Legendary Summoner

Legendary Summoner
Chapter 90


__ADS_3

Segera Venix dan Nero di kelilingi oleh penjaga kota.


Orang-orang yang ada di sekitar mereka juga mengetahui bahwa sesuatu telah terjadi. Mereka menghentikan langkah kaki mereka, dan melihat ke tempat Venix berada, menunggu untuk menonton pertunjukan.


Walaupun penjaga kota mengelilingi Venix dan Nero, hanya satu penjaga kota yang mengeluarkan senjatanya dan mengarahkannya kepada Venix.


Penjaga kota lainnya hanya memblokir jalan keluar Venix, dan tidak mengeluarkan senjata mereka. Lagipula situasinya tidak cukup jelas bagi mereka untuk saat ini.


"Apakah ini memang seharusnya terjadi?" Nero mengangkat kepalanya dan bertanya pada Venix.


"Kamu bertanya padaku, aku bertanya pada siapa?" Venix menggeser bola matanya ke samping.


Venix benar-benar tidak tahu, apa yang telah dia lakukan sampai situasi seperti ini terjadi.


Beberapa saat kemudian, seorang penjaga kota dan sepertinya orang yang bertanggung jawab di sini, bertanya pada penjaga kota yang mengeluarkan senjatanya dan menodong Venix.


"Apa yang terjadi?" Tanya Kapten penjaga kota.


"Manusia ini kemungkinan besar datang ke sini dan memiliki rencana untuk menyakiti Lord Yenta!" Penjaga kota itu menjawab dengan nada suara yang agak tinggi.


"Permisi? Bukti apa yang kamu miliki untuk menuduhku seperti itu?" Venix menggosok telinganya, takut dia salah dengar.


Kapten penjaga kota melihat Venix selama beberapa saat sebelum mengalihkan pandangannya kembali ke penjaga kota.


"Apakah kamu yakin?" Kapten penjaga kota bertanya.


"Aku memang belum bisa memastikannya, namun lebih baik untuk menangkapnya terlebih dahulu daripada melepaskannya untuk saat ini!" Penjaga kota itu berkata.


Kapten penjaga kota mengerutkan kening dan berada dalam dilema.


Hal seperti ini sering terjadi, beberapa musuh mengirim seseorang untuk membunuh Lord Yenta selama satu tahun terakhir. Jadi penjaga gerbang kota memiliki tanggung jawab yang jauh lebih besar menyangkut masalah ini, dan membuat sebagian besar penjaga kota menjadi waspada, dan terkadang berlebihan.


"Tangkap mereka berdua."


Kapten penjaga kota segera memerintahkan bawahannya untuk menangkap Venix dan Nero. Saran bawahannya sebelumnya memang masuk akal.


Jadi lebih baik menangkap orang yang dicurigai daripada melepaskan mereka.


Segera beberapa penjaga kota berjalan mendekati Venix dan Nero dengan hati-hati, takut mereka berdua akan melawan.

__ADS_1


"Apakah kita akan di tangkap begini saja?" Nero bertanya pada Venix.


"Apakah perlu untuk membuat kekacauan yang tidak perlu?" Venix balik bertanya kepada Nero.


"Lihat situasi yang ada di sekitarmu, apakah menurutmu ini bukan kekacauan?" Nero menjawab.


Mendengar kata-kata Nero, Venix harus mengakui bahwa apa yang dikatakan Nero masuk akal. Walaupun mereka tidak berencana membuat kekacauan sedikitpun, namun suasana saat ini sudah masuk ke dalam tahap kacau. Tidak ada bedanya apakah mereka bergerak atau tidak.


"Baiklah... Jangan menyakiti mereka terlalu banyak, kita hanya perlu lari..."


Saat Venix membuat rencana untuk keluar dari kekacauan ini, suara seorang wanita datang dari kejauhan.


"Ada apa ini? Apa yang terjadi?"


Seorang wanita manusia melangkah maju dan datang mendekati kelompok penjaga kota yang mengelilingi Venix.


Wanita itu memiliki sosok yang cantik dan anggun, dengan fitur wajah dewasa yang telah dia tempa selama pengalaman hidupnya.


"Seorang penjaga kota mengatakan orang ini mencurigakan dan memiliki kemungkinan sebagai penyusup dan memiliki rencana untuk menyakiti Lord Yenta. Dengan banyak pertimbangan dan apa yang telah terjadi selama satu tahun terakhir, aku memutuskan untuk menangkapnya terlebih dahulu sebelum mencari kebenarannya." Kapten Penjaga kota menjawab dengan sopan di hadapan wanita manusia ini.


"Penyusup?" Wanita itu mengalihkan pandangannya dan menatap Venix dan Nero yang berada di pusat perhatian.


Saat wanita itu melihat sosok Harimau hitam, dia agak linglung sejenak. Dia kembali melihat sosok pria manusia itu, dan secara perlahan, dia merasakan keakraban yang aneh dari sosok pria itu.


"Kamu Rene bukan? Aku hampir tidak mengenalimu saat melihatmu untuk pertama kalinya setelah waktu berlalu begitu lama." Venix tiba-tiba membuka mulutnya dan mengatakan sesuatu.


"Venix?" Rene bertanya dengan nada tidak pasti.


"Ini aku." Venix mengangguk dan menunjuk Nero yang ada di sampingnya : "Jika kamu tidak mengenaliku, seharusnya kamu bisa mengenalinya. Walaupun kucing ini telah dewasa dan menjadi Harimau, tampang bodohnya benar-benar tidak bisa dihilangkan. Kamu harus bisa mengenalinya dalam sekali pandang."


Saat berbicara dengan Rene, Venix juga tidak lupa untuk membawa Nero ke dalam topik pembicaraan dan menjelekkannya.


"Kenapa aku di bawa-bawa!? Kalimat pertama memang masuk akal, tapi apa-apaan kalimat kedua yang kamu katakan!? Apakah kamu benar-benar berpikir aku telah menyerah untuk mengalahkanmu!?" Nero dengan ganas menatap Venix.


Dalam sekejap, aura mengerikan muncul dari udara tipis dan menyelimuti area yang ada di sekitarnya.


Nero melepaskan momentum kekuatannya!


Segera penjaga yang mengelilingi Venix menjadi pucat dan mundur ke belakang.

__ADS_1


"Jangan membuat masalah." Venix menampar kepala Nero dengan tangannya.


Setelah kepalanya di tampar, Nero menarik kembali momentum kekuatannya ke dalam tubuhnya.


Rene tersenyum masam.


Penjaga kota yang mengeluarkan pedangnya pada Venix sebelumnya ketakutan. Kakinya bergetar dan hampir tidak mampu membuatnya berdiri.


Bahkan jika Venix dan Nero bertarung di sini, dan penjaga kota yang lebih kuat lainnya datang membantu, dia tetap akan menjadi orang mati di tangan musuh.


Memikirkan itu, dia menjadi takut dan tidak berani untuk memandang Venix dan Nero lagi.


"Aku mengenal mereka berdua, tidak perlu membuat keributan, aku akan membawanya untuk bertemu dengan Lord Yenta." Rene berkata pada Kapten penjaga kota.


"Jika itu yang Anda katakan, saya akan menurutinya." Kapten penjaga kota membungkukkan tubuhnya sedikit di depan Rene.


Rene mengangguk, dia mengalihkan pandangannya kepada Venix dan Nero : "Kalian bisa mengikutiku untuk bertemu dengan yang lainnya."


Venix mengangguk, dengan itu dia mengikuti Rene, dan berjalan berdampingan.


"Apa yang kamu lakukan selama kamu menghilang dari Reruntuhan Summoner?" Rene bertanya pada Venix dengan penasaran.


Sejak mereka masuk ke Reruntuhan Summoner, mereka tidak pernah melihat Venix lagi sejak saat itu, hanya cincin penyimpanan yang diberikan Venix kepada mereka untuk membantu keuangan mereka.


"Ceritanya agak panjang, pada intinya aku mendapatkan sesuatu dari Reruntuhan Summoner dan membutuhkan waktu untuk mencernanya." Venix menjawab dengan singkat, setelah itu, dia bertanya pada Rene : "Apakah kalian tidak menuju ke Dermaga Kamp Manusia untuk pulang?"


Di masa lalu, Venix sudah memastikan bahwa Laura dan lainnya mendapatkan gambar peta di benak mereka yang berasal dari Kaisar manusia. Jadi dia bertanya-tanya kenapa mereka tidak berangkat saat ini.


"Tentu saja kita ingin. Namun menuju ke sana cukup berbahaya. Dengan kekuatan kita saat ini, untuk sampai ke sana dengan selamat cukup sulit." Rene menggelengkan kepalanya : "Ngomong-ngomong kita berpikir bahwa kamu telah pergi ke Dermaga Kamp Manusia dan telah pulang."


"Yah, itu bukan tidak mungkin." Venix menjawab dengan tenang.


Rene tersenyum dan tidak mengatakan apa-apa lagi.


"Apakah Yenta benar-benar orang yang disebut Lord Yenta? Sepertinya dia cukup terkenal." Venix bertanya tentang Yenta.


"Lord Yenta memang Yenta yang kamu kenal." Kata Rene dan melanjutkan : "Alasan kenapa dia cukup terkenal di daerah ini, tentu saja karena pencapaian yang telah dia buat selama ini."


"Maksudmu?" Venix bertanya lagi.

__ADS_1


"Kota ini tercipta di bawah kepemimpinan Yenta." Rene berkata dengan lembut dan melanjutkan : "Dalam waktu yang singkat, dia membuat wilayah berukuran kecil. Dan dalam waktu kurang dari 5 tahun, dia mampu mengembangkan wilayahnya ke level kota. Apakah kamu tidak berpikir ini terlalu menakjubkan untuk menjadi nyata?"


__ADS_2