Legendary Summoner

Legendary Summoner
Aku Tahu Rahasia Reruntuhan Dunia Kecil!


__ADS_3

Nero terhuyung mundur di udara dan jatuh ke tanah. Dia mengangkat kepalanya dan melihat posisi burung elang yang ada di udara.


"Gagal." Nero menghela nafas saat melihat serangannya gagal.


Venix juga terdiam dan melihat ke atas. Di sana, sosok manusia Rusa berdiri di depan burung elang dan memblokir serangan Nero. Walaupun serangan Nero diblokir, tangan Manusia Rusa itu terluka akibat menahan serangan Nero.


Siapa bilang bahwa ujian ini hanya akan melawan Binatang Kontrak pihak lawan? Dasar seorang Summoner adalah, Master dan Binatang Kontrak adalah satu!


Venix menghela nafas, dan mulai merencanakan rencana baru. Hal yang paling utama adalah Venix mengetahui kecepatan manusia Rusa. Kecepatan yang dimiliki oleh Manusia Rusa sangat cepat, Venix khawatir dia tidak mampu bersaing.


"Seperti yang kita bicarakan di masa lalu, bagaimana menghadapi Summoner lain. Kali ini, kita akan mencoba trik itu." Venix mengirimkan telepati kepada Nero, dia segera maju dan menghadapi monster berduri.


"Dipahami!" Nero menjawab, dan segera menyerang salah satu Binatang Kontrak.


Pihak Venix kalah jumlah, jadi dia dan Nero hanya bisa mengulur waktu dan mencari kesempatan untuk membunuh salah satu musuh.


Venix melambaikan Royal Swordnya saat menahan serangan jarak jauh duri hitam yang di tembakkan oleh Monster berduri.


"Kesempatan!" Nero berteriak dengan telepati.


Mendengar itu, Venix dengan seluruh kecepatannya, menghilang dari posisinya, dan datang ke sisi Nero yang sedang berhadapan dengan Beruang Neraka.


"Tusukan tak terbendung!"


Menggunakan Royal Swordnya, Venix mengirim delapan Royal Sword menusuk tubuh Beruang Neraka satu persatu.


Beruang Neraka berteriak kesakitan, segera pohon roh datang membantu untuk mendukung beruang hitam dan menyembuhkan lukanya.


"Berapa lama lagi?" Nero bertanya pada Venix.


"Tiga puluh detik!" Venix membalas saat dia fokus dengan hal lain.


Setelah itu, Venix dan Nero segera berpisah untuk menghadapi yang lainnya.


Keuntungan Venix dan Nero adalah kecepatan mereka. Dengan ini, mereka mampu menjaga jarak dari musuh.


Manusia Rusa datang dan melihat situasi pertarungan. Dia menunggu, menunggu untuk mencari kesempatan dan menyerang musuh.


Secara perlahan, posisi Venix sangat tidak menguntungkan, dan mereka berdua semakin terpojok. Venix dan Nero berhasil melukai musuh yang mereka lawan, namun jumlah musuh masih banyak, jika ini terus berlanjut, Venix akan kalah cepat atau lambat.


Roh Pohon mondar mandir untuk mendukung satu persatu Binatang Kontrak. Tanpa disadari, posisinya saat ini cukup terbuka lebar dan memiliki kesempatan untuk diserang.

__ADS_1


"Sekarang!" Venix dan Nero berteriak bersama.


Manusia Rusa merasakan sesuatu, dan melihat posisi Roh Pohon yang terbuka lebar di udara, dia akan menuju ke posisi Roh Pohon untuk mendukung, namun tiba-tiba, sebuah energi mengerikan mengunci posisinya dari segala arah.


Nero melakukan teleportasi dan segera muncul di hadapan Manusia Rusa.


"Murka Harimau Hitam!"


Tubuh Nero segera berubah menjadi api ungu, dan melahap seluruh tubuh Manusia Rusa dengan api ungunya.


Saat ini, mata Manusia Rusa itu sedikit terkejut. Tubuhnya terbakar oleh tubuh Nero yang berubah menjadi api ungu dan memenjarakan tubuh manusia Rusa di dalam api.


"Domain - Royal Sword tak terbatas!"


Venix berdiri di udara saat menggunakan seluruh energinya untuk membentuk ratusan Jarum pedang energi di udara, dan menusuk ke posisi Manusia Harimau yang sedang dilahap oleh Tubuh api ungu Nero.


Tusuk! Tusuk! Tusuk!


Ratusan jarum pedang menusuk setiap inci tubuh Manusia Rusa!


Dalam sekejap, seluruh Binatang yang di panggil menjadi kaku dan tidak bergerak. Manusia Rusa mengangkat kepalanya dan menatap Venix.


Melihat tatapan itu, Venix terkejut. Sebelumnya, Manusia Rusa memiliki pandangan tanpa emosi dan tidak bernyawa, namun tatapan yang Manusia Rusa lemparkan padanya saat ini seperti sebuah tatapan yang berasal dari makhluk hidup!


Satu persatu Binatang yang di panggil juga memiliki retakan di tubuh mereka dan secara perlahan hancur.


"Peserta Ujian mengalahkan Summoner #367. Selamat, Anda secara resmi menyelesaikan semua ujian!"


Suara seorang wanita datang dan mengumumkan berita itu.


Setelah memastikan kemenangan, Nero segera mundur, dan membawa tubuh api nya ke sisi Venix, dan secara perlahan kembali ke bentuk tubuh kucing hitam.


Mengubah tubuhnya menjadi bentuk api sangat menguras semua Kekuatannya. Nero hanya mampu bertahan selama dua menit. Saat ini, tubuhnya kelelahan karena telah menggunakan banyak energi.


"Aneh, kenapa aku merasa manusia Rusa ini hidup?" Venix berkata tiba-tiba sambil memandangi Manusia Rusa yang masih memiliki retakan yang akan menghilang seiring berjalannya waktu.


"Apakah maksudmu ujian ini menggunakan makhluk hidup asli?" Nero bertanya dengan penasaran.


Ini juga normal untuk melakukan ujian dengan menggunakan makhluk hidup asli. Namun, hal itu sangat sulit dilakukan. Tidak apa-apa untuk melakukannya sekali, tapi Reruntuhan ini telah ada di dunia ini selama puluhan ribu tahun. Apakah mereka mengisi ulang makhluk hidup setiap Reruntuhan di buka?


Memikirkan ini, Nero merasa menemukan sesuatu!

__ADS_1


Mungkin, Reruntuhan jarang muncul dan hanya muncul sesekali karena mereka tidak memiliki stok makhluk hidup!


"Tidak, jelas-jelas tubuh Manusia Rusa itu berasal dari konversi energi yang padat. Yang aku maksud adalah, tatapan matanya seperti makhluk hidup yang memiliki akal." Venix menjelaskan kepada Nero tentang prasangka yang dia miliki.


"Apakah ada hal-hal seperti itu? Apa sih tatapan makhluk hidup itu?" Nero bertanya dengan penuh kebingungan.


Venix terdiam dan tidak bisa berkata-kata. Sebagai manusia, Venix tahu perbedaan mata orang mati dan orang yang hidup.


"Hehehe, kamu benar. Aku memang sedang bosan dan datang untuk menonton generasi baru."


Suara seorang pria datang di tengah-tengah pembicaraan Venix dan Nero.


"Siapa!?"


Venix terkejut dan segera menggunakan kekuatan Domainnya untuk mencari jejak musuh dan siap bertarung lagi.


"Aku di sini."


Suara itu datang lagi.


Venix mengangkat kepalanya dan melihat sosok Manusia Rusa yang saat ini menatapnya seperti makhluk hidup pada umumnya.


"Tebakanku benar! Kenapa Reruntuhan Dunia kecil jarang muncul? Itu karena mereka tidak memiliki stok makhluk hidup!" Nero berkata dengan senang seolah-olah dia pintar.


Tampar!


"Diam!" Venix memukul kepala Nero dan memarahinya. Dia tidak tahu niat orang lain saat ini, dan dia harus bersiap menghadapi situasi apapun.


"Binatang Kontrakmu cukup lucu. Jika orang yang membuat Reruntuhan ini ada di sini, dia pasti akan mempertimbangkan ide ini dengan baik." Manusia Rusa berkata sambil menatap Nero dari kejauhan.


"Jangan dengarkan ide kucing bodoh ini! Dia hanya bercanda!" Venix segera buru-buru berkata agar ide itu tidak terjadi di masa depan.


Bukan karena Venix merasa kasihan kepada makhluk hidup yang akan dipenjara di sini, tapi dia merasa kasihan kepada generasi baru di masa depan.


Bagaimana jika itu benar-benar terjadi? Para tawanan itu pasti harus memenuhi persyaratan pembuat Reruntuhan Dunia Kecil ini untuk menguji generasi baru, oleh karena itu, salah satu alasan para tahanan mau bertarung adalah dengan jaminan mereka akan dibebaskan.


Jika mereka menang, mereka akan dibebaskan.


Venix tahu betapa mengerikannya kekuatan seseorang hanya untuk bertahan hidup dan bebas.


Dengan itu, kesulitan ujian bagi generasi masa depan akan sangat sulit dan berdarah! Venix khawatir hanya jenius level atas yang hanya bisa selamat dari ujian itu.

__ADS_1


Seolah-olah sadar akan sesuatu, Venix mengangkat kepalanya dan melihat Manusia Rusa, berkata dengan terkejut : "Kamu mengenal orang yang membuat Reruntuhan Dunia kecil ini!?"


__ADS_2