
Mengobrol dengan Laura selama beberapa menit, Venix berjalan ke arah Agir.
"Bisakah aku menukar harta untuk sumberdaya makanan dan hal lainnya?" Venix bertanya pada Agir.
Agir menoleh dan melihat Venix : "Aku memiliki pasukan, sumberdaya yang aku keluarkan juga cukup besar. Kenapa kamu sangat percaya diri bahwa musuhmu akan membantumu?"
"Karena kamu adalah Agir, orang yang sedang bosan." Venix mengatakan itu dengan wajah yang datar.
"…." Agir.
Akhirnya, dia terbuat terdiam karena jawaban Venix.
"Aku sudah mengkonfirmasi dari Laura bahwa arah yang kita tuju benar. Ada Kota Netral yang di daerah ini. Saat kita mencapai kota Netral, kamu bisa membeli sumberdaya di sana juga bukan? Aku hanya perlu sumberdaya makanan dan lainnya untuk jangka waktu 2 bulan untuk warga Desa ini." Venix menjelaskan semuanya.
Agir merenung sedikit. Memejamkan matanya, Agir tiba-tiba menjentikkan jarinya, dan sebuah cincin terbang dari jarinya : "Ambillah. Kamu hanya perlu menggantinya saat tiba di kota."
Mengambil cincin yang di lemparkan Agir, Venix tersenyum : "Terimakasih. Kamu benar-benar orang yang bosan."
Setelah mengatakan itu, Venix langsung pergi dan berjalan ke arah Nora tanpa menunggu jawaban Agir.
Di sisi lain, Agir hanya bisa diam-diam menghela nafas saat melihat punggung Venix yang pergi.
Memang, seperti yang dikatakan Venix. Dia bosan saat ini, ingin mencari hal baru untuk mengisi kekosongan di hatinya.
Menjadi terlalu kuat juga hal yang tidak bagus, seperti Agir saat ini. Dia tidak memiliki tujuan yang jelas saat ini.
"Ini, sumberdaya yang mampu menghidupi seluruh warga Desa ini selama dua bulan." Venix memberikan cincin itu kepada Laura.
Laura menerima cincin pemberian Venix dan berterimakasih : "Terimakasih. Aku tahu ini tidak murah. Aku akan menggantikannya di masa depan."
Venix tersenyum melambaikan tangannya : "Tidak perlu. Aku memiliki kekayaan yang cukup besar. Bertukar sumberdaya makanan tidak benar-benar menguras kantongku."
Mendengar itu, Laura mengangguk dalam diam, dan hanya bisa mengingat hal ini di dalam hatinya.
Menukar makanan dengan Agir memang tidak benar-benar mahal.
Makanan pada umumnya digunakan untuk mempercepat pemulihan diri seseorang dan Martial Master yang masih berada di bawah Level Perak.
Martial Master yang berada di bawah level perak masih harus makan untuk hidup sehari-hari. Hanya level Silver yang mampu untuk tidak makan selama satu minggu, dan menggunakan sumberdaya kultivasi untuk menghilangkan rasa lapar mereka.
__ADS_1
Ngomong-ngomong, Venix juga membawa kekayaan yang cukup banyak.
Berkat kontribusinya, pihak desa memberikannya kompensasi. Tentu saja kompensasi dari menerima tantangan Agir. Jika Venix menolak, mungkin Desa dan Agir akan bentrok di masa depan.
Jadi, pihak Desa juga tidak pelit, dan memberikan banyak kekayaan untuk Venix.
Untuk Venix sendiri, yang merasa tidak dirugikan dari kedua sisi, dia menerima semuanya dengan senang. Karena itulah Venix mampu melakukan bantuan seperti itu tanpa mengedipkan matanya.
Waktu berangsur-angsur berlalu.
Saat ini, di atas Desa bawah tanah, Venix berada di atas tanah, sedang duduk memanggang daging. Selain dirinya sendiri, ada Yenta, Laura, Rene, dan Lora yang sedang memanggang daging di perapian.
Dengan bantuan Pelayan Gill, akhirnya Martial Master manusia yang terluka di sembuhkan. Dan karena ada tim Agir, warga Desa akhirnya bisa naik ke permukaan untuk membakar daging saat ini.
"Ngomong-ngomong, Berapa lama untuk mencapai kota?" Venix bertanya pada Laura yang ada di seberangnya.
"Dengan tim 3 orang, kita bisa mencapai kota dalam waktu 4 hari." Laura menjawab sambil membalikkan daging yang di panggang.
"Dengan tim Agir, kemungkinan besar akan memakan waktu satu sampai dua Minggu." Kata Venix.
"Aku mendengar Agir mengatakan membawa pasukan sangat merepotkan. Dia berencana untuk memisahkan pasukannya sendiri dan pergi hanya dengan kita berempat." Kata Yenta dari samping.
"Kenapa dia berpisah dengan pasukannya sendiri?" Tanya Rene dengan heran.
"Karena dia Agir." Jawab Venix.
Yenta menggelengkan kepalanya dan menjawab dengan benar : "Kekuatan Agir sangat tinggi. Dia tidak perlu pasukan untuk melindunginya. Dengan Venix dan Pelayan Gill, mereka berdua bisa menyelesaikan semua hal kecil, tanpa perlu baginya untuk ikut campur."
"Apakah dia sangat kuat?" Tanya Laura dengan khawatir. Lagipula, Venix sudah memperjelas hubungannya dengan Agir.
"Bagaimana aku tahu? Tanya saja pada Venix. Aku tidak tahu seberapa kuat dia." Jawab Yenta.
Laura, Rene dan Lora menoleh dan melihat Venix untuk mendapatkan jawaban.
Venix menggelengkan kepalanya dan menghela nafas : "Dia berada di Level jenius sejati tingkat atas. Kalian tahu bukan, jenius sejati yang ada di Benua Manusia? Ya, itulah dia. Namun, dia dalam level Benua Kegelapan, bukan level Benua Manusia."
Mendengar itu, Laura dan lainnya menarik nafas dingin.
Mereka tahu apa itu jenius sejati. Itu adalah orang-orang yang mampu mengeluarkan kekuatan tempur melampaui level kultivasinya sendiri.
__ADS_1
Level jenius sejati di Benua Manusia dan Benua Kegelapan berbeda. Itulah kenapa mereka sangat terkejut saat mengetahui hal itu.
"Apakah tidak ada cara untuk membuat kalian berdua tidak lagi menjadi musuh?" Laura bertanya.
"Intinya kenapa kita bisa menjadi musuh bukan karena perseteruan atau suatu konflik. Apakah kita berdua menjadi musuh atau tidak, itu hanya tergantung pada Agir sendiri." Jawab Venix.
"Lalu, bagaimana kalian berdua bisa menjadi musuh?" Tanya Lora.
Memikirkannya sejenak, Venix menjawab : "Dia tertarik padaku."
Segera wajah ketiga wanita itu menjadi aneh. Dan memandang Venix dengan padangan lain.
"…." Venix.
Aku normal, oke? Walaupun aku belum pernah memiliki kekasih sejak aku lahir, aku masih menyukai lawan jenis! Venix berteriak di dalam benaknya.
"Batuk. Apa yang dimaksud Venix adalah, dia juga memiliki level yang sama dengan Agir. Yaitu level jenius sejati. Agir ingin melawan orang yang sama seperti dirinya sendiri. Karena Level Kultivasi Venix terlalu jauh darinya, jadi Agir memberikan bantuan kepada Venix untuk mengejar level kultivasinya. Karena itu, Venix mengikuti tim Agir saat ini." Kata Yenta menjelaskan dari samping.
"Seperti itu." Kata Lora saat wajahnya menunjukkan kehilangan.
Venix melihat ekspresi Lora dan menjadi terdiam.
Apakah kamu benar-benar ingin aku menyukai sesama jenis? Apa-apaan ini? Jika kamu seorang lelaki, aku akan mengerti alasannya, dan kamu adalah salah satu pecinta sesama jenis yang sama. Namun, kamu adalah seorang perempuan! Bagaimana kamu bisa memiliki keinginan seperti itu? Hobi macam apa ini!? Venix bingung dengan Lora, namun, dia tidak bertanya pada Lora tentang hal itu.
"Kamu berada di level jenius sejati? Di Benua manusia atau Benua Kegelapan?" Tanya Laura dengan suara terkejut.
"Kamu sudah tahu jawabannya." Jawab Venix secara singkat.
Laura terdiam. Dia sudah menebaknya, namun dia ingin memastikannya.
Jenius Sejati level Benua Kegelapan benar-benar sangat mengejutkan. Jika Benua Manusia mengetahui hal ini, mereka pasti akan membawa Venix kembali dengan segala cara.
Seolah ingat akan sesuatu, Venix menambahkan : "Ngomong-ngomong, jangan beritahu siapapun tenang hal ini. Yenta, di masa depan, tidak perlu lagi memberitahu orang lain tentang hal ini."
Yenta, Laura dan yang lainnya bingung. Kenapa Venix ingin menyembunyikan hal ini?
"Tidak hanya di sini. Bahkan jika kita beruntung di masa depan dan bisa pulang ke rumah, jangan sebarkan berita ini." Kata Venix.
Mereka berempat hanya bisa mengangguk dengan patuh tanpa banyak bertanya.
__ADS_1
Kenapa Venix ingin menyembunyikan kekuatan sejatinya, tentu saja ada sesuatu lain yang mengharuskannya melakukan hal itu.