
Penjaga gerbang langsung memandangi tabung nomor dua yang di tempati Venix dengan dingin dan penuh niat membunuh.
Apakah dia penyusup? Penjaga gerbang memikirkan hal ini di dalam benaknya, Venix adalah orang yang paling aktif mengobrol dengannya dan agak ragu tentang hal ini.
"Tunggu! Dia benar-benar Ras manusia dan bukan ras lain yang sedang menyamar!" Laura segera berdiri dan membela Venix.
"Ya, kita telah bertemu dengannya beberapa tahun yang lalu, dan banyak membantu kita, bahkan dialah alasan kenapa kita bisa sampai di Dermaga ini. Kita juga bisa mengkonfirmasi bahwa dia benar-benar manusia karena dia juga mendapatkan peta Dermaga Manusia di Benua Kegelapan di dalam benaknya." Rene juga berdiri berdampingan dengan Laura.
Beberapa orang lainnya ragu-ragu sebelum berdiri bersama Laura dan Rene untuk membantu Venix.
Penjaga Gerbang mengerutkan kening dan segera memerintahkan wanita berpakaian putih untuk memeriksa detailnya lebih jauh : "Periksa detailnya lebih jauh, apa yang membuatnya berbeda."
Mendengar itu, wanita berpakaian putih mengangguk dan segera mengoperasikan komputer di depannya dengan lincah.
Di dalam tabung nomor dua, Venix masih menutup matanya. Dia tidak bisa mendengar suara dari luar saat ini. Tentu saja dia mampu mendengar suara dari luar dengan kekuatannya, tapi, apakah itu perlu?
Jadi dia tidak mengetahui situasi di luar.
Akhirnya lima menit berlalu dengan cepat, dan wanita berpakaian putih melaporkan detailnya kepada penjaga gerbang.
"70 persen tubuhnya adalah manusia, namun 30 persen yang lainnya sepertinya mengalami modifikasi, dan ada kemungkinan besar bahwa dia bisa berubah bentuk menjadi ras lain." Wanita berpakaian putih menjelaskan.
"Apakah kalian tahu ini?" Penjaga Gerbang menoleh dan menatap Laura dan lainnya.
Laura dan lainnya menggelengkan kepalanya bahwa mereka tidak tahu.
Melihat semua orang menggelengkan kepalanya, Penjaga Gerbang menatap Agir yang sedang berdiri dengan tenang di belakang, sebelum bertanya kepada wanita berpakaian putih itu : "70 persen tubuhnya adalah manusia, ras apa yang diwakili oleh 30 persen sisanya?"
Agir adalah ras Goat Beast, jika Venix 30 persen tubuh Venix adalah Goat Beast, bisa dipastikan ada suatu konspirasi di sini!
"Informasi tubuhnya sangat rumit, kita tidak bisa mengetahui semuanya. Namun bisa dipastikan ada kemiripan dengan Harimau." Wanita itu menjawab.
"Harimau?" Penjaga gerbang menjadi ragu.
"Aku tahu! Venix adalah seorang Summoner, dan Binatang Kontraknya adalah Harimau Hitam! Mungkin ada hubungannya dengan itu?" Laura segera mengatakan tebakannya.
"Bagaimana Binatang Kontrak bisa mengubah tubuh Summoner?" Penjaga Gerbang merasa apa yang dikatakan Laura tidak masuk akal.
"Tapi... Ada beberapa Binatang Khusus yang memiliki kemampuan untuk bergabung dengan masternya... Mungkin karena ini?" Tanpa di sangka, wanita berpakaian putih itu mengatakan hal yang mendukung tebakan Laura sebelumnya.
__ADS_1
Terkadang ada sebagian kecil Binatang Heavenly Beast yang mampu meminjamkan bagian tubuhnya, entah itu cakar, sayap, atau yang lainnya kepada masternya. Ini adalah kemampuan yang sangat unik dan langka.
"Kita akan menunggu hakim untuk datang sebelum memutuskan." Kata Penjaga Gerbang.
Saat dia tahu bahwa ada sesuatu yang salah dengan pemeriksaan ini, dia segera menghancurkan sebuah jimat kayi untuk menghubungi hakim dermaga yang adalah seorang Martial Master Emas Hitam. Dengan kekuatan Hakim, dia bisa menyelesaikan semua masalah dengan mudah.
Di dalam tabung nomor dua, Venix saat ini sedang sibuk. Dia telah belajar membagi kesadarannya dan melakukan multitasking. Dan saat ini, di dalam jiwanya, ada sosok kecil dirinya yang lain yang saat ini sedang merekam semua Rune kemampuan inti jiwanya.
Dan saat Venix memasuki Tabung Penyamaran, dia merasakan suatu pencerahan dan secara tidak sadar memfokuskan semua kesadarannya ke dalam jiwanya saat ini dan ingin memverifikasi pencerahannya.
Tidak lama setelah Penjaga Gebang mengatakan itu, Hakim datang ke tempat dalam bangunan.
"Kenapa kamu memanggilku? Aku perlu berputar untuk memeriksa apakah ada segerombolan musuh yang akan menyerang Dermaga, tapi aku tidak menemukan apa-apa. Sebaiknya kamu memberikan penjelasan yang memuaskan untuk masalah ini." Seorang pria dewasa tampan yang mengenakan jaket kulit melangkah ke depan dan berbicara dengan Penjaga Gerbang.
"Aku mematahkan jimat kayu yang salah..." Penjaga Gerbang itu menggaruk kepalanya dengan malu.
“…” Hakim Dermaga.
Penjaga Gerbang di depannya adalah anak dari teman baiknya, jadi dia memperlakukannya secara khusus dan memberikan jimat pemanggilan yang dikhususkan untuk memanggilnya.
Tapi siapa sangka bahwa orang ini melakukan kecerobohan yang sangat bodoh seperti itu? Lagipula jimat pemanggilan seperti itu tidak murah!
"Jadi seperti ini..."
Penjaga Gerbang segera menjelaskan seluruh cerita dari awal hingga akhir, dan menjelaskan laporan data Wanita berpakaian putih dan juga tebakan Laura sebelumnya.
Hakim memegang dagunya dengan tangan kanannya sambil berkata : "Jadi seperti itu."
Masalah seperti ini memang kadang terjadi, selalu ada orang yang mencoba menyamar dan menyusup ke ras lain.
"Baiklah, keluarkan anak itu, kita akan memverifikasinya saat dia keluar." Hakim Dermaga memerintahkan.
Segera wanita berpakaian putih memberikan sinyal lampu merah yang ada di dalam tabung untuk memberitahu orang yang ada di dalamnya bahwa mereka bisa keluar.
Akhirnya satu persatu orang keluar, tapi Venix keluar paling terakhir karena dia memerlukan sedikit lebih banyak waktu untuk sadar dengan alarm merah di dalam tabung.
Setelah keluar, Venix sadar bahwa ada orang tambahan yang mengenakan jaket kulit, dan saat ini, semua orang berkumpul di satu tempat dan menatapnya saat ini.
Apakah ada kotoran di wajahku? Venix dengan ragu menyentuh wajahnya dan ingin tahu apakah ada sesuatu yang salah dengan wajahnya?
__ADS_1
"Baiklah, nak, kamu datang ke sini." Hakim Dermaga berkata kepada Venix.
Dengan perasaan bingung, Venix mendekati Hakim dermaga dan berdiri di hadapannya.
"Tabungmu berwarna merah, itu menandakan bahwa kamu bukan sepenuhnya manusia dan memiliki kemungkinan bahwa kamu adalah ras lain yang sedang menyamar, jadi..." Hakim Dermaga menjelaskan semua kepada Venix.
Venix mendengarkan dengan tenang, dan akhirnya mengerti tentang apa yang terjadi.
Mungkinkah kemampuan Cincin Ketiga menyebabkan tubuhku berubah? Venix berpikir ragu di dalam benaknya, dia tidak yakin apakah kemampuan Cincin ketiga benar-benar merubah tubuhnya.
"Masuk akal dan aku bisa mengerti, apa yang dikatakan Laura memang benar, itu ada hubungannya dengan Binatang Kontrakku. Dan untuk membuktikan itu, sepertinya aku harus menunjukkan bukti itu secara langsung?" Venix berkata pada Hakim Dermaga.
"Ya, itu benar. Itu adalah satu-satunya cara." Hakim Dermaga mengangguk dengan senyum di wajahnya.
Hakim Dermaga selalu santai dan tidak langsung menuduh Venix.
Karena tidak ada cara lain, sepertinya mengaktifkan kemampuan cincin ketiga secara langsung adalah jalan yang paling mudah. Venix menghela nafas, dia ingin menyembunyikan kemampuan ini, tapi cepat atau lambat, dia akan menggunakan kemampuan ini. Menghitung semuanya, dia memutuskan untuk mengaktifkan kemampuan cincin ketiga.
Venix menutup matanya dan mengaktifkan kemampuan cincin ketiga di inti jiwanya.
Tiba-tiba Venix membuka matanya, dan segera pupil matanya berubah menjadi ungu yang sebelumnya hitam.
Hakim Dermaga merasakan tubuh Venix berubah dan matanya agak berbinar saat melihat perubahan ini.
Laura dan lainnya menonton dari belakang dengan rasa penuh penasaran, sedangkan Agir menyipitkan matanya saat melihat sosok Venix di depan matanya.
Dalam waktu singkat, bulu hitam tumbuh menutupi seluruh tubuh Venix, dan menjadikannya seperti seekor Kera hitam.
Tidak berhenti disitu, tubuh Venix segera tumbuh lebih besar dan perubahannya bisa dilihat dengan mata telanjang.
Jari tangan dan kakinya secara perlahan menumbuhkan cakar, sebuah pola garis ungu terbentuk di dadanya, dan kepalanya secara perlahan berubah menjadi kepala harimau.
Dalam waktu singkat, Venix berubah menjadi Harimau Humanoid yang berotot dan tubuh kekar yang memiliki tinggi lima meter.
Mengaum!
Harimau besar itu berdiri seperti manusia dan mengeluarkan auman Harimau.
Setelah mengaum, Harimau besar itu menatap semua orang dengan pupil mata ungunya sambil menghembuskan nafas dari hidungnya yang mengeluarkan asap.
__ADS_1