Legendary Summoner

Legendary Summoner
Pergi ke Kota


__ADS_3

Menjadi Jenius Sejati di Benua Manusia memang hal baik.


Dia akan menerima banyak manfaat seperti sumberdaya kultivasi, kekayaan, dan ketenaran.


Namun, satu hal yang pasti. Venix tidak tergoda dengan ketenaran.


Di sisi lain, walaupun menjadi tokoh Jenius di Benua Manusia menguntungkannya, itu juga bisa membawa malapetaka baginya.


Ada banyak musuh ras manusia. Sebagai Jenius dan pilar masa depan manusia, musuh akan melakukan apapun untuk menyingkirkannya saat dia masih lemah. Ini adalah hal umum yang di lakukan oleh semua ras di Dunia ini.


Jika tidak mampu menyingkirkan Jenius manusia, cukup mengacaukan hatinya dengan menyerang orang terdekatnya.


Venix ingat ada beberapa kejadian serupa di masa lalu.


Tentu saja petinggi manusia juga pasti akan melindungi keluarga para Jenius manusia. Namun, perlindungan itu kepada keluarganya seperti sebuah belenggu dan penjara. Semua tindakannya dan keluarganya terkekang dan tidak bebas. Bagi Venix, kebebasan adalah hal yang ingin dia miliki sepanjang hidupnya.


Dan yang paling utama adalah, Venix sudah tahu arah jalan kultivasinya di masa depan. Sumberdaya yang di berikan kepada para Jenius manusia tentu akan membantunya kuat lebih cepat. Namun, itu bukan masalah cepat atau lambat bagi Venix. Yang terpenting adalah, dia menguatkan setiap langkah yang dia ambil di jalan kultivasi.


Keesokan harinya, dengan pengaturan rencana sebelumnya, Venix dan Laura bekerjasama untuk membuat formasi untuk melindungi pintu masuk Desa dan menyembunyikannya.


Saat ini, Agir telah membubarkan pasukan yang ada di timnya. Dan hanya tersisa Pelayan Gill, Venix, dan Yenta.


Di sisi lain, Laura membawa empat orang bersamanya. Satu wanita dan tiga pria. Total lima orang termasuk Laura sendiri


Wanita itu tentu saja Junior Laura yang bernama Rene. Dan salah satu pria di tim Laura adalah orang yang menuduh Venix sebelumnya yang bernama Tobi.


Sebenarnya, Laura hanya ingin membawa tiga orang. Namun Venix khawatir dengan Tobi. Dengan kepribadiannya, dia akan menuangkan air kotor ke kepalanya dan menghasut semua warga Desa untuk membencinya.


Bukan tidak mungkin Tobi akan keluar dari Desa bawah tanah dan merusak Formasi pintu masuk.


Formasi yang dibuat oleh Laura dan Venix cukup kuat. Namun, kelemahannya adalah Formasi itu adalah Formasi sekali pakai. Setelah pintu dibuka, Formasi akan menghilang.


Setelah banyak pertimbangan, Venix juga membawa Tobi saat ini.


"Semua sudah siap?" Agir bertanya saat melihat sekelompok manusia yang ada di depannya.

__ADS_1


"Semua sudah siap. Daerah di sekitar sini sudah di bersihkan, tidak akan ada makhluk hidup yang tahu bahwa ada pintu masuk Desa bawah tanah di sini." Venix menjawab saat berjalan mendekati Agir.


Agir mengangguk. Setelah itu dia berkata : "Pergi."


Satu persatu Tim Agir melompat ke udara. Di sisi lain, Nero mengubah bentuknya menjadi Harimau Hitam dan membawa Yenta di punggungnya.


Karena Tim berjumlah sedikit, perjalan mereka akan jauh lebih cepat. Dengan kekuatan Yenta sendiri, dia tidak akan mampu mengejar. Jadi Nero membawa Yenta di punggungnya.


Sebenarnya, Nero sangat fokus berkultivasi tubuh utamanya. Jika tidak ada yang di butuhkan Venix, Nero hanya akan berdiam diri di dalam jiwa Venix tanpa membentuk tubuh di dunia luar.


Saat ini, karena Yenta, Nero harus memanifestasikan tubuhnya di dunia luar.


Dalam perjalanan, Venix dan yang lainnya bertemu satu tim musuh yang berjumlah 20 orang. Pemimpinnya berada di Level Ungu dan bawahannya berada di Level Perak.


Venix ingin menghindari mereka dan lari.


Namun, Agir menolak ini.


Siapa dia? Untuk apa dia kabur? Jadi, Venix dengan keluhan di hatinya, bentrok dengan tim musuh dan mengalahkan semuanya satu persatu.


Laura dan lainnya cukup kagum dengan gaya bertarung Venix yang indah dengan Royal Sword miliknya. Bisa dikatakan bahwa sangat jarang Martial Master menggunakan Royal Sword untuk senjata mereka.


***


Agir, Venix dan lainnya akhirnya mencapai Kota Netral.


Saat ini, di depan mereka, terlihat sebuah bangunan yang memiliki tembok tinggi dan banyak makhluk hidup yang masuk dan keluar dari kota.


Venix melihat ke depan, dan melihat kota yang ada di depannya.


Bagi Venix, kota yang ada di depannya seperti sebuah kerajaan.


Wilayah pemukiman di Benua Kegelapan di ukur dengan Desa, Kota, Kerajaan, dan Kekaisaran. Namun, walaupun wilayah itu bernama Desa atau Kota, ukuran mereka tidak benar-benar seperti sebuah Desa atau Kota. Bisa dikatakan itu seperti mengukur level dan kekuatan suatu wilayah.


"Apakah kamu terkejut? Ini tidak seperti gambaran kota yang ada di benakmu bukan?" Kata Laura dari samping Venix.

__ADS_1


Venix melihat Laura, lalu kembali memandang kota yang ada di depannya : "Memang, ini sangat berbeda. Ini seperti sebuah gambaran sejarah kuno di catatan sejarah Benua Manusia."


Di Benua Manusia, kehidupan di sana sudah mulai memasuki tahap modern. Karena wilayah Benua Manusia di jaga baik, ilmuan dan teknologi juga berkembang. Sudah ada mobil dan handphone pintar di Benua Manusia. Namun, benda-benda itu hanya bisa di gunakan di Benua Manusia. Lagipula di dunia luar, benda-benda itu mudah hancur oleh serangan musuh.


Kota Demon Beast yang Venix lewati sebelumnya tidak benar-benar dilihat dengan mata kepalanya sendiri. Prajurit Agir yang memberikan informasi itu.


Jadi dia hanya lewat dan tidak benar-benar melihat Kota Demon Beast sebelumnya.


Di luar wilayah kota, terdapat banyak tim yang berkumpul dan berkemah di luar kota.


Venix tidak mengerti dan penasaran, jadi dia bertanya : "Kenapa orang-orang ini berada di luar kota?"


Laura mendongak dan melihat orang-orang yang berkemah dari berbagai Ras : "Mereka adalah pasukan orang lain, yang tidak tinggal di kota. Sama seperti pasukan yang dimiliki oleh Goat Beast bernama Agir itu. Setiap orang yang memasuki kota, mereka harus membayar. Satu orang adalah dua batu spiritual untuk akses satu minggu masuk dan keluar dari kota. Karena itu, hanya orang-orang penting yang memasuki kota. Untuk pasukan biasa, mereka akan menginap di luar kota."


Venix mengangguk dan mengerti.


"Apakah harga biaya masuk itu batu spiritual tingkat rendah atau lebih tinggi?" Tanya Venix.


"Tentu saja itu batu spiritual tingkat rendah. Jika lebih tinggi, siapa yang akan masuk ke dalam kota?" Kata Laura dengan senyum masam.


Batu Spiritual di bagi menjadi beberapa level.


Yaitu Level rendah, Menengah, dan tinggi.


Satu batu Spiritual tingkat menengah setara dengan seratus batu spiritual tingkat rendah.


Satu batu tingkat tinggi setara dengan seratus batu tingkat menengah.


Apakah batu spiritual semahal itu? Tentu saja benar.


Setiap batu Spiritual sangat penting untuk berkultivasi dan membuat Formasi, melebur senjata, dan lainnya.


Semakin tinggi tingkat Formasi atau senjata yang harus di buat, semakin tinggi kualitas batu spiritual yang di butuhkan.


Contoh saja senjata Royal Sword Venix.

__ADS_1


Saat ini, senjata Royal Swordnya berada di puncak level ungu yang sangat berharga. Untuk bahan dasarnya saja, dia membutuhkan 50 batu spiritual tingkat menengah.


Jika bukan karena petinggi Desa membantunya, dia tidak akan mampu sama sekali untuk membuat Royal Sword mencapai Level Ungu Puncak.


__ADS_2