lun Gao juga mulai mengalirkan tenaga dalam pada pedangnya, " Singa terbang.."
Kedua pedang berbenturan namun mereka berdua saling terlempar mundur akibat gelombang kedua pedang mereka.
Hao Tian dan lun gao mulai lagi saling jual beli serangan namun mereka belum bisa menemukan hasil akhir.
Setiap pedang mereka berbenturan akan tercipta gelombang kejut yang bisa dirasakan bahkan oleh orang biasa.
Para bawahan Lun Gao terlihat kagum dengan pertarungan itu namun mereka tidak bisa melihat pertempuran itu dari jarak dekat akibat gelombang kejut yang tercipta, akhirnya mereka hanya bisa melihat dari jarak yang menurut mereka aman.
Bahkan pedang Hao Tian mulai terkikis dan terlihat ada retakan pada bilah pedangnya. hanya menunggu waktu saja sampai pedang Hao Tian patah,
Di tambah Lun Gao beberapa kali berhasil mendaratkan pukulan pada tubuh Hao Tian yang membuatnya terluka.
" Ha ha ha, sudah bisa di pastikan bahwa aku yang akan mencabut nyawa mu duluan." Lun Gao tersenyum lebar dengan situasi yang saat ini yang memihak nya.
" Jangan senang dulu pak tua, aku masih belum kalah." Hao Tian memperlihatkan senyumnya seakan ia berkata belum menyerah.
__ADS_1
" Dasar bocah sombong, kondisi pedangmu saja sudah seperti itu, tapi tetap saja banyak gaya." Lun Gao kesal dengan Hao Tian yang masih bisa tersenyum walaupun dalam keadaan terdesak.
Mereka kembali lagi berduel namun tak berlangsung lama pedang Hao Tian patah dan memberi kesempatan pada Lun Gao untuk memberi serangan pada Hao Tian.
Tinju Lun Gao berhasil mendarat pada dada Hao Tian dan membuat ia terpukul mundur dan batuk darah.
" Rasakan itu bocah nakal, ha ha ha."
Melihat kondisinya yang buruk membuat Hao Tian langsung mengambil beberapa obat dari cincin ruang dan kemudian menelan obat itu.
Lun Gao cukup terkejut karena Hao Tian memiliki cincin ruang, secara cincin ruang sangat mahal harganya. Namun itu juga yang menjadi pemicu munculnya keserakahan untuk memiliki cincin itu.
" Oh kamu memiliki cincin ruang, hmm begini saja bocah jika kamu menyerahkan cincin ruang itu beserta isinya maka aku tidak akan membunuhmu."
" Cihh, menurutmu aku akan percaya begitu saja, begini saja mari bertarung sampai mati, jika kamu bisa membunuhku maka kamu berhak mendapatkan cincin ini."
" Aku sudah berbaik hati memberi kesempatan untukmu namun kamu menyia-nyiakannya begitu saja, baik jika itu kemauan mu maka aku akan mengabulkannya."
Setelah kondisi Hao Tian membaik akibat dari obat yang ia telan, Hao Tian mengeluarkan pedang lainnya pada cincin ruang miliknya.
" Maaf telah membuatmu menunggu, sekarang kita mulai lagi pestanya." Kata Hao Tian dengan tersenyum.
__ADS_1
Kali ini Hao Tian mengeluarkan pedang bulan purnama yang cocok dengan jurusnya. Karena ia tidak memakai pedang bulan purnama sehingga kekuatan jurus pedang yang ia keluarkan tidak sekuat biasanya.
Saat Hao Tian mengeluarkan pedang itu seketika membuat bulu kuduk lun gao berdiri. Ia langsung tahu kalau pedang yang Hao Tian keluarkan sangat berharga dan memilih kualitas yang lebih baik dari pedang yang ia miliki. Hal ini juga membuat ia sangat waspada, sekarang aura Hao Tian sangat berbeda sebelumnya.