
Fena dan Rayen memimpin semua orang menuju rumah mereka karena tidak jauh dari tempat tinggal mereka berada.
Sepanjang perjalanan, Fena dan Rayen mengobrol dengan Laura dan lainnya tentang bagaimana mereka bertemu pertama kali dan bisa bersama saat ini.
Laura tidak menyembunyikan apapun dan memberitahu semuanya kepada Fena dan Rayen.
Mengetahui Venix telah membantu semua orang saat berada dalam masa sulit, dan bagaimana Yenta yang mereka kenal sudah menjadi orang besar, Fena dan Rayen hanya bisa kagum dengan pencapaian Venix dan Yenta.
Mengobrol sepanjang jalan, tidak disadari mereka sudah sampai pada rumah yang mereka sewa.
Satu persatu berpisah dan menuju rumah yang mereka sewa.
Venix menyewa rumah untuk Agir sendiri, jadi Agir juga sudah sampai di tempat tinggalnya dan segera menuju ke rumah sewanya.
Dengan bantuan Hakim Dermaga, dokumen Agir untuk menjadi tamu di Benua Manusia hanya tinggal menunggu waktu.
Saat Agir mendekati rumah sewa dan bertujuan untuk langsung masuk dan berkultivasi di dalam.
Namun Venix tiba-tiba datang dan membawanya ke samping untuk membicarakan sesuatu.
"Ngomong-ngomong harga rumah ini tidak murah, karena kamu kaya, jangan lupa menggantinya." Venix membisikkan kata-kata itu di telinga Agir.
Saat Agir terbunuh sebelumnya, semua cincin penyimpanannya telah tertinggal di tanah dan Venix mengambilnya dan memberikannya kepada Naga Shensu.
Venix tentu saja mencintai kekayaan, namun dia tidak serakah jika kekayaan itu memang bukan miliknya. Lagipula Agir akan hidup lagi.
Dan harga sewa rumah di sini cukup mahal, karena Agir orang kaya, Venix tidak malu-malu memintanya agar jangan lupa membayar kembali.
"Aku bahkan tidak memiliki uang sedikitpun sekarang." Agir berkata sambil melebarkan kedua tangannya.
"Hah? Apakah kamu tidak bertanya pada Naga Shensu tentang cincin penyimpanan yang kamu jatuhkan saat kamu terbunuh sebelumnya?" Venix bertanya dengan suara terkejut.
"Kenapa memanggilku?"
Kepala Naga Shensu keluar dari perut Agir dan menatap Venix yang memanggil namanya sebelumnya.
"Apakah kamu lupa memberikan cincin penyimpanan kembali pada Agir?" Venix bertanya.
__ADS_1
"Ohhh, cincin penyimpanan itu." Naga Shensu mengangguk mengerti.
Sebelum Naga Shensu melanjutkan kata-katanya, Agir berkata terlebih dahulu : "Tidak perlu repot tentang hal itu, aku sudah membuang semuanya."
Suara Agir tenang seperti air mengalir.
"Hah?" Venix terkejut.
Kenapa kamu buang? Dan kapan kamu membuangnya!? Apakah otakmu belum tumbuh setelah terlahir kembali!? Venix mengeluh di dalam benaknya.
"Benar, saat aku memberikan cincin penyimpanannya kembali, dia ragu-ragu sejenak sebelum memutuskan untuk membuang semuanya." Naga Shensu berkata dengan tenang.
"Kapan? Dan kenapa kamu membuangnya?" Venix bertanya.
"Hmm, saat itu aku memberitahumu bahwa aku perlu melakukan sesuatu dan keluar. Dan pada saat itu, aku membuangnya.
"Dan kenapa dia membuang semuanya, dia berkata dia mengingat kata-katamu di masa lalu. Dan setelah mendengarkannya, aku merasa itu masuk akal, jadi aku menyetujuinya." Naga Shensu menjawab.
Venix mengangkat kepalanya ke atas dan menatap langit.
Surga! Apakah kamu tidak pernah berpikir untuk memberikan semuanya kepadaku? Atau membagikannya dengan orang lain? Kenapa harus membuangnya!? Dan aku tidak ingat mengatakan sesuatu seperti membuang kekayaanmu sendiri... Venix hanya bisa terdiam saat ini.
Venix berdiam diri selama beberapa saat sebelum sadar, dan melupakan semuanya dan kembali bersama yang lainnya.
Meninggalkan semuanya di belakang, Venix bergabung kembali dengan semua orang, dan berjalan dalam diam.
Akhirnya Laura adalah orang terakhir yang berpisah dari kelompok.
"Terima kasih, kita akan bertemu lagi nanti malam." Laura tersenyum sambil melambaikan tangannya.
"Sampai jumpa. Jika kamu membutuhkan sesuatu, jangan sungkan untuk mengatakannya padaku." Fena balik melambaikan tangannya pada Laura.
Setelah itu Fena melanjutkan perjalanannya bersama Venix dan Rayen.
"Ngomong-ngomong kamu mengatakan semuanya berhasil sampai di sini dengan selamat, tapi, apakah ada yang mati saat masih berada di Desa?" Venix bertanya pada Fena.
Mendengar itu, Fena hanya bisa menghela nafas dan menjawab : "Ya, ada beberapa dari mereka."
__ADS_1
Venix mengangguk dan tidak bertanya lebih jauh lagi.
Entah kenapa, Venix tidak merasa sedih, hanya merasa kasihan kepada mereka. Jika ini dia di masa lalu, mungkin dia akan sedih, tapi setelah melalui ujian Tranquil Soul, dia tidak merasa sedih, hanya bisa meratapi nasib buruk orang lain.
Apakah dia menjadi orang yang dingin dan tidak berperasaan? Venix menggelengkan kepalanya dan menjauhkan pikiran itu dari dalam pikirannya.
Jika dia terus mempertanyakan pertanyaan ini di dalam benaknya, mungkin dia akan tersesat. Jadi Venix memutuskan untuk meletakkan pertanyaan itu untuk nanti.
Berjalan selama beberapa menit, Venix akhirnya sampai di tempat tinggal Fena dan Rayen.
"Di sini." Fena tersenyum, dan mengajak Venix untuk masuk.
Saat Fena dan Rayen pergi untuk mengurus sesuatu, ada orang lain yang menjaga anak perempuannya dan menemaninya bermain, dan orang-orang itu adalah orang yang Venix kenal juga.
Jadi dia memutuskan untuk bertamu di rumah Fena saat ini.
Memasuki rumah Fena, Venix melihat dekorasi di dalam rumah Fena agak kaya dengan bunga.
Sepertinya karena dia memiliki anak perempuan? Dia memutuskan untuk mendekorasi rumahnya seperti ini? Venix berpikir di dalam benaknya.
Orang tua selalu menginginkan yang terbaik untuk anak-anak mereka, dan setelah Fena 90 persen telah berhasil keluar dari Benua Kegelapan, dia juga ingin memberikan kehidupan yang baik dan dunia yang indah kepada anaknya.
Memasuki sebuah ruangan kamar, Venix melihat ruangan kamar ini dipenuhi dengan mainan anak-anak dan dekorasi yang cantik.
"Fera tidak menangis kan? Ngomong-ngomong, aku membawa seseorang yang kalian kenal." Fena mengatakan itu saat mendekati lima orang yang menjaga anaknya.
Venix melihat kelimanya dan mengenal semuanya.
Itu adalah dua laki-laki dan tiga perempuan.
Dua laki-laki itu adalah Rutz dan Terri.
Dan untuk tiga perempuan, Venix hanya mengenal dua orang, yaitu Ina dan Mela, yang dia kenal saat dia tinggal di Desa itu.
"Fera berperilaku baik dan tidak menangis. Ngomong-ngomong siapa yang kamu bawa?" Ina berbalik dan melihat sosok pria muda yang memiliki rambut panjang yang diikat ke belakang.
Walaupun sosok Venix agak sulit di kenali karena rambutnya yang panjang, tapi fitur wajahnya tidak asing bagi Ina.
__ADS_1
"Venix? Apakah itu benar-benar kamu?"
Mendengar suara Ina yang menyebut nama Venix, semua orang berbalik dan melihat wajah Venix yang tersenyum menyapa semua orang.