
Dua minggu berlalu dengan cepat.
Saat ini Venix berada di luar tidak jauh dari desa.
Di lingkungan yang kosong, Venix membawa Royal Sword yang melayang di belakang punggungnya.
Membuka matanya, Venix mulai mengendalikan Royal Sword miliknya untuk berputar mengelilingi tubuhnya. Setelah itu, berbagai goresan pedang terlihat di tanah di sekitarnya.
Terbang menggunakan kekuatannya, Venix melayang di udara.
Dengan satu pikiran, Venix menggunakan Royal Sword untuk menari dan membentuk lukisan serangan yang indah di udara seperti seekor naga yang terbang di langit.
Di tanah, Nero sedang memakan makanan kesukaannya yang telah dia pesan secara khusus. Itu adalah sebuah kue berbentuk bulat. Nero telah memesan satu bingkisan penuh untuk kue ini.
Menyelesaikan latihan berbagai teknik Royal Sword, Venix mendarat di tanah.
"Tidak buruk." Suara seorang pria muncul entah darimana.
Mendengar suara itu, Venix tidak kaget, dan menoleh ke satu sisi dan melihat sosok Agir yang sedang bersandar di pohon sambil mengamati dirinya berlatih sebelumnya.
"Kombinasi teknik yang kamu gunakan tidak buruk. Bagi musuh, itu sangat sulit untuk di prediksi. Jika kamu memiliki kekuatan ini sebelumnya, kamu akan dengan mudah memusnahkan tim Goat Beast yang aku kirim sebelumnya." Kata Agir dengan santai.
Bagi Agir, seorang pangeran dari kerajaan Wok, prajurit yang mengikutinya hanya sebuah pion yang bisa dia buang kapan saja.
Faktanya Agir hanya percaya pada dirinya sendiri, dan tidak terlalu memperdulikan para prajuritnya.
"Apakah kamu bisa menghadapi teknik yang aku miliki ini?" Tanya Venix.
Dengan senyum percaya diri, Agir menjawab dengan mudah : "Tentu saja aku mampu. Hanya dengan satu serangan pedangku, semua pertahanan yang kamu miliki akan hancur seketika."
Venix menggelengkan kepalanya dan berjalan mendekati Nero untuk beristirahat.
Satu minggu sebelumnya, Venix sudah menyepakati tawaran yang di berikan oleh Agir. Dengan itu, situasi Desa sangat aman saat ini.
Selain itu, Venix juga menambahkan beberapa syarat.
Yang pertama, Venix mengatakan pada Agir bahwa dia butuh waktu setidaknya 6 bulan untuk berkultivasi di sini. Dan dia juga memberitahu Agir alasannya.
Karena waktu bukanlah masalah, Agir dengan mudah setuju.
Yang kedua, Venix juga meminta Agir untuk membantu situasi Desa. Setidaknya melemahkan banyak musuh yang bisa saja menyerang Desa.
Agir juga setuju dengan ini.
Yang ketiga, Venix ingin membawa seseorang bersamanya, yaitu Yenta. Ini adalah kesempatan bagi Yenta karena Agir akan memastikan keselamatannya. Jadi Yenta juga dengan cepat menyetujui ini.
Di sisi lain, Agir juga setuju dengan ini.
__ADS_1
Yang Keempat, Venix ingin menemukan kerajaan manusia atau arah menuju Benua Manusia.
Saat itu, Agir menolak. Namun Venix memastikan bahwa dia tidak akan pergi ke Benua Manusia dan lari. Namun itu untuk teman-temannya yang ada di Desa.
Segera Venix menceritakan asal usulnya.
Setelah mendengarkan cerita Venix, Agir juga setuju.
Venix merasa bahwa apapun yang dia minta, Agir akan dengan cepat setuju asalkan dia menepati janjinya di masa depan.
Selain itu, Venix juga diberitahu oleh Yenta bahwa ini memang kesempatan besar bagi Venix. Bahkan Yenta memiliki spekulasi bahwa mungkin Venix bisa membuat Agir membatalkan perjanjian pertarungan dengannya.
Ada satu syarat yaitu, Venix bisa menemukan lawan yang sangat kuat untuk Agir!
Namun, sayang sekali hal itu sangat sulit. Orang seperti Venix dan Agir yang kekuatan tempur mereka melebihi Level Kultivasi mereka cukup langka, bahkan di Benua Kegelapan.
Faktanya, di dunia luar, seperti Benua Manusia, kekuatan tempur melebihi Level Kultivasi adalah hal yang diketahui orang lain dan juga dikenal sebagai jenius Martial Master.
Namun itu di dunia luar.
Jika para jenius itu datang ke Benua Kegelapan, Level kekuatan mereka tidak akan menyamai Venix dan Agir. Paling-paling, mereka hanya mampu mendominasi lawan dengan Level Kultivasi yang sama, tapi tidak mampu menembus batas untuk memiliki kekuatan tempur di atas Level Kultivasi mereka.
Bisa dikatakan bahwa Level Venix dan Agir masuk dalam jajaran potensi teratas di Benua Kegelapan.
"Tuan. Semua prajurit sudah bergerak sesuai rencana." Seseorang tiba-tiba muncul di belakang Agir dan berbicara sambil membungkuk.
Itu adalah seorang Goat Beast tua. Jenggot dan rambut putihnya menandakan bahwa usianya sudah mencapai lanjut usia.
"Pelayan tua ini mengerti." Setelah itu, pelayan tua itu menghilang dan pergi dari sini.
Di kejauhan, Venix melihat semuanya dalam diam.
Pelayan tua sebelumnya memiliki kekuatan Puncak Level Ungu. Untuk bisa menjadikan Puncak Level Ungu sebagai pelayan yang rendah hati, kekuatan yang ada di belakang Wok Agir ini memang sangat mengerikan.
Harus diketahui bahwa Kultivasi Agir berada di Level Emas Tahap Tengah.
Kekuatan tempurnya hampir mampu mendominasi Level Emas Tahap Akhir!
Itu membuat Venix merasa ngeri!
Bahkan jika Venix mampu melawan Level Ungu Tahap Tengah, dia hanya mampu melawan dan tidak mampu mendominasi. Untuk mengalahkan musuh, itu bergantung pada keterampilannya sendiri.
Tapi Agir berbeda.
Venix menghela nafas saat Agir memberitahunya informasi ini.
Level Emas bukanlah Level tertinggi di Benua ini. Menurut Agir, mereka memang berada di zona pinggiran Benua tengah.
__ADS_1
Jika Agir ingin menemukan lawan yang kuat, kenapa tidak menuju ke inti Benua Kegelapan?
Itu berbeda.
Semakin kamu melangkah lebih dalam ke Benua Kegelapan, semakin tinggi Level Kultivasi orang lain.
Yang Agir inginkan adalah melawan orang yang sama seperti dirinya sendiri atau Venix.
Tapi di kedalaman Benua Tengah, banyak Martial Master Level Emas dan keatas yang berkeliaran di sana. Jika Agir bertemu Level Emas Tahap Puncak dan menjadi musuh, dia akan mati.
Agir sadar tentang hal ini dan tidak mau melawan musuh yang hanya memiliki Level yang lebih tinggi darinya untuk mengalahkannya.
"Apakah kamu tidak memiliki keinginan untuk menjelajahi Benua Kegelapan lebih dalam?" Tanya Venix saat dia memanggang daging di perapian.
"Untuk apa? Untuk melawan orang-orang yang hanya mengandalkan Level Kultivasi mereka tanpa kekuatan tempur yang nyata?" Kata Agir dengan mengejek.
"Kamu juga tahu bahwa tidak hanya kita berdua yang mampu mencapai prestasi ini. Ada banyak orang di luar sana yang memiliki prestasi yang sama dengan kita." Kata Venix.
"Aku tahu. Tapi, apakah kamu bisa menjamin aku akan menemukan orang itu sebelum aku terbunuh oleh musuh yang memiliki tidak mampu aku lawan?" Tanya Agir.
"Memang, aku tidak bisa." Jawab Venix.
Setelah mengobrol dengan Agir selama satu minggu ini, Venix seolah-olah lebih mengenal Agir.
Bisa dikatakan Agir adalah seorang pria yang lurus. Di Benua Kegelapan ini, Agir bisa di katakan orang yang sangat baik.
"Aku memiliki keinginan untuk menjelajahi Benua Kegelapan lebih dalam." Kata Venix dengan tenang.
"Jika kamu bisa selamat, tidak apa-apa. Namun apa jaminan yang kamu miliki? Aku bahkan tidak yakin dengan kekuatanku saat ini. Dan kamu berani pergi jauh lebih dalam?" Kata Agir sambil mengejek.
"Apakah kamu pikir potensi kita hanya terbatas sampai sini?" Tanya Venix tiba-tiba sambil menatap Agir.
"Tentu saja tidak. Apakah kamu pikir aku hanya ingin menemukan lawan sepertimu hanya untuk bersenang-senang? Tentu saja itu untuk meningkatkan kekuatanku lebih jauh." Kata Agir.
"Aku penasaran, bagaimana kamu memiliki kekuatan seperti ini?" Tanya Venix dengan bingung.
Bisa dikatakan Venix dan Agir adalah seseorang dari kelas yang sama. Sebagai orang yang berasal dari kelas yang sama, Venix mengetahui jalan yang dia lalui untuk mencapai tempatnya berada saat ini.
Jika pengalaman Agir sama dengan Venix, seharusnya cara berpikirnya tidak seperti ini.
"Tidur, berkultivasi, membuat onar, lanjut berkultivasi, dan tidur." Kata Agir dengan mudah.
"…" Sudut mulut Venix berkedut.
Akhirnya dia tahu kenapa Agir seperti ini.
Dari awal, dia memang Jenius tingkat atas!
__ADS_1
Jalannya mudah dan berbeda dari Venix. Pantas saja cara berpikirnya berbeda darinya.
"Apakah kamu ingin tahu, bagaimana aku memiliki kekuatan tempur yang sama sepertimu?" Tanya Venix.