
Perasaan memasuki Tranquil Soul sangat aneh dan ajaib, itu membuat jiwa dan pikirannya tenang, seolah-olah dia hanya sebuah robot dan dia hanya memiliki remote control sederhana yang memiliki kontrol terbatas.
Perasaan berkumpul bersama keluarganya sebelumnya juga sangat nyata, tapi, perasaan bahagia itu disuntikkan oleh Tranquil Soul ke dalam jiwanya dan dia tidak bisa menolak sama sekali dan hanya bisa pasrah dan menikmati perasaan itu.
Bukan ini alasan utama kenapa Venix sangat ketakutan, namun, itu adalah efek setelah keluar dari Tranquil Soul!
"Sial! Lingkungan ini sangat beracun! Bukankah ini hanya merusak orang lain!?" Venix masih memiliki ketakutannya saat mengingat pengalaman sebelumnya.
Dia menoleh dan melihat orang-orang yang ada di sini. Setiap lokasi seseorang memiliki monumen batu di depan mereka, dan Venix saat ini bisa di katakan berada di baris terakhir.
Menghitung jarak dia saat ini ke tempat pertama, ada total 7 orang, termasuk dirinya, itu 8 orang. Saat ini hanya ada dua orang ditempat ketiga dan kelima yang berada di luar Tranquil Soul dengan wajah bingung.
Selagi Venix mengamati, Yago yang berada di tempat kedua muncul di luar Tranquil Soul, sepertinya dia ditendang keluar lagi.
Melihat Yago, sejujurnya Venix agak terkejut bahwa tempat pertama bukan dimiliki oleh dia. Satu persatu keluar dari Tranquil Soul, dan beberapa orang termasuk Yago terus masuk ke dalam Tranquil Soul lagi.
Hanya orang yang berada di tempat kelima dan Venix yang masih berada di luar Tranquil Soul dan tidak mencoba untuk masuk lagi.
"Apa tujuan ujian ini? Merusak masa depan semua orang?" Venix memegang dagunya sambil berpikir. Tanpa di sadari, di tempat ketujuh, sosok Agir muncul dengan wajah penuh kebingungan.
"Kamu ditendang keluar lagi? Tidak perlu terus menerus mencoba jika kamu bahkan tidak tahu bagaimana menyelesaikannya," Venix berkata kepada Agir sebelum dia berencana berjalan masuk lagi ke dalam Tranquil Soul.
__ADS_1
Sejujurnya, Venix agak terkejut bahwa waktu yang dihabiskan Agir di dalam Tranquil Soul jauh lebih lama daripada peserta lainnya. Dan saran yang dia berikan juga bukan tanpa alasan, ujian ini seperti teka-teki, setiap peserta harus mencari tahu tujuan ujian ini. Jika peserta ujian secara membabi buta masuk ke dalam Tranquil Soul terus menerus, itu tidak akan menghasilkan efek yang baik, justru hanya membawa efek negatif.
"Lebih baik kamu berterus-terang, bukankah kamu ingin mengajak orang lain mengobrol dan berdiskusi tentang ujian ini?" Agir menggerakkan bola matanya dan melihat Venix, seolah menebak niatnya.
"Karena kamu tahu, lalu tunggu apa lagi? Ayo, ayo! Duduk!" Venix duduk di lantai tanpa ragu-ragu seolah sedang bertamu di rumah teman lama.
Menggelengkan kepalanya, Agir juga duduk di lantai berhadapan dengan Venix. Dia juga sadar bahwa menantang ujian secara membabi buta tidak akan membawa hasil, justru membawa hal negatif kepadanya. Hanya saja, sebelumnya dia tidak memiliki teman bicara, lebih tepatnya, dia terlalu malas berbicara dengan orang asing.
"Aku baru memasuki Tranquil Soul sekali, aku sudah tahu apa yang terjadi di dalam. Namun, aku khawatir bahwa jika aku memasuki Tranquil Soul lebih lanjut, aku hanya akan tersesat. Ini adalah pendapat yang aku miliki, bagaimana denganmu?" Venix bertanya dengan rasa ingin tahu.
"Aku memasuki Tranquil Soul sekitar 7 kali, bagaimana pendapatku tentang ujian ini.… Bisa dikatakan aku tersesat?" Agir menjawab dengan ragu-ragu dan tidak pasti.
Agir memiliki pemikiran yang lugas, dia menjawab semuanya dengan jujur : "Pertama kali aku masuk, aku melihat semua adegan di masa lalu, masa depan, dan lainnya, bisa dikatakan bahwa sepertinya setiap adegan mencerminkan setiap pilihan yang pernah kita hadapi di masa lalu? Aku memilih adegan diriku yang memiliki kekuatan tertinggi di kerajaan Wok, namum ilusi hancur dan aku di transfer keluar."
Venix mengangguk dan terus mendengarkan, dia ingin mengetahui lebih banyak informasi dari Agir.
"Setelah gagal, aku merasa bahwa aku salah, aku mencoba untuk kedua kalinya dan memilih jalan lain dan berhasil. Namun di tahap selanjutnya, aku gagal lagi." Agir memiliki pandangan yang bingung di matanya.
Venix mengangguk dan terus mendengarkan. Namun di dalam hatinya, Venix agak terkejut. Sepertinya ujian ini merubah Agir entah bagaimana? Dia merasa Agir sangat berbeda sekarang, dari cara dia bicara dan menjelaskan sangat berbeda, tidak seperti dia di masa lalu.
"Percobaan ketiga, aku memilih jalan yang sama di level pertama, di level kedua, aku memilih jalan yang lain dan berhasil, aku memasuki level ketiga dan gagal. Setelah gagal, aku memiliki tebakan di hatiku, aku mencoba untuk keempat kalinya, di level pertama, aku memilih jalan yang berbeda, bukan jalan yang benar seperti sebelumnya, namun yang aneh, aku berhasil, dan di level kedua, aku gagal lagi." Agir menjelaskan semuanya secara perlahan.
__ADS_1
Venix mengerutkan kening dan tidak mengatakan apapun. Dia menunggu sampai Agir menjelaskan semuanya, dan memverifikasi tebakannya.
"Aku mencoba untuk kelima kalinya dan seterusnya, aku menemukan sebuah kebenaran, setiap jalan adalah benar dan salah, jika kamu mencoba jalan yang gagal sebelumnya, kamu akan berhasil dan menembus ke level selanjutnya, dan mungkin kamu akan menemui jalan yang benar dan menembus banyak level dalam sekali jalan, tapi bisa di pastikan bahwa kamu akan gagal pada akhirnya."
Agir menutup matanya setelah menjelaskan semuanya, ujian ini membuatnya mempertanyakan dirinya sendiri. Ini seperti pertanyaan Venix sebelumnya, jika dia meletakkan harta, identitas, kekuatan, pasukan dan lainnya, siapa dia?
"Memang seperti yang aku duga. Dari awal, aku cukup curiga dengan konten ujian ini. Menemukan jati dirimu sendiri? Siapa yang bisa memastikan jati dirimu benar? Jangankan orang lain, bahkan leluhur dunia tidak akan mampu memverifikasi apakah jati diri seseorang benar atau tidak! Apalagi benda bernama Tranquil Soul ini!" Venix segera mengatakan ketidaksenangannya terhadap konten ujian ini dan benda bernama Tranquil Soul.
"Apakah kamu punya ide? Tidak mungkin Leluhur dunia hanya ingin menjebak generasi baru kan? Membuat ujian yang tidak akan pernah bisa dilewati oleh generasi baru." Agir membuka matanya dan berkata dengan tenang setelah menstabilkan emosinya yang berantakan akibat Tranquil Soul.
"Dari pengalamanmu, bahkan ujian ini jauh lebih mengerikan daripada yang aku kira. Kamu bisa melewati level jika kamu memilih jalan yang gagal sebelumnya? Ini hanya akan membuat peserta ujian mempertanyakan diri mereka sendiri, siapa aku? Apakah aku tidak mencintai keluarga atau temanku? Apakah aku orang yang jahat? Apakah aku ingin membunuhnya? Ini akan membuat seseorang kehilangan diri mereka sendiri. Jika mereka memilih jalan yang bertentangan dengan diri mereka sendiri dan ternyata lolos ke level selanjutnya, orang itu akan bertanya-tanya apakah diri sejatinya seperti itu?" Venix tidak bisa tidak merasa takut dengan efek yang diberikan oleh ujian ini.
Tidak ada informasi, tidak ada peringatan, semua peserta ujian harus mencari semua informasi, tingkat bahaya, dan lainnya mengandalkan diri mereka sendiri. Betapa kejamnya pembuat Reruntuhan ini?
Namun, walaupun Venix merasa ujian ini sangat kejam dan tidak manusiawi, dia merasa ada alasan lain kenapa tingkat ujian ini sangat tinggi. Bahkan hadiahnya adalah kesempatan untuk menjadi Summoner terkuat di Era ini. Walaupun banyak Reruntuhan dunia kecil lainnya, tapi tidak ada yang begitu sombong untuk mengatakan bahwa hadiah Reruntuhan dunia kecil itu mampu membuat seseorang menjadi kekuatan terkuat di Era ini.
"Jadi, bagaimana menurutmu?" Agir juga tahu bahwa jika dia bersikap keras kepala, hanya akan ada kerugian.
"Aku tidak tahu kenapa leluhur membuat ujian seperti ini, namun dia pasti memiliki perhitungannya sendiri. Jalan ini kejam dan tanpa ampun, namun itu juga melatih diri kita sendiri." Venix memegang dagunya sambil berpikir : "Tidak mungkin leluhur dunia membuat ujian yang tidak bisa dilewati oleh generasi baru, lalu apa gunanya Reruntuhan ini? Namun, aku memiliki tebakan."
Menarik nafas dalam-dalam, Venix berkata : "Cara kita menjalani ujian ini salah!"
__ADS_1