
Setelah Hao Tian sadar, ia berniat untuk pergi hari itu juga namun banyak orang yang memintanya untuk istirahat selama dua hari sehingga bisa pulih sepenuhnya. Terutama Song Hua yang ingin Hao Tian untuk tinggal sementara setidaknya selama dua hari.
Karena banyak orang yang ingin dia tidak pergi hari itu, dan juga akan terlihat aneh jika ia memaksakan untuk pergi, jadi akhirnya ia pun setuju untuk tetap tinggal selama dua hari kedepan.
Lagi pula masih banyak masalah yang terjadi di kota ini. Pencarian para korban masih terus di lakukan karena masih banyak orang yang dinyatakan hilang sehingga proses pencarian tetap di lakukan setidaknya sampai dua hari kedepan.
Hao Tian dan Xue Yun juga ikut dalam mencari para korban, walaupun ia diminta Song Hua untuk tidak perlu pergi namun ia menolak dan tetap memaksa untuk ikut.
Hao Tian beralasan kalau ia tidak bisa terus berbaring di tempat tidur sedangkan yang lainnya sibuk melakukan banyak hal. Ia juga mengatakan bahwa ia tidak mau bermalas-malasan dan ia bingung mau melakukan apa selam dua hari itu jadi dari pada tidak melakukan apa-apa lebih baik ikut dalam mencari para korban.
Melihat Hao Tian yang bersemangat, membuat Song Hua tidak punya alasan kuat untuk tidak memperbolehkannya, akhirnya Song Hua setuju dan Hao Tian bisa pergi.
Xue Yun juga meminta izin pada Song Hua untuk pergi juga, ia beralasan kalau ia sama seperti Hao Tian yang tidak memiliki kegiatan apapun dan mengatakan kalau lebih banyak orang yang mencari maka semakin cepat juga masalah selesai. Karena Xue Yun bersedia dengan sendirinya tanpa ada paksaan maka Song Hua juga memutuskan untuk membolehkannya pergi.
Selama dua hari pencarian, mereka sudah berhasil menemukan sebagian korban yang diantaranya meninggal karena tertimpa bangunan atau lainnya namun tetap masih ada yang berhasil selamat sehingga pencarian ini tidak sia-sia, dan sisanya masih hilang.
Hao Tian menduga kalau sebagian orang yang hilang mungkin saja sudah terbunuh di akibatkan oleh siluman.
Tidak ditemukannya jasad para korban juga memperkuat perkiraan Hao Tian, karena sebagian besar siluman jika ingin memangsa buruannya maka ia akan memakan tubuh mangsanya tanpa sisa.
Sehingga setelah dua hari pencarian para korban mulai dihentikan, semua jasad itu akan di kuburkan di tempat pemakaman yang telah disiapkan.
Para keluarga korban juga diberikan bantuan berupa uang dan bahan makanan demi membantu meringankan beban para korban. Dan semua korban yang berhasil selamat dan terluka akan di obati secara gratis sehingga keluarga korban tidak perlu memikirkan biaya pengobatan.
Ide ini berasal dari Song Hua, Song Hua terkenal karena kebaikannya dan sikap peduli yang tinggi terhadap orang banyak sehingga banyak orang dari kekaisaran song menghormatinya.
Bahkan hukum pelarangan penjualan budak Song Hua juga yang meminta itu pada kaisar, ia meminta itu sebagai hadiah dari keberhasilannya dalam bekerja sama dan membujuk sekte aliran putih untuk memerangi kejahatan yang dilakukan sekte aliran hitam.
Karena prestasinya itu banyak orang yang menghormatinya baik dari istana maupun di luar istana. Jika saja Song Hua adalah laki-laki maka kemungkinan tahta akan diberikan padanya. Namun sesuai peraturan kekaisaran hanya laki-laki yang bisa menduduki tahta Kekaisaran sehingga dari awal ia tidak diperhitungkan dalam perebutan kekuasaan.
Setelah dua hari berlalu ia kemudian bersiap-siap untuk kembali melanjutkan perjalanan. " Xue Yun cepat siap-siap kita akan pergi hari ini."
" Baiklah, aku akan segera keluar."
Setelah mereka semua sudah selesai menyiapkan segala sesuatu yang mereka butuhkan, keduanya mulai turun dari kamar.
" Sebelum kita pergi, kita harus berpamitan dulu pada tuan putri Song Hua."
" Apakah itu perlu, aku hanya takut kejadian itu terulang lagi. Waktu kita mau pergi juga dan ingin berpamitan pada putri itu tiba-tiba ada segerombolan siluman yang datang ke kota ini. Aku hanya tidak ingin itu terjadi lagi."
" Apakah kamu gila, mana mungkin penyerangan siluman waktu itu ada hubungannya dengan berpamitan pada tuan putri. Ada-ada saja kamu ini, jika kamu memang tidak mau berpamitan maka kamu hanya perlu menunggu di depan pintu keluar biar aku saja yang pergi bertemu dengan tuan putri."
" Benarkah? Kalau begitu aku akan menunggu kamu disana. Dan dengar, jangan lama-lama, aku bisa mati bosan jika terlalu lama." Xue Yun mulai berjalan kearah pintu keluar sedangkan Hao Tian masih tetap menuju keruangan Song Hua.
Tak perlu waktu lama, Hao Tian akhirnya tiba di depan ruangan Song Hua. Ia kemudian mengetuk-ngetuk pintu sebelum berbicara." Permisi tuan putri, aku Hao Tian ingin mengatakan sesuatu."
" Masuklah" ucap suara dari dalam ruangan.
Mendengar itu Hao Tian mulai membuka pintu dan masuk ke dalam ruangannya. Terlihat Song Hua sedang duduk d kursi sambil membaca beberapa kertas. Ada juga jendral Guan di sisi kanannya dan jendral Jian Fang di sisi kirinya.
" Ada apa tuan Hao Tian menemui saya?" Tanya Song Hua dengan sopan.
" Aku hanya ingin berpamitan kalau kami akan pergi hari ini."
__ADS_1
" Oh ia, aku sampai lupa. Maaf tuan Hao Tian karena tidak bisa mengantar kepergian anda."
" Itu tidak perlu karena itu akan merepotkan tuan putri."
" Apakah Hao Tian tidak mau menginap sehari lagi supaya aku bisa menyiapkan acara kecil sebagai tanda terima kasih atas bantuan anda selama berada disini."
" Itu tidak perlu Tuan putri, menurutku suasana di kota ini masih suram, jadi agak tidak pantas jika mengadakan acara seperti itu dalam keadaan seperti ini."
" Tuan Hao Tian benar, aku terlalu berpikiran pendek. Maka mohon anda tidak menolak ini." Song Hua mulai mengeluarkan sebuah lencana yang terbuat dari emas dengan ukiran yang belum pernah Hao Tian lihat.
Hao Tian mulai melihat itu dan berpikir Kalau lencana itu adalah koin emas.." Tidak perlu Tuan putri, kami masih memiliki uang dalam perjalanan kami."
Mendengar jawaban Hao Tian, membuat Song Hua dan jendral Guan dan jendral Jian tertawa sebentar." Tuan Hao Tian, ini bukan uang tapi lencana kekaisaran." Jawab jendral Guan.
" Lencana? Tapi kenapa Tuan putri memberikan ini pada saya."
" Ini akan berguna jika anda ingin menemui saya di istana ataupun ingin meminta bantuan. Simpanlah Tuan Hao Tian ini pasti akan berguna di masa depan." Ucap Song Hua.
Mendengar itu, Hao Tian juga mengangguk tidak keberatan." Baiklah aku terima."
" Oh iya, Tuan putri bisa memanggil namaku anggap saja sebagai awal pertemanan kita."
" Baiklah sekarang kita berteman, aku akan memanggilmu Hao Tian dan kamu akan memanggilku Song Hua. Bagaimana?"
" Aku setuju." Ucap Hao Tian sambil tersenyum hangat.
Kemudian Hao Tian mulai meninggalkan ruangan Song Hua dan menuju ke pintu keluar. Di sana ia melihat Xue Yun yang sedang menunggu." Aku sudah selesai, ayo kita pergi."
Setelah berhasil keluar dari pintu gerbang kota, mereka berdua mulai berlari seperti biasanya.
Setelah beberapa jam melakukan perjalanan, tak terasa matahari mulai terbenam dan akhirnya mereka memutuskan untuk mencari tempat peristirahatan. Setelah berjalan beberapa menit mereka menemukan sebuah kota kecil tak jauh dari lokasi mereka dan segera menuju ke kota tersebut.
Setelah mereka berdua memasuki kota, mereka langsung mencari penginapan demi mengisi perut mereka dan menyewa kamar.
Tak lama kemudian mereka menemukan sebuah penginapan sederhana dengan nama teratai merah dan memasukinya. Di dalam penginapan itu cukup ramai dengan banyaknya pengunjung. Kemudian ada pelayan yang mulai datang kepada mereka dan melayani mereka.
" Anda perlu sesuatu tuan?"
" Kami ingin pesan dua kamar dan pesan makanan juga. Apakah masih ada tempat kosong?"
" Tentu tuan, silahkan ikuti saya." Keduanya diantarkan ke sebuah meja kosong. Mereka kemudian memesan dua porsi makanan daging dan beberapa sayuran.
Setelah itu pelayan itu berjalan pergi dan Taka lama kemudian ia membawakan pesanan mereka." Ini tuan, silahkan dinikmati. Dan kami sudah menyiapkan dua kamar untuk anda di lantai tiga dan ini kuncinya."
Setelah memberikan kunci kamar, pelayan kembali ke tempatnya." Ayo kita segera makan, aku sudah lapar." Xue Yun langsung mengambil sepotong daging dan memakannya dengan lahap.
" Pelan-pelan saja, tidak akan ada yang merebut makananmu."
Namun Xue Yun tidak memperdulikan perkataan Hao Tian dan lanjut makan seperti biasanya.
Setelah beberapa saat keduanya mulai selesai makan." Ahh, akhirnya lega juga perasaanku. Makanannya sangat enak, kurasa kita harus memesan lagi sebagai makanan penutup."
" Makanan penutup lagi, kamu sudah memesan makanan tiga porsi dan sekarang kamu ingin tambah lagi. Aku tidak habis pikir, itu perut atau sumur."
__ADS_1
" Memangnya apa masalahnya? Ini perut aku bukan perut kamu, kenapa kamu yang pusing di sini?" Ucap Xue Yun sambil mengusap bagian perutnya.
" Itu karena yang akan mengeluarkan uang adalah aku, jadi aku berhak protes."
" Sial, kenapa kamu pelit sekali."
Hao Tian tidak lagi meladeni Xue Yun dan langsung mengambil pelayan." Pelayan!"
Kemudian salah satu pelayan mulai datang." Ada apa tuan.?"
" Kami sudah selesai jadi berapa semaunya."
" Semuanya adalah dua setengah koin perak."
Hao Tian mulai mengeluarkan tiga koin perak dan memberikannya pada pelayan itu." Aduh kami sama sekali tidak memiliki kembalian, oh ia ada juga pelanggan yang ada kembalinya 50 perunggu jadi anda bisa mengambilnya dari dia."
Pelayan itu menunjuk ke seorang pemuda botak yang sedang menuju ke arah Hao Tian. " Permisi saudara ini kembalian uang kita, apakah anda memiliki uang kecil sehingga kita bisa membaginya?"
Terlihat pemuda berpakaian layaknya seorang biksu, dan Hao Tian berpikiran kalau pemuda ini berasal dari sekte besar aliran putih, kuil dewa suci.
" Aku tidak memiliki uang kecil, jadi anda ambil saja. Aku tidak terlalu membutuhkan uang itu." Saat Hao Tian ingin memanggil Xue Yun pergi namun ia sudah tidak ada di tempat sebelumnya." Kemana dia? Apa dia sudah pergi ke kamar? Dasar, dia selalu melakukan hal seenaknya."
Tapi pemuda botak itu belum pergi dan kembali berbicara." Tapi saudara, ini uang anda aku tidak mau mengambil hak orang lain."
" Kalau begitu, uang ini aku akan mengambilnya." Saat Hao Tian akan mengambil uang itu pemuda itu kembali berbicara.
" Tapi saudara, sebagian uang ini milik saya. Apakah Anda mau mengambil uang saya."
" Kalau begitu anda bisa mengambil semua uang ini."
" Tapi saudara, sebagian dari uang ini adalah milik anda."
" Kalau begitu aku akan mengambil uang ini."
" Tapi saudara, sebagian dari uang ini itu milik saya."
Karena sangat kesal dengan pemuda itu, ia hampir saja mengumpat. Namun ia mengambil nafas dan mencari cara solusi dari masalah menyebalkan.
" Apakah kamu menginap di sini?" Tanya Hao Tian.
" Ia, apakah itu penting sekarang."
" Maksudku begini, jika anda menginap disini maka kita bisa membelanjakan uang ini besok, bagaimana?"
" Bisa juga tapi siapa yang akan menyimpan uang ini?"
" Anda bisa menyimpannya, soalnya anda terlihat seperti orang yang jujur jadi aku percaya sama kamu."
" Baiklah, kalau begitu aku akan pergi ke kamarku. Oh ia jika kamu butuh uang ini anda bisa datang ke kamar saya nomor 32."
" Baiklah aku akan mencari kamu jika butuh sesuatu." Ucap Hao Tian dengan senyum yang dipaksakan.
Pemuda itu mulai berjalan pergi menuju kamarnya." Aah pemuda yang aneh, dia terlalu baik atau terlalu bodoh. Sudahlah tidak perlu aku pikirkan, lebih baik segera ke kamar dan beristirahat." Hao Tian juga berjalan kemudian menuju ke kamarnya.
__ADS_1