Legendary Summoner

Legendary Summoner
Gagal Mendeteksi


__ADS_3

Setelah menyelesaikan semua rencana latihan yang telah Venix rencanakan di masa lalu, Venix memilih untuk beristirahat dan bersantai dengan menghabiskan waktu dengan teman-temannya.


"Aku tidak menyangka musuh akan menghilang begitu saja. Dengan ini, kita masih memiliki waktu yang lebih banyak untuk mempersiapkan diri kita sendiri untuk menghadapi bencana yang akan datang di masa depan." Kata Berri sambil memakan cemilan.


"Hal yang paling bagus adalah untuk meningkatkan kekuatan kita sampai ke Level Ungu. Hanya dengan itu kita bisa mencari jalan pulang ke Benua Manusia." Balas Terri.


"Aku juga ingin pergi menjelajahi Benua Kegelapan untuk mencari jalan pulang. Namun, cedera yang aku dapatkan sebelumnya belum pulih sepenuhnya. Aku hanya bisa menunggu beberapa tahun lagi sebelum sepenuhnya siap pergi ke dunia luar." Kata Rutz dengan senyum tidak berdaya.


"Saudara Senior, yakinlah. Ini bukan masalah cepat atau lambat kita bisa pergi ke dunia luar. Tapi apakah kita sudah siap dan mampu menghadapi bahaya di dunia luar." Kata Venix menghibur Rutz.


"Sekarang hanya Venix yang telah mencapai Level Ungu selain senior Rutz. Dalam beberapa hari ke depan, kamu akan berangkat kan?" Tanya Fena pada Venix.


"Ya, aku akan berangkat dalam beberapa hari ke depan. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan, namun, aku akan berusaha sekuat tenaga untuk memberikan bantuan pada Desa dan menemukan jalan pulang." Jawab Venix dengan senyum percaya diri.


"Anak muda memang tumbuh dewasa jauh lebih cepat. Tanpa disadari, kamu sudah berhasil menyusul levelku dan jauh lebih kuat dariku." Kata Rutz dengan senyum masam.


"Tanpa Senior Rutz, bagaimana kita bisa bergabung sepenuhnya dengan Desa? Senior Rutz, yakinlah, masing-masing dari kita ingin berjuang untuk menemukan jalan pulang. Tidak perlu membawa semua beban sendirian, kita harus berjuang bersama." Kata Venix.


"Benar. Kamu sudah terlalu lama menghadapi garis depan untuk kita semua. Saat ini, satu persatu dari kita juga akan masuk ke garis depan. Saat itu terjadi, hanya dengan bersatunya kita semua, kita akan memiliki kesempatan yang jauh lebih besar!" Kata Ina mendukung kata-kata Venix.


"Apapun yang terjadi, bahkan jika aku jauh lebih kuat dari Senior Rutz, kamu akan tetap menjadi seseorang yang berjasa bagi diriku dan semua orang di sini. Aku tahu karena dari awal, Senior Rutz adalah yang terkuat dari kita semua dan memiliki tanggung jawab untuk melindungi kita semua. Tanpa Senior Rutz berjuang di garis depan, bagaimana kita semua bisa berkultivasi dengan nyaman di Desa?" Tambah Venix.


Venix dan Rutz telah berlatih tanding sebelumnya.


Walaupun Venix menahan kekuatan sejatinya, dia mengalahkan Rutz dengan banyak bentrokan dan berbagai trik.


Tentu saja dengan kekuatan sejati Venix, dia mampu mengalahkan Rutz dalam satu gerakan. Namun Venix menyembunyikan kekuatan sejatinya.

__ADS_1


Pertama, semua warga Desa tidak tahu tentang kekuatan sejati Venix dan hadirnya Ras Goat Beast bernama Agir dan prajuritnya. Hanya petinggi Desa dan orang-orang Desa yang memiliki otoritas tertentu yang mengetahui hal ini.


Setelah pertimbangan yang hati-hati, Venix memutuskan untuk menyembunyikan semuanya dari teman-temannya. Salah satu alasannya adalah Venix takut harapan mereka padanya akan semakin kuat.


Venix tidak masalah dengan hal itu, namun masa depan masih belum pasti, bahkan dengan Agir menemaninya. Setidaknya kesempatannya jauh lebih besar, tapi hasilnya belum dipastikan.


Walaupun mereka tahu saat ini Venix akan menjadi orang pertama yang pergi ke Dunia luar untuk mencari jalan pulang, tapi itu hanya harapan kecil dan tidak terlalu berharap banyak.


"Jika kamu bisa menemukan jalan pulang dan membawa kita semua kembali, aku akan mentraktirmu di Benua Manusia dengan makanan mewah." Kata Rutz dengan senyum indah.


Segera semua orang tertawa dan berharap bahwa itu benar-benar terjadi.


Suasana akhirnya menjadi rileks dan tenang. Venix mengobrol dengan teman-temannya tentang banyak hal.


Karena Venix sudah menjadi orang terkuat di Tim yang selamat dari Benua Manusia di Desa ini, dia membimbing teman-temannya dalam kultivasi.


Walaupun jalan kultivasi setiap orang berbeda, dasarnya tetap sama.


Bahkan Rutz terkejut dengan pengetahuan Venix yang melampaui dirinya sendiri.


Harus diketahui bahwa teknik Kultivasi Summoner seperti sebuah selembar kertas kosong. Jadi untuk meningkatkan Sinkronisasi teknik itu, Venix dan Nero menambahkan dan menghilangkan bagian-bagian yang tidak penting dalam teknik Kultivasi Summoner.


Bisa dikatakan bahwa teknik Kultivasi Summoner hanya sebuah dasar. Jika teknik Kultivasi Summoner akhirnya disempurnakan, setiap teknik kultivasi Summoner setiap orang berbeda dan unik, yang hanya cocok untuk diri mereka sendiri.


Jadi dalam pengetahuan Kultivasi, pengetahuan Venix sangat tinggi karena dia telah berjalan di jalan Teknik Kultivasi Summoner dari awal hingga sekarang.


Waktu berlalu hingga menjelang malam, Segera setelah itu, Venix mengucapkan selamat tinggal pada teman-temannya dan kembali ke rumahnya.

__ADS_1


Di dalam rumahnya, Nero masih duduk bermeditasi saat berfokus untuk meningkatkan garis keturunannya.


"Beberapa hari lagi waktu yang ditentukan akan tiba. Apakah kamu siap?" Sebuah suara datang dari dalam rumah Venix.


Venix tidak terkejut dan sudah terbiasa. Tanpa mencaritahu siapa itu, Venix menjawab : "Sebuah kesepakatan adalah kesepakatan. Aku akan pergi denganmu dalam beberapa hari. Ngomong-ngomong, kemana kamu pergi selama ini?"


Setelah mengatakan itu, Venix menoleh ke salah satu sudut rumahnya. Namun dia tidak menemukan sosok Agir seperti yang dia harapkan.


"Aku di sini." Kata Agir dari sudut yang berlawanan dari tebakan Venix sebelumnya.


"…." Venix.


Keuntungan seorang Wave Controller adalah sangat peka untuk mendeteksi orang lain dalam jarak 100 meter darinya. Namun setelah kekuatannya meningkat sangat banyak, Venix masih tidak mampu untuk mendeteksi riak Agir.


"Apakah kamu bingung karena gagal mendeteksi keberadaanku? Yah, tidak perlu merasa kecewa. Lagipula, kamu terlalu lemah." Kata Agir.


"…." Venix.


Venix merasa Level Ungu dan Level Emas memiliki perbandingan kekuatan yang sangat berbeda. Saat ini, Venix mampu mendominasi pertempuran melawan Tahap Tengah Level Ungu, setidaknya sama dengan Agir.


Tapi Agir berada di Level Emas, dan Venix hanya di Level Ungu.


Venix khawatir perbedaan kekuatan tempur Level Ungu dan Level Emas sangat berbeda dan sulit ditebak.


Bahkan jika Venix saat ini mampu mendominasi di Level Ungu, dia tidak yakin apakah saat dia berada di Level Emas, dia mampu untuk melawan lawan yang memiliki Level lebih tinggi darinya, atau bahkan mendominasi pertempuran seperti Agir.


"Kenapa kamu diam? Ah, kamu tidak seru di ajak bercanda." Kata Agir dan menambahkan : "Aku mencari rute jalan yang cocok untuk kita di masa depan."

__ADS_1


"Apakah kamu berencana menuju lebih dalam ke Benua Kegelapan?" Tanya Venix.


"Itu tergantung." Jawab Agir dan menambahkan : "Jika perjalanan ini benar-benar memuaskanku dan membuatku bersemangat, aku akan memikirkan untuk masuk lebih dalam ke Benua Kegelapan. Tentu saja dalam Level yang mampu aku hadapi."


__ADS_2