
Yu Nuren melompat ke arah Jie Shi yang berlutut di tanah dan memberikannya pil obat supaya lukanya tidak parah dan ditambah juga pil pemulih tenaga dalam.
Tapi Jie Shi malah marah atas tindakan Yu Nuren dan menegurnya " apa yang kamu lakukan? Bukankah sudah aku bilang untuk tidak ikut campur."
" Jika kamu bisa mengalahkannya maka aku akan dengan senang hati melakukannya, tapi kenyataannya kamu kalah dengan menyedihkan. Cepat ambil pil ini jika kamu mau cepat pulih dan bertarung lagi."
Walaupun Jie Shi masih kesal dengan Yu Nuren namun ia tetap mengambil obat itu dengan cepat dan meneguknya sekali tegukan. Setelah itu Jie Shi kemudian duduk bersila supaya ia bisa fokus dan menyerap khasiat obat itu dengan cepat.
Kemudian Yu Nuren maju selangkah demi selangkah ke depan dan membuka mulutnya. " Kamu cukup hebat bocah tampan karena berhasil memojokkan Jie Shi sampai seperti ini. Tapi sekarang lawanmu adalah aku, ayo kita lihat sehebat apa dirimu sampai berani berbuat onar di markas Sekte bunga iblis."
" Ayo kita coba, aku juga ingin tahu sehebat apa si iblis cantik Yu Nuren."
" Oh jadi kamu cukup mengenalku, aku cukup terhormat karena telah di kenal oleh orang yang hebat seperti kamu. Tapi kalau boleh saya tahu, siapa nama kamu bocah? Setahuku tidak ada pendekar kaisar semuda anda di kekaisaran ini."
" Heh, kamu pikir, aku akan dengan senang hati memberikan informasi tentang diriku sendiri pada musuh, aku tidak sebodoh itu paman. Walaupun kamu memujiku setinggi langit tapi anda tidak akan berhasil."
" Hehehe, kamu cukup cerdik bocah namun kecerdikan yang kami miliki pasti akan membawa kamu ke lubang kematian." Yu Nuren kemudian membuang panah di tangannya dan mengambil sebuah pedang di cincin ruang miliknya.
" Aku akan pastikan kalau itu tidak akan terjadi."
Hao Tian berlari ke arah Yu Nuren dan menebaskan pedangnya ke arah dadanya namun Yu Nuren menghindar ke samping dan memberikan serangan balik berupa tebasan menyilang ke tubuh Hao Tian.
Melihat itu, Hao Tian berusaha keras memutar badanku dengan cepat dan menahan serangan itu menggunakan pedangnya.
Klang!
Yu Nuren tetap terus memberikan serangan dan Hao Tian juga tidak mau kalah ia juga terus menahan semua serangan dan jika ada kesempatan, ia akan balik menyerang.
Sampai mereka kemudian mengeluarkan jurus masing-masing " tahap ke dua, iblis pemakan bangkai."
" Jurus pedang bulan purnama, bulan berongga."
__ADS_1
Keduanya kemudian memberikan puluahan tebasan tajam sehingga merambat ke segala arah dan membuat beberapa pohon tergores bahkan tumbang.
Setelah bertukar puluhan jurus, Yu Nuren berhasil mendaratkan tebasan ke ke bahu kanan Hao Tian sehingga Hao Tian mengerang kesakitan dan mundur beberapa langkah.
" Hehehe, sepertinya pertarungan ini akan cepat selesai." Ucap Yu Nuren yang memperlihatkan senyuman kemenangan.
Hao Tian memegang bahu kanannya menggunakan tangan kirinya dan membuka mulutnya. " Jangan terlalu percaya diri, setidaknya aku bisa tahu kalau aku sedang terluka, tapi kamu sendiri tidak sadar kalau kamu sendiri juga terluka."
" Apa maksudmu .?" Tiba-tiba, Yu Nuren merasakan rasa panas di pipinya dan kemudian memegang pipinya.
Setelah memegang pipinya, Yu Nuren kemudian melihat tangannya yang baru saja memegang pipinya. Dan ternyata ada darah di tangannya, sontak membuat Yu Nuren kaget dan dengan tergesa-gesa mengeluarkan sebuah cermin di cincin ruang miliknya.
Saat ia melihat cermin itu, tampak pipinya tergores sepanjang 4 cm dan membuat darah keluar. Hal ini sontak membuat Yu Nuren sangat marah dan mengeluarkan aura membunuhnya.
" Kurang ajar! Berani sekali kamu merusak wajah cantikku, aku akan benar-benar akan mencabik-cabikmu dan memotong seluruh tubuhmu dan memberikannya pada seekor anjing!"
' aura pembunuh yang sangat tebal dan kuat, setidaknya ia sudah membunuh ribuan orang di tangannya sehingga auranya setebal ini.' ucap Hao Tian dalam hatinya.
" Sudah sepantasnya kita memberikan sebuah luka pada musuh, tidak mungkin aku harus meminta izin padamu sebelum melukai wajahmu? Pola pikir yang sangat tidak masuk akal."
" Kurang ajar! Aku akan benar-benar menguliti tubuhmu bocah."
" Kamu tidak perlu banyak bicara, coba lakukan apa yang kamu katakan bukannya banyak bicara tidak jelas seperti ini. Atau mungkin sudah begini kelakuan Yu Nuren si iblis cantik, jika tidak bisa menang dalam pertempuran, maka setidaknya menang dengan bayak bicara omong kosong."
" Kau akan segera tahu itu bocah, apa yang aku katakan bukanlah sekedar bualan belaka."
" Heh, kalau begitu buktikan kalau itu bukan sekedar bualan belaka, jangan jadi seperti anjing yang hanya bisa menggonggong tapi tidak bisa menggigit."
" Kata-katamu pedas juga bocah" Yu Nuren mengusap darah di pipinya dan kembali berbicara. " Kamu sangat pandai menghina orang, kau harus menjaga mulut anda dengan baik jika tidak mau mati di usia muda."
" Kamu tidak perlu mengkhawatirkan aku, lebih baik khawatirkan saja dirimu. Mungkin kamu tidak akan bisa melihat matahari terbit lagi setelah pertarungan ini."
__ADS_1
" Itu tidak akan terjadi." Tanpa pikir panjang Yu Nuren dengan wajah haus darah, ia bergerak lebih cepat dari sebelumnya dan menghujani Hao Tian dengan puluhan tebasan.
Hao Tian yang melihat aura Yu Nuren sontak merinding namun dia tak mundur menghadapi semua serangan itu.
Klang Klang Klang
Mereka kembali bertukar puluhan jurus, namun kali ini tebasan yang dikeluarkan Yu Nuren berbeda dari sebelumnya. Tebasan yang dia keluarkan jauh lebih cepat dan lebih tajam sehingga Hao Tian terlihat kewalahan menghadapi tekanan yang ia hadapi.
Tak perlu waktu lama, beberapa tebasan Yu Nuren berhasil menggores luka di tubuh Hao Tian mulai dari wajah, lengan, bahu, paha, perut dan lainnya.
Melihat ia yang sudah terpojok, Hao Tian langsung berusaha mundur ke belakang, namun Yu Nuren tidak berniat melepaskan Hao Tian. Yu Nuren juga mengikuti arah Hao Tian dan kembali lagi menghujani tebasan pada Hao Tian.
Hao Tian bertahan beberapa saat tapi kemudian, ia mengalirkan tenaga dalam lebih besar ke pedangnya dan menarik nafasnya, " jurus pedang bulan purnama, sembilan bulan kembar."
Hao Tian melepaskan sembilan tebasan yang menghentikan semua serangan Yu Nuren dan memaksanya dalam posisi bertahan.
Hampir seluruh tebasan Hao Tian berhasil ia tangkis walaupun dengan susah payah, namun satu tebasan tidak berhasil ia tangkis dan mengenai dadanya hingga menimbulkan luka goresan datar sepanjang 20 cm.
"Argh" Yu Nuren terhuyung mundur kebelakang sambil memegang dadanya.
Hao Tian kemudian bergerak kearah Yu Nuren berniat memberikan serangan penghabisan tapi tiba-tiba sesosok menghentikan serangan Hao Tian.
":Jangan lupakan aku bocah, ayo kita lanjutkan pertarungan kita yang tertunda." Ternyata dia adalah Jie Shi yang sudah terlihat baik dari sebelumnya dan memegang pedang besar yang tampak berbeda dari pedang pertamanya yang patah.
" Sial" Hao Tian berdesak kesal karena selalu digagalkan saat aku memberikan serangan penghabisan.
Hao Tian kembali bertukar puluhan jurus dengan Jie Shi dan tak lama kemudian Yu Nuren juga ikut dalam pertarungan.
Hal ini membuat situasi Hao Tian jadi sangat kacau dan dengan cepat keduanya memojokkan Hao Tian.
' Sial! Sekarang apa yang aku takutkan akhirnya terjadi.' ungkap Hao Tian dalam hatinya.
__ADS_1