
Gumpalan jiwa Venix dan Nero menempel erat dan ditarik secara bersamaan menuju ke atas langit.
Venix merasakan kesadarannya tersedot dan terpelintir hingga membuatnya pusing dan mual.
Tidak lama kemudian, jiwanya akhirnya telah selesai melakukan teleportasi dan jatuh di suatu tempat.
Secara perlahan, gumpalan jiwanya membentuk entitas tubuh yang sama seperti dirinya yang asli.
Di sisi lain, gumpalan jiwa Nero sudah membentuk tubuhnya dan berubah menjadi Harimau hitam bergaris ungu. Tidak lama kemudian, Venix memadatkan tubuhnya, dia duduk di lantai dan menekan pelipisnya yang sakit.
"Di mana ini?" Nero berkata setelah melihat sekelilingnya.
Venix yang baru saja memulihkan kondisinya, membuka matanya dan melihat sekelilingnya.
Di depan matanya, dia berada di sebuah ruang yang besar dengan pilar putih tinggi yang berdiri di dalam ruangan ini. Di bagian dinding, terdapat berbagai lukisan yang indah. Dan tepat di depannya, terlihat satu set meja makan kerajaan yang memanjang.
"Apakah ini tempat tinggalmu?" Venix bertanya pada Nero.
Karena dia di panggil ke dunia Heavenly Beast melalui Nero, jadi wajar baginya untuk menebak bahwa dia datang ke tempat tubuh asli Nero berada.
"Tidak, ini bukan tempat tinggalku." Nero mengerutkan kening menggelengkan kepalanya dan merasa tidak nyaman.
Dengan susah payah, Venix berdiri dan mengamati lebih jauh : "Jika ini bukan tempat tinggalmu, di mana ini?"
Venix bertanya-tanya, dia bergerak maju dan berjalan ke arah meja makan kerajaan yang ada di depannya.
Di belakangnya, Nero segera menghentikan Venix untuk tidak melangkah lebih jauh : "Tunggu! Jangan bergerak secara sembarangan! Ada yang salah dengan tempat ini!"
"Apa yang salah?" Venix berbalik dan melihat Nero.
Dia tahu ada yang salah, namun jika dia tidak menelusuri tempat ini, bagaimana dia bisa tahu jawabannya?
"Tempat ini aneh, kesadaranku di bawa sepenuhnya ke tempat ini." Nero berkata dengan serius.
"Hah? Apa maksudmu?" Venix tidak mengerti dan bertanya.
__ADS_1
Nero terdiam sejenak, dan menjelaskan : "Bagi makhluk hidup yang hidup di dunia Heavenly Beast, sudah sewajarnya bagi mereka untuk menjalin kontrak dengan makhluk hidup di duniamu. Jadi sebagian jiwa mereka akan di ambil dan menjadi klon di dunia lain."
"Setiap Binatang yang lahir di dunia Heavenly Beast memiliki bakat bawaan, yaitu kemampuan untuk multitasking. Mereka bisa sadar dan mengendalikan dua tubuh sekaligus. Kecuali mereka memilih untuk menggunakan seluruh kesadaran mereka di satu tubuh, salah satu tubuh mereka akan berada dalam kondisi diam."
"Tapi sekarang, semua kesadaranku dengan paksa terbawa ke tubuh ini. Aku tidak tahu apa yang terjadi dengan tubuh utamaku."
Nero menjelaskan semuanya dalam sekali jalan.
Mendengar itu, Venix mengerutkan kening. Dia memang tahu hal ini, tapi karena ini adalah pertama kali baginya membuat klon seperti Binatang Heavenly Beast, seluruh kesadarannya terbawa ke tubuh ini, dia mengira ini adalah hal yang normal baginya, tapi dia tidak menyangka bahwa Nero juga sama.
"Apakah kamu bisa memastikan bahwa aku di panggil ke dunia Heavenly Beast sebelumnya?" Venix bertanya pada Nero untuk memastikan.
"Aku yakin 80 persen, tubuh utamaku sebelumnya merasakan hal itu." Nero menjawab.
"Jika seperti itu, berarti hanya ada satu jawaban yang tersisa." Venix memikirkannya sejenak dan berkata : "Kemungkinan besar kita berada di perbatasan dunia Heavenly Beast."
"Kemungkinan besar itulah yang terjadi." Nero menjawab.
Karena mereka berdua tidak tahu apa yang terjadi dan tidak mampu membatalkan pemanggilan untuk kembali, Venix akhirnya meyakinkan Nero untuk menjelajahi bangunan ini.
Venix dan Nero segera berhenti dan menoleh untuk melihat cahaya yang ada di kursi meja makan.
"Apakah seseorang akan muncul?" Venix bergumam dengan lembut.
Nero menggelengkan kepalanya dan tidak menjawab, karena dia juga tidak tahu apa yang akan muncul.
Pada awalnya, gumpalan cahaya itu berukuran kecil sebesar piring makan, itulah kenapa Nero tidak bisa memastikan apakah makhluk hidup akan muncul atau sebuah benda yang akan muncul.
Dalam waktu singkat cahaya itu membesar dan memiliki ukuran seperti manusia. Venix dan Nero yang melihat ini 90 persen yakin bahwa seseorang akan muncul, dan orang itu adalah penyebab kenapa mereka berdua ada di sini.
Dalam sekejap, cahaya manusia terbentuk dan meledak hingga menyebarkan percikan cahaya di sekitarnya.
Venix mengangkat tangannya untuk menutupi sinar cahaya yang menyilaukan matanya, setelah beberapa saat, cahaya menghilang, dan sebuah sosok wanita cantik yang mengenakan gaun putih dan anggun terlihat di depan matanya.
Melihat sosok wanita itu, Venix cukup tercengang. Dia tidak pernah melihat sosok wanita yang begitu cantik dan indah dalam kehidupan ini, kecuali sosok wanita misterius di mimpinya.
__ADS_1
Venix dan Nero berdiri diam tidak berani bergerak dan memandangi sosok wanita yang ada di depan mata mereka.
Beberapa saat kemudian, wanita cantik yang duduk di meja makan secara perlahan membuka matanya dan melihat sosok Venix dan Nero.
Melihat keduanya, wanita cantik itu tersenyum dan membuka mulutnya : "Aku kira seorang musuh datang untuk menyerang, aku tidak menyangka ternyata seorang junior ingin menyusup masuk ke dalam dunia Heavenly Beast."
Venix dan Nero terkejut, apakah mereka bertemu Leluhur dunia lagi?
Sudah menjadi rahasia umum bahwa dunia Heavenly Beast di ciptakan oleh salah satu Leluhur dunia, jadi Venix bisa menebaknya dengan mudah.
"Maaf, Tuan leluhur, aku tidak bermaksud untuk menyusup masuk ke dalam dunia Heavenly Beast. Aku hanya mencoba kemampuan unik milikku." Venix segera membungkukkan tubuhnya dengan hormat.
"Psssstttt." Nero di sampingnya bersiul untuk mengingatkan Venix.
Venix bingung dan tidak mengerti, dia berbisik pelan : "Ada apa?"
"Dia adalah seorang wanita, apakah pantas bagimu memanggilnya dengan sebutan Tuan?" Nero menjelaskan kekhawatirannya. Tidak apa-apa jika wanita itu biasa saja, namun wanita yang memiliki sosok cantik seperti itu, apakah akan menerima panggilan seperti itu?
Mendengar perkataan Nero, Venix sadar dan menepuk dahinya karena bodoh.
Dia segera membungkuk lagi dan mengulangi salamnya : "Maaf, Nenek Leluhur, aku salah memanggilmu sebelumnya. Maafkan aku karena kelalaian ku."
Mendengar itu, Nero menepuk dahinya dan bertanya-tanya, apakah Venix lelah hidup? Kenapa saat dirinya menjadi lebih bijak, Venix entah kenapa menjadi semakin bodoh?
"Hm? Jadi yang kali ini adalah panggilan yang benar?" Wanita itu tersenyum cantik dan menggoda di hadapan Venix.
Venix secara naluriah mengangguk. Di sisi lain, Nero yang melihat senyuman wanita cantik itu memiliki firasat hidup dan mati. Semakin cantik seorang wanita, semakin mengerikan arti sebuah senyuman!
Nero segera membuka mulutnya sebelum masalah ini berkembang lebih jauh!
"Maaf, Nona, anak ini masih seorang pria muda yang tidak mengerti tentang wanita. Jadi maafkan kebodohannya!" Nero menoleh dan menatap Venix dengan ganas, menyuruhnya untuk minta maaf.
"Uhhh..." Venix tidak begitu mengerti, dia mengikuti keinginan Nero dan membungkukkan tubuhnya untuk meminta maaf.
"Heh, aku tidak menyangka seorang pria muda yang tampan sepertimu tidak memiliki pengalaman berhadapan dengan seorang wanita." Wanita cantik itu tersenyum dengan indah.
__ADS_1