Legendary Summoner

Legendary Summoner
Kota Logoria


__ADS_3

"Dilihat dari banyaknya ras lain yang berkemah di luar kota, bukankah angka ini sedikit lebih banyak?" Kata Yenta saat melihat ke depan.


"Memang, angka ini jauh lebih banyak daripada hari normal." Tambah Agir dari samping.


Agir berasal dari Kerajaan. Jadi wajar saja dia tahu situasi kota lebih banyak daripada Laura.


Untuk tim yang berkemah di luar kota, sudah menjadi hal yang umum di setiap kota.


Namun, jumlah tim yang berkemah di luar kota saat ini memang cukup banyak, berbeda dengan hari normal.


"Mungkin sesuatu terjadi?" Kata Laura dengan tidak pasti.


Memang, jika ada sesuatu yang terjadi di wilayah kekuasaan kota, pada umumnya orang-orang akan berkumpul di kota. Bisa jadi karena ada sesuatu hal yang baik, seperti reruntuhan dan hal lainnya.


"Kita akan masuk dan mencari informasi di dalam kota." Kata Venix.


Dengan itu, Tim Venix berjalan mendekati gerbang kota.


Di depan gerbang kota, banyak orang yang sedang mengantri di sebelah kiri untuk mendaftar. Dan di sebelah kanan, tidak sedikit orang yang langsung masuk ke kota saat menunjukkan kartu pass kota mereka.


Tim Venix dengan patuh mengantri dengan sabar.


Memakan waktu beberapa menit, akhirnya giliran Venix.


"Darimana kamu berasal? Apa tujuanmu ke Kota Logoria?" Tanya penjaga gerbang Kota Logoria.


"Kami datang dari jauh, kami sedang menjelajahi Benua Kegelapan." Jawab Venix.


Penjaga gerbang mengangguk dan bertanya : "Berapa orang yang akan masuk bersamamu?"


"Total 9 orang, termasuk diriku sendiri." Kata Venix sambil menunjuk Agir dan lainnya yang ada di belakangnya.


Agir adalah pemimpin tim, namun dia terlalu malas melakukan hal-hal kecil. Jadi Venix mengambil alih.


Pelayan Gill juga bisa melakukan ini, namun Venix lebih memilih dirinya sendiri untuk mendapatkan pengalaman interaksi dengan orang-orang di Benua Kegelapan.


"Itu saja. 9 orang, total biaya masuk 18 batu spiritual tingkat rendah. Saat berada di kota, tidak boleh membuat keributan atau pertempuran. Jika tidak, kamu akan dihukum oleh penjaga kota dan di larang memasuki kota lagi di masa depan." Kata Penjaga Gerbang.


"Aku mengerti." Jawab Venix.


Setelah itu, Venix membayar biaya masuk untuk semua orang.


Kekayaan yang Venix miliki cukup tinggi saat ini. Jadi dia tidak mengeluh untuk membayar biaya masuk semua orang.


Segera satu persatu mendaftarkan nama mereka dan level kultivasi mereka.


Ini hanya formalitas dasar. Bahkan jika orang lain berbohong tentang level kultivasinya dan namanya, itu tidak apa-apa.


Kota Netral banyak disukai oleh banyak Ras dan jarang memiliki musuh. Salah satu halnya adalah karena mudah untuk menyembunyikan identitas orang lain.


Segera satu persatu orang menerima sebuah kartu. Penjaga kota mengatakan bahwa kartu itu hanya berlaku untuk satu minggu. Dengan kartu ini, mereka bisa masuk dan keluar dari kota dengan mudah.


Jika ingin tinggal lebih lama, penjaga kota mengatakan untuk pergi ke balai kota untuk membuat pass kota untuk jangka waktu yang lebih lama. Bahkan bukan tidak mungkin untuk tinggal di dalam kota sepenuhnya. Tentu saja harganya sangat tinggi.

__ADS_1


Menyelesaikan semua prosedur, Venix dan lainnya masuk ke dalam kota.


"Ini cukup besar dan ramai." Kata Venix saat melihat orang-orang yang berjalan ke sana kemari di dalam kota.


Setelah hidup di Desa selama beberapa tahun, Venix agak lupa seperti apa keramaian.


"Setiap memasuki kota juga seperti menghibur diri kita sendiri. Di dalam kota, kita bisa lupa bahwa kita berada di Benua Kegelapan." Kata Laura dari sampingnya.


"Memang." Venix mengangguk dan menambahkan : "Kita perlu mencari tempat menginap terlebih dahulu."


Setelah mengatakan itu, Venix meminta bantuan Pelayan Gill untuk masalah ini.


Harga menginap di dalam kota cukup mahal. Dengan banyaknya orang yang menginap di satu tempat, harga bisa di diskon. Venix tidak tahu cara bernegosiasi, jadi dia meminta Pelayan Gill untuk mengurus hal ini.


Tapi hal yang paling utama adalah, Venix tidak ingin membayar biaya menginap semua orang.


Jika dia yang maju, Venix agak malu untuk meminta biaya menginap kepada Agir dan hanya bisa memakai uang pribadinya. Jadi, biarkanlah pelayannya yang maju dan membayar biaya menginap.


Dengan pengaturan Venix, Pelayan Gill segera pergi mencari tempat menginap.


"Aku akan mengandalkanmu untuk membeli sumberdaya di dalam kota, dengan jumlah yang sama dengan yang aku berikan padamu untuk Desa." Venix berkata pada Laura.


"Eh? Untuk apa?" Laura bertanya dengan rasa ingin tahu.


"Apakah kamu pikir Agir hanya memberikan sumberdaya itu secara cuma-cuma?" Venix tersenyum masam.


Laura melihat Agir yang ada di belakang Venix, dan segera mengerti.


"Aku akan berusaha mencari harga yang terbaik." Laura berkata dengan sungguh-sungguh.


Kantung itu berisi Batu Spiritual tingkat rendah.


"Apakah itu cukup?" Venix bertanya saat memberikan kantung kecil itu kepada Laura.


Laura memegang kantung kecil itu dengan tangannya dan memeriksa jumlahnya dengan kekuatan spiritual miliknya : "Ini cukup. Terimakasih. Aku akan melakukan yang terbaik."


Dengan itu, Laura mengajak Rene, Tobi, dan lainnya yang berasal dari Desa yang sama untuk pergi bersamanya.


Akhirnya hanya Venix, Agir dan Yenta yang tersisa.


"Kemana kita akan pergi?" Venix bertanya pada Yenta.


"Kita akan pergi ke sebuah Bar. Di sana, kita akan dengan mudah berkenalan dengan orang asing dan membuat koneksi dengan mereka. Bisa dikatakan, sebuah Bar adalah tempat yang paling mudah untuk mencari informasi." Kata Yenta.


Setelah mencapai Kota Netral, Yenta akhirnya menyelesaikan langkah pertamanya. Setelah ini, dia akan merencanakan langkah selanjutnya, dan tidak lagi mengikuti Venix dan Agir di masa depan.


"Berusahalah." Venix menepuk bahu Yenta dan tersenyum.


Segera tiga orang itu pergi mencari sebuah Bar, tempat orang minum dan mengobrol.


Mencarinya selama beberapa menit, dan bertanya kepada orang di sekitar, Venix dan Yenta akhirnya menemukan sebuah Bar.


Masuk ke dalam Bar, bau alkohol yang menyengat segera masuk melalui hidung Venix.

__ADS_1


"Bau alkohol yang sangat kuat." Venix menutupi hidungnya agak tidak nyaman.


"Ini adalah Bar, tempat minuman alkohol diminum. Apakah kamu berharap bau di tempat ini memiliki harum bunga?" Agir menyindir Venix dengan senyum menyeringai.


"Aku tahu. Ini adalah pertama kalinya bagiku." Venix menjawab saat dia melangkah ke depan dan masuk lebih dalam.


Di masa lalu, di Benua Manusia, Venix masih anak muda. Walaupun tidak ada aturan untuk usia manusia yang diijinkan untuk minum alkohol, Venix tidak pergi ke Bar di masa lalu.


Di Desa juga ada sebuah Bar. Namun, tempat itu terbuka, dan seperti warung biasa. Jadi bau alkoholnya menyebar di udara dan tidak berkumpul di satu ruangan.


Duduk di depan Bartender, seorang pelayan Bar datang menghampirinya.


Pelayan itu berasal dari Ras kucing. Tubuh dan bulunya sangat mirip dengan kucing pada umumnya. Namun saat ini, kucing itu berjalan berdiri seperti layaknya manusia.


"Tuan-tuan, apakah ingin memesan sesuatu? Ini adalah daftar minuman yang ada di Bar kita." Pelayan kucing memberikan Venix daftar menunya.


Venix mengambilnya dan melihat daftar minuman.


Ginger Rage, Wild Tempest, Unlucky Fluffy.


Melihat daftar nama-nama minuman itu, pikiran Venix menjadi berdengung karena tidak mengerti.


Usianya saat ini sudah hampir menyentuh angka 22 tahun. Namun, dia tidak benar-benar menyukai minuman alkohol dan tidak mengerti nama-nama ini.


"Apakah ada minuman non-alkohol?" Venix bertanya kepada pelayan kucing.


"Kamu datang ke Bar, tidak ingin minuman alkohol? Bukankah kamu sebaiknya pergi ke tempat peternakan sapi dan meminum susu langsung darinya?" Agir menyindir Venix yang duduk di sampingnya.


"Apa salahnya tidak memesan alkohol? Apakah ada aturan bahwa tidak diperbolehkan untuk memesan minuman non-alkohol di sini?" Venix membalas dengan malas, tidak ingin berdebat dengan Agir.


Entah kenapa, akhir-akhir ini Agir jauh lebih aktif daripada di masa lalu. Terutama untuk menyindirnya terus menerus.


Dengan senyum sopan, pelayan kucing menjawab : "Tentu saja ada. Tidak semua orang yang datang ke Bar sini untuk mabuk, dan hanya ingin mengobrol dengan orang lain. Kita juga memiliki minuman soda di sini."


"Baiklah, bawakan aku satu minuman soda terbaik milikmu." Venix segera memesan satu minuman.


"Bawakan aku Wicked Slush." Agir juga memesan minumannya sendiri.


Di sisi lain, Yenta merenung sebelum membuka mulutnya : "Aku memesan minuman alkohol yang terbaik."


"Dipahami. Segera aku akan membuatkan minuman untuk kalian semua." Pelayan kucing segera pergi untuk membuat minuman untuk mereka bertiga.


"Apakah kamu suka minuman alkohol?" Venix bertanya pada Yenta.


Yenta masih muda, belum berusia 17 tahun. Jadi Venix bertanya untuk memastikan.


"Tidak juga. Namun meminum minuman alkohol baik-baik saja untukku." Yenta menjawab sambil mengamati setiap makhluk hidup yang ada di Bar ini.


Venix mengangguk, dan tidak bertanya lebih jauh.


"Tekanan energi gelap di kota ini agak terasa sedikit. Jika kita pergi lebih dalam, kita akan sampai di perbatasan daerah aman Benua Kegelapan." Venix tiba-tiba mengatakan hal ini.


Benua Kegelapan memiliki area aman dan area dalam. Kenapa Venix yakin dia berada di pinggiran Benua Kegelapan? Karena yang dia tinggali di masa lalu bukan benar-benar inti dari Benua Kegelapan, atau kengerian asli dari Benua Kegelapan.

__ADS_1


Kengerian asli Benua Kegelapan tidak jauh darinya saat ini.


__ADS_2