
Setelah Yago pergi, Venix duduk selama satu jam.
Karena tidak ada yang datang, Venix berpikir untuk berkultivasi saat ini dan kembali ke perkemahannya.
Namun-
Gemuruh ~
Suara gemuruh terdengar di telinga semua orang.
Venix, Agir, Yago, dan semua orang mengangkat kepala mereka dan melihat istana yang saat ini bergetar dan mengeluarkan suara gemuruh.
"Apakah Reruntuhan sudah dibuka?"
"Ini agak sedikit cepat dari waktu yang diperkirakan sebelumnya."
"Tidak apa-apa, lebih cepat lebih baik! Aku bosan menunggu di sini!"
"Perintahkan seluruh tim untuk bersiap!"
"Ambil sesuatu yang kamu mampu untuk menjaganya! Jangan terlalu rakus saat berada di dalam nanti!"
"Semua orang bekerja keras! Jika kalian melakukan pekerjaan yang baik, aku tidak akan pelit pada kalian semua!"
Satu persatu tim yang ada di luar kota berbicara dan memberikan perintah kepada pasukan mereka.
"Apakah pintu masuk akan di buka?" Tanya Agir yang tiba-tiba datang di samping Venix.
"Sepertinya itu yang terjadi. Apakah kamu tidak memerintahkan pasukan kamu untuk bersiap?" Tanya Venix.
Dengan lambaian tangannya, Agir memerintahkan Pelayan Gill untuk memerintah pasukan Goat Beast.
Pelayan Gill juga seorang Summoner. Walaupun dia sudah tua, dia juga cukup bersemangat untuk menjelajahi Reruntuhan Summoner ini. Siapa yang tahu bahwa keajaiban bisa terjadi? Dan juga, itu tidak apa-apa jika harta yang dia dapatkan tidak berguna untuknya. Asalkan itu berguna untuk mengurus murid atau keturunannya di masa depan.
Venix menoleh dan melihat Laura, Rene dan manusia lainnya berjalan ke tempat Venix berada.
"Apakah kamu siap?" Venix bertanya pada Laura secara khusus. Lagipula, Venix lebih memilih membantu Laura daripada manusia lainnya.
"Kita siap!" Jawab Laura dengan tegas sambil menghirup udara segar.
Venix menoleh dan melihat tim manusia lainnya : "Seperti yang kita sepakati dari awal. Setelah berada di dalam, semuanya bergantung pada diri kalian sendiri. Harta dan kekayaan yang kalian dapatkan di dalam, itu milikmu sendiri. Hanya ambil harta yang sanggup kamu jaga dan bawa pulang. Aku tidak akan bisa membantu kalian semua setiap saat."
Tim manusia lainnya mengangguk mengerti. Bagi Venix mau membawa mereka, itu sudah cukup bagus dan sangat berharga bagi mereka. Jadi mereka tidak berani meminta lebih kepada Venix. Lagipula, Venix memiliki tim Goat Beast. Venix tidak butuh mereka sama sekali.
Semua tim bersiap, menunggu degan tenang di luar istana.
Tidak lama kemudian.
Gemuruh ~ Gemuruh ~ Hancur!
Formasi pelindung di istana hancur seketika. Akhirnya pintu masuk Reruntuhan secara resmi dibuka untuk semua orang.
__ADS_1
Setelah formasi pelindung hancur, semua orang diam. Tidak ada yang berani bersuara sedikitpun.
Suasana saat ini cukup tegang. Semua orang bertanya-tanya Apakah mereka akan masuk satu persatu dengan damai atau harus bertempur dulu sebelum memasuki istana.
Langkah langkah
Suara langkah kaki tiba-tiba bergema di telinga semua orang.
Semua orang dan Venix menoleh, dan melihat Yago yang berjalan bersama timnya mendekati istana dengan santai.
Sepertinya Yago cukup percaya diri dengan kekuatannya sendiri. Membawa tim berjumlah 500 orang, Yago dengan santai dan aman memasuki istana.
Setelah itu, Ras kucing yang Venix temui sebelumnya bernama Ludi juga membawa tim Ras kucingnya berjalan menuju istana.
"Apakah kita hanya akan menunggu atau apa?" Agir bertanya dengan agak kesal.
Venix tersenyum masam dan menjawab : "Reruntuhan Dunia Kecil bukan tentang siapa yang mampu masuk terlebih dahulu atau tidak. Yang terpenting adalah mampu menghadapi semua ujian yang ada di Reruntuhan Dunia Kecil."
Reruntuhan Dunia Kecil dipenuhi dengan rintangan dan ujian. Ini untuk merawat bakat-bakat baru di dunia ini. Jadi setiap orang harus melewati ujian dan tantangan sebelum bisa memanen harta dan kekayaan.
Mendengar itu, Agir dengan patuh diam walaupun agak kesal.
Walaupun Agir percaya diri dengan kekuatannya sendiri, ini adalah wilayah asing. Siapa yang tahu bahwa ada orang asing yang tidak mampu dia lawan? Karena itulah Agir tidak membuat masalah di sini.
Setelah itu, satu persatu tim berangkat menuju istana dengan rapih. Namun, situasi masih cukup tegang di sini.
Sebagian besar tim telah masuk ke istana, akhirnya, Venix membawa semua orang untuk masuk ke dalam istana.
Membawa semua orang memasuki istana, Venix merasakan perasaan yang aneh karena jiwanya seolah bersentuhan dengan sesuatu.
Venix merasakan bahwa tubuhnya telah berpindah ke tempat lain, tidak lagi berada di dunia asalnya.
Berbagai lampu kuning, patung, lukisan menghiasi dinding-dinding istana bagian dalam.
Setiap patung dan lukisan menggambarkan Binatang.
Saat ini, tidak jauh di depan Venix, banyak orang berkumpul di sebuah altar.
"Sepertinya itu adalah tempat masuk ujian." Kata Venix.
"Memang. Ngomong-ngomong, dari bentuk Altar di Reruntuhan Dunia Kecil, altar itu akan mencocokkan kebutuhan setiap masing-masing makhluk hidup. Jadi ada kemungkinan bahwa setiap orang akan berpisah." Pelayan Gill berkata di samping Venix.
"Apa yang kalian dapatkan disini, itu milik kalian. Jadi berusahalah sekuat tenaga." Agir berkata dari samping dengan acuh kepada tim Goat Beast.
Mendengar itu, seluruh pasukan Goat Beast memiliki mata yang bersinar terang saat ini.
Sampai di barisan paling belakang, Venix berhenti, dan menunggu orang yang ada di depannya untuk masuk satu persatu.
"Apakah ada level ujian di Reruntuhan ini?"
"Tidak. Menurut kata-kata di Altar, ujian setiap orang akan menentukan apa yang di butuhkan setiap individu dan membawanya ke tempat ujian. Entah itu aspek terkuat atau kelemahan kamu, tidak ada yang tahu apa ujian itu nantinya."
__ADS_1
"Ini tidak seperti catatan yang ada di kota."
"Mungkin kamu tidak membaca seluruh isinya. Setiap ujian Reruntuhan Dunia kecil berbeda. Ada yang memerlukan kelompok, ada juga yang hanya mengandalkan individu."
Venix mendengarkan obrolan yang ada di sekitarnya dengan tenang. Dia tidak tahu banyak tentang Reruntuhan Dunia Kecil, dan ini juga pertama kalinya baginya memasuki Reruntuhan Dunia Kecil.
Menunggu sedikit lebih lama, akhirnya giliran tim Venix.
"Apakah kamu akan maju terlebih dahulu atau aku?" Venix bertanya pada Agir yang ada di sampingnya.
"Biarkan aku mencoba ujian yang ada di Reruntuhan ini." Kata Agir dengan sedikit antisipasi di matanya.
Venix membiarkan Agir berjalan maju terlebih dahulu.
Agir berjalan di bawah altar. Di bawah kaki Agir, sebuah formasi misterius terukir. Formasi ini sangat aneh dan tidak bisa dibaca oleh Venix sama sekali.
Setelah itu, Formasi di tanah mengeluarkan cahaya dan memindai seluruh tubuh Agir. Setelah memindai seluruh tubuh Agir, sebuah cahaya memenuhi seluruh tubuh Agir.
Cahaya menghilang, dan tubuh Agir sudah menghilang dari altar.
"Apakah tuan Gill ingin masuk terlebih dahulu?" Venix bertanya pada Pelayan Gill.
"Tidak perlu terburu-buru. Aku bisa menunggu untuk melihat yang lainnya masuk." Pelayan Gill menjawab sambil memegang janggutnya dan tersenyum.
"Baiklah. Kalau begitu Laura, kamu dan tim kamu masuk terlebih dahulu." Kata Venix.
Laura mengangguk. Dia menyuruh Rene, Tobi dan lainnya masuk terlebih dahulu. Setelah semuanya masuk, dia maju ke altar.
"Terimakasih." Laura bergumam dengan lembut sebelum tubuhnya dipenuhi cahaya dan menghilang.
"Kalau begitu, aku akan masuk, Tuan Gill. Apakah tidak apa-apa?" Venix bertanya.
"Lanjutkan. Aku akan mengurus semuanya di sini." Jawab pelayan Gill.
Venix berterima kasih kepada pelayan Gill.
Setelah itu, dia berdiri di altar. Di sisi lain, Nero sudah kembali ke dalam jiwanya dan tidak membentuk tubuh di dunia nyata.
Berjalan di tengah altar, segera formasi misterius bersinar dan memindai seluruh tubuh Venix.
Sebelumnya, hanya membutuhkan waktu sesaat atau 5 detik untuk memindai tubuh setiap orang sebelum di teleportasi ke tempat lain.
Namun Venix menghabiskan waktu satu menit sebelum tubuhnya bercahaya dan menghilang dari altar.
"Satu menit?" Pelayan Gill bergumam dengan heran : "Sepertinya manusia bernama Venix ini bukan manusia biasa. Siapa sangka bahwa Tuan Muda Agir bisa bertemu orang seperti itu?"
Pelayan Gill mengetahui banyak informasi di benaknya. Tidak seperti Agir dan Venix yang hanya tahu sedikit.
Semakin cocok Reruntuhan ini dengan sebuah individu, semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk memindai tubuh mereka.
Itulah kenapa Venix memakan waktu satu menit, jauh lebih lama daripada orang lainnya.
__ADS_1