Legenda Hao Tian

Legenda Hao Tian
Ch. 88. Rumah lelang 4


__ADS_3

" Silahkan tuan." Pelayan itu membawa kembali Hao Tian ke ruangan yang ia pesan sebelumnya. Hao Tian mengangguk pada pelayan itu dan berjalan dengan santai dan masuk ke dalam.


Terlihat ruangan itu cukup besar dan mewah, ini bisa dilihat dari apa saja yang disediakan di tempat itu.


Tempat ini memiliki kursi yang besar sehingga bisa di duduki oleh sepuluh orang, di depan kursi ada sebuah meja besar dengan panjang sekitar 7 meter dengan memiliki ukiran yang menambah kesan indah dari meja tersebut. Dan diatas meja sudah di sediakan berbagai jenis makanan yang berkualitas, dari mulai daging, sayur-sayuran, dan ditambah dengan buah-buahan sebagai pelengkap semua makanan itu.


Di kedua sisi kanan dan kiri ada tirai besar berwarna ungu yang membatasi ruangan mereka dan lainnya.


Di sana ada Hao long yang sedang melihat-lihat suasana di lantai bawah. Namun dari wajahnya, terlihat seperti ada sesuatu yang ia pikirkan. Saat Hao Tian memasuki ruangan, Hao long langsung menoleh ke arahnya. Raut wajahnya yang tadinya penuh dengan kegelisahan langsung menghilang, digantikan dengan senyuman ramah ke Hao Tian.


" Tian'er kamu sudah kembali. Ayo cepat, sepertinya lelang akan segera dimulaia" kata Hao long.


" Ia ayah, saya datang" saat melihat Hao long yang terlihat memikirkan sesuatu, Hao Tian langsung ingin menanyakan kenapa ia berekspresi seperti itu. Namun setelah ia berjalan ke arah ayahnya dan melihat pemandangan di bawah, ia kemudian langsung tahu penyebabnya.


Di lantai bawah ada banyak orang yang saling mengobrol yang menciptakan kebisingan, namun pas ada kelompok yang baru saja memasuki rumah lelang, semua kebisingan itu lenyap seketika.


Kelompok itu terdiri dua puluh orang, dimana mereka memiliki aura kuat dan terkesan kejam. Kelompok itu di pimpin oleh dua orang yang terlihat sudah berusia sekitar 37


tahun ke atas.


Aura dua orang tersebut jauh lebih kuat dari pada orang-orang yang berada di belakangnya. Satu dari dua orang itu memakai jubah serba putih, tatapan matanya membawa aura dingin, dan rambut panjang terurai. Ia memiliki tinggi sekitar 180 cm ke atas dan berjalan penuh percaya diri.


Orang kedua memiliki tinggi 175 cm dan rambut panjang terurai sampai ke bahunya, sambil tersenyum ke arah semua orang. Namun senyuman itu bukan senyuman yang menunjukkan keramahan namun sebaliknya, terkesan meremehkan seakan puas dengan reaksi yang diperlihatkan semua orang saat melihat mereka.

__ADS_1


Setiap orang di kelompok itu memiliki sebuah token kecil yang tergantung di pinggang mereka bertuliskan 'beruang putih.'


Dua kata itu sudah cukup membuat orang terdiam dan semua mata tertuju pada mereka. Pasalnya sekte beruang, beberapa tahun ini sering melakukan banyak kegiatan kejahatan seperti menyerang sekte-sekte kecil, berkonflik dengan sekte besar, merampok pedagang serta membunuh orang yang dianggap sebagai penghalang mereka, dan melakukan berbagai tindakan tercela lainnya.


Hal itu sudah cukup membuat kebanyakan takut terhadap anggota sekte mereka, bahwa saat ini sebagian orang yang tidak mau menyinggung sekte tersebut, hanya tertunduk diam tak bersuara. Seolah sedikit suara mereka saja akan membuat nyawa mereka melayang.


Walaupun juga ada beberapa orang yang terang-terangan menunjukkan ketidaksukaan mereka terhadap kelompok itu namun mereka tidak melakukan apa-apa dan membiarkan mereka begitu saja.


Tak lama kemudian sesosok pelayan tua menghampiri mereka dan membawa mereka ke ruangan VIP di lantai tiga. Yang dimana itu tepat berhadapan dengan ruangan Hao Tian.


Hao Tian yang melihat itu hanya menatap mereka dengan dengan dingin.


Kemudian datang juga kelompok besar lainnya yang menyedot perhatian, yang pertama adalah orang yang terdiri sekitar 20 orang dan memiliki sebuah token bertuliskan ' taring naga putih' yang menunjukkan mereka berasal dari sekte yang sama.


Kelompok ini di pimpin oleh dua orang paruh baya yang memiliki aura kuat dan memberikan kesan kekaguman. Dimana sekte taring naga putih adalah salah satu sekte besar beraliran putih sehingga membuat mereka dikagumi oleh banyak orang.


Kelompok mereka kurang lebih sama seperti sekte beruang putih, sehingga nama itu cukup membuat orang menghirup udara dingin.


Kedua kelompok itu kemudian di layani oleh pelayn dan membawa mereka juga ke ruang VIP di lantai tiga.


Saat ketiga kelompok saling melirik, ada perasaan tidak senang dari orang-orang taring naga putih.


Ini bisa di maklumi karena beberapa tahun ini taring naga putih sering berkonflik dengan sekte beruang putih dan taring serigala. Sedangkan sekte beruang putih dan taring serigala hanya tersenyum mengejek ke arah orang taring naga putih.

__ADS_1


Tak lama kemudian seorang juru lelang muncul di lantai pertama, berjalan ke panggung lelang, dan berkata dengan keras.


Seniman bela diri mengandalkan energi sebenarnya di tubuhnya, cukup untuk mengirimkan suaranya dengan jelas selama pelelangan.


"Pertama-tama, atas nama pelelangan, saya ucapkan terima kasih sudah datang. Kedua, kehormatan saya bisa melayani Anda sebagai juru lelang hari ini."


" Haha tetua Mo tidak perlu bersikap sopan, kami sekali tidak menunggu lama." Jawab dengan ramah salah satu orang di lantai dua.


" Itu benar tetua Mo tidak perlu sungkan." Saut yang lainnya.


Pelelangan ini dilakukan oleh dua sekte besar yaitu, istana perapian dan menara kehidupan. Sehingga orang-orang hormat dengan mereka, bahkan untuk aliran hitam seperti sekte taring serigala dan beruang putih tidak mau bersikap arogan dengan mereka di wilayah istana perapian dan menara kehidupan.


Apalagi pelelangan ini di pimpin oleh salah satu tetua yang disegani di istana perapian, yaitu tetua Mo. Tetua Mo sudah lama dikenal oleh banyak orang sebagai salah satu tetua yang patut diperhatikan.


Karena selain sebagai seseorang pandai besi yang karyanya cukup banyak diminati orang, ditambah ia juga seorang seniman bela diri yang kuat. Sehingga wajah saat tetua Mo keluar dan memimpin pelelangan, orang-orang tidak berani menunjukkan rasa tidak senang mereka karena telah di buat lama menunggu.


Tetua Mo hanya tersenyum kecil dan berkata " baiklah, tanpa menunggu lama lagi mari kita pelelangan ini kita mulai."


"Saya ingin barang lelang pertama."


Setelah juru lelang berkata, empat orang kuat muncul dengan satu barang dan meletakkannya di stand pameran.


Kemudian empat orang berdiri di empat sisi, menjaga dengan waspada.

__ADS_1


keempat orang itu adalah dua orang dari istana perapian dan dua lainnya dari menara kehidupan.


"Ini adalah senjata boneka tipe pembantu, tiga boneka besi. Setelah menggunakannya, kamu bisa melepaskan tiga boneka besi, yang jago bertahan dan memiliki kekuatan setara dengan tiga orang pendekar raja bintang satu."


__ADS_2