
"Itu sangat bagus!" Kata Nero dengan gembira.
Semakin lancar perkembangan Venix, semakin bahagia Nero.
Di sisi lain, di tanah, Venix membuka matanya.
"Perasaan ini..." Venix merasakan sesuatu yang lain.
Setelah dia berhasil menguasai dasar Royal Sword, tanpa dia sadari, kendalinya untuk Wave Controller juga meningkat. Walaupun peningkatannya tidak banyak, tapi itu seperti mengisi sesuatu yang kurang dalam kontrol Wave Controller miliknya, dan membuatnya menjadi sempurna.
Mengepalkan tinjunya dengan erat, Venix mengangkat kepalanya dan melihat Beruang Hitam yang ada di depannya.
"Ayo!" Kata Venix dengan percaya diri.
Setelah menguasai dasar Royal Sword, kendalinya menjadi lebih halus dan tajam. Itu meningkatkan kekuatan serangan dan pertahanan Venix saat menggunakan Royal Sword.
Beruang Hitam membuka mulutnya dan menembakkan sinar laser ke arah Venix.
Ledakan!
Venix melompat dan menghindari serangan Beruang Hitam.
Beruang Hitam terus menyerang Venix dengan serangan Energi laser secara terus menerus.
Di sisi lain, Venix dengan mudah menghindarinya satu persatu.
Salah satu aspek terkuat Venix adalah dia lincah dan pandai menghindar.
Lagipula di masa lalu, dia selalu menggunakan kemampuannya yang lincah untuk menghindari serangan musuh dan menjaga jarak.
Melihat serangannya di hindari terus menerus, tubuh Monster Beruang bergerak ke depan dan dengan ganas menyerang Venix dengan kepalanya.
Ledakan!
Venix tidak menghindar dan menggunakan Royal Swordnya untuk menahan serangan Monster Beruang.
Namun, kali ini berbeda.
Venix dengan kokoh berdiri di tempatnya saat Royal Swordnya menahan kepala Beruang Hitam di depannya hingga berhenti.
"Dia berhasil!" Kata Nero dengan bersemangat.
"Hanya menguasai dasarnya saja, dia sudah mampu melakukan hal ini?" Gumam Agir saat melihat Venix berhasil menahan serangan Monster Beruang.
Walaupun Venix sudah menguasai dasar Royal Sword, itu tetap sulit agar mampu menahan serangan Monster Beruang sepenuhnya.
Royal Sword bergetar saat menahan gesekan kepala Monster Beruang.
Tanpa menunggu hal ini terus terjadi, Venix mengendalikan empat Royal Sword pergi ke samping, dan hanya menyisakan empat Royal Sword untuk menahan serangan Monster Beruang.
__ADS_1
Saat keempat Royal Sword memisahkan diri dari mode bertahan, empat Royal Sword terbang di samping kepala Monster Beruang dan melakukan serangan balik.
Tebasan ~ Tebasan ~
"Roar!" Beruang Hitam meraung saat empat Royal Sword menyerang tubuhnya dan membuat luka yang mengakibatkan darah berceceran jatuh dari tubuhnya.
Raungan Monster Beruang tidak menghentikan Venix, dan terus mengendalikan empat Royal Sword untuk menyerang.
"Roar!" Monster Berung berteriak saat mengangkat tubuhnya berdiri dan melepaskan posisi bentrokan dengan Venix sebelumnya.
Saat Beruang Hitam melepaskan diri dan berdiri, Venix terbang di udara dan membawa delapan Royal Swordnya kembali ke belakang punggungnya.
"Royal Sword Blast!"
Teriak Venix saat delapan Royal Sword memutari tubuhnya dengan kecepatan yang sangat cepat.
Setelah itu, Venix membawa delapan Royal Sword yang berputar di tubuhnya menukik ke bawah saat tubuhnya secara perlahan berubah menjadi meteor yang jatuh dan menabrak tubuh Monster Beruang dengan ganas.
Ledakan!
Sebuah kawah besar tercipta saat meteor itu menabrak Monster Beruang.
Nero dan Agir mundur dan menjauh dari jangkauan ledakan.
Setelah melakukan serangan dengan teknik terkuatnya saat ini, Venix mundur dan berdiri tidak jauh dari posisi Monster Beruang berada.
Secara perlahan, sosok Monster Beruang terlihat. Tubuhnya terluka oleh berbagai goresan pedang, dan sebuah lubang juga tercipta di bagian tubuhnya saat darah terus menyembur keluar dari lubang itu.
Walaupun dia masih bisa bertahan saat ini, itu hanya masalah waktu sebelum dia dikalahkan dan di bunuh oleh Venix sepenuhnya.
"Baiklah, mari kita akhiri semuanya di sini." Kata Venix.
Setelah mengatakan itu, Venix tidak menyerang Monster Beruang lagi. Namun, dia berbalik dan melihat ke arah Agir.
"Sudah selesai? Apakah kamu ingin aku membunuh Monster Beruang itu?" Tanya Agir dari kejauhan.
Venix menggelengkan kepalanya dan menjawab : "Tidak. Aku tidak berencana untuk membunuh Monster Beruang ini dari awal. Dia membantuku untuk berlatih dan bukan musuh. Lagipula membunuh Monster Beruang ini tidak akan banyak berguna bagiku. Jadi, biarkanlah dia hidup."
Agir melihat Venix dan terdiam. Tanpa banyak kata, dia bergerak mendekati Venix saat Nero mengikutinya di belakangnya.
Melihat tambahan dua musuh, Beruang Hitam hanya bisa meraung sedih.
Faktanya Monster Beruang sudah tahu bahwa ada orang lain selain Venix. Namun Monster Beruang tidak memiliki kecerdasan yang banyak dan hanya bisa melawan musuh yang ada di depan matanya.
Bagi para Martial Master di dunia ini, ini sangat aneh.
Monster Binatang di dunia ini tidak memiliki kecerdasan seperti Binatang yang berasal dari Dunia Heavenly Beast.
Namun jika Monster Binatang mencapai level Emas Hitam, mereka akan bisa merubah bentuk mereka menjadi sosok humanoid dan memiliki kecerdasan penuh seperti manusia.
__ADS_1
Tapi Binatang yang berasal dari Dunia Heavenly Beast seperti Nero tidak seperti itu.
Kecerdasan mereka berkembang secara bertahap dari awal jalan Kultivasi. Dan Binatang di Heavenly Beast juga bisa berubah bentuk menjadi manusia. Namun hanya setelah mencapai level Crimson dan tergantung pada garis keturunan mereka sendiri. Semakin tinggi garis keturunan, semakin rendah batas level untuk merubah bentuk tubuh mereka menjadi Humanoid.
Jadi masih menjadi misteri bagaimana Dunia Heavenly Beast itu terbentuk dan berhubungan dengan dunia ini.
Agir dan Nero mendarat dan berdiri di samping Venix.
Melihat Monster Beruang yang telah melemah, Agir menggelengkan kepalanya dan tidak berniat melakukan apapun.
"Gill." Agir berkata secara tiba-tiba.
Segera pelayan tua Goat Beast datang di sampingnya dalam sekejap.
"Aku disini, tuanku." Kata Pelayan tua bernama Gill.
"Sembuhkan manusia itu." Kata Agir.
"Sesuai keinginanmu." Kata Gill sambil membungkuk rendah hati.
Setelah itu, Gill melambaikan tangannya dan sebuah formasi rune muncul di tanah.
Beberapa saat kemudian, sebuah burung merpati muncul dari formasi itu.
"Sembuhkan manusia itu." Kata Gill pada burung merpati.
"Baik." Jawab Burung merpati dengan nada ceria.
Setelah itu, Burung merpati mengangkat sayapnya dan sebuah cahaya putih muncul dan menyinari seluruh tubuh Venix.
Segera luka-luka Venix sembuh secara perlahan.
"Pelayanmu seorang Summoner?" Tanya Nero.
"Dia memang seorang Summoner. Namun Binatang Kontraknya tipe pendukung. Jadi jika tidak ada hal yang mengharuskan dia merawat prajurit yang terluka, dia tidak akan mengeluarkan burung ini. Ngomong-ngomong, ini hanyalah salah satu binatang kontraknya." Jawab Agir.
Mendengar itu, Nero mengangguk.
Agir tidak takut mengeluarkan informasi pelayannya. Lagipula yang akan berhadapan dengan Venix di masa depan adalah dia sendiri. Dan pelayan tua tidak akan ikut campur dalam masalah itu.
Bahkan jika dia ikut campur, pelayan tua Gill hanya akan menjadi orang mati.
"Efek penyembuhan kemampuan Binatang Kontrakmu agak tinggi." Kata Venix dengan takjub saat lukanya perlahan sembuh dan dapat dilihat dengan mata telanjang.
"Ini bukan apa-apa. Lagipula Binatang tipe pendukung memang memiliki kemampuan yang agak tinggi dibandingkan dengan Binatang tipe tempur." Jawab Pelayan Gill dengan senyum.
Memang, Binatang tipe pendukung memiliki kemampuan yang agak lebih tinggi daripada Binatang tipe tempur.
"Ini agak jarang untuk bertemu sesama Summoner. Tuan Gill, apakah kamu mengolah teknik Kultivasi Summoner?" Tanya Venix.
__ADS_1
Walaupun Gill adalah pelayan Agir, Venix tetap memanggilnya dengan sebutan tuan untuk kesopanan. Lagipula pelayan Gill ini jauh lebih kuat daripada dirinya sendiri.
"Aku tidak mengolah teknik kultivasi Summoner." Jawab Gill sambil menggelengkan kepalanya dan bertanya : "Berapa Binatang Kontrak yang telah kamu miliki?"