Legendary Summoner

Legendary Summoner
Chapter 92


__ADS_3

"Jadi, inilah alasan kenapa kamu membuat wilayah baru dan tidak mengembangkan wilayah yang sudah ada?" Venix memegang dagunya dan bertanya.


"Benar." Yenta menghela nafas dan merasa bersalah : "Jika bukan karena pembatasan ini, aku akan meningkatkan wilayah yang sudah terbentuk."


Venix mengangguk dan mengerti, tidak mempermasalahkan ini lebih jauh.


Kemudian Venix mengobrol dengan Yenta tentang bagaimana perjalanannya dari awal hingga sekarang.


Bagaimana dia memanfaatkan lahan yang kosong, bagaimana mencari sekutu dan membuat keduanya mendapatkan manfaat, dan bagaimana dia harus bermain trik kotor dan jahat untuk mencapai pencapaiannya saat ini.


"Memikirkannya saja membuatku pusing. Aku memang tidak cocok untuk mencoba hal seperti itu." Venix menggelengkan kepalanya dengan sedih.


"Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan mereka sendiri, walaupun wilayahku sekarang kuat, tapi dengan kekuatan absolut, itu seperti selembar kertas." Yenta menjawab dengan rendah hati.


Beberapa saat kemudian, Ramia datang membawa anggur berkualitas tinggi dan cemilan yang cukup mewah terutama di Benua Kegelapan.


Venix dan Yenta mengobrol dengan nyaman sedangkan Ramia pergi dari ruangan ini, memberikan privasi kepada mereka berdua.


Saat Venix dan Yenta membahas jalur perkembangan masa depan wilayah ini, pintu terbuka dan Rene masuk bersama Laura yang memiliki penampilan cantik seperti di masa lalu.


"Ketika aku mendengar Rene mengatakan kamu datang ke sini, aku sempat tidak percaya." Laura berjalan mendekati Venix dan Yenta bersama dengan Rene.


"Yah, tidak ada yang salah dengan itu. Ngomong-ngomong, bagaimana kabar kalian semua?" Venix bertanya pada Laura.


"Selain tahap awal pembentukan wilayah, semuanya berjalan sangat lancar dan kualitas kehidupan kita juga naik lebih tinggi, tidak harus khawatir tentang makanan dan bahaya." Laura menjawab dengan tenang.


"Itu adalah hal yang baik untuk kalian semua." Venix tersenyum : "Ngomong-ngomong, kapan kamu berencana pulang ke Benua Manusia?"


Membicarakan topik tentang Benua Manusia, Laura agak ragu.


"Aku tahu apa yang kamu khawatirkan." Venix mengangguk mengerti : "Aku sudah membicarakan ini dengan Yenta, apakah dia kekurangan kekuatan? Lagipula kalian semua adalah salah satu Kultivator kuat yang berada di sini, jika kalian pergi, bisa dipastikan bahwa kekuatan Kota akan menurun. Tapi... Sudahlah, biarkan Yenta yang mengatakannya."


Venix tidak melanjutkan dan melemparkan sisanya pada Yenta.


"Memang, kekuatan kalian memang cukup penting di kota ini. Namun, aku sudah membentuk rencana cadangan jauh-jauh hari. Sejak aku mengetahui bahwa kalian semua memiliki asal dan nasib yang sama dengan Saudara Venix, aku tidak menganggap kalian benar-benar pejuang permanen di wilayahku.


"Cepat atau lambat, saat kalian cukup kuat, kalian mau tidak mau harus kembali ke Benua Manusia. Di sana, banyak orang yang menunggu kepulanganmu.

__ADS_1


"Menanti suatu hal yang tidak pasti sangat sulit. Jadi walaupun kalian pergi, aku akan mengatakan dengan jujur bahwa itu kerugian bagi wilayahku, tapi kerugian itu tidak benar-benar besar dan bisa pulih dengan cepat.


"Sejujurnya bahkan jika wilayahku berkembang dengan pesat dan kuat, aku akan mengantarkan kalian pulang di masa depan. Karena itu adalah hal yang pantas kalian dapatkan."


Yenta menjelaskan semuanya dalam sekali jalan.


Sejujurnya, Whitzi hanya menjaga daerah kekuasaannya dan tidak bisa digunakan untuk menyerang daerah luar.


Jadi sebagian besar Laura dan lainnya yang membentuk generasi pertama kekuatannya adalah alasan utama kenapa wilayahnya bisa berkembang dengan cepat.


Yenta bisa bermain kotor dan buruk, tapi di keluarganya, leluhurnya dan ayahnya telah membuktikan bahwa hubungan yang jujur dan memberikan penghargaan yang pantas kepada bawahan mereka adalah jalan yang benar untuk membentuk pondasi wilayah kekuasaan.


Dengan melakukan itu, Yenta bisa mendapatkan bawahan yang setia dan berani berdiri hidup dan mati dengannya.


Di sisi lain, itu juga membawa nama baik untuknya di dunia luar, dan membuat orang luar ingin bergabung dengan dia.


Dan yang paling utama adalah, meminimalkan ancaman internal.


Di Benua Kegelapan, saat perut mereka kenyang dan tidak khawatir akan keselamatan mereka, itu sudah cukup. Pikiran orang-orang di Benua Kegelapan sangat sederhana.


Jika ini di Benua lain, contoh saja manusia, mungkin Yenta harus menghadapi orang-orang yang bernafsu dengan Kekuasaan dan Harta setiap hari.


Venix mendengarkan dari samping dan tidak menyela, menunggu jawaban Laura.


"Apakah kamu berencana untuk pulang?" Laura bertanya pada Venix.


"Ya, dengan kekuatanku sekarang, setidaknya aku bisa menjamin 70 persen bahwa aku bisa membawa semua orang ke dermaga manusia di Benua Kegelapan." Venix menjawab dengan tenang.


Laura menutup matanya sejenak dan menarik nafas dalam-dalam : "Baiklah, aku akan membicarakannya dengan yang lain dan akan memberikan jawabannya besok, apakah tidak apa-apa?"


"Tentu saja! Aku tidak terburu-buru. Tidak buruk untuk menjelajahi kota ini sebagai liburan." Venix menjawab dengan senyum.


Setelah itu Laura membicarakan beberapa hal lagi dengan Venix sebelum dia pergi untuk mencari yang lainnya dan membicarakannya.


Akhirnya matahari terbenam, dan Yenta telah memerintahkan Ramia untuk menyiapkan satu tempat tinggal untuk Venix.


***

__ADS_1


Di malam hari, Venix sedang duduk di atas bukit yang tidak jauh dari Kota Voreus.


Di tangannya, dia memegang satu botol anggur dan menenggaknya dengan tenang.


Nero saat ini sedang bermain dengan Whitzi, Venix tidak tahu bagaimana keduanya bisa akrab dan tiba-tiba menjadi teman baik.


Whitzi yang memiliki Garis keturunan Suci cukup bebas dan mudah diajak bicara. Dia sangat berbeda dengan Binatang Suci pada umumnya.


"Tenyata kamu di sini."


Suar seorang pria datang dari belakangnya, dan Venix tidak terkejut dengan suara ini. Dia sudah menemukan pihak lawan sejak lama.


Yenta berjalan mendekati Venix yang sedang duduk sendirian.


"Sebagai seorang penguasa kota, kamu kurang berhati-hati." Venix menggelengkan kepalanya sedikit, dan mengangkat jarinya ke udara.


Dalam sekejap, dua jarum pedang kecil muncul dari udara, dan menyerang daerah gelap yang berada di belakang Yenta.


Tusuk! Tusuk!


Gedebuk! Gedebuk!


Suara tusukan dan suara tubuh jatuh terdengar setelah Venix melemparkan dua jarum pedang kecil.


Melihat ini, Yenta hanya bisa tersenyum pahit : "Aku memang agak gegabah. Aku lupa Whitzi sedang bersama Nero saat ini dan tidak berada di sisiku."


Yenta hanya bisa tersenyum malu karena ini. Di sisi lain, dia agak terkejut dengan Venix yang dengan mudah membunuh penyusup yang mengikutinya.


Jika dia ingat dengan benar, walaupun kebanyakan orang yang mengintainya adalah Martial Master Perak, tapi ada beberapa Martial Master ungu yang kadang-kadang mengintainya.


Dan dilihat dari kekuatan dua jarum pedang sebelumnya, salah satu jarum pedang itu memiliki kekuatan yang sangat tinggi, Yenta bertanya-tanya apakah salah satu pengintai adalah Martial Master Ungu?


Namun dia tidak bisa memverifikasinya sekarang.


Tubuh mereka sudah mati dan tergeletak di tanah, dia bisa memeriksa tubuh mereka kapan saja nanti.


"Aku tidak melihat Agir, apakah kamu berpisah dengannya?" Yenta duduk di samping Venix dan bertanya tentang Agir.

__ADS_1


"Aku sudah membunuhnya." Venix berkata dengan tenang saat angin malam berhembus mengibaskan rambutnya yang panjang.


__ADS_2