Legenda Hao Tian

Legenda Hao Tian
ch. 64 keputusan


__ADS_3

" Ayo, kita juga harus pergi mengikutinya." Ucap Hao Tian.


" Maksudmu kamu juga ingin bertarung dengan siluman itu?"


" Kemungkinan besar seperti itu."


" Kamu gila, kamu tidak melihat kekuatan siluman itu? Dan Lagi pula kenapa kamu sangat peduli dengan si botak? Bukankah lebih baik segera menyelesaikan masalah kamu sendiri?" Xue Yun masih sedikit bingung dengan tindakan Hao Tian, ia kadang bertindak rasional namun terkadang bersikap ceroboh.


" Karena aku butuh mereka, tidak, kurasa semua orang juga akan bersikap seperti saya."


" Apa maksudmu?"


" Bukankah untuk bisa bertahan di dunia ini kita harus memiliki teman atau relasi yang bisa membantu satu sama lain. Seperti kata pepatah " carilah teman sebanyak mungkin sebelum mencari musuh" dan aku sedang berusaha membuat teman." Ucap Hao Tian sambil mulai berlari.


Xue Yun juga mulai mengikuti Hao Tian yang berlari dan kembali bertanya. " Lalu apakah si botak adalah orang yang cocok untuk dijadikan teman?"


" Tentu ia sangat cocok, ia adalah bakat hebat dari sekte besar di kekaisaran ini yaitu kuil dewa suci. Dengan membantunya maka ia pasti akan membantu kita di masa depan nanti, serta hubunganku dengan WU Shen akan menjadi jembatan untuk mendekati kuil dewa cahaya. Membangun hubungan baik dengan mereka pasti akan menguntungkan."


" Ternyata kamu cukup licik juga." Xue Yun terdiam sejenak dan kembali berbicara. " Lalu bagaimana dengan tuan putri itu? Apakah kamu membantunya supaya memberi kesan baik padanya dan bisa membantumu di masa depan?"

__ADS_1


" Sepertinya kamu sudah mulai mengerti aku, memang tujuanku membantunya supaya aku bisa membangun hubungan yang baik dengannya. Dia adalah seorang putri dari kekaisaran ini, jika kita memiliki hubungan yang baik dengannya maka itu bisa menjadi hubungan yang menguntungkan bagi saya kedepannya." Ucap Hao Tian sambil tersenyum.


" Lalu saat kamu membantu aku waktu bertarung dengan orang yang ingin membunuh aku, apakah itu demi membangun hubungan baik."


" Tentu awalnya niatku begitu, tapi ternyata kamu dari kekaisaran lain sehingga kurang bisa membantu jika aku meminta bantuan, namun tidak salah juga membangun hubungan baik kepada orang yang berasal dari kekaisaran lain, anggap saja sebagai jaga-jaga bila di masa depan itu memang itu diperlukan."


" Ternyata kamu sepintar ini, tapi dari mana kamu tahu kalau aku akan membantumu jika kamu meminta bantuan padaku? Mungkin saja aku tidak akan mau membantu karena sudah tahu niatmu." Terlihat Xue Yun yang mendengar perkataan Hao Tian sedikit kesal namun ia tidak menguntungkan kekesalannya.


" Tapi aku yakin kamu akan membantuku, disebabkan kamu yang sudah percaya padaku. Ini dibuktikan dengan kamu yang mau melakukan perjalanan ini bersamaku walaupun kamu tahu kalau ini berbahaya. Bukankah ini sudah cukup membuktikan kalau kita memiliki hubungan yang baik, dari perjalanan ini juga aku tahu sifatmu, kamu orang yang akan membantu seorang teman." Ucap Hao Tian dengan percaya diri.


" Aku membenci perkataanmu, karena perkataan kamu yang memang benar." Xue Yun berhenti sejenak dan kembali berbicara." Lalu apakah kamu yakin akan menang jika melawan siluman itu?"


";Wah jadi setinggi kepercayaan dirimu, aku cukup kagum, tapi kita akan tahu apakah kamu memang sehebat itu."


Tak berselang lama mereka kemudian menemukan WU Shen namun ia sudah berhadapan dan bertarung dengan siluman itu.


Namun tak bertahan lama WU Shen mulai babak belur oleh siluman itu, ia terkena berbagai serangan yang diberikan oleh siluman itu. Hal ini dikarenakan perbedaan kekuatan mereka yang mencolok sehingga WU Shen sama sekali tidak berdaya dihadapan siluman.


" Apakah kamu hanya akan terus melihat, sepertinya dia akan segera mati jika kamu terus membiarkannya."

__ADS_1


" Tunggu sebentar lagi, tunggu sampai dia di tahap bersebelahan dengan kematian baru aku akan menolongnya."


" Kenapa begitu." Ucap Xue Yun yang masih bingung.


" Jika kita menolongnya di saat ia masih baik-baik saja maka dia hanya akan membalas kita dengan sedikit kebaikan, namun jika orang yang akan kita tolong adalah orang yang sudah dekat dengan kematian maka ia akan merasa berutang nyawa dan akan membalas kebaikan kita berkali-kali lipat." Ucap Hao Tian dengan masih menatap WU Shen dari jauh.


" Benarkah, lalu apakah kamu juga melakukan hal yang sama saat aku hampir saja mati saat berhadapan dengan orang yang berniat membunuhku?"


Hao Tian terlihat tertawa kecil dan kemudian berbicara. " Memang benar aku melakukan hal itu namun bukankah semuanya diuntungkan, kamu berhasil selamat sedangkan aku mendapatkan kepercayaanmu."


" Hah, aku ingin sekali memukulmu" ucap Xue Yun sambil mengepalkan tangannya.


Mereka masih terus memperhatikan dari jauh namun terlihat WU Shen mulai terkena telapak tangan siluman itu dan terlempar 10 meter dan menabrak sebuah pohon di belakangnya hingga pohon itu roboh.


Hal itu membuat WU Shen terluka parah dan menyemburkan darah dari mulutnya namun ia masih tetap sadarkan diri walaupun wajahnya sudah sangat Pucat dan matanya mulai kabur dan matanya terasa berat.' apakah aku akan mati di sini? Tapi aku tetap tidak menyesal dengan apa yang aku lakukan, ini memang sudah benar, walaupun masih banyak yang ingin aku lakukan, tapi mati seperti ini adalah hal yang sudah sepantasnya, mati pada saat bertarung membela kebenaran adalah hal yang terhormat.' ucapnya didalam hati.


Kemudian WU Shen mulai tak bergerak tak sadarkan diri, saat itu juga Hao Tian bergerak." Kamu urus WU Shen sedangkan aku akan melawan siluman itu." Kemudian Hao Tian langsung melompat ke arah siluman beruang.


" Ah sial, aku sangat membencinya saat memerintahkan aku seenaknya." Walaupun Xue Yun terlihat kesal namun ia tetap menuruti perkataan Hao Tian dan segera melompat menuju ke arah WU Shen yang pingsan. Dan langsung mengambil pil dari sakunya dan memasukkan kemulut WU Shen menggunakan tangannya.

__ADS_1


__ADS_2