Legenda Hao Tian

Legenda Hao Tian
ch. 51 dalang


__ADS_3

Setelah kelompok Song Hua selesai menguburkan semua mayat mereka langsung segera pergi dari sana mengunakan kereta kuda, mereka takut jika terlalu lama di hutan maka ada kemungkinan akan ada siluman yang lebih kuat lagi datang.


Ini dikarenakan tempat mereka itu sudah di penuhi aliran darah baik dari para siluman ataupun prajurit yang gugur. Hal ini kemungkinan akan menyebabkan datangnya siluman yang lebih kuat dari sebelumnya.


Di dalam kereta kuda terdapat empat orang di dalamnya yaitu Song Hua, Guan Xing, Hao Tian, dan Xue Yun. Sedangkan untuk bangsawan lainnya mereka menaiki kereta lainnya.


" Saya merasa terhormat karena bertemu dengan tuan Hao yang merupakan seorang pendekar hebat. Tuan Hao terlihat belasan tahun namun anda sudah berada di tahap pendekar raja hal ini membuatku sangat kagum terhadap anda."


" Bahkan mungkin tidak berlebihan jika anda di sebut sebagai pendekar raja pertama yang baru berusia belasan tahun di kekaisaran Song dan juga yang paling jenius di kekaisaran ini. Bukankah begitu paman Guan?"


" Benar Tuan putri, biasanya seseorang akan bisa berada di tahap pendekar raja setidaknya ia sudah berusia tiga puluh sampai lima puluh tahun. Bahkan pendekar raja yang berusia tiga puluh tahun sudah terbilang hebat tapi semua itu di patahkan dengan pencapaian Tuan Hao saat ini. Jika bisa apakah anda memiliki rahasia atau sesuatu yang membantu anda sehingga seperti ini?"


' anak ini sangat menjanjikan ke depannya, ia masih muda namun sudah berada di tahap pendekar raja. Kami harus bersikap baik guna membangun koneksi dengannya. Membangun koneksi dengannya pasti akan sangat membantu rencana Tuan putri." Ucap Guan Xing dalam hatinya.


" Aku tidak memiliki rahasia seperti itu, namun aku selalu bekerja keras dalam hal latihan dan tidak mudah puas dengan suatu pencapaian. Hal ini membuatku tumbuh dengan pemikiran seperti itu, selalu berusaha sebagus apapun pencapaian yang aku raih."


Hao Tian sebenarnya sudah berada di tahap pendekar kaisar namun ia tidak menunjukkan hal itu. Saat Hao Tian bertarung dengan para siluman, ia hanya menggunakan kekuatan di tahap pendekar raja sehingga hal ini menyebabkan putri Song Hua dan Guan Xing salah mengira kalau Hao Tian berada di tahap pendekar raja.


Namun Hao Tian tetap diam, ia tidak meluruskan kesalahpahaman itu. Menurutnya itu lebih baik dari pada terlalu mengekspos kekuatannya.


Xue Yun juga tahu kalau Hao Tian berada di tahap pendekar kaisar namun ia tetap diam tak mempermasalahkan hal itu.

__ADS_1


" Benarkah? Tapi tetap saja hal itu masih sedikit tidak menjelaskan kehebatan anda." Ucap Song Hua dengan antusias.


" Benar, tapi mungkin saja kalau anda memang jenius di bidang ini. Tuan Hao sangat luar biasa." Lanjut Guan Xing.


" Terimakasih atas pujiannya."


" Ini bukan pujian, ini fakta."


" Lalu bagaimana dengan saudari Xue, kelihatannya anda bukan dari kekaisaran ini." Tanya Song Hua dengan penasaran.


" Aku memang bukan dari kekaisaran ini, aku sedang melakukan tugas perjalanan ke beberapa kekaisaran untuk mengumpulkan pengalaman. Hal ini di karenakan di sekteku memiliki aturan di mana seseorang yang berhasil menerobos ke tahap pendekar ahli maka ia di wajibkan untuk melakukan perjalanan ke beberapa tempat yang sudah ditentukan."


" Jadi sekarang saudari Xue sudah di tahap pendekar ahli, walaupun berbeda dengan tuan Hao namun tetap saja itu sudah luar biasa."


";Ia, aku tahu." Jawabnya biasa saja seakan hal itu perkataan yangang bukan sesuatu hal yang hebat.


" Kalau Xue Yun dari luar kekaisaran Song maka Tuan Hao juga begitu?" Tanya Song Hua.


" Tidak, aku berasal dari kekaisaran ini. Kami bertemu beberapa hari yang lalu kemudian menjadi teman seperjalanan saat ini." Jawab Hao Tian.


" Benarkah? Lalu kenapa nama saudara Hao tidak pernah terdengar di kalangan pendekar padahal anda sangatlah hebat."

__ADS_1


" Mungkin itu dikarenakan aku yang biasa menutup diri, dan aku juga tidak terlalu ikut dalam pertempuran besar sehingga tidak banyak yang mengenalku."


Mereka berempat terus asik mengobrol dengan berbagai topik yang berbeda sampai mereka tidak sadar kalau hari sudah mulai gelap dan mereka sudah sampai ke tempat tujuan mereka yaitu kota Bianfu.


****


Di sisi lain jauh dari kota Bianfu di sebuah hutan tepatnya di dalam gua, terdapat tiga orang dewasa yang sedang mendiskusikan sesuatu.


" Jadi bagaimana? Apakah rencana kita berhasil?" Ucap salah satu dari mereka.


" Sepertinya kita gagal, aku mendapat informasi dari mata-mata kita di kota Bianfu bahwa rombongan putri Song Hua sudah berhasil tiba di kota Bianfu."


" Sial jadi kita gagal, padahal kita sudah susah payah membuat para siluman itu menyerang mereka namun gagal. Dasar siluman tidak berguna!" Ucap salah satu pria dengan memukul ke arah dinding gua.


" Tenang, kita masih memiliki rencana lain."


" Jadi kita akan menggunakan rencana kedua."


" Ia, dan ingat kali ini kita harus berhasil. Apalagi kita sudah di bayar mahal oleh orang itu yang merupakan pelanggan spesial kita jadi kita tidak boleh mengecewakannya. Apakah kalian mengerti?"


" Dimengerti!!"

__ADS_1


" Bagus, ayo kita persiapkan hal itu. Kita harus memberi Tuan putri sesuatu hadiah yang spesial karena berhasil bertahan hidup. Kalau begitu ayo kita pergi."


" Baik!!" Jawab keduanya serentak. Bersamaan dengan itu ketiganya menghilang dengan cepat dari tempat mereka sebelumnya berdiri dan pergi entah kemana.


__ADS_2