Legendary Summoner

Legendary Summoner
Membuat Tangan Di Punggung


__ADS_3

Berbagai pohon dan tanah hancur akibat pertarungan Venix dengan Beruang Hitam.


Agir dan Nero masih menonton pertempuran antara Venix dan Beruang Hitam, tidak berniat untuk ikut campur.


Venix terengah-engah saat Royal Sword di punggungnya bergetar. Ini seperti seseorang memegang pedang dengan tangannya yang kelelahan dan tidak mampu lagi untuk memegang senjata.


Venix juga sama. Energinya kelelahan saat secara keras kepala mencoba untuk terus menggenggam Royal Sword dengan erat.


Jika Venix menggunakan Wave Controller, semuanya tidak akan terlalu merepotkan saat ini.


Namun tujuannya saat ini adalah untuk meningkatkan pengendaliannya dalam senjata Royal Sword.


Setiap Martial Master Level Ungu bisa mengendalikan energi dalam jarak 100 meter berpusat pada Martial Master itu sendiri. Jadi Venix juga bisa melakukan itu.


Namun Wave Controller berbeda. Wave Controller bisa menciptakan entitas nyata dengan memadatkan energi dengan kontrol energinya. Namun Martial Master biasa tidak bisa. Mereka hanya mampu mengendalikan energi tipis dalam jarak 100 meter, tapi Wave Controller mampu mengendalikan energi yang sangat besar dalam jarak 100 meter.


"Apa yang salah? Bagaimana aku harus menggunakan Royal Sword dengan benar?" Pikir Venix di dalam benaknya.


Senjata Royal Sword kurang terkenal dan jarang memiliki catatan yang di tinggalkan oleh pengguna Royal Sword sebelumnya. Di Desa, mereka tidak memiliki catatan dari Senior yang menggunakan Royal Sword.


Venix juga bertanya pada Agir. Namun Agir menjawab tidak tahu.


Lebih tepatnya, Agir terlalu malas untuk membaca perpustakaan kerajaan dan tidak mengetahui banyak pengetahuan yang tidak dia gunakan sendiri.


Dan saat ini, Venix hanya bisa mencari tahu sendiri jalannya.


Walaupun tidak menunjukkan hasil yang positif, tapi kendalinya terhadap Royal Sword agak meningkat sedikit. Tapi ini jauh untuk mencapai Level sempurna.


"Senjata fisik lainnya memegang senjata dengan tangan. Namun tanpa kemampuan Wave Controller, bagaimana aku bisa menggenggam Royal Sword dengan kekuatan genggaman tangan?" Venix mengerutkan kening dan berpikir.


Menutup matanya, Venix membayangkan gambar sebuah tangan manusia muncul di belakang punggungnya saat memegang masing-masing Royal Sword.


Tidak tidak tidak! Apa-apaan gambar ini? Apakah aku ingin bertransformasi menjadi laba-laba!? Bentak Venix saat membubarkan gambaran aneh yang ada di benaknya.

__ADS_1


Memikirkan delapan tangan manusia yang muncul di punggungnya membuat Venix menjadi ngeri. Bagaimana jika itu menjadi kenyataan? Venix takut bahwa musuhnya akan mati tertawa saat dia menggunakan delapan tangan manusia untuk menggenggam Royal Sword.


"Energi! Fokus pada energi! Bukan tangan!" Bentak Venix di dalam benaknya.


Segera sebuah gambar muncul di dalam benaknya. Sebuah tangan energi muncul di punggungnya dan memegang masing-masing Royal Sword.


Namun melihat bentuk tangan energi ini, Venix merasa ini tidak cocok. Memang itu bisa memegang Royal Sword dengan kuat, namun gerakan Royal Sword akan menjadi terbatas karena itu.


Royal Sword memiliki serangan yang lincah dan sulit di tebak. Dengan gambaran tangan energi yang ada di benaknya, gerakan Royal Sword akan menjadi kaku dan hanya akan menjadi gerakan pedang biasa, bukan Royal Sword.


"Intinya bukan tangan, tapi sebuah media untuk menghubungkan masing-masing Royal Sword." Gumam Venix seolah-olah mendapatkan pencerahan.


Di kenyataan, saat Venix menutup matanya untuk mencari pencerahan, Nero dan Agir mengerutkan kening.


"Kenapa dia menutup matanya? Beruang itu masih hidup sehat dan menendang! Apakah dia tidak takut di serang oleh Beruang Hitam saat ini?" Kata Nero agak khawatir.


"Mungkin dia sedang mencari pencerahan? Lagipula tidak ada catatan yang lengkap tentang Royal Sword ini." Jawab Agir dan menambahkan : "Ngomong-ngomong, ada apa dengan manusia bernama Venix ini? Pertama, dia berkultivasi menggunakan teknik Summoner yang sangat bodoh. Yang kedua, dia menggunakan Royal Sword yang bahkan dia sendiri sangat kesulitan hanya untuk menguasai dasarnya."


"Darimana aku tahu? Itu Venix, bukan aku!" Jawab Nero dan melanjutkan : "Namun, aku paham kenapa Manusia menduduki peringkat salah satu Ras yang memiliki potensi yang tinggi di Dunia Heavenly Beast. Para manusia sangat berinovasi dan mencoba banyak hal baru. Walaupun apa yang dilakukan Venix tergolong bodoh, tapi sebagai Binatang Kontraknya yang telah merasakan manfaat dari tindakan bodohnya, aku akhirnya mengerti."


"Aku tidak tahu. Aku hanya melihat daftar Ras yang memiliki potensi tingkat tinggi di aula Binatang Kontrak di dunia Heavenly Beast. Walaupun aku tidak melihat ras Goat Beast, itu hanya berarti Rasmu tidak memiliki potensi tingkat tinggi bagi makhluk hidup di dunia Heavenly Beast." Jawab Nero.


Agir menjadi terdiam dan tidak ingin melanjutkan topik ini.


Walaupun dia tidak terima dengan kata-kata Nero, namun itu memang masuk akal. Melihat Venix yang bersusah payah untuk mencapai sesuatu yang tidak sepadan bagi Agir, akhirnya Agir juga agak sedikit memahami kenapa manusia memiliki potensi tingkat tinggi di Dunia Heavenly.


Potensi Ras yang disebutkan Nero adalah daftar yang telah di buat oleh makhluk hidup di dunia Heavenly Beast.


Setiap Binatang di Dunia Heavenly Beast tentu saja ingin mendapatkan manfaat yang besar saat membentuk kontrak dengan makhluk hidup di dunia ini. Itulah kenapa daftar Ras berpotensi rendah hingga tinggi di ciptakan.


Dengan daftar itu, mereka bisa memilih ras mana yang memiliki kesempatan besar yang akan membawa banyak manfaat bagi mereka.


Setelah hening sejenak, Agir seolah-olah merasakan sesuatu : "Oh?"

__ADS_1


"Ada apa?" Tanya Nero karena penasaran.


Agir tidak menjawab dan segera mengumpulkan energi di bola matanya. Dalam sekejap, pupil matanya yang berwarna cokelat berubah menjadi emas.


Melihat ke tempat Venix berada dengan pupil mata emasnya, Agir melihat sesuatu yang mengalir keluar dari punggung Venix.


Itu adalah sebuah untaian energi yang mengalir keluar dari punggung Venix. Awalnya hanya satu, dan satu untaian energi itu terhubung dengan salah satu Royal Sword.


Setelah itu, Agir melihat satu persatu sebuah untaian energi muncul dari punggung Venix. Dan secara perlahan, untaian energi itu bersatu dengan masing-masing Royal Sword.


Untaian energi yang dilihat Agir tidak berbentuk tangan atau apapun. Itu hanya seperti sebuah untaian benang energi biasa yang terhubung dengan masing-masing Royal Sword.


"Menarik." Kata Agir dengan senyum kecil.


"Apa itu? Apa yang kamu temukan?" Tanya Nero dengan cepat. Dia tahu Agir melihat ke arah Venix, tapi Nero tidak bisa merasakan atau melihat perubahan yang terjadi.


Sayang sekali Venix dan Nero tidak tahu.


Agir memiliki kemampuan untuk melihat Energi yang tersebar dan tidak bisa di lihat oleh mata telanjang. Pada umumnya Wave Controller menyebarkan energi mereka di sekitar mereka dan mengendalikannya.


Namun sebelum Wave Controller membentuk entitas nyata dengan memadatkan energi yang di kendalikan oleh mereka, orang lain tidak bisa melihat energi itu dengan mata telanjang.


Namun Agir berbeda.


Dia bisa melihat energi itu dengan kemampuan matanya yang unik.


Bisa di katakan bahwa Agir adalah musuh alami Wave Controller!


Jika Agir menggunakan mata ini dan bertarung dengan seorang Wave Controller, dia akan tahu di tempat mana energi yang sedang dipadatkan. Dengan itu, Agir bisa menebak arah serangan dari seorang Wave Controller yang terkenal karena serangannya sulit di tebak!


"Sepertinya bocah bernama Venix itu berhasil menginjakkan kaki di level dasar Royal Sword." Kata Agir dengan senyum.


"Apa? Dia benar-benar berhasil?" Kata Nero agak tidak percaya.

__ADS_1


Tentu saja dia percaya pada Venix, namun dia tidak menyangka Venix bisa mencapai ini dalam waktu yang singkat!


"Yah... Manusia bernama Venix itu benar-benar menarik. Dia benar-benar mampu untuk menemukan jalan yang benar dalam Kegelapan. Dengan ini, latihannya selesai." Jawab Agir.


__ADS_2