
Waktu terus berlalu, saat ini Agir berada di dalam Tranquil Soul. Untuk waktu yang lama, dia tidak bertemu dengan Venix, bahkan dia memiliki tebakan bahwa Venix lari darinya.
Namun Agir tetap tenang dan tidak khawatir, dia telah memberitahu Venix konsekuensi dari tindakannya. Walaupun dia tidak ingin melakukan ini, namun Venix memaksanya.
Agir telah berada di dalam Tranquil Soul untuk waktu yang lama. Semakin lama dia berhubungan dengan Tranquil Soul, semakin jelas dan terang jalan hidupnya di masa depan. Bahkan tanpa Venix, Agir tetap bisa berjalan kembali untuk menemukan arti dirinya sendiri.
"Hanya dengan ini, aku mampu melepaskan semua bebanku.…" Agir bergumam saat kekuatan di dalam tubuhnya merosot dan berterbangan keluar di dalam Tranquil Soul.
Walaupun kekuatannya hilang, kekuatan yang dimiliki oleh Agir saat ini jauh lebih halus dan tenang daripada sebelumnya. Bisa dikatakan bahwa Agir telah menemukan jalan untuk dirinya sendiri.
Kaisar rubah yang sedang menonton Agir tiba-tiba menoleh dan melihat kaisar manusia : "Dia.…"
Kaisar manusia hanya mengangguk, dia mengerti apa yang ingin dikatakan oleh kaisar rubah : "Apakah ini takdir? Aku semakin penasaran apa yang akan terjadi di masa depan yang jauh."
Kaisar rubah bersandar di kursi dan berkata : "Aku ingat bahwa orang ini sepertinya memiliki konflik dengan Venix? Bagaimana untuk mengatakannya, hubungannya dengan Venix tidak seperti musuh, namun dari bagaimana aku membaca pikirannya, sepertinya ada adegan dimana dia bertarung dengan Venix sampai salah satu dari mereka mati."
"Mungkin ada cerita lain yang mengapa itu terjadi, kita tidak bisa berurusan lebih jauh dengan dunia ini. Setelah kita menggunakan kekuatan kita untuk berurusan dengan dunia ini, respon hukum alam semesta akan semakin kuat. Tidak hanya itu saja, bukan tidak mungkin jika level dunia ini akan di turunkan, dan Martial Master level Legenda tidak bisa tinggal di dunia ini lagi." Kaisar manusia berkata.
"Memang, kita hanya bisa menonton dari samping." Kaisar rubah mengangguk dan bertanya : "Bagaimana keadaan anak manusia bernama Venix itu?"
"Dia baik-baik saja, luka jiwanya sebagian besar telah dipulihkan. Dia bisa bangun cepat atau lambat, tidak pasti kapan dia akan bangun." Kaisar manusia berkata.
Kaisar rubah mengangguk dan mengubah topik : "Bagaimana dengan orang bernama Agir itu? Apakah kita perlu membuka pintu belakang untuknya?"
"Ada alasan kenapa dia bereinkarnasi di dunia ini, dan juga, karena identitas sejati dan hubungannya dengan orang itu, kita mungkin perlu membukakan pintu belakang untuknya." Kaisar manusia berkata.
"Kalau begitu sudah diputuskan." Kaisar rubah mengangguk.
__ADS_1
_________________________
Tidak tahu berapa lama, sepertinya hanya sesaat, dan juga sangat lama, Venix yang berbaring di tanah secara perlahan membuka matanya.
Cahaya matahari dan langit biru muncul di depan matanya. Sebelum dia membiasakan diri dengan sinar cahaya matahari, sebuah suara datang dan bergegas menghampirinya.
"Venix! Kamu bangun! Kenapa kamu tidak sadarkan diri untuk waktu yang lama!? Latihan kita jadi tertunda!"
Nero yang memiliki bentuk kucing hitam datang menghampiri Venix dengan berlari dan melompat jatuh ke dada Venix.
"Batuk Batuk."
Venix terbatuk karena tubuh Nero jatuh di dadanya. Karena dia baru bangun, dia masih lemah dan kesadarannya belum sepenuhnya menyatu dengan tubuhnya.
"Kamu menyakitinya." Agir datang menghampiri Nero, dan mengambil Nero dengan tangannya, melemparkan Nero menjauh dari Venix.
"Kenapa kamu ada di sini?" Venix bertanya pada Agir dengan bingung.
"Kenapa aku tidak bisa? Apakah kamu meremehkan aku?" Agir mengangkat alisnya dan bertanya dengan nada tidak senang.
Tentu saja dia di sini karena pintu belakang telah dibuka oleh Kaisar rubah untuknya, namun dia tidak akan mengatakan kebenaran ini di hadapan Venix!
Dia juga agak terkejut bahwa Venix mampu melewati Tranquil Soul, walaupun dia tidak mampu melewati Tranquil Soul, dia telah mendapatkan banyak hal hanya dengan menjalani ujian Tranquil Soul.
"Tentu saja aku tidak meremehkanmu, namun aku berhasil melewati ujian itu! Aku merasa sangat kuat sekarang! Aku merasa bahwa, hanya dengan satu pukulan, aku bisa mengalahkan kamu! Tentu saja itu hanya perasaan, lagipula…. Eh?" Saat Venix ingin melanjutkan, dia tiba-tiba berhenti dan terkejut karena ada hal aneh yang dia rasakan saat ini.
Dia melihat Agir, dan mengukur tubuhnya. Sebelumnya Venix merasakan bahwa dia mampu mengalahkan Agir dengan satu pukulan, bukan karena perasaan kekuatannya yang meningkat tinggi, tapi.… Dia benar-benar bisa merasakan bahwa dia bisa mengalahkan Agir dengan satu pukulan!
__ADS_1
"Uhhh.… Apakah aku terlalu kuat sekarang?" Venix menatap kedua telapak tangannya dan berbicara dengan aneh dan tidak nyaman, seolah dia bermimpi.
Nero yang menonton dari samping menjawab keraguan Venix : "Tidak, itu bukan hanya perasaanmu saja, kamu benar-benar mampu mengalahkannya dengan satu pukulan."
"Hah?" Venix bingung dan tidak mengerti, walaupun dia percaya bahwa kekuatannya meningkat cukup tinggi, tapi dia tidak percaya bahwa dia mampu melawan Martial Master Level Emas!
"Di mengkebiri kultivasinya." Nero menggelengkan kepalanya.
"Apakah kamu mendapatkan pencerahan dari Buddha, meletakkan pisau daging dan menjadi Buddha?" Venix menoleh dan menatap Agir.
"…." Agir tidak bisa berkata-kata.
Apakah kamu berpikir agama Buddha berkembang luas di kerajaan Wok!? Agir hanya bisa mengeluh di dalam benaknya.
"Lebih tepatnya, aku menghilangkan banyak bagian yang tidak cocok untuk diriku sendiri, sehingga level kultivasiku turun hingga level Perak." Agir menjelaskan.
Venix mengerutkan kening dan bertanya : "Bukankah itu sama saja dengan menghancurkan dirimu sendiri?"
Seorang Martial Master bisa menghancurkan kultivasi orang lain dan diri mereka sendiri, namun itu cukup sulit. Yang paling mudah adalah meledakkan diri mereka sendiri. Namun apapun itu, menghancurkan kultivasinya sama saja dengan memotong masa depannya, lagipula sebuah gedung tinggi yang dihancurkan akan meninggalkan banyak bekas dan sangat sulit untuk di bangun kembali.
"Tentu saja jika itu orang lain, namun aku berbeda. Walaupun aku menghilangkan kultivasiku, itu seperti membuang sebuah Puzzle yang berantakan dan mengubahnya dengan bagian lain yang lebih cocok. Aku hanya perlu mengulang kultivasi dan tidak akan menghancurkan potensi diriku sendiri." Agir berkata dengan tenang.
Tentu saja dia bisa melakukan ini karena tubuh dan teknik kultivasi miliknya yang unik, itulah kenapa dia dengan tegas menurunkan level kultivasinya.
"Aku tidak mengerti, namun jika kamu melakukan itu dengan sepenuhnya sadar, kurasa itu baik-baik saja." Venix berkata sambil memegang kepalanya yang agak sakit.
"Ada satu hal yang ingin aku tanyakan padamu." Agir tiba-tiba menatap Venix dan bertanya : "Apakah kamu akan membunuhku dan mendapatkan kebebasanmu kembali?"
__ADS_1
Seketika, suasana menjadi hening dan mencekik.