Legendary Summoner

Legendary Summoner
Bab 79


__ADS_3

"Kita sudah sampai di ranah hukum."


Venix berkata saat melihat pemandangan yang ada di depannya. Saat ini, dia merasa berada di ruang angkasa yang biasanya dia lihat di film-film benua manusia.


Ruang gelap ini dipenuhi dengan cahaya dalam berbagai warna, dan ada banyak cahaya berwarna abu-abu yang sepertinya tidak aktif untuk saat ini.


"Apakah ini ranah hukum?" Nero melihat sekelilingnya dengan rasa ingin tahu. Akhirnya dia memiliki gambaran kasar seperti apa ranah hukum itu.


"Mari kita mencari tahu lebih banyak. Sebelumnya kaisar manusia mengatakan padaku bahwa untuk memeriksa satu persatu cahaya, dan cahaya itu akan menggambarkan apa fungsi mereka. Karena kita bertujuan untuk meningkatkan pondasi teknik ini, kita harus pergi ke bagian dasarnya, dan bukan untuk meningkatkan kemampuan ini." Venix berkata kepada Nero.


"Baiklah." Nero mengangguk.


Segera setelah itu Venix membawa Nero menjelajahi satu persatu cahaya dan menyentuhnya. Segera informasi dasar apa yang diwakili cahaya itu muncul di benaknya. Setiap cahaya memiliki fungsi mereka sendiri, dan saat semua cahaya di aktifkan secara bersamaan, itu akan membentuk sebuah teknik yang unik.


Venix terus menelusuri satu persatu cahaya bersama Nero. Dia saat ini bertujuan untuk menemukan cahaya yang mewakili fungsi energi atau pondasi kemampuan cincin pertama.


Waktu berlalu dengan lambat, tidak tahu berapa lama, Nero memberitahu Venix bahwa dia menemukan sesuatu.


"Apakah kamu menemukannya?" Venix mendekati Nero dan bertanya.


"Cahaya ini mewakili sirkulasi energi, sepertinya kita tidak jauh dari tujuan kita." Nero menjawab sambil menunjuk cahaya cyan yang ada di ruang gelap.


Venix segera mendekati cahaya cyan dan memeriksanya. Tidak lama kemudian, dia mengangguk dan setuju dengan apa yang di katakan oleh Nero.


"Jika seperti ini, kita perlu memeriksa seluruh cahaya yang berada di sekitarnya dan menemukan fungsi dasar lainnya. Ngomong-ngomong, jika cahaya lain tidak memiliki fungsi dasar seperti sirkulasi energi, kamu harus menandainya agar kita bisa menetapkan jangkauan dasar sistem kemampuan cincin pertama." Venix berkata pada Nero dan mengingatkannya.


"Dipahami." Nero mengangguk.


Segera Venix dan Nero berpencar, dan menyesuaikan lingkaran hukum dasar kemampuan cincin pertama.


Tidak tahu berapa lama waktu telah berlalu, Venix dan Nero akhirnya menyelesaikan seluruh area dasar hukum kemampuan cincin pertama.


Dengan jentikkan jarinya, Venix membuat proyeksi peta sederhana di kehampaan.


"Ini adalah bagian awal, tengah, dan akhir, pertama-tama kita perlu mencoba untuk meningkatkan bagian awal. Kita harus mencoba meningkatkan fungsi mereka lebih jauh dengan mengaktifkan cahaya abu-abu yang tidak aktif." Venix berkata pada Nero sambil menunjukkan peta sederhana yang telah dia letakkan garis pemisah untuk bagian awal, tengah, dan akhir.


"Jika sesuatu yang salah terjadi, segera katakan." Nero memandang Venix dan berkata.


"Tentu." Venix mengangguk.


Walaupun Nero biasanya tidak bisa begitu di andalkan di waktu normal, namun untuk hal-hal penting, Nero masih mampu untuk menyelesaikan hal ini. Karena Nero terhubung dengannya, dia juga memiliki pengetahuan dasar tentang hukum yang berasal dari kaisar manusia. Setidaknya Venix bisa percaya padanya untuk saat ini.

__ADS_1


"Baiklah, kalau begitu kita harus mulai." Nero berkata.


Segera setelah itu keduanya berpisah lagi dan mengerjakan masing-masing tugas mereka.


Di tempat lain, di sebuah pegunungan es, Agir sedang duduk bermeditasi di gunung es ini. Tidak lama kemudian.


Ledakan!


Ledakan terjadi yang berpusat pada tubuhnya. Segera setelah itu pusaran energi terwujud di atas kepalanya dan segera memasuki tubuhnya dalam jumlah yang sangat mencengangkan.


Saat pusaran energi menghilang, Agir membuka matanya dan bergumam : "Aku telah mencapai Tahap Tengah Level Ungu, bagaimana perkembangan anak itu?"


Karena Agir memiliki teknik dan tubuh yang khusus, tidak membutuhkan waktu yang lama untuknya meningkatkan level kultivasinya ke level ini. Yang menjadi halangan terbesar untuknya saat ini adalah melewati level ungu dan menginjakkan kakinya ke level emas.


"Dengan bakatnya, mungkin dia sudah mencapai Tahap akhir atau Puncak, kalau begitu, aku hanya perlu terus berlatih dan meningkatkan level kultivasiku lebih jauh." Setelah mengatakan itu, Agir kembali menutup matanya dan berkultivasi.


Dua orang yang memiliki takdir yang berbeda namun memiliki arah yang sama masing-masing meningkatkan diri mereka sendiri.


Agir fokus menghaluskan jalan masa depannya dengan mantap.


Di sisi lain Venix fokus meningkatkan kemampuan inti jiwanya untuk masa depannya.


Dua orang memiliki takdir dan nasib yang besar di alam semesta, tidak ada yang tahu apa hasil yang akan terjadi saat keduanya memiliki level kultivasi yang sama.


Venix duduk bermeditasi seperi batu di padang rumput hijau dengan kucing Nero di bahunya, burung dan ulat menempel ditubuhnya, mencoba untuk membangunkannya. Namun bagaimanapun burung dan ulat itu bergerak, Venix tetap fokus berkultivasi.


Setelah sekian lama, untuk pertama kalinya, bulu mata Venix bergetar, dan secara perlahan, dia membuka matanya.


Di bahunya, Nero juga membuka matanya secara bersamaan.


Dia tidak tahu berapa lama waktu yang dia habiskan saat ini, dia terlalu asik dan fokus untuk menjelajahi hukum cincin pertama.


"Bagaimana perasaanmu?" Nero bertanya dari bahunya.


Menarik nafas dalam-dalam dan merasakan kondisinya, Venix berkata : "Semuanya baik-baik saja, hanya saja aku merasa sedikit tidak nyaman seperti kehilangan sesuatu. Namun secara keseluruhan, sepertinya kita berhasil."


Nero mengangguk dan berkata : "Apakah kamu akan mencobanya sekarang?"


Memikirkannya selama beberapa saat, Venix menjawab : "Kita akan mencobanya dalam setengah jam, aku perlu istirahat sebentar."


Nero mengangguk dan tidak menolak.

__ADS_1


Segera setengah jam berlalu.


"Aku akan mengaktifkannya." Venix berkata pada Nero.


"Baik." Nero menjawab.


Kemampuan kedua adalah seperti Summoner terbalik, yaitu dia sepertinya di panggil ke dunia Heavenly Beast, jadi dia membutuhkan kerja sama Nero untuk hal ini.


Memejamkan matanya, Venix segera mengaktifkan kemampuan Cincin kedua dengan pikirannya.


Berdengung ~


Suara resonasi jiwa berdengung di kedalaman jiwanya, segera cincin pertama bersinar, kemudian menyalurkan energi cincin pertama ke cincin kedua, dan membuat cincin kemampuan kedua bersinar terang.


"Itu akan datang!" Venix mengingatkan Nero.


Nero segera fokus, dan mengalihkan sebagian besar perhatiannya ke tubuh utamanya.


Saat cincin kemampuan kedua bersinar, Venix merasakan suatu panggilan dari dalam jiwanya. Tanpa perlawanan, dia mencoba mengikuti panggilan itu.


"Eh? Ada yang salah!"


Nero tiba-tiba berkata dan membangunkan Venix.


Cincin kemampuan kedua sudah aktif, jadi dia tidak perlu berkonsentrasi seperti sebelumnya dan bisa membuka matanya.


Saat ini, di depan matanya, tubuh kucing Nero perlahan hancur dan berubah menjadi gumpalan jiwa. Ini seperti saat Venix membawa kembali jiwa Nero ke dalam jiwanya dan membatalkan pemanggilan.


Tapi, saat ini dialah orang yang di panggil ke dunia Heavenly Beast, kenapa tubuh Nero di dunia ini sepertinya di panggil juga?


"Apa yang salah?" Venix bingung dan tidak mengerti.


"Aku tidak tahu!" Nero menjawab.


Segera setelah itu pemanggilan jiwanya semakin intens dan merampas sebagian jiwa Venix untuk dikirim ke dunia lain.


"Sepertinya kemampuan cincin kedua berhasil!" Venix bersemangat karena dia berhasil mengaktifkan kemampuan cincin keduanya.


Namun, di sisi lain, saat jiwa Venix terbelah, tubuh kucing Nero segera hancur dan berubah menjadi gumpalan jiwa, dan dengan cepat, jiwa Nero bergabung dan menempel dengan jiwa Venix yang terbelah.


Eh?

__ADS_1


Eh?


Tanpa tahu apa yang terjadi, Venix merasakan kesadarannya ditarik menjauh ke langit dan menghilang dari dunia ini.


__ADS_2