Legendary Summoner

Legendary Summoner
Chapter 104


__ADS_3

"Hati-hati jika ada orang lain yang melakukan trik kecil padaku?" Venix bertanya dengan bingung, tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Hakim Fost.


"Kamu akan mengerti ketika saatnya tiba." Hakim Fost tersenyum, tidak menjelaskan lebih jauh.


Venix mengangguk dan hanya bisa menunggu waktu itu datang.


Setelah selesai diteliti bentuk barunya, Venix keluar dari ruang penelitian dan kembali ke daerah perumahan.


Berjalan di daerah perumahan, terdapat sebuah lapangan besar yang berfungsi untuk berlatih Teknik.


Venix berjalan melewati lapangan luas ini, di lapangan ini sering terlihat belasan hingga puluhan generasi muda yang sedang berdiskusi bertukar dasar Teknik yang mereka miliki.


Venix sudah terbiasa melewati jalan ini dan tidak ada yang terjadi, tapi hari ini, saat dia berjalan melewati lapangan, sebuah bola petir menghampirinya, dan Venix menggunakan kekuatan Wave Controller untuk memblokir bola petir yang datang.


Boom!


Bola petir tersebar disekitarnya setelah diblokir oleh perisai energi.


"Ups! Aku kehilangan kendali bola petir dan secara tidak sengaja mengarah ke sana."


Seorang pria muda mengatakan itu dengan wajah menahan senyum.


Venix menoleh dan melihat pemuda itu.


Ukuran bola petir sebelumnya cukup kecil, bahkan tidak benar-benar membahayakannya. Tapi saat pria muda itu mengatakan alasan kehilangan kendali Bola petir sebelumnya adalah omong kosong!


Teknik lemah seperti itu tidak mungkin untuk kehilangan kendali bagi generasi muda yang menuju ke sini.


Berarti hanya ada satu alasan, mereka sengaja memprovokasinya!


"Biar aku tunjukkan bagaimana Bola Petir kehilangan kendali." Venix berkata dengan tenang.


Dia mengangkat telapak tangannya ke atas, dan sebuah Bola petir muncul di atas telapak tangannya.


Pada awalnya ukuran bola petir hanya seukuran bola golf, tapi Venix tidak berhenti, dan terus meningkatkan ukuran Bola petir sehingga memiliki ukuran Bola Basket sebelum melemparkannya ke arah seorang pria muda yang melemparkan bola petir kepadanya sebelumnya.


Boom!


Bola petir menghantam ke tempat pria muda itu berada, dan mengakibatkan debu berterbangan di sekitarnya.


Setelah debu menghilang, Venix melihat bahwa Bola Petir miliknya telah diblokir oleh seseorang dengan mudah, seperti yang diharapkan oleh Venix sendiri.


"Apa maksudmu dengan ini?" Pria muda yang memblokir Bola petir Venix bertanya dengan dingin.


"Ukuran Bola Petir terlalu besar, aku secara tidak sengaja kehilangan kendali." Venix mengangkat kedua bahunya dan berkata dengan acuh.

__ADS_1


"Mencari kematian!"


Seseorang mengatakan itu dari belakang, dan segera sebuah Binatang berbentuk seperti Bintang Laut muncul di udara, dan mengeluarkan gelombang energi berwarna ungu dan menyerang ke tempat Venix berada.


"Nero." Venix berkata dengan lembut.


"Serahkan padaku!" Nero menjawab dengan nada agak bersemangat.


Segera seekor kucing hitam dengan cepat muncul di samping Venix, dan bergegas ke depan untuk menghadapi Bintang Laut yang berdiri di udara.


"Tidak perlu menahan diri lagi padanya." Seseorang berkata, dan segera beberapa Binatang muncul dan mendukung Bintang Laut untuk melawan Nero.


"Lima lawan satu? Apakah kalian tidak malu?" Nero mengejek.


Nero dengan gesit menghindari satu persatu Binatang yang memblokir jalannya, dan berhasil sampai di depan Bintang Laut sebelum menyerangnya dengan cakar api ungu.


Boom!


Bintang Laut terkena serang Nero dan terlempar ke belakang.


"Habisi dia!"


Segera empat Binatang lainnya mengelilingi Nero, dan menyerangnya secara bergiliran.


Justru karena Nero tidak merasakan ancaman kematian, dia dengan santai menghadapi semuanya, menghindari satu persatu serangan.


"Gunakan Heavenly Blast!"


Salah satu Binatang Serigala putih segera mundur mendengar itu, dan membuka mulutnya untuk melancarkan serangan energi jarak jauh.


"Yah, cukup sampai di sini."


Suara Venix terdengar di telinga semua orang dengan lembut.


Beberapa saat kemudian.


Boom!


Sebuah pilar energi muncul dari langit dan jatuh tepat di setiap tubuh masing-masing Binatang dan meremukkannya hingga mati, dan kembali menjadi gumpalan jiwa, kembali ke tubuh masing-masing Master.


Melihat pilar yang muncul dari langit, semua orang tercengang!


Mereka semua segera melihat Venix yang masih berdiri di belakang dengan tangannya terangkat di udara.


Sudah jelas bahwa Venix telah ikut campur dalam pertarungan ini dan menggunakan kekuatan Wave Controller miliknya!

__ADS_1


"Apa-apaan ini? Apa maksudmu dengan ini?" Seseorang bertanya pada Venix dengan marah.


Jelas-jelas ini pertarungan antar Binatang Kontak, kenapa dia ikut campur?


"Kalian mengira aku bodoh atau sesuatu? Lima lawan satu, sehebat apapun Binatang Kontrakku, aku tidak akan membiarkannya di Bully oleh kalian." Venix berkata dengan sinis : "Lagipula, siapa yang mengatakan pertarungan antara Summoner hanya mengandalkan Binatang Kontrak? Apakah kalian lupa dasar Summoner?"


Ditanya seperti itu, semua orang diam dan tidak menjawab.


"Kalian masih berada di Benua Kegelapan, jangan pernah berpikir kalian bisa dengan bebas mengusikku di sini, sebaliknya, aku juga bisa melakukan apapun yang aku mau dengan kekuatanku kepada kalian. Apakah kalian ingin melaporkan hal ini ke pemerintah Benua Manusia? Silahkan, kalian memang hanya anak-anak muda yang belum bisa berdiri dengan kedua kaki kalian sendiri." Venix berkata dengan dingin.


Dia sedikit mengerti dengan apa yang dikatakan Hakim Fost sebelumnya.


Memang selalu ada orang yang membenci tindakannya membawa Ras lain ke Benua Manusia, dan mereka akan melakukan beberapa trik kecil kepadanya untuk memberikan masalah padanya dengan pemerintahan Benua Manusia.


Tapi sayang sekali, mereka melakukan ini di Benua Kegelapan.


Walaupun mereka bisa dengan bebas melakukan apa saja di sini tanpa harus khawatir dengan hukum ketat seperti di Benua Manusia, Venix juga bisa melakukan hal yang sama.


Ini hanya akan berakhir dengan tinju siapa yang lebih kuat, jika tinju mereka terlalu lemah, Venix tidak akan sungkan untuk bermain beberapa kali dengan mereka.


Venix mengangkat tangannya lagi dan membentuk Bola Petir seukuran dua kali bola basket sebelum melemparkannya ke pihak lain.


"Hati-hati!"


Boom!


Semua orang menghindar dan melihat kawah kecil yang tercipta akibat ledakan Bola Petir.


Venix menyeringai setelah melihat itu.


Jika sebelumnya merekalah yang memprovokasinya, sekarang dialah yang memprovokasi mereka saat ini.


Ini untuk menunjukkan tinju siapa yang lebih kuat, jika Venix tidak melakukan ini, orang-orang ini akan terus memprovokasinya di masa depan.


Venix memanggil Nero, dan membawanya untuk pergi dari sini.


"Benar, ngomong-ngomong pembunuhan tidak di larang di sini, jika kalian tidak ketahuan dan tidak ada bukti yang di tinggalkan, semuanya akan baik-baik saja." Venix menghentikan langkah kakinya dan mengatakan kata-kata itu.


Setelah mengatakan itu, Venix melanjutkan perjalanannya dengan Nero.


Orang-orang yang memprovokasi Venix sebelumnya merasakan keringat dingin setelah mendengar Venix mengatakan hal seperti itu.


Mereka berpikir apakah Venix berniat membunuh mereka?


Selama ini mereka tidak pernah memikirkan hal ini, mereka hanya berniat untuk melakukan beberapa hal kepada Venix dan mengganggunya, tapi siapa yang tahu bahwa hal yang sederhana bagi mereka akan menuju ke sebuah pembunuhan?

__ADS_1


__ADS_2