Legendary Summoner

Legendary Summoner
Menuju Reruntuhan Summoner


__ADS_3

Satu minggu berlalu dengan cepat.


Venix, Agir dan lainnya berada di luar gerbang kota Logoria.


Tim yang berkemah di luar kota sebagian besar sudah pergi. Jadi Agir memutuskan untuk menuju ke tempat Reruntuhan dunia kecil dan melihat keramaian di sana.


"Apakah semuanya sudah siap?" Agir bertanya pada Pelayan Tua Gill.


Pelayan Gill membungkukkan tubuhnya dan menjawab : "Semuanya sudah siap. Sisa pasukan kita sudah berkumpul di depan, siap untuk berangkat kapanpun."


Agir mengangguk dan menatap kelompok manusia yang ada di sampingnya.


"Ini adalah kesempatan yang bagus. Walaupun kalian bukan Summoner, kalian bisa mendapatkan harta di sana dan menjualnya di kota." Venix berkata pada Laura dan lainnya.


"Dengan kekuatan kita, tingkat kematian di sana akan sangat tinggi. Tapi ada kamu dan Agir yang membuat semuanya menjadi lebih mudah. Aku hanya punya satu permintaan, menjaga kami untuk sampai ke sana. Setelah memasuki Reruntuhan Dunia kecil, kami akan mengandalkan diri kami sendiri, dan tidak akan mengganggu kalian." Laura berkata dengan rendah hati.


Tobi yang ada di belakang Laura ingin mengatakan sesuatu. Tapi Rene dengan galak menatap Tobi untuk diam untuk tidak berbicara.


Venix menghela nafas secara internal. Dia dan Laura bisa dikatakan rekan yang harus saling membantu. Tapi setiap orang memiliki urusan mereka sendiri. Jika Venix menjaga mereka semua, panennya di sana akan sangat kurang maksimal.


Laura tahu batas antara hubungan manusia. Jadi dia tidak meminta Venix secara berlebihan.


"Baiklah, aku berjanji. Jika aku bisa membantu kalian di dalam, aku akan membantu kalian." Kata Venix dengan percaya diri.


"Terimakasih." Jawab Laura dengan senyum indah.


Setelah tinggal di kota selama beberapa minggu, tubuh dan pakaian Laura menjadi bersih. Kecantikan di masa lalu yang di ingat Venix telah terpancar oleh Laura saat ini.


Sebelum berangkat, Venix juga membawa tim manusia lain yang tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk secara aman sampai di Reruntuhan Dunia kecil.


Segera 7 tim manusia bergabung dengan Venix. Dengan total 87 manusia bergabung dengan tim Agir.


Di sisi lain, Yenta tidak mengikuti Venix dan Agir. Dia sangat sibuk untuk membangun wilayahnya sendiri dan tinggal di kota.


Untuk manusia, Agir tidak peduli sama sekali. Jadi biarkan Venix melakukan sesuatu sesukanya.


Tim manusia ini berasal dari Desa-desa lainnya yang ada di lingkup wilayah kota. Venix bertemu dengan mereka sesekali dalam dua minggu terakhir dan memberikan undangan kepada mereka.


Sayangnya, tidak ada manusia yang mengalami nasib yang sama dengannya, seperti Laura dan Rene.


Menyelesaikan semuanya, Agir membawa semua orang untuk berangkat menuju Reruntuhan Dunia Kecil, dan bertemu seluruh pasukan Goat Beast di tengah jalan, dan berangkat bersama menuju Reruntuhan Dunia Kecil.


***


Jalan menuju Reruntuhan Dunia Kecil sangat tidak aman.

__ADS_1


Banyak bandit dan perampok yang bersiap untuk menyergap kelompok yang lemah.


Oleh karena itu Agir membawa semua pasukannya.


Dalam perjalanan, salah satu Goat Beast dan dua manusia masuk perangkap bandit. Namun, tidak ada yang menyerang mereka saat itu, karena jumlah tim Agir sangat banyak.


Dengan itu, semuanya berjalan lancar, dan seluruh tim melaju ke tempat Reruntuhan dunia kecil Summoner.


Menghabiskan waktu empat hari, Tim Agir akhirnya sampai di Reruntuhan dunia kecil.


Melangkahkan kakinya ke depan, Venix melhat sebuah bangunan istana kecil yang memiliki luas 100 meter persegi.


Di depan matanya, banyak tim yang berkemah di luar istana.


"Ini Reruntuhan dunia kecil? Kenapa bentuknya sangat kecil?" Tanya Rene dengan rasa ingin tahu.


"Istana itu hanya sebuah pintu masuk. Setelah kamu masuk ke dalamnya, sebuah wilayah yang luas akan muncul di depan matamu. Inilah kenapa Reruntuhan ini disebut Dunia kecil. Karena ukuran di dunia nyata dan di dalamnya sangat berbeda. Seolah-olah itu hanya pintu masuk menuju dunia kecil." Venix menjawab pertanyaan Rene.


Nero yang berubah bentuk menjadi Harimau Hitam bergaris ungu juga muncul dan melihat-lihat istana kecil itu.


Laura memandang sekelilingnya. Setelah mereka datang, banyak tim manusia yang sudah sampai duluan di sini memandangi tim manusia yang mengikuti tim Goat Beast.


Venix juga sadar dengan tim manusia lain yang mengamati mereka.


"Manusia selalu seperti itu. Dihadapkan dengan harta dan tahta, manusia akan membuang sifat manusiawi mereka." Jawab Venix.


Tim Manusia yang mengamati mereka sebagian besar memiliki niat yang buruk. Ini terjadi untuk setiap tim manusia.


Saat melihat ras yang sama, tidak ada kata untuk bekerjasama di Benua kegelapan saat memperebutkan harta. Hanya berpikir untuk mengambil keuntungan dari orang lain.


Walaupun tim manusia mengikuti tim Goat Beast, tim manusia lain tidak takut.


Itu karena mereka tahu bahwa mungkin untuk membentuk sekutu dengan ras lain, tapi tidak mungkin untuk berjuang hidup dan mati bersama. Itulah kenapa mereka memandang tim manusia yang berada di tim Goat Beast sebagai target mereka.


"Aku harap semuanya berjalan lancar." Kata Laura sambil menghela nafas.


Terkadang, bukan ras lain yang menjadi musuh terbesar mereka. Tetapi, ras yang sama dengan mereka.


Sama halnya dengan, bukan orang lain yang menjadi musuh terbesar mereka, tapi diri mereka sendiri.


Musuh internal jauh lebih sulit untuk di lawan daripada musuh eksternal.


Di depan mata Venix, terlihat sebuah cahaya pelindung yang mengitari seluruh istana kecil.


Agir sebenarnya ingin mencoba menghancurkan penghalang itu dengan kekuatannya karena penasaran. Namun, karena banyak orang, itu hanya akan menyebabkan masalah yang tidak perlu. Jadi Agir menahan dirinya saat ini.

__ADS_1


Segera Tim Agir memilih sebuah tempat yang kosong untuk berkemah.


Malam hari telah tiba. Semua tim yang berkemah diluar istana sedang memasak dan memanggang makanan.


Tim Agir juga melakukan yang sama.


Ini aneh namun unik, Venix melihat bahwa manusia dan Goat Beast mengobrol dengan asik saat memanggang makanan di perapian.


Tidak ada yang mempermasalahkan ras yang berbeda, mereka mengobrol dan berbicara dengan nyaman.


Venix seakan sadar akan sesuatu.


Mungkin, leluhur dunia ini membuat dunia ini seperti ini.


Persatuan yang terjadi dari ras yang berbeda adalah tujuan mereka. Bukan tidak mungkin leluhur dunia ini adalah orang-orang yang berasal dari ras yang berbeda dan saling membantu satu sama lain di masa lalu.


Setiap leluhur dunia tidak memiliki keinginan untuk membuat ras mereka mendominasi dunia dan memberikan kesempatan yang sama untuk setiap ras di dunia ini.


Jika Venix menjadi manusia terkuat di masa depan, dia merasa bahwa dia akan memiliki pikiran yang sama.


Venix menatap Agir yang sedang duduk sendirian menatap langit. Walaupun Agir hanya melakukan ini karena bosan, Venix menganggap Agir sebagai penolongnya saat ini. Tanpa dia, Venix harus berjuang lebih banyak saat menjelajahi Benua Kegelapan.


Venix berdiri dan berjalan mendekati Agir.


"Kenapa kamu melihat bintang?" Tanya Venix dengan santai.


"Apakah harus memiliki alasan khusus untuk melihat bintang-bintang?" Agir bertanya balik pada Venix.


"Setiap makhluk hidup yang melihat bintang-bintang memiliki keinginan dan kerinduan mereka sendiri. Entah itu kerinduan kepada seseorang, atau rindu dengan rumah mereka, dan hal lainnya." Venix berkata dan menoleh menatap Agir : "Apakah kamu memiliki keinginan atau kerinduan?"


"Bukan keinginan atau kerinduan." Agir berkata sambil memejamkan matanya : "Aku hanya ingin tahu, siapa aku sebenarnya."


Mendengar itu, Venix agak terkejut. Dia tidak pernah mendengar Agir mengatakan hal ini.


"Bukankah kamu Wok Agir yang berasal dari kerajaan Wok?" Venix berkata.


Agir menoleh dan menatap Venix. Dia diam dan tidak menjawab.


Venix tidak tahu bahwa Agir memiliki suatu rahasia yang tidak diketahui siapapun.


Sejak dia lahir, Agir selalu menatap bintang-bintang. Seolah-olah bertanya, siapa dirinya.


Ini terjadi sejak dia masih kecil. Bagaimana anak kecil bisa membuat pertanyaan seperti itu?


Agir merasa bahwa mungkin, dia bukan berasal dari dunia ini. Sejak awal, teknik kultivasinya berbeda dari yang lain, dan dia memiliki teknik kultivasi miliknya sendiri yang muncul di dalam benaknya entah darimana.

__ADS_1


__ADS_2