Legenda Hao Tian

Legenda Hao Tian
Ch. 76 misi penyelamatan (7)


__ADS_3

" Hahaha, rasakan itu bocah. Kamu pikir hanya kamu yang memiliki trik licik seperti itu." Jie Shi tertawa puas melihat kondisi Hao Tian yang sekarang.


" Kami sudah menduga kalau kamu akan menyelinap dan mengincar salah satu dari kami sehingga kami bertindak seolah-olah kami kerepotan melawan mu dan menunggu saat yang tepat untuk serangan kejutan." Saut Yu Nuren sambil tersenyum puas.


" Kami akui kalau kamu memang kuat bocah tapi bagaimanapun kamu masihlah tetap bocah yang belum banyak pengalaman sedangkan kami adalah seorang veteran.yang sudah melewati bayak pertempuran." Lanjut Yu Nuren.


Tapi Hao Tian tetap diam tak bergerak di tanah, " sepertinya dia sudah mati." Ungkap Jie Shi dengan wajah bahagia.


" Jangan bodoh, kamu tidak melihat kekuatan bocah itu, dia adalah seorang pendekar kaisar, dia tidak akan mati semudah itu." Jawab Yu Nuren melihat tingkah Jie Shi yang bodoh.


" Aku hanya bertanya, tidak perlu semarah itu." Setelah berkata demikian, tiba-tiba mata Jie Shi tertuju pada pedang yang tergeletak tak jauh dari mereka dan berjalan menuju pedang itu.


" Wah, pedang ini sangat kuat dan bagus, setidaknya pedang ini pasti adalah pusaka suci. Wah, bocah ini cukup beruntung menggunakan pedang sebagus ini, kira-kira dimana dia mendapatkannya." Jie Shi mengambil pedang itu dan melihatnya secara seksama.


" Kurasa Pedang itu memakai pusaka suci, itulah kenapa kita kesulitan menghadapi bocah ini padahal kita dua bintang lebih tinggi darinya. Dan ilmu pedang yang ia keluarkan sangat unik dan kuat, bahkan bisa sampai membuat kita kalah satu persatu.


" Jadi ayo kita cepat mengakhiri hidup bocah ini dan kita akan mengambil pedang itu dan memeriksa cincin ruang miliknya mungkin dia menyembunyikan kitab yang berisikan ilmu pedang yang dia gunakan." Ucap Yu Nuren sambil melirik pedang di tangan Jie Shi.


" Kalau begitu ayo cepat kita lakukan, aku sudah tidak sabar memiliki ilmu pedang itu." Jie Shi kemudian berjalan kearah Hao Tian yang diam tak bergerak di tanah.


****


" Wah tempat ini benar-benar gila." Xue Yun mulai masuk ke dalam gua dan mencari tempat ayah Hao Tian di tahan.


Setelah memasuki beberapa ruangan, akhirnya ia sampai sebuah ruangan dimana bayak orang yang sedang di kurung dan itu tidak satu kurungan saja tapi puluhan.

__ADS_1


Satu kurungan saja berisikan lebih dari lima orang, dari berbagai usia dari anak-anak, wanita dewasa, pria dewasa, dan bahkan ada lansia.


Mereka tampak sangat menderita, ada beberapa dari mereka yang dipakaikan rantai dan memiliki tubuh yang kurus. Hal ini menunjukkan kalau mereka diperlakukan dengan sangat tidak manusiawi.


Xue Yun mulai berjalan melihat-lihat wajah para tahanan satu persatu, tapi tak lama kemudian ada seorang yang teriak di belakangnya.


" Ada penyusup! Cepat tangkap dia." Teriak seorang pria yang sepertinya adalah penjaga dari sel tahanan.


Dua rekannya datang kemudian dengan berlari dan langsung menuju ke Xue Yun dan mengayunkan pedangnya.


Xue Yun dengan sigap menghindari semua serangan mereka dan mengambil pedangnya dan menebas mereka satu persatu.


" Sial!" Pria yang berteriak sebelumnya mulai ketakutan melihat kekuatan Xue Yun dan memutuskan untuk segera lari.


" Mau kemana kamu!"


" Aaarggg"


" Anggap itu sebagai karma atas semua perbuatan keji kalian." Xue Yun berkata dengan dingin sambil menatap kearah tubuh yang sudah terbaring tak bernyawa.


Melihat kehebatan Xue Yun para tahanan mulai senang karena mereka melihat sedikit ada harapan. Mereka mulai berteriak-teriak untuk segera di bebaskan, mendengar itu Xue Yun mulai tersadar dari lamunannya dan segera memeriksa tubuh dari ketiga mayat itu.


Ia akhirnya menemukan kunci dari kurungan para tahanan dan segera mengambilnya, ia kemudian menuju ke sel tahanan dan melepaskan gembok dari pintu.


Para tahanan mulai senang dan segera menuju keluar dari ruangan itu, Xue Yun juga ke sel tahanan lain satu persatu dan membebaskan mereka.

__ADS_1


" Ah, akhirnya selesai juga." Xue Yun bernafas lega setelah membebaskan para tahanan namun yang jadi masalah ia tidak menemukan dari semua para tahanan seseorang yang mirip dengan lukisan ayah Hao Tian.


Tapi ia tidak berhenti disitu dan terus mencari ke ruangan lain, ia pun tiba di sebuah ruangan yang sekelilingnya gelap dan hanya satu lampu yang menerangi di tengah ruangan itu.


Di tengah ruangan itu ada seorang pria yang terikat kedua tangannya ke dua buah tiang di samping kiri dan kanannya. Pria itu terikat menggunakan rantai dan tubuhnya dipenuhi dengan berbagai luka sayatan bahkan ada luka yang masih baru.


Xue Yun mulai berjalan menuju pria itu dan melihat kondisinya, Xue Yun menduga kalau Pria itu sudah di lama disini dan sudah mengalami berbagai siksaan. Itu terlihat jelas dari bekas luka lama di sekujur tubuhnya.


Melihat ada seseorang yang mendekat padanya, pria itu membuka mulutnya walaupun dengan suara yang kecil.


" Aiir, air, air" Ucap pria itu dengan suara pelan.


Melihat itu Xue Yun langsung mengeluarkan sebotol minuman dari cincin ruang miliknya dan mengarahkan mulut botol ke mulut pria itu, dan membantunya untuk meminum air yang ia berikan.


Pria itu mulai meminum air itu dengan cepat dan menghabiskan satu botol penuh air yang Xue Yun berikan. Pria itu seakan tidak di beri air selama berhari-hari sehingga ia dengan semangat menghabiskan air itu.


" Ho, ho, ho" pria itu mulai terlihat bernafas lebih baik dan menatap orang yang telah memberikannya air. " Terima kasih."; ucapnya dengan nada suara yang lebih baik dari sebelumnya.


Tapi Xue Yun dikejutkan dengan wajah yang agak tidak asing. Ia kemudian membandingkan apa yang ada di lukisan dengan wajah pria itu.


" A..apa anda adalah ayah Hao Tian?" Ucap Xue Yun dengan penasaran.


****


Di sisi lain Jie Shi dan Yu Nuren perlahan berjalan mendekati Hao Tian namun saat mereka sudah berjarak lima meter darinya tiba-tiba Aura Hao Tian berubah dan melambung menjadi aura menakutkan.

__ADS_1


Hal ini sontak membuat keduanya waspada dan segera melompat menjauh dari posisi Hao Tian.


" Sekarang, apa yang sebenarnya terjadi pada bocah ini.


__ADS_2